EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
Mie Ramyeon


Zhang mengangguk, ia menarik tangan Xia lu lebih dulu dan mereka berdua berjalan menuju toko kedai itu.


Sesampainya dalam toko, Mereka berdua memilih duduk ditempat meja yang sudah disediakan berada di ujung sudut dalam toko.


"Pelayan"panggil Zhang mengangkat tangannya.


Pelayan yang melayani toko langsung menuju asal suara dan membungkukan badannya memberi hormat dengan sopan.


"Tuan dan Nona ingin memesan apa?"tanyanya dengan sopan.


"Mie ramyeon empat porsi dalam dua mangkok, satunya pedas dan satunya, Zhang apa kau suka pedas?"Tanya Xia lu.


"Tidak, yang satunya rasa seperti biasa saja"jawab Zhang tersenyum.


Pelayan itu menegakkan tubuhnya, "Baik tunggu beberapa saat"ucapnya lalu berlalu pergi.


Xia lu dan Zhang saling melirik dengan tersenyum


"apa kau tidak suka pedas biasanya Pria kebanyakan suka makanan pedas?"tanya Xia lu menopang dagunya.


"Tidak, aku tidak suka itu"jawab Zhang ikut menopang dagu dan menatap wajah Xia lu yang terhalang setengah topeng.


"aku baru tahu sekarang"ucap Xia lu tersenyum.


"tidak apa"ucap Zhang menyapu-nyapu atas kepala rambut Xia lu.


"Hei apa kalian tahu tentang masalah ini dari Kekaisaran Li bahwa bangsa asing telah memasuki perbatasan Kekaisaran itu, karena memiliki banyak jalur jalan pintas jadi bangsa asing mudah memasukinya"ucap Salah satu Pria yang duduk di meja tidak jauh dari Xia lu dan Zhang.


"Masalahnya apa?"tanya orang disampingnya.


"Masalahnya jika tidak salah bangsa itu akan mengajak perang, mereka ingin menguasai semua Kekaisaran dan Dinasti besar ini, namun aku ragu karena itu tidak akan mudah karena Kaisar muda kita tidak bisa di remehkan"jawab Pria itu lagi.


Xia lu dan Zhang yang mendengar ucapan-ucapan orang di sekitar hanya mengangguk-angguk.


Tidak lama berselang, datang dua pelayan masing-masing membawa masing-masing nampan yang atasnya terdapat mangkok yang berisi Mie ramyeon.


Mereka meletakan nampan ketengah meja yang berada dihadapan Xia lu dan Zhang.


Setelah meletakan, pelayan itu menundukan kepalanya


"Selamat menikmati"ucap kompak mereka lalu berlalu pergi.


Xia lu memandang Mie di didepannya dengan wajah senang, ia tidak ingin menunggu lagi langsung menarik nampan dan mengambil sumpit yang berada disamping mangkoknya.


"Makan sepuasnya"ucap Zhang tersenyum melihat Xia lu yang sepertinya tidak sabaran untuk makanan.


Xia lu mengangguk dengan tersenyum, ia mulai mengaduk-aduk Mie lalu langsung memakannya.


Jika di jaman modern aku jarang makan ini karena dilarang ayah dan menjaga pola makan sehat karena seorang atlet, tapi tidak disini tidak ada yang melarangku aku bebas(batin Xia lu)


"Xia lu jangan sering makan pedas yah, ingat itu, nanti perutmu sakit"ucap Zhang.


yah, baru saja tadi aku mengatakan tidak ada yang melarang(batin Xia lu)


"iya-iya"jawab Xia lu tersenyum.


Mereka pun makan Mie bersama, dilengkapi dengan canda gurau.


***


Setelah makan Mie malam-malam, Xia lu dan Zhang berjalan-jalan santai lagi sambil melihat-lihat sekitar.


"Disini rakyatnya sangat akur yah dan juga ramah lingkungan"ucap Xia lu tersenyum tengok kanan dan kiri.


"Hm"dehem Zhang mengangguk.


Tiba-tiba dari arah berlawanan tampak Kuda berjalan sangat cepat ditunggangi oleh Pria tampan yang mengenakan pakaian terhormatnya.


Kuda itu berjalan cepat menuju Xia lu yang asikknya memandang sekitar.


"Minggir!"pintanya berteriak keras.


Saat Xia lu melirik kedepan melihat kuda yang melaju tepat di depan matanya, tiba-tiba tarikan tangan terulur menarik tubuhnya.


Kuda itu lewat begitu cepat seperti embusan angin, beruntung Xia lu dengan cepat ditarik oleh Zhang.


"Kau baik-baik saja?, apa ada yang terluka?"Tanya Zhang mendekap erat tubuh Xia lu.


"Tidak apa-apa, Kau lihat bukankah Pangeran Dong li yang memacu kuda itu tadi?, mengapa wajahnya tampak marah dan kecewa?"Tanya Xia lu mendongakan kepalanya menatap Zhang.


Zhang menunduk menatap Xia lu, "tidak usah dipikirkan, lagian itu bukan urusan kita"ucapnya dengan lembut.


