
"Meski memang cantik tapi dia terlalu memamerkannya kesana kemari tidak seperti Putri Xia lu yang sangat cantik, manis dan menyenangkan jika bersamanya pasti ikut senang"Ucap Zi rui yang berdiri di samping Ye yi
"Benar"seru semua pemuda secara bersamaan
Tiba-tiba terdengar suara kentongan yang dipukul keras di tempat utama yang berada di pertengahan
Para hadirin jadi terdiam sejenak mendengar pukulan yang menandakan acara akan dimulai
Dari arah kerumunan berjalan sosok Pria sangat tampan memakai jubah bewarna hitam dengan campuran merah sebagian dibagian kedua lengan
Di belakang Pria itu terdapat beberapa jenderal yang memakai jubah bewarna biru tua
Semua orang membungkukan badan mereka melihat Sang Kaisar sudah datang, keadaan hening tidak ada yang bersuara sedikit pun
Kaisar Zhang berjalan dengan langkah cepatnya melewati semua tamu yang berminggiran memberi jalan menuju tengah karpet merah yang kini dipenuhi Para menteri, jenderal dan pejabat kerajaan lainnya
Semua orang tidak ada yang berani melirik sebelum Sang Kaisar memerintah
Zhang menuju panggung tinggi yang berada diujung karpet merah dudukan khusus untuknya
sesampainya ia duduk ditempat duduk situ yang memuat dua orang
Dengan pandangan lurus dan datarnya Zhang membuka suara
"Berdiri kembali"perintahnya
****
Sementara di tempat lain
Dalam sebuah kamar mewah Pria tampan sedang memejamkan matanya dengan bersandar diranjang
Di tangannya terdapat satu botol alkohol yang sudah habis lengis diminumnya, bahkan tidak hanya satu botol itu dia sudah habis meminum beberapa botol
"Xia lu"ucapnya terdengar lemah karena pengaruh alkohol
"Iya Kaisar Ying"jawab Selir mei mei mengambil botol ditangan Kaisar Ying dan meletakannya di atas meja samping ranjang itu
Kaisar Ying perlahan membuka matanya, samar-samar ia melihat sosok gadis yang dikiranya Xia lu
"Kau ada disini, kau akan bertunangan kan?"Tanya Ying merubah posisinya berduduk
Selir mei mei mengerutkan alisnya terheran siapa yang akan bertunangan, Pikirnya
"Ku mohon jangan pergi kau berhasil membuat ku sangat menderita Xia u..hikss..hikss"Ucap Kaisar Ying sesegukan langsung memeluk tubuh Selir mei mei
Selir mei mei kaget namun dia merasa senang dipeluk Kaisar Ying hingga membalasnya dengan pelukan erat juga
Kaisar Ying melepas pelukannya, ia memegang wajah Selir mei mei dengan nafas memgemburu lalu membelainya dengan lembut
"Xia lu syukurlah kau ada disini bersamaku"ucapnya tersenyum
Selir mei mei sontak memanas akan belain dari Kaisar Ying, ia langsung membuka hanfunya dan memperlihatkan pakaian dalamnya didepan Kaisar Ying
Tiba-tiba
Kaisar Ying mendorong tubuh selir mei mei berbaring diatas ranjang, ia langsung menindih tubuh Selir mei mei
"aku hanya akan melakukannya padamu Xia lu malam ini"Ucap Kaisar Ying mulai melepas pakaiannya hingga bertelanjang dada
Selir mei mei menelan ludahnya dengan susah payah, ia merasa senang apa mimpi yang di tunggunya kini datang?
Kaisar Ying mendekatkan wajahnya pada selir mei mei lalu mencium bibir gadis itu sekilas
Selir mei mei menegang dengan sentuhan bibir Ying mengenainya
Tidak lama, Kaisar Ying semakin hilang kendali ia langsung mencium kembali bibir Selir mei mei dengan hasratnya
Tangannya meraba disekitar tubuh selir mei mei sampai-sampai melepas pakaian gadis itu dan melemparnya kesembarang arah
Selir mei mei menyeringai senyum, ia menarik tekuk leher Kaisar Ying agar semakin melakukan hal lebih
Tubuh Selir mei mei sudah tidak dibaluti apapun lagi kini ia bertelanjang bulat tanpa sehelai kainpun dibawah tubuh Kaisar Ying
"akulah yang akan merebut kesucianmu lebih dulu Xia lu dibanding Zhang brengsek itu!"Ucapnya langsung melanjutkan aksi nakalnya dibawah pengaruh alkohol
Ying memainkan dua gundukan selir mei mei dan mehisap ****** yang berwarna merah kecoklatan itu mengeluarkan cairan putih
Selir mei mei mencekram erat selimut dengan perasaan senang, ia mengigit bawah bibirnya
Aksi Kaisar Ying semakin nakal ia mulai melepaskan celananya sampai bertelanjang dan menampakan Burung puyuhnya yang sangat besar nampak berdiri menegang
Tanpa kesadaran dan menganggap itu adalah gadis yang sangat di inginkannya Kaisar Ying melakukan hubungan badan dengan selir mei mei begitu hasrat dan hilang kendali, ia tidak menyadari bahwa orang yang dibawanya bersetubuh bukan Xia lu melainkan selirnya sendiri
Dalam kamar itu hanya ada kegelapan, suara lenguhan dan erangan nikmat yang hanya dua sosok orang dalam kamar itu merasakannya
**Di istana kerajaan Xing xing**
Tepi danau keadaan begitu ramai akan acara disitu, mereka masih menunggu sosok wanita yang akan bertunangan belum datang
Para hadirin asik berbincang-bincang sesama teman mereka
Di dudukan atas sana, Zhang nampak gelisah menunggu kehadiran Xia lu yang belum terlihat batang hidungnya
"apa dia berdandan selama itu?"gumam Zhang sambil melihat kebawah
Tiba-tiba dari arah lain berjalan sekelompok orang ketengah kerumunan, sontak orang berminggiran dan menampakan dua orang yang mengejutkan mereka
Seorang Pria yang duduk dikursi roda kayu menuju tengah karpet merah dengan dorongan pelayan dibelakangnya, di samping roda berjalan gadis sangat cantik diiringi beberapa pelayan dibelakangnya
Semua orang jadi berbisik melihat dua orang itu
"Dia Pangeran Lu Zheng kan?, sudah berani keluar sekarang"
"Apa dia Putri Xia lu sangat cantik sekali"
"mungkin dia tunangan Pangeran Lu Zheng"
lontaran-lontaran keluar dari mulut Para rakyat
Saat menginjak karpet merah, di atas sana Kaisar Zhang yang duduk sontak berdiri melihat Dua orang yang sangat disayanginya
Dia langsung turun menginjak tangga menuju depan dua orang itu
"Kaka"ucap Zhang langsung menunduk dan memeluk tubuh Pangeran Lu Zheng dengan perasaan senang
Di hadapan semua orang baru pertama kali memperlihatkan sosok dirinya yang berbeda
Xia lu tersenyum mengusap-usap kepala rambut Zhang yang memeluk tubuh Sang kakak
Zhang mendongakan kepalanya melirik ke samping menatap wajah Xia lu dengan tersenyum
Pangeran Lu Zheng melepaskan pelukannya, ia menjauhkan tubuh adiknya dengan tersenyum
"Zhang mengapa kau tidak memberitahu secara langsung bahwa kau akan bertunangan hah?"Tanya Lu zheng menatap wajah tampan adiknya
Zhang berdiri dan melirik Xia lu dari atas sampai bawah, ia jadi bengong melihat penampilan Xia lu yang sangat cantik bak dewi turun dari langit
"Hei adik"panggil Lu Zheng menyadarkan Zhang
Zhang seketika tersadar, ia memperbaiki kerah jubahnya
"Kapan kau bertunangan atau aku saja yang akan bertunangan dengan Putri Xia lu?"Tanya Lu zheng dengan sengajanya
Mendengar ucapan Pangeran itu semua orang terkejut
"enak saja"ketus Zhang melempar tatapan tajam pada kakanya
Pangeran Lu Zheng menahan tawa melihat tatapan tajam sang adik
Zhang beralih berdiri didepan Xia lu, ia tersenyum menatap wajah Xia lu
Dari kejauhan, seseorang berdiri mematung ditengah kerumunan mendengar bisikan-bisikan orang disekitarnya
"Putri Xia lu memang cocok bersama Kaisar muda Zhang mereka berdua tidak ada bedanya"
"Tidak sabar menunggu dua orang itu menikah dan melahirkan Putra mahkota kecil yang sangat tampan"
Bisik-bisik orang terdengar di telinganya, ia memilih berjalan mendekati perkumpulan orang-orang ternama
Zhang langsung menarik tangan Xia lu dan membawanya berjalan menuju atas sana
Semua orang tersenyum diam-diam melihat ketidak sabaran Kaisar muda itu segera bertunangan
"Kasim segera mulai bacakan"perintah Zhang
Zhang dan Xia lu berdiri diatas sana dan menghadap Para rakyat yang memerhatikan mereka
Satu Kasim melangkah maju ketengah dan berdiri menghadap dudukan Sang Kaisar diatas sana
"Salam hormat untuk Yang mulia Kaisar Muda Zhang dan seluruh hadirin disini"Ucap keras ketua kasim itu membungkuk
Zhang menganggukan sekali kepalanya meminta Kasim itu segera membacakan tata acaranya
Kasim itu kembali berdiri tegak dan langsung membuka titah yang bergulung
"Selamat datang untuk semua hadirin ke acara pertunangan Kaisar Muda Zhang dengan Putri Xia lu yang akan segera dilaksanakan, sebelum acara dimulai saya akan membacakan perjanjian ketika sudah bertunangan atas peraturan yang sudah diatur leluhur terdahulu"Ucap Kasim itu dengan keras
Semua hanya berdiam dengan wajah serius
"kau sangat cantik saat ini"bisik Zhang ditelinga Xia lu
"PERJANJIAN KEDUA BELAH PIHAK SETELAH TUNANGