
"aku hanya tidak suka mereka memandangmu lebih lama,aku tidak suka kau melirik lelaki lain,aku tidak suka kau menerima apapun dari Lelaki lain dan aku paling tidak suka ada Lelaki yang mengatakan buruk padamu!"Bentak Kaisar Zhang yang membuat Xia lu jadi terkejut
Xia lu langsung mendorong bidang dada Zhang diatasnya dengan wajah marah
"Apa yang kau katakan?,Pergilah!"Ucap Xia lu dengan keras
Kaisar Zhang langsung berbalik dan berjalan pergi keluar dari kamar Xia lu
Diluar..
Para pelayan yang menguping dibalik dinding langsung memalingkan muka termasuk Ceh yi saat melihat Kaisar Zhang keluar
Setelah kepergian Kaisar Zhang,para pelayan dan Ceh yi langsung masuk dalam kamar menghampiri Xia lu yang berduduk ditepi Kasur
"Dia semakin menyebalkan setiap hari,apa sih yang dia inginkan?,menganggu saja?,Lagian semua bingkisan ini hanya untuk para pelayan yang berada disini sebagai hadiah dariku..dan aku tidak membutuhkannya"Ucap Xia lu memayunkan bibirnya mengomel tidak jelas
****
Dikediaman Kaisar Zhang
Kaisar Zhang mondar-mandir dalam kamarnya kesana kemari dengan wajah tampak berpikir
"Apa aku berlebihan tadi sampai membuatnya merasa marah?"gumamnya sambil berjalan
"Apa aku lebih baik minta maaf?"gumamnya lagi berbalik dan berjalan kembali
Han shu yang berdiri sedari tadi memandang Majikannya mondar-mandir didepannya nampak terlihat gelisah
"Ada apa dengan Yang mulia?..ini pertama kalinya aku melihat dia tampak gelisah seperti itu"gumam Han shu memutar bola matanya berpikir
"aha..mungkin Yang mulia memikirkan Pangeran Lu Zheng yang menolak ingin diterapi..sungguh kasihan yang mulia harus memikirkan itu"gumam Han shu berwajah tiba-tiba murung
Kaisar Zhang terhenti mondar mandir,dia langsung berjalan keluar kamar membuat wajah murung yang melekat diwajah Han shu berubah keheranan
***
Dikediaman Xia lu
Didepan kamar
Para pelayan mengumpul berbaris rapi dengan senyum mengembang menerima bingkisan pemberian dari Xia lu secara langsung
"saya sangat menyukainya..Terimakasih banyak Putri"ucap Salah satu pelayan membungkukan setengah tubuhnya dengan memeluk bingkisan ditangannya
"kami tidak akan pernah melupakan kebaikan Putri,ini adalah salah satu kehormatan yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup"ucap Pelayan lainnya tersenyum pada Xia lu
"Aku senang kalian menerimanya,semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua"ucap Xia lu tersenyum hangat pada Para pelayan dikediamannya
Tidak jauh Kaisar Zhang berjalan menuju depan Kamar Xia lu yang kini dikumpuli banyak para wanita
"Semoga Putri selalu sehat dan panjang umur"ucap salah satu pelayan tersenyum mengembang Pada Xia lu
para pelayan begitu senang akan sikap Xia lu yang tidak memandang apapun,mengajak mereka bicara bahkan menberikan bingkisan,sangat berbeda dari Putri lain yang selalu sok acuh dan angkuh
"Semoga Putri Xia lu mendapatkan suami yang sangat mencintai Putri"Ucap salah satu wanita paruh baya melangkah maju kedepan Xia lu dan mencubit pipi Xia lu karena gemas
Xia lu tersenyum manis memperlihatkan gigi gisulnya mendengar ucapan wanita paruh baya didepannya
Tiba-tiba muncul Kaisar Zhang mendekati Xia lu dengan senyuman tipis yang nampak dibibir seksinya mendengar ucapan para pelayan sedari tadi