"Ayo kita lanjut"ajak Zhang tersenyum merangkul pundak Xia lu.


"lanjut"seru Xia lu tersenyum.


Xia lu dan Zhang berjalan menuju sebuah tempat yang sangat ramai, tempat dimana Xia lu pertama kali merantau di Kekaisaran itu.


Saat mereka berdua masuk dalam tempat dan menutup pintu besarnya lalu membuka topeng keatas, dua pemuda yang berduduk dilantai jadi terkejut dan heran.


"Hai Lin zu, Ye yi"sapa Xia lu berjalan menghampiri dua pemuda yang langsung beranjak dari dudukannya.


Zhang mengekori jalan Xia lu sambil melihat dalam tepat yang di penuhi kertas tempel melekat di dinding.


"Salam Putri, salam Yang Mulia Kaisar Zhang"ucap Lin zu dan Ye yi secara bersamaan membungkukan tubuh.


"Iya-iya, apa kabar kalian berdua?"Tanya Xia lu menyentuh pundak Lin zu.


"Kami baik-baik saja Putri dan bagaimana dengan Putri?"Tanya Lin zu mendongakan kepalanya.


"Xia lu baik-baik saja, kalian berdua aku ingin membicarakan sesuatu"Ucap Zhang yang muncul disamping Xia lu langsung memeluk pinggang Xia lu dari samping.


Tubuh Lin zu dan Ye yi seketika menegang, mereka menundukan kepala tidak berani melirik Xia lu maupun Zhang.


"Apa yang ingin kau bicarakan?"Tanya Xia lu mendongakan kepalanya menatap wajah Zhang


"Begini aku ingin pasukanmu dan pasukanku bergabung saja dalam markas yang sama Xia lu agar Pasukan menjadi lebih besar"Ucap Zhang memberitahu.


"Satu pasukan?", emm ide bagus jadi kita bergabungkan?"Tanya Xia lu tersenyum.


"Iya, tidak lama juga kau akan menjadi Permaisuriku dan kau tidak payah mengurus hal banyak seperti ini biarkan aku saja, hemm?"Tanya Zhang menyapu lembut rambut Xia lu.


"Tap..."ucap Xia lu terpotong.


"Aku tidak ingin penolakan"sela Zhang menggelengkan kepalanya.


"Aku bisa ikut berlatih dan melatih juga kan?"Tanya Xia lu.


"iya, jadi Kalian berdua dan anggota yang bergabung mulai besok berangkatlah Kekaisaran Xing xing dan tinggallah di kediaman samping Para Jenderal"tutur Zhang yang langsung diangguki Lin zu dan Ye yi.


"Baik Yang Mulia"jawab Dua pemuda itu secara kompak.


Tiba-tiba masuk seorang gadis tampak cantik dengan rambut terurai dengan poni menyamping berselahan yang di keriting gantung, ia mengenakan pakaian hanfu biru muda polos dengan dibagian pinggang terdapat tali pita yang mencekat hingga bagian dada yang terdapat dua benda menonjol terekspos bentuk dan lekukannya.


"Zhang"panggilnya tersenyum menghampiri perkumpulan orang.


"Li chen, bagaimana kabarmu?, wah kau sangat cantik"Tanya Xia lu tersenyum melirik kesamping menatap Li chen yang berdiri disampingnya.


"aku baik-baik saja Putri Xia lu, akhir-akhir ini aku memang sudah selalu berias namun aku juga tidak lupa akan tugas politik"jawab Li chen tersenyum menatap wajah Xia lu.


Li chen melirik tangan kekar Zhang yang melekat dipinggang Xia lu dan topeng emas sama yang berada diatas kepala Xia lu dan Zhang membuat ia jadi tersenyum.


"Kalian berdua benar-benar pasangan yang cocok, pakai topeng itu"puji Li chen.


Xia lu tersenyum mendengar pujian Li chen, ia menatap Zhang yang juga sedang menatapnya.


Tiba-tiba Xia lu menarik kerah baju Zhang dan mendekatkan wajahnya dibidang dada Pria itu.


"wooekkkk"muntah Xia lu mengenai Pakaian Zhang mengeluarkan semua isi perutnya.


Xia lu menutup matanya yang tampak mengeluarkan air karena muntah itu, tubuhnya seketika ambruk dan jatuh dipelukan Zhang.


"Xia lu Xia lu"cemas Zhang melepaskan topeng yang berada diatas rambut Xia lu lalu menepuk-nepuk pipi Xia lu namun tidak ada respon sama sekali.


Li chen dan dua pemuda yang berdiri ditempat terkejut melihat gadis cantik itu tiba-tiba muntah dan pingsan.


Zhang langsung menggendong tubuh Xia lu dengan wajah cemas tidak karuan


"tunjukan dimana kamar"pinta Zhang langsung berlari.


"Belok kanan disitu Yang Mulia"jawab Lin zu ikut berlari diikuti Ye yi.


Li chen terdiam ditempat, ia menaikan sebelah alisnya dengan wajah tampak berpikir.


Apa yang terjadi pada gadis itu?, semoga ada kabar buruk(batinnya)


*bersambung...


kok komennya makin sepi yah😢😮*