EXTRAORDINARY YOU

EXTRAORDINARY YOU
TAMAT


Lima tahun kemudian...


Disebuah jalan tembok besar yang berada diatas jembatan besar. Mobil merah dengan motif atasnya yang terbuka tampak enam orang yang duduk dibangku dalam mobil mewah itu.


"Horeeeee"sorak seorang bocah laki kecil berusia lima tahunan dengan pipi tembem sangat manis dan menggemaskan berdiri diatas pangkuan seorang wanita cantik yang begitu anggun mengenakan stylean biasa.


"Ai Zen duduk"pinta sang ibunya yang cemas akan anak laki-lakinya itu.


"Iya bu"jawab bocah itu yang bernama Ai zen. Dia pun duduk manis dipangkuan ibunya sambil melihat pemandangan jalan sekitarnya.


"Han ri jangan nakal seperti kaka Ai zen yah"lontar seorang Wanita yang duduk dibangku belakang juga memangku anak kecil laki-laki yang juga menggemaskan.


"Iya ibu"jawab anak laki-laki itu tersenyum.


"Bibi yang cantik, saya tidak nakal hanya saja saya ing..."saut Ai zen yang langsung mendapatkan lirikan dari Pria yang sedang mengemudi.


"Zen, duduk yang baik jangan menyusahkan ibumu, tidak lama lagi kita akan sampai"lontar Zhang yang mengenakan kacamata hitamnya.


"Benarkah ayah ibu?, kita akan sampai yeeeyy"tanya Ai zen melirik ayahnya yang sedang mengemudi.


"Iya Zen, kita akan bermain bersama Paman Han shu, adik Han ri dan bibi Yu ri mu"jawab Xia lu memeluk erat tubuh bocah dipangkuannya.


"Horee aku tidak sabar kesana, ayah ayah yang semangat mengemudinya"lontar Ai zen dengan wajah senang melirik Zhang sang ayah.


"Iya anak ayah yang manis, tampan dan pintar"ucap Zhang tersenyum melirik sekilas Putra dan istrinya yang juga tersenyum.


Ai zen tersenyum senang penuh kegirangan.


Beberapa lama kemudian...


Dua keluarga kecil itupun sampai disebuah tempat besar dekat pantai, mereka memakirkan mobil didepan halaman bangunan tinggi.


Enam orang dalam mobil itupun turun dan berjalan memasuki area pembelian karcis untuk masuk dalam Wahana permainan atau Taman hiburan besar didalamnya.


Enam orang itu berdiri didepan meja layanan sambil melihat kesekitar.


"Maaf Tuan karcis sudah habis terjual, layanan hari ini sudah tutup"ucap salah satu karyawan wanita muda melirik Zhang yang sedang mengambil handphone dalam saku celana jeansnya.


Zhang kedepan karyawan wanita itu dengan wajah dingin sambil mendekatkan handphonenya ketelinga.


"Hallo Tuan, aku sudah datang di wahana bermain milikmu namun masalahnya karcisnya habis"ucap Zhang yang mengejutkan karyawan wanita itu yang mendengarnya.


Zhang memperkeras speaker teleponnya agar terdengar lebih jelas.


"Hah?, maaf atas ketidaknyamanan Mr. Zhang, anda boleh masuk tanpa karcis dan kapanpun anda boleh masuk"jawab Pria dari dalam telepon terdengar panik.


Xia lu berjalan mendekati Zhang dan membisikan sesuatu pada Zhang.


"Oh iya jangan pecat dan marahi karyawanmu jika mereka tidak tau aku, itu atas permintaanku dan istriku"ucap Zhang lagi berbicara dengan Pria dalam hanphonenya.


Karyawana wanita yang mendengar itu menundukan kepalanya dengan wajah malu, "Maaf atas ketidaknyamanan Mr. Zhang, anda dan kelurga dipersilahkan masuk"ucapnya.


Zhang mematikan telepon kembali dan menyerahkan handphonenya pada Xia lu yang menggandeng tas cantik.


Xia lu mengambil handphone itu dan meletakannya dalam tas.


"Ayoo"ajak Ai zen langsung berlari masuk dalam tempat besar itu dengan senyum kegirangan.


Zhang langsung berlari menyusul putranya dan mengangkat tubuh bocah itu keatas.


Xia lu tersenyum, ia melirik kebalakang menatap tiga orang yang belum masuk, "Han shu, Yu ri dan nak Han ri ayo kita masuk"ajaknya tersenyum hangat.


"Siap Xia lu"jawab Yu ri melempar senyum senang langsung menggendong Putranya dan berjalan bersama Xia lu masuk dalam wahana.


Han shu tersenyum senang dan ia pun juga masuk.


Saat semuanya masuk dalam tempat, pertama yang terlihat adalah sebuah taman besar yang terdapat wahana permainan bermacam-macam.


Ada perosotan panjang yang berliku-liku, dibagian tengah, samping kanan terdapat bianglala sangat besar dan tinggi dan samping kiri terdapat wahana komedi putar yang juga besar. Dibelakang wahana-wahana itu juga terdapat wahana lainnya yang sangat luar biasa.



Keadaan tampak sangat ramai disekitar kumpulan keluarga ternama yang masih memandang wahana bermain didepan mata mereka.


"Wahhhh, ayah ayah, AKU INGIN NAIK BIANGLALA!"teriak Ai zen yang berada digendonganan Zhang menunjuk-nunjuk atas dari jauh kearah bianglala itu.


Mendengar teriakan suara anak kecil itu, sontak orang-orang sekitar melirik asal suara dan terkejut melihat Pria yang menggendong anak kecil itu.


'"Wah Mr. Zhang dan putranya sangat tampan"


"Ibunya juga sangat cantik dan seksi"


"Dibelakang itu bukannya sekretaris Mr. Zhang?, dia juga sangat tampan tapi sepertinya disampingnya itu istrinya"


"Ahhh, mereka semua memang benar-benar membuat iri, cocok sekali"


"Ya ampun anak kecil yang digendong idola kita sangat tampan, semoga saat dia besar dia berjodoh dengan Putriku, xixixi"


Bisik-bisik orang-orang yang berada disekitar berlalu lalang melewati perkumpulan Zhang.


"Dia bilang aku tampan ayah?, lalu kenapa ayah tidak dibilang tampan apa ayah kurang tampan?"tanya Ai zen dengan wajah polos yang membuat orang-orang disekitar menahan tawa.


"Pfttt, Zhang ayo kita naik komedi putar dulu lalu bianglala dan seterusnya"lontar Xia lu menggendeng sebelah tangan Zhang.


"Iya ibu, aku tidak sabar naik perosotan dan main air, AYOOOO"teriak Ai zen dengan senyuman senangnya.


"KALIAN SEMUA BERSENANG-SENANGLAH, HOREEE"sorak Ai zen berteriak keras lagi dengan mengangkat kedua tangan.


"Prok...prok...prok"semua orang jadi bertepuk tangan sangat meriah melirik Ai zen, sosok anak kecil yang begitu ceria dan lincah.


Zhang dan Xia lu melempar senyum saling bertatapan, "ayo"ajak Xia lu langsung berjalan pelan dan diikuti Zhang yang menggendong Ai zen lalu diikuti juga oleh Han shu dan besertanya.


Semua orang disekitar kembali ke aktivitas liburan mereka masing-masing. Sedangkan keluarga kecil Zhang dan Han shu menaiki komedi putar dengan wajah senang.


Xia lu naik dengan sendirinya sedangkan Ai zen ia berada dipelukan sang ayah tersenyum sangat senang.


"Ayah ayah, aku seperti Pangeran bukan?, menunggangi kuda dengan gagahnya bersama ayah"lontar Ai zen tersenyum girang memegang telinga patung kuda yang ditunggangi dikomedi putar itu.


"Iya sayang"jawab Zhang tersenyum mencium puncak rambut sosok anak kecil bersamanya.


Xia lu tersenyum melihat sosok suami dan putranya dari kuda sebelah, aku sangat beruntung bertemu dengan sosok Pria sepertimu(batinnya).


"Hei Xia lu jangan melamun"tegur Yu ri yang berada dibelakang kuda Xia lu tersenyum.


Xia lu menolehkan kepalanya kebelakang melempar senyum pada Yu ri lalu melirik Han shu yang berkuda disebelah Yu ri dengan anak kecil yang juga bersamanya.


"Kita pernah menaiki inikan saat remaja, bolos sekolah xixixi"ucap Yu ri tersenyum pada Xia lu.


Xia lu mengedipkan sebelah matanya pada Yu ri dengan senyuman senang.


Selesai naik komedi putar kini menaiki bainglala sangat besar dan tinggi. Mereka naik secara berpisah satu ruang Zhang, Xia lu dan Ai zen. Sedangkan di ruang bianglala yang mengantung lainnya Han shu dan keluarga kecilnya.


"Yeyyyy"Sorak Ai zen duduk disamping ayah dan ibunya memandang keluar melihat kabin ruang dilain sudah mulai bergerak.


Bianglala mulai bergerak setelah semua penumpang sudah masuk di setiap kabin. Dari dalam ruang Xia lu dan Zhang pemandangan tempat wahana besar itu mulai terlihat dari ketinggian begitu luas dan indah.


"Wah, ayah setelah itu kita mandi renang yah?"pinta Ai zen tersenyum girang menujuk kearah kolam besar yang berada dekat pantai.


"Iya kita akan mandi bersama ayah dan lainnya"jawab Xia lu tersenyum menyapu lembut rambut putranya.


Zhang merangkul pundak Xia lu dengan senyum hangat dan dibalas Xia lu tidak kalah hangat.


"Ayah dan ibu lihat"tunjuk Ai zen lagi mengarah pada perosotan besar berbentuk mangkok.




"Ai zen tidak boleh perosotan itu, itu hanya untuk orang dewasa seperti ayah dan ibu, kita disana saja ada air tampung pasti seruuu ada perosotan katak"lontar Zhang menatap wajah Putranya.


"Baiklah ayah, asal aku bersama ayah dan ibu aku sudah sangat senang naik bianglala ini melihat pemandangan dari atas"balas Ai zen tersenyum lembar memperlihatkan gigi rapinya menatap Zhang lalu Xia lu.


Xia lu tersenyum mengusap-usap puncak rambut putranya.


Selesai menaiki bianglala, dua keluarga kecil yang berlibur itu berganti pakaian renang mulai dari pandek dan panjang. Mereka semua berjalan ketengah lantai melihat kolam besar bersebelahan yang airnya terlihat dalam disebelah kanan dan sebelah kiri tidak dalam hanya sebatas pinggang orang dewasa.



"Ayah kita akan masuk kolam sini kan?, ayo ayo"ajak Ai zen menarik tangan Zhang mendekati kolam sebelah kiri dengan wajah senang.


Xia lu tersenyum melirik kebelakang, ia berjongkok didepan anak kecil"Yu ri, Han shu dan keponakan bibi yang manis ini ayo kalian nikmati juga disini"ucapnya mencubit pipi anak didepannya dengan gemas.


"Iya Xia lu, kami ikut kalian saja"balas Yu ri tersenyum.


"Ayo Permaisuri kesana, lihatlah Kaisar Zhang sedang bersenang-senang dalam ari bersama Pangeran"ucap Han shu menunjuk Zhang yang sedang menggendong Ai zen diatas bahunya.


Xia lu terkekeh mendengar ucapan Han shu, "Kau membuat kuteringat akan masa dijaman itu"lontarnya berdiri.


"IBU CEPAT KESINI LAH!, HAN RI, PAMAN DAN JUGA BIBI SINI!"teriak Ai zen yang berduduk dengan kedua kaki diatas bahu Ayahnya sedang menaiki tangga yang menuju tempat perosotan.


Sontak Xia lu melirik asal suara, ia pun menuju kolam dengan senyuman senang dan langsung menyebur kedalamnya.


Han shu dan Yu ri melempar senyum mereka juga ikut masuk dalam kolam itu dan menikmati waktu bersama.


Xia lu berjalan dilantai dasar kolam menuju tangga yang berada diujung kolam, sesampainya ia menaiki anak tangga dan pandangannya langsung tertuju pada Pria yang menggendong anak kecil bersandar dipagar menghadap lubang perosotan.


Saat menginjak lantai atas tempat untuk perosotan itu Xia lu terhenti mendengar ucapan orang-orang sekitar.


"Wah lihat Pria tampan yang mengendong anak kecil sangat manis itu, dia sepertinya belum menikah lihat wajahnya masih sangat bersinar"


"Anak yang digendongannya mungkin adalah adiknya sangat mirip"


"bukankah dia superstar, bintang idola sekaligus malaikat impianku, mmoa mmoa Mr. Zhang"


"Ya ampun, tubuhnya sangat kekar dan menggoda terlihat dari manapun sungguh tampan aku ingin dia menjadi suamiku, ahh"


Lontar-lontaran keluar dari kumpulan para gadis cantik tersenyum girang yang memakai pakaian renang pendek menujuk-nunjuk Zhang.


"cih"decih Xia lu tampak kesal mendengar lontaran Para gadis disekitar, ia melangkah maju dan berjalan dengan anggunnya menuju Zhang.


"Lihat-lihat gadis itu beraninya dia ingin mendekati calon suamiku!"ucap salah satu gadis terlihat kesal ingin melangkah maju.


"Suamiku, putraku yang manis"ucap Xia lu dengan keras langsung memeluk tubuh Zhang dari samping lalu berjinjit mencium pipi Ai zen.


"Ibu, aku dan ayah sudah menunggu lama, ayo kita segera meluncur kebawah"ucap Ai zen tersenyum manis terlihat begitu menggemaskan orang yang melihatnya.


Zhang tersenyum merangkul pundak Xia lu dengan dekat lalu mencium puncak rambutnya dengan lembut.


Para gadis yang melihat seakan hancur hatinya mendengar dari jauh Pria tampan yang dilihat mereka menyebut sebutan istri dan melihat kemesraan Pria tampan itu.


"Maaf Tuan, untuk anak-anak tidak bisa ikut perosotan ini meski bersama orang tuanya sekalipun"ucap salah satu dari beberapa Pria petugas keamanan itu.


Zhang dan Xia lu seketika berbalik kesamping menghadap para petugas itu.


"Tapi aku ingin perosotan yang tinggi bersama ayah dan ibuku!"bantah Ai zen merasa tidak terima.


"Nah Ai zen, apa kata ibu anak-anak sepertimu tidak bisa ikut, kita perosotan dilain saja itu pasti seru"sambung Xia lu menenangkan Ai zen yang tampak merangut.


"Iya Putra ayah, ayah sudah bersikeras melarang tapi karena keinginanmu ingin melihat dari sini ayah turuti saja"sambung Zhang mengusap wajah anak digendongannya.


"Kenapa anak seperti aku tidak bisa menaikinya?, menyebalkan"gerutu Ai zen memayunkan dibibirnya.


"Apa kau ingin paman itu dipecat hanya karena kau yang bersikeras menaiki perosotan tinggi?"tanya Xia lu menatap Ai zen.


Ai zen seketika menundukan kepala dengan wajah bersedih, "baik ibu, ayah"jawabnya.


"Maaf pak"ucap Xia lu tersenyum pada beberapa Pria petugas dihadapannya.


"Seharusnya kami yang meminta maaf nyonya dan Mr. Zhang, kami sangat beruntung bisa melihat anak dan istri Tuan"ucap salah satu Pria dengan senyuman hangat melirik Zhang.


"Hm"dehem Zhang menganggukan kepalanya.


Xia lu melempar senyum pada Pria dihadapan mereka.


Zhang berbalik dan berjalan pergi dengan menggendong Ai zen.


"Sampai jumpa kalian semua"ucap Xia lu tersenyum lalu berbalik mengejar Zhang dan Putranya Ai zen.


Semua orang disekitar hanya melongo melihat Xia lu dan Zhang, seseorang sangat dikenal mereka


***


Beberapa lama kemudian, dikolam anak-anak yang airnya hanya setinggi lutut orang dewasa begitu ramai dipenuhi akan orang tua yang masing-masing menjaga anak mereka.



"Yey"teriak Ai zen yang melekat digendongan sang ayah sedang menembak ibunya dengan pistol air.


Xia lu menghindari semprotan air tembak Putranya dengan menjulurkan lidahnya meremehkan.


"Ayah, ayo maju serang ibu!"seru Ai zen memberi semangat pada Pria yang menggendongnya.


"Baik putra ayah, kita akan menangkap ibumu yang nakal itu"balas Zhang tersenyum melangkahkan cepat kakinya yang berada dalam air menuju Xia lu.


Xia lu terus termundur sampai tersandar ke tiang arena permainan perosotan.


"Mau lari kemana ibu?"tanya Ai zen tersenyum nakal mengarahkan pistol airnya menyemprot wajah Xia lu.


Tiba-tiba dari atas ember raksasa yang berisi air penuh akhirnya tumpah jatuh mengenai orang yang berada dekat arena perosotan.


"byurrrrrrrrr"seperti air terjun yang mengenai orang dibawahnya.


Zhang langsung mendekat memeluk tubuh Xia lu agar tidak terkena jatuhan air banyak.


"Yuhuuuuu"teriak keras Ai zen memejamkan mata menerima jatuhan air mengenai tubuhnya dengan senyuman senang.


Selesai air itu jatuh, Zhang melepaskan pelukannya dan menatap wajah Xia lu yang juga menatapnya.


Tiba-tiba senyuman lebar nampak dibibir manis Xia lu dan dibalas Zhang dengan senyuman lebar juga. Mereka saling bertatapan begitu lama.


Ai zen yang berada diatas punggung Zhang tersenyum melihat ayah dan ibunya itu saling menatap.


"Kyaaa!"teriak Ai zen mengarahkan pistol airnya kewajah Zhang lalu Xia lu.


Zhang dan Xia lu seketika sadar.


"Ayah baru sadar Ai zen, ayo kita tangkap ibumu lalu kita buang dia kejurang pantai sana"canda Zhang melempar senyum nakal.


Xia lu membungkuk memasukan tangannya dalam air lalu berdiri kembali dan memercikan air ditangannya mengenai wajah Zhang.


"Kejar aku jika bisa"lontar Xia lu menjulurkan lidahnya dengan senyuman nakal langsung berlari pergi.


Zhang dan Ai zen pun mengejar Xia lu, Di kolam anak-anak itu mereka berkejar-kejaran sambil bercanda ria begitu senang. Tawa dan senyum lebar tampak dan terdengar dari mereka merasa sangat bahagia sampai-sampai membuat orang sekitar ikut senang melihat keharmonisan mereka.


***


Selesai menikmati waktu dikolam renang maupun kolam ombak dan perosotan dimana-mana mereka berganti pakaian kembali dalam kamar hotel yang sudah disediakan khusus.


Hari kini telah berganti malam, dalam kamar hotel yang berada dekat pantai tampak dua orang berlawanan jenis yang selesai berganti pakaian.


"Zhang minggir, ayo kita segera keluar bergabung dengan lainnya"ucap Xia lu ingin berjalan pergi namun dihalang Zhang.


Zhang menarik pinggang Xia lu lebih dekat dengan tubuhnya, "Xia lu"panggilnya dengan lembut menunduk menatap gadis cantik dihadapannya.


Xia lu mendongakan kepalanya menatap Zhang yang sedang menatapnya.


"Zhang, hanya ada kita berdua disini aku ingin memberitahu sesuatu padamu"ucap Xia lu menatap lembut Zhang.


Zhang menganggukan kepalanya, "katakan saja?"lontarnya.


"Kau jangan terkejut yah, aku ingin memberitahu bahwa aku positif hamil"beritahunya mengambil sesuatu dalam saku celana balon yang dipakainya.


"ini"lontar Xia lu memperlihatkan tespek pada didepan mata Zhang.


Zhang seketika melebarkan matanya, ia mengambil tespek ditangan Xia lu dan menatapnya dengan wajah terkejut.


Xia lu tersenyum manis melihat raut wajah Zhang.


Zhang langsung memeluk tubuh Xia lu dengan erat, "terimakasih"lirihnya.


Xia lu membalas pelukan Zhang dengan wajah senang.


Zhang melepas pelukannya dan menyentuh wajah Xia lu.


"Aku sangat menyayangimu, aku akan selalu menjagamu dan anak-anak kita, aku sangat mencintaimu, mmmoa mmoaa"Ucap Zhang mencium bersebelahan pipi Xia lu.


Mereka saling menatap penuh dengan wajah senang maupun haru.


Xia lu kembali memeluk tubuh Zhang dengan perasaan senang, "Aku sangat bersyukur bertemu dan mengenal Pria sepertimu Zhang, di jaman itupun sampai saat ini aku benar-benar sangat mencintaimu, kaulah orang yang paling mengerti aku"lirihnya dengan suara lembut.


"Aku juga sangat mencintaimu istriku"balas Zhang menyapu lembut rambut Xia lu yang terurai.


***


Di pesisir pantai di wahana besar itu.


Beberapa orang mengumpul dekat meja panjang dan besar yang berada dipesisir pantai.


Keadaan tampak ramai dipesisir itu orang-orang yang menginap asiknya memanggang ayam maupun daging sapi diatas meja.


"Kecap-kecap"


"ini sudah matang, makanlah"


"giliranku yang memasak"


lontar orang-orang yang berada disekitar meja panjang yang diatasnya tersaji banyak makanan maupun minuman.


Suara musik dan nyanyian merdu terdengar dari salon sedang yang berada disamping meja itu.


Suara yang terdengar sangar familiar ditelinga tiga orang yang sedang berjalan mendekati kumpulan orang-orang.


Sesampainya tiga orang itu mendekati meja, orang yang melihatnya seketika terkejut, "Mr. Zhang ada disini"ucapnya yang sontak membuat semua orang mengekori pandangan mata orang yang berucap itu.


Saat melihat tiga orang yang berjalan semua orang tampak heboh tidak karuan.


"Apa bisa bergabung?"tanya Zhang tersenyum tipis melirik orang-orang.


"....."keadaan hening, semua orang berdiam dengan wajah bengong.


"Hei paman-paman, minta sate ayam ini boleh?"tanya Ai zen membuka suara, ia melepaskan gandengan tangan ayah dan ibunya lalu berlari mendekati meja dan berjinjit mengambil ayam diatas meja itu.


Seketika semua orang tersadar dan melempar senyum melihat Zhang dan Xia lu lalu melirik anak kecil yang asik melahap setusuk sate ayam ditangannya.


"Silakan bergabung Mr. Zhang, sangat beruntung kami semua bertemu dengan anda dan keluarga anda disini"ucap salah satu Pria melempar senyum hangat pada Zhang, ia berjalan kedepan Zhang dan mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.


Zhang membalas uluran tangan Pria paruh baya itu, "Salam kenal"lontarnya tersenyum tipis.


Satu persatu orang-orang bersalaman dengan Zhang dan Xia lu dengan wajah senang. Mereka bergabung dan menikmati waktu makan bersama sambil menikmati angin sejuk malam yang menerpa rambut dan pakaian mereka.


Meja panjang itu penuhi akan canda maupun tawa yang terdengar meramaikan suasana.


Ai zen saling bersuapan sate ayam dengan ayah dan ibunya begitu bahagia di dudukan dihadapan meja panjang dipesisir pantai itu.


"Ibu makan yang banyak yah dan ayah juga"ucap Ai zen bersebalahan mengarahkan setusuk sate pada Xia lu dan Zhang.


Zhang dan Xia lu melahap sate ditangan Putra mereka dengan senyuman senang. Mereka saling menatap dengan senyum senang.


Selesai menyantap makanan dengan orang-orang, Zhang dan Xia lu berjalan kembali lebih dekat dengan air pantai sambil menggendong Ai zen.


Mereka menghentikan jalan saat sudah berada dihadapan air pantai, Zhang dan Xia lu saling menatap dengan senyuman senang.


"Ayah ibu lihat ada bintang jatuh!"teriak Ai zen yang berada digendongan Zhang menunjuk kearah langit.


Zhang dan Xia lu menatap kelangit melihat bintang yang terjatuh.


"ayo buat permohonan"ucap Xia lu tersenyum menatap Putranya lalu Zhang.


Tiga orang itupun memejamkan mata dan berdoa dalam hati.


Terimakasih atas nikmat ini Tuhan, aku sangat bersyukur bertemu sosok wanita yang saat ini adalah istriku, aku hanya berdoa istri dan anakku selalu bersamaku(batin Zhang).


Terimakasih atas semuanya, kebahagian dan kesedihan yang kau tunjukan tuhan, aku hanya membuat permohonan suamiku dan anakku terus bersamaku(batin Xia lu).


Aku hanya ingin Ayah dan ibu tetap bersamaku, aku sangat mencintai mereka(batin Ai zen).


Selesai membuat permohonan, Xia lu memeluk tubuh Zhang dari samping dengan senyuman bahagia, sedangkan Zhang merangkul pundak Xia lu.


"Putra ayah dan ibu sangat tampan"puji Xia lu mencubit pipi Ai zen yang berada digendongan Zhang.


Ai zen tersenyum senang memperlihatkan gigi rapinya.


Mereka saling menatap dengan wajah kebahagiaan yang penuh keharmonisan dan berpelukan hangat sambil memandang pemandangan malam indah dipantai itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=TAMAT\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat novel Extraordinary You sudah resmi TAMAT📣🎉, terimakasih semuanya untuk Para pembaca yang setia mendukung author.