
"Baiklah, kau ingin kemana?, melihat kediaman kita berdua atau keperayaan?"Tanya Zhang mengeratkan gendongannya
"emm, melihat kediaman kita berdua"jawab Xia lu tersenyum
"baik"angguk Zhang melangkah kakinya kembali dengan wajah senang
Dari jauh Li chen merubah raut wajahnya menjadi datar melihat pasangan yang saling bercanda itu, ia jadi teringat akan ucapan seseorang
Hei Putri Li chen, ku dengar kau dekat dengan Kaisar Zhang apa kau tidak merasa suatu saat kau akan kehilangan temanmu dan direbut oleh Putri Xia lu, Kaisar Zhang tidak akan pernah mengingatmu lagi dan malah asiknya bersama Putri Xia lu, Aku merasa kau lebih berhak bersama Kaisar Zhang dibanding Putri itu karena kau lebih mengenalnya, Apa kau tidak merasakan itu juga?
benar, jika dilihat aku lebih cocok bersama Zhang, apa aku memiliki perasaan terhadapnya?, kurasa iya mengapa aku tidak menyadari ini dari awal aku berteman dengan Zhang, aku tidak ingin lelaki lain Zhang untuk selalu melindungiku tapi kau...aku hanya menginginkanmu(batin Li chen)
"Li chen"panggil seseorang menyentuh pundak gadis itu
Li chen seketika tersadar dari lamunannya mendengar suara Pria dibelakangnya
Pangeran Dong li mengekori arah mata Li chen yang sedang melihat orang yang bergendongan
"Kau iri pada mereka?"Tanya Dong li ter senyum
"Kau selalu saja muncul dimana-mana"Kesal Li chen langsung berjalan pergi
"ahh dia sungguh sulit kudekati"gumam Pangeran Dong li
Sesampainya Xia lu dan Zhang dikediaman baru yang lebih besar dan luas dari empat kali lipat
Xia lu dan Zhang saling bergandengan tangan menginjak masuk dalam kediaman itu
"wah"decak kagum yang keluar dari bibir Xia lu melihat tempat dan pemandangan yang sangat indah
Zhang tersenyum melihat wajah senang nampak diwajah gadis cantik itu
"rasanya seperti dalam lukisan"Ucap Xia lu langsung melepaskan gandengan tangannya dan berlari kearah samping kiri yang terdapat perumahan yang berada diatas air, disekitar tempat itu terdapat bunga teratai yang mengapung diatas air
air yang begitu jernih bewarna kebiruan begitu nampak kedalaman airnya dan terdapat satu rumah besar jika ingin kesitu harus memakai perahu yang sudah tersedia
"Xia lu kesinilah, kita lihat tempat yang lain"Ajak Zhang tersenyum
Xia lu berbalik dan berlari mendekati Zhang kembali
Zhang langsung menggandeng Tangan Xia lu dan membawanya berjalan pelan memasuki lebih dalam kediaman itu
Dua langkah kaki kedua orang itu menyusuri bangunan paling depan yang terdapat 3 pintu
"Ini adalah ruang persenjataan dan latihan, pintu tengah adalah tempat berlatih, pintu samping kanan dan kiri adalah penyimpanan senjata"Ucap Zhang menunjuk
Xia lu mengangguk mengerti, ia diam-diam melangkahkan kakinya menuju tempat samping kanan yang terdapat bangunan besar memiliki dua pintu dan tangga pendek yang dipinggirnya terdapat patung kepala singa bersebalahan
Tanpa diketahui Zhang, gadis itu masuk dalam bangunan itu karena penasaran
Saat masuk
Xia lu kagum akan dalam kamar itu, semuanya nampak bewarna keemasan
Tempat tidur, lemari, dan perabotan lainnya
"emas asli semua"gumam Xia lu berjalan pelan menuju dinding kamar
Tangan mulus Xia lu terulur menyentuh dinding itu dan saat tersentuh
"Xia lu"panggil Zhang tampak cemas baru menyadari kehilangan Xia lu dibelakangnya
Xia lu tidak jadi berbalik dan menarik tangannya kembali dari dinding
Zhang berlari kedepan Xia lu dan langsung memeluk tubuh gadis dengan perasaan cemas
"ada apa Zhang?"tanya Xia lu menjauhkan tubuh Zhang darinya
"tidak ada, aku hanya kaget kau tidak ada dibelakangku"jawab Zhang dengan tatapan lembut
"ini adalah kamar kita?"Tanya Xia lu
"iya"jawab Zhang menganggukan kepalanya sambil tengok kanan dan kiri
"lalu kita akan tidur seranjang bersama mulai sekarang kan?"tanya Xia lu yang sontak membuat Zhang meliriknya
Xia lu langsung membalikan tubuhnya dengan wajah menahan malu, ia menepuk bibirnya dan mengatupnya dengan rapat
*apa yang aku tanyakan?, ya ampun dia pasti mengira aku berharap selalu ingin tidur bersama dengannya, Xia lu xia lu mulutmu memang selalu bicara asal\*\*an*(batin Xia lu)
Tiba-tiba terlihat tangan kekar dari belakang menyelimuti pinggang ramping Xia lu
"Xia lu kita tidak tidur bersama tapi kita hanya tinggal bersama, apa kau menganggap kita akan selalu tidur seranjang bersama mendengar perjanjian itu?"Tanya Zhang tersenyum nakal menyandarkannya kepalanya dibahu Xia lu
"a..aku kira kit"gagap Xia lu terpotong
"Zhang apa yang kau lakukan?"Tanya Xia lu menggeliat geli dengan wajah merona malu merasakan sentuhan lembut dibelakang lehernya
"cupp"Zhang mengecup disekitaran telinga Xia lu dan menggigitnya
"Aww"ringis Xia lu menjauhkan kepalanya dan melirik kebelakang
"Kau nakal sekali, lepaskan"pinta Xia lu melepaskan kedua tangan kekar Zhang yang begitu erat memeluk pinggangnya
"Tidak"ucap Zhang malah lebih menarik tubuh Xia lu semakin dekat padanya
Xia lu melebarkan matanya, ia berusaha lepas dari dekapan Zhang tapi malah Pria itu semakin mendekapnya lebih erat
"Kau ingin kita selalu tidur bersamakan itu bisa, aku tidur disebelah kamar ini dan aku bisa saja malam-malam menemuimu tanpa diketahui siapapun"ucap Zhang
"a..aku tidak bilang ingin selalu tid..ur bersamamu aku hanya mengira kit.."Ucap Xia lu terpotong
"Sudahlah, lagian kau adalah calon istriku"potong Zhang tersenyum
Xia lu membalikan tubuhnya dan menatap wajah Zhang sejenak
Zhang menatap manik mata Xia lu dengan pancaran mata lembut
Perlahan Zhang memajukan tubuhnya sambil memeluk pinggang Xia lu dan gadis itu jadi terikut mundur
Xia lu mengantungkan tangan dileher Pria didepannya
Mereka berdua saling menatap dengan pancaran mata sangat lembut
"Kau tahu aku sangat menyayangimu Xia lu, perkataan pun tidak cukup mengungkap seberapa besarnya aku sangat menyayangimu, aku akan rela menyelami samudra lu"Ucap Zhang terpotong
"sudah jangan katakan lagi, aku tahu semuanya, aku mengenalmu lebih dari dirimu sendiri, meski kau memang cemburuan aku suka itu"Ucap Xia lu tersenyum lembut
Xia lu perlahan menjijitkan kedua kakinya, ia menjajarkan wajahnya pada Zhang dan perlahan mendekatkan bibir mungilnya pada bibir Zhang
Zhang langsung mengangkat tubuh Xia lu dan juga mendekatkan bibirnya namun tiba-tiba
"brakkk"
pintu terbuka lebar menampakan beberapa orang yang berdiri diluar kamar melotokan matanya terkejut melihat dua sosok orang dalam kamar