Para pelayan langsung membungkuk melihat Kaisar Zhang datang
"kalian semua pergilah"Ucap Xia lu tersenyum
Para pelayan langsung berhambur pergi kembali mengerjakan tugas mereka
Xia lu langsung berbalik dan berjalan kearah pintu kamarnya
Gadis itu masuk dalam kamar dan langsung ingin menutup pintu kamar namun ditahan oleh Kaisar Zhang
"Putri Xia lu aku ingin bicara denganmu"ucap Zhang menahan pintu yang ingin menutup itu
"Tidak"tolak Xia lu dengan lantang menatap setengah wajah Zhang dari balik pintu
"Aku ingin.."Ucap Zhang terpotong
"kubilang pergilah"Ucap Xia lu berwajah acuh menatap Zhang
Xia lu mendorong lebih kuat pintu agar tertutup
"Brakk"Xia lu mendorong keras pintu kamar membuat Kaisar Zhang terkejut
ujung jari Zhang jadi sedikit terluka,darah bercucuran mengalir keluar
"awww"ringis Zhang berpura-pura kesakitan
Xia lu melototkan matanya dari dalam kamar,dia langsung membuka pintu dengan lebar
"Jarimu"ucap Xia lu langsung mendekati Kaisar Zhang
Xia lu langsung memegang pergelangan tangan Zhang dan membawanya masuk dalam kamar
Zhang tersenyum tipis melihat wajah cemas nampak melekat dimuka Xia lu
"kau duduklah disitu"Pinta Xia lu menunjuk lantai
Xia lu berlari mendekati lemari dan mengambil sesuatu didalamnya
Zhang berduduk sila dilantai dan melirik Xia lu yang kini berlari kearahnya
"Maafkan aku kau jadi terluka"Ucap Xia lu berduduk sila dilantai depan Zhang dan meletakan perban bergulung dan salap disampingnya
Xia lu meraih tangan Zhang yang sebelah kanan dan memandang ujung jari yang kulitnya sedikit mengelupas mengeluarkan darah yang terus menetes
Zhang hanya terdiam menatap saksama wajah Xia lu
Xia lu langsung mengambil salap disampingnya dan mengaplikasikannya pada kulit yang terluka lalu membungkusnya dengan perban
Zhang memandang saksama wajah Xia lu yang sedang mengobatinya
Dia sangat cantik dan manis(batinnya)
bibir itu tidak kusangka pernah tersentuh dengan bibirku(batin Zhang)
"selesai"Ucap Xia lu mendongakan kepalanya menatap wajah Kaisar Zhang
bola mata mereka saling bertemu dan menatap
"Putri Xia lu aku minta maaf atas tadi membentak-bentakmu tidak jelas dan juga aku ingin mengajakmu Keistana Kerajaan Yuan menemui Kakaku..apa kau ingin ikut?"
"aku ikut"angguk Xia lu tersenyum
"Baiklah,jadi kau memaafkanku"ucap Zhang juga tersenyum
"emm"angguk Xia lu langsung melepaskan tangan Zhang yang dipegangnya sedari tadi
"ayo"ajak Xia lu langsung berdiri
Kaisar Zhang berdiri dan menatap Xia lu
"Jangan panggil aku Putri Xia lu,panggil saja Xia lu jika Putri Xia lu terdengar aneh ditelingaku kau memanggil seperti itu"Ucap Xia lu menatap wajah Kaisar Zhang
"Baik..Xia lu"Ucap Zhang menatap wajah Xia lu
Zhang berjongkok mengambil perban dan salap dilantai lalu berdiri kembali
"ini"ucapnya memberikan perban dan salap pada Xia lu
Xia lu mengambilnya dan langsung berlari mendekati Lemari kembali dan meletakannya didalam lemari itu
"Apa luka diperutmu sudah mengering?"tanya Zhang melirik Xia lu yang berlari
"Iya Zhang,ini semua karena obat racikan ampuh Para guru"Jawab Xia lu berbalik
Xia lu berjalan kembali mendekati Zhang
"Apa kita akan berkuda Kekaisaran Yuan?"Tanyanya
"Kita memakai kereta saja..aku tidak ingin luka diperutmu jadi memburuk"jawab Zhang menatap wajah Xia lu dengan datar
"Baiklah"angguk Xia lu tersenyum
Xia lu berjalan lebih dulu keluar dari kamar diiringi Zhang yang berjalan dibelakang
*****
Didepan gerbang istana Kekaisaran Xing xing
Terlihat sebuah kereta kuda yang bersiap berjalan
Xia lu dan Zhang yang berada dalam kereta membuka tirai jendela dalam kereta itu dengan menggesernya dan saling menatap pemandangan luar masing-masing disebalah kanan dan kiri
Dibelakang kereta terdapat puluhan Pengawal dan juga para jenderal yang berjaga dengan menunggangi kuda
"Jalan"perintah Zhang yang berduduk didudukan dalam kereta
Mendengar perintah sang Kaisar,prajurit yang menjadi kusir langsung memacu kuda dan kereta itu pun mulai berjalan diikuti dibelakang para pengawal dan jenderal baru yang sudah dipilih Kaisar Zhang selama masa Xia lu belum sadar
"tak..tak"hentakan kaki kuda berjalan terdengar sepanjang jalan
Angin berhembus masuk dalam kereta menerpa rambut Xia lu yang dikuncir tertiup angin
Xia lu menyandarkan kepalanya ditepi jendela dalam kereta itu dengan tangan sebagai tumpuan menopang kepala
Mata cantiknya memandang pemandangan luar dengan senyum tampak dibibir seksinya
"hemm..anginnya sejuk"gumam Xia lu yang terdengar ditelinga Zhang
"Xia lu..kudengar kau seorang Guru muda dikekaisaran Yuan dan tempatnya berada disamping Toko persenjataan Putri Li chen"ucap Zhang melirik wajah Xia lu
Xia lu mengangguk tanpa melirik Zhang
"Lalu?"tanyanya
"Lalu apa kau ingin bersinggah?"Tanya Zhang
"tidak perlu,aku hanya ingin segera menemui Kakamu dan melihatnya..Dia pasti lebih tampanan darimu"jujur Xia lu tidak sadar akan ucapannya
Zhang jadi terkekeh mendengar ucapan Xia lu
"Lebih tampan,kau lihat saja nanti siapa yang lebih tampan"Kesalnya memalingkan muka
Xia lu menjauhkan dirinya dari jendela dan menatap wajah Zhang
"kenapa?,kenapa raut wajahmu tampak kesal,haaa..aku tahu kau cemburukan aku bilang lebih tampan"ucapnya menunjuk Zhang
"Hah cemburu?,tidak"ucap Zhang melipat kedua tangannya didepan dada
"yasudah"ucap Xia lu ikut melipat kedua tangannya didepan dada dan menatap lurus
"Lajukan keretanya,Kalian lamban sekali!"Bentak Zhang dari dalam kereta menegur dua pengawal yang bertugas mengusir kereta dengan wajah datar
cih,dia semakin aneh setelah lepas dari samarannya,suka marah-marah,membentak,sok-sok an,tiba-tiba pergi tanpa sepatah kata apapun malam tadi dan juga wajah datarnya itu lebih baiknya dipahat saja agar semakin datar(batin Xia lu)
Andai Zhang mengetahui batin Xia lu yang abis-abisan ocehan entah apakah yang akan terjadi
Sekitar tiga jam-an lamanya mereka berduduk dalam kereta selama perjalanan
Hari mulai siang,cuacanya begitu panas
Rakyat-rakyat berlalu lalang dijalanan,ada yang mendorong gerobak,ada yang membawa bakul
Mereka bekerja disiang-siang panas terik matahari yang mengenai tubuh mereka,keringat bercucuran membasahi pakaian
Xia lu tampak murung melihat para rakyat jelata sepanjang jalan
"ada apa Xia lu?"tanya Zhang berduduk mendekat ke Xia lu
"Aku hanya merasa kasihan melihat mereka yang bekerja keras ditengah panasnya terik matahari Zhang"jawab Xia lu yang asiknya memandang luar
Zhang mengangguk mendengar ucapan Xia lu