
Besok paginya
Pagi yang begitu cerah,sinar matahari mulai menampakan dirinya sedikit semakin dikit menyinari dunia
Di Istana besar Kerajaan Xing xing
Pagi-pagi keadaan begitu ramai, Para pelayan dan prajurit mondar-mandir kesana kemari mempersiapkan acara pertunangan yang diadakan malam nanti
Ada yang bertugas mengganti lentera penerangan disetiap bangunan, ada yang bertugas membersihkan jalan istana, dan sebagainya
Di Kediaman dapur besar,semua koki hebat dari kalangan muda maupun tua berkumpul di depan meja besar bersiap membuat makanan dan minuman di acara malam nanti
Setiap kain tirai yang mengantung di tiang jalan istana maupun bangunan lainnya diganti bewarna merah
Kediaman Xia lu
Di dalam kamar tampak seorang gadis cantik dengan hanfu biru muda yang tidak terlalu mencolok dan rambut yang dikuncir tinggi keatas nampak sangat manis
Dia bolak-balik ditengah kamar dengan wajah tampak tidak sabaran menunggu sesuatu
"Apa nanti yang akan dibalasnya,ah lambat sekali Zhang membalasnya"gumamnya mengeyel kesal
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka pelan oleh seseorang
"kreekk"
Xia lu langsung memalingkan tubuhnya kebelakang dan langsung berlari mendekati orang itu
"Ini surat balasannya Putri"ucap Ceh yi mengulurkan tangannya memberikan lipatan kertas pada Xia lu
Xia lu langsung mengambil kertas itu dan membukanya dengan wajah tidak sabaran, Ceh yi ikut melihat dengan mendekatkan tubuhnya pada Xia lu
Xia lu membaca tulisan rapi dan indah yang terpapang jelas di atas kertas itu
"Aku tidak bisa menemui Xia lu sampai menjelang malam, kau tahu kan Para petua sedang mengepungku membicarakan ini dan itu tentang pertunangan maupun pernikahan, aku seperti tahanan sekarang oleh mereka padahalkan aku tidak melakukan kesalahan apapun...jadi kita surat-suratan saja aku sangat merindukanmu 💜"isi surat dari Zhang
Xia lu tersenyum membaca tulisan surat dari Pria yang sangat disukainya apalagi melihat tanda love love
"Ada gambar hati Putri"ucap Ceh yi yang mengejutkan Xia lu karena saking tidak sadarnya
"Kau juga melihatnya?"tanya Xia lu langsung menjauhkan tubuhnya dari Ceh yi
"Iya"jawab Ceh yi mengangguk dengan senyuman polos
"Ah biarlah seandainya disini ada Handphone pasti lebih mudah"Ucap Xia lu langsung berlari menuju meja tulis
"Han..hand pho...ne, apa itu Kak Xia lu?"tanya Ceh yi masih berdiri ditempatnya
Xia lu yang baru duduk dikursi depan meja membuka suara
"alat komunikasi jarak jauh"jawabnya yang membuat gadis itu jadi bingung mendengar kalimat Komunikasi
"Komunikasi?"Tanya Ceh yi lagi
"sudahlah kau pun tidak akan mengerti"jawab Xia lu mengambil kuas dan meletakan kertas kosong diatas meja bersiap menulis
Ceh yi mengangguk polos, ia berjalan mendekati junjungannya yang sedang menulis
Xia lu tersenyum sendirinya menulis balasan surat dari Zhang
"Baiklah Zhang kita surat menyurat saja sampai waktunya bertunangan, tidak masalah melihat bentuk hati yang kau gambar saja sudah cukup membuatku tidak berhenti tersenyum sekarang, Hari semakin hari kau sangat romantis"isi tulisan surat yang selesai ditulis Xia lu
Xia lu menggulung kertas dan memberikannya pada Ceh yi yang berdiri sedari tadi disamping meja
Ceh yi langsung meraih gulungan kertas itu lalu menundukan kepalanya dan berlalu pergi keluar kamar
Xia lu tersenyum melihat kepergian Ceh yi, Setelah kepergian gadis itu Xia lu masuk dalam ruang ganti pakaian maupun penyimpanan barangnya
***
Ditempat lain, Teras besar yang berada dikediaman Sang Kaisar
Para petua yang dimaksud Zhang ialah Para Guru-guru, Menteri, maupun Tabib yang duduk dilantai mengumpul sedang berbincang-bincang mengenai nasehat suatu hubungan pada Kaisar Zhang
Tampak Zhang yang duduk ditengah paling ujung tersenyum senang melihat Para orang tua yang berduduk dihadapannya saling menghadap sesama
seandainya saat-saat ini ayah, ibu, ayah Xia lu maupun ibunya mengumpul disini, mengomeli dan memarahi aku dan Xia lu saling bercanda...namun itu tidak akan pernah terjadi, adanya Xia lu aku sudah sangat senang dan bersyukur(batin Zhang)
"tidak ada Guru"Jawab Zhang tersadar,ia tersenyum tipis dengan pancaran mata lembut melirik Guru Min hu
Guru Min hu menganggukan kepalanya
***
Di tempat lain, di bawah pohon yang berada disamping pagar pembatas Kediaman Kaisar Zhang
Dua orang berlawanan jenis sedang berbincang
"Ini adalah surat balasan dari Putri Xia lu"ucap Ceh yi mengulurkan tangannya memberikan Gulungan kertas kehadapan Han shu
"Baik"jawab Han shu langsung mengambilnya
"Baiklah aku akan menunggu disini sebentar"Ucap Ceh yi tersenyum menatap Han shu
"Kau kembali saja biar aku yang jadi pengantar surat"pinta Han shu
"Tidak bisa Pengawal Han shu, jika ada yang melihat kau kediaman Putri pasti ada yang curiga jika aku tidak apakan"tolak Ceh yi menggelengkan kepalanya
"Baiklah"ucap Han shu melempar senyum pada Ceh yi
Ceh yi juga membalas senyuman Han shu yang dilemparkan padanya
Han shu langsung berbalik dan berjalan pergi menuju depan kediaman Kaisar Zhang untuk mengantarkan surat dari kekasih sang majikan
sementara Ceh yi, gadis itu menunggu dibawah pohon sambil melihat kesekitar Para pelayan dan prajurit yang berlalu didepannya sembari melempar senyum
***
Teras tadi, Han shu datang mendekati Kaisar Zhang dengan tubuh membungkuk lewat dibelakang para Petua yang asiknya berbincang-bincang
Zhang yang melihat Han shu seketika tersenyum dalam hati
Han shu duduk bersimpuh disamping Zhang, sambil melihat kedepan Para petua yang sedang mengobrol, tangannya yang terulur memberikan gulungan kertas secara diam-diam pada Zhang
Zhang mengambilnya dari tangan Han shu dengan tatapan lurus kedepan, ia membuka gulungan kertas itu secara diam-diam sembari menatap Para petua yang asiknya mengobrol lalu menatap tulisan rapi yang terpapang di kertas yang dibukanya
Baiklah Zhang kita surat menyurat saja sampai waktunya bertunangan, tidak masalah melihat bentuk hati yang kau gambar saja sudah cukup membuatku tidak berhenti tersenyum sekarang, Hari semakin hari kau sangat romantis
Zhang membacanya tersenyum-senyum namun dia merasa ada sesuatu yang janggal yang dikatakan Xia lu dalam surat
"Mengapa kau tersenyum Nak?"Tanya Guru Hu wei yang kepalanya botak mengejutkan Zhang
Sontak mendengar pertanyaan,semua Para Pria tua disitu melirik Zhang
Zhang mendongakan kepalanya langsung memperbaiki raut wajahnya, ia melirik Guru Hu wei dan membuka suara
"Guru Hu wei saya tersenyum karena mengingat Putri Xia lu, saya tidak sabar bertemu dengannya"jawabnya yang membuat semua orang melebarkan mata terkejut akan kejujuran Sang Kaisar yang di kenal pendiam itu
"Kalian lanjutkanlah"titah Zhang melirik satu persatu Para Guru, Menteri, maupun tabib
Semuanya pun melanjutkan obrolan meski masih merasa terkejut
Zhang kembali menundukan kepalanya saat keadaan kembali aman, ia membaca ulang isi tulisan Xia lu
Dia kembali merasa janggal akan perkataan Xia lu yang tertulis disurat tentang dirinya yang mengambar bentuk hati,dia merasa heran karena tidak menggambar bentuk hati itu lalu kenapa Xia lu membicarakan tentang bentuk hati yang tidak dia gambarkan?, pikirnya sejenak
Han shu yang asiknya duduk melirik sekilas tulisan Xia lu yang dilihat Kaisarnya
"Apa kau yang membentuk gambar hati Han shu?"Tanya Zhang melirik kesamping dengan tatapan ingin membunuh dimata Han shu
Sontak Han shu memalingkan mukanya dengan mengapit mulut rapat-rapat
"i..i..iya Ya..yang Mu..mulia"Gagapnya merasa takut
Anak nakal ini(batin Zhang)
Saya melakukan itu hanya karena Yang mulia terlalu dingin jarang bersikap romantis sedikit pun saja(batin Han shu)
"itu bagus Han shu"Ucap Zhang yang mengejutkan Han shu
Han shu kembali menatap Zhang dengan wajah heran, dia mengira Pria itu akan marah
Zhang menggulung kembali kertas surat dari Xia lu dan memberikannya pada Han shu, Ia mengambil alat tulis yang berada dibawah meja dan menulis secara diam-diam diatas lantai untuk membalas surat Xia lu