
Xia lu membungkam mulutnya agar suara tangisnya tidak terdengar, perasaannya begitu sesak dan bimbang.
"kreek"pintu kamar dibuka oleh seseorang.
"Nona manis kau sudah makan malam, bagaimana jika kita makan bersama?"tanya Zhang melangkah masuk dalam kamar dengan memegang nampan sebelah tangan yang atasnya terdapat dua mangkok.
Xia lu langsung menghapus air matanya dengan cepat-cepat, "Kau sudah kembali?"tanyanya dengan suara lemah.
Zhang menutup pintu kamar, ia membalikan tubuh dan berjalan mendekati meja makan yang berada ditengah kamar lalu membungkuk dan meletakan nampan yang dibawanya.
"Iya aku baru kembali Xia lu, ayo kita makan bersama aku pulang langsung memasakan makanan untuk kita berdua"jawab Zhang tersenyum berdiri tegak kembali.
Xia lu membalikan tubuhnya dan berjalan menuju meja makan dengan melewati Ranjang, raut wajah yang tadinya bersedih ia ubah sekejap dengan senyuman manis.
"Wah kau memasak nasi dan cumi bakar?"decak kagum Xia lu dengan mata berbinar duduk didepan meja menghadap makanan yang tersaji dalam mangkok berupa cumi yang sedikit menghangus tersusun rapi dimangkok satunya, dan dimangkok satunya terdapat nasi putih memenuhi mangkok
Zhang tersenyum melihat Xia lu senang, ia berduduk disamping gadis itu.
"ayo makanlah, jika tidak cukup aku bisa memasakan lagi untukmu"tawar Zhang menatap wajah Xia lu dengan tatapan lembut.
Xia lu menatap bola mata Zhang yang sedang menatapnya, "Kau juga makan"suruhnya tersenyum.
"tentu saja, jika kau makan maka baru aku akan makan"jawab Zhang tersenyum.
Xia lu menganggukan kepalanya, ia mengambil sendok makan yang berada disamping mangkok diatas lap makan.
Mereka pun makan bersama dimalam-malam hari, tidak lupa dilengkapi dengan canda dan tawa saling bersuapan romantis.
"Lihat kepala cumi ini kurasa mirip kepala rambutnya Raja Dylan"ledek Zhang menunjuk kepala cumi yang berada diujung mulutnya.
Xia lu tersenyum melihat tingkah Zhang terlihat lucu dimatanya.
*Besok harinya*
...**Sore hari, di Kekaisaran Yuan**...
Tampak kereta kuda besar berhenti didepan sebuah toko.
"Xia lu tunggu aku!"teriak Li chen memperbaiki rambut panjangnya yang terurai cantik sambil berjalan mendekati kereta besar yang berhenti didepan toko persenjataannya.
Xia lu sedikit membuka tirai jendela dalam mereta melihat Li chen yang tampak begitu cantik penampilannya, entah kenapa ia merasakan ada hal yang janggal dan tidak asing dari penampilan gadis itu.
*Gaya rambutnya sama denganku*(batin Xia lu).
Li chen langsung naik dan masuk dalam kereta, saat masuk ia melihat Zhang yang ingin menyuruh Xia lu duduk lebih dekat disampingnya agar tersisa dudukan untuknya.
Dengan langkah cepat, Li chen duduk ditengah diantara Xia lu dan Zhang.
"Hari ini sangat indah"lontar Li chen tersenyum melirik Xia lu yang berada disebelah kirinya lalu Zhang yang berada disebelah kanan.
Xia lu membalas senyuman Li chen dengan senyuman juga.
Li chen menatap lurus dengan senyuman senang, "Ayo jalan"titahnya pada Prajurit yang bertugas mengkusir kereta.
Mendengar itu, kereta kuda langsung dijalankan kembali dengan pelan.
Keadaan hening dalam kereta, Xia lu dan Zhang diam-diam saling melirik.
Asiknya dalam perjalanan tiba-tiba terjadi guncangan dalam kereta, "buukk...bukk"ban kereta tersandung batu besar, kereta berhenti tiba-tiba.
*Dalam kereta*
"Kau baik-baik saja?"risau Zhang menahan belakang kepala Xia lu yang ingin terhantup dinding dengan sebelah tangannya.
Li chen terkejut melihat tangan panjang Zhang didepannya, ia sedikit memundurkan tubuh kebelakang.
"Aku baik-baik saja, terimakasih"jawab Xia lu tersenyum memperbaik posisi duduknya.
"Iya"angguk Zhang tersenyum lembut menarik tangannya kembali.
Li chen mengepalkan tangannya diam-diam melihat dua orang yang berada bersebelahan dirinya saling melempar senyum.
"ada apa?"Tanya Zhang pada Prajurit yang bertugas mengkusir didepan.
"Yang Mulia ada seorang Kakek tua menyebrang jalan"jawab salah satu prajurit yang berada didepan.
"Biarkan dia lewat dulu"titah Zhang.
Kakek tua yang berjalan dengan memegang tongkat menyebrang melewati depan kereta kuda besar itu.
Xia lu membuka sedikit tirai jendela dan melihat kedepan Kakek tua yang berjalan pelan menyebrang.
Sesampainya Kakek itu menyebrang, ia melirik Xia lu dengan tersenyum hangat membuat Xia lu terkejut.
"Kakek itu kurasa aku pernah bertemu dengannya"gumam Xia lu membalas senyuman Kakek itu dengan senyuman hangat juga.
"Ada apa Xia lu?"tanya Zhang melihat Xia lu tersenyum.
Xia lu tersentak, ia menutup tirai jendela kembali, "Tidak ada apa-apa"jawabnya tersenyum melirik Zhang.
Kereta kuda dijalankan kembali sesudah Kakek itu lewat menyebrang. Beberapa lama kemudian hari mulai menjelang senja Kereta besar itu sudah hampir sampai Ke istana Kerajaan Yuan.
Bukan cuman satu kereta yang berjalan, kini bertambah banyak kereta maupun kuda memenuhi jalan kota Kekaisaran Yuan yang serentak menuju Istana Kerajaan Yuan untuk mengadakan Perjamuan besar dan sykuran kesembuhan Pangeran Lu zheng.
\*\*\*
...**Istana Kerajaan Yuan**...
Di lapangan luas yang berada ditengah kediaman Lu zheng, keadaan begitu ramai ditempat itu.
Meja bundar dan dudukan sudah disediakan banyak bersusun rapi memenuhi lapangan luas, di atas meja itu sudah tersaji makanan yang ditudung khusus maupun minuman yang berada dalam teko.
Tampak di dudukan tengah, dudukan khusus untuk orang terdekat Pangeran Lu zheng yang berdiri bersalaman dengan Para tamunya.
Pria itu melempar senyum pada setiap tamu yang memberi ucapan selamat ataupun doa padanya, ia sangar bahagia akan orang-orang yang mendukungnya.
Para tamu berhamburan ada yang saling mengobrol duduk ataupun berdiri, ada yang menikmati hidangan dan sebagainya.
Dari arah masuk kekediaman, terlihat kelompokan berjalan ketengah lapangan memusatkan perhatian semua orang.
Lu zheng tersenyum melihat tiga orang yang berjalan menghampirinya.
"Salam Kak Lu zheng"salam Xia lu menundukan kepalanya.
"Salam Kak Lu zheng"salam Li chen mengulurkan tangannya pada Lu zheng.
"Hai Li chen, kau semakin cantik"puji Lu zheng tersenyum membalas uluran tangan Li chen.
Li chen menarik tangannya kembali dan memundurkan langkah dari hadapan Lu zheng.
"Kakak"panggil Zhang langsung maju dan memeluk tubuh Lu zheng dengan wajah senang.
"Zhang"sebut Lu zheng membalas pelukan adiknya dengan erat.
Xia lu tersenyum melirik Kakak dan adik yang sedang berpelukan itu.
Orang-orang disekitar tersenyum senang melihat kedua Pria bersaudara itu begitu akur dan bahagia.
"Kak Lu zheng maaf aku baru bisa menemuimu dan tidak ikut bersama Zhang kemarin"ucap Xia lu yang berdiri disamping Li chen.
Dua Pria yang berpelukan itu seketika melepaskan pelukannya dan melirik Xia lu.
"Tidak masalah adik, ayo kita berkumpul dan duduk disini, Kalian semua silakan duduk juga"pinta Lu zheng tersenyum melirik semua orang.
Semua orang duduk ditempat duduk yang sudah disiapkan, Kaisar Zhang, Pangeran Lu zheng, Li chen dan Xia lu duduk ditempat khusus yang berada ditengah-tengah dari dudukan lainnya. Mereka duduk didepan meja persegi besar yang di atasnya tersaji hidangan banyak bermacam-macam jenis.
Xia lu berduduk disamping kursi Zhang, sedangkan Li chen duduk disebelah kursi Xia lu di bagian kiri.
Pangeran Lu zheng melirik kebelakang
"Musisi mainkan musiknya!"perintah Lu zheng pada para musisi yang berada dibelakang dudukan tengah itu sudah bersiap menyalakan alat musik.
Alat musik dimainkan meramaikan suasan perjamuan itu, setiap tamu yang datang wajib memberikan ucapan selamat maupun salam pada Tuan rumah itu sendiri lalu menikmati hidangan sambil mengobrol santai dengan yang sesamanya.
Keadaan begitu ramai, semua orang asik mengobrol disetiap meja saling menyapa dan sebagainya.
Tiba-tiba datang kumpulan orang mendekati meja besar tempat Tuan rumah mengumpul.
"Salam Hormat Kaisar Zhang, salam hormat Pangeran Lu zheng dan semuanya"salam Para pemuda yang memakai jubah sama semuanya.
"Salam Putri Xia lu"ucap Zi rui menundukan kepala.
"Salam"Para pemuda yang adalah Pasukan gabungan Zhang dan Xia lu itu menyalam Tuan rumah dengan sopan.
Xia lu melempar senyum melihat Para pemuda di depan matanya, sedangkan Zhang mengibaskan tangannya memerintah agar Para kumpulan orang itu segera menikmati hidangan.
Dengan senang hati, Para pemuda anggota pasukan menikmati hidangan dengan nikmat.
\*\*\*
Ditempat lain
Tengah jalan di kota depan Kekaisaran Yuan, tampak dua berlawanan jenis sedang berkuda bersama dengan kecepatan sedang.
"Ck, mengapa kau harus ikut dengannya, Kaisar muda Zhang menyuruhku harus selalu bersama dia bahkan Putri Xia lu juga"gerutu Ceh yi yang berada dibelakang Han shu tampak kesal memeluk tubuh Pria didepannya.
"Itu karena kau jangan selalu menganggu Kaisar Zhang dan Putri Xia lu, Kau tau mereka adalah pasangan yang dimabuk cinta, jika kau terus bersama dengan Putri Xia lu lalu Kaisarku tidak akan bisa romantis-romantisan, sama halnya juga denganku, kau mengerti?"tanya Han shu berucap cepat membalas gerutuan dari gadis yang dibawanya berkuda bersama.
"Iya iya"jawab Ceh yi menganggukan kepala.
"Kau terus saja memelukku, apa kau menyukaiku?"tanya Han shu tersenyum nakal menengokan kepalanya kebelakang menatap wajah Ceh yi.
"Cih, siapa juga yang menyukaimu"bantah Ceh yi langsung melepaskan pelukannya dengan memayunkan bibir.
Han shu tersenyum menatap lurus kembali, ia menarik tali kuda dengan kuat dan memacunya dengan cepat membuat Ceh yi langsung memeluk tubuhnya kembali dengan mata melotot.
\*\*\*
...**Di Kediaman Lu zheng**...
Tengah lapangan, di tempat dudukan khusus tampak Xia lu dan Li chen saling berbincang sedangkan Zhang berbincang dengan Kakaknya sambil memilihkan lauk dan meletakannya diatas piring untuk Xia lu.
"Wah kau sangat hebat bisa tahu semua jurus yang Zhang juga ajarkan padaku semasa kecil sampai kami dewasa"puji Li chen dengan senyuman hangatnya pada Xia lu.
"Kau beruntung bisa mengenal Zhang semenjak kecil"tutur Xia lu tersenyum.
"haha, tapi kau lah yang lebih mengenalnya Xia lu"balas Li chen tersenyum, ia mengambil cangkir dan menungkan minuman anggur dari dalam teko kecil.
*Menjijikan*(batin Li chen).
Sesudah menuangkan minuman dalam teko kedalam cangkir, Li chen meletakan teko kembali lalu mengangkat cangkir dan tiba-tiba.
"Aaaaaa!, Kecoa!"teriak Li chen berdiri dari dudukannya, tidak sadar air anggur yang berada dalam cangkir di pegangnya tertumpah mengenai pakaian dibagian dada Xia lu.
***bersambung***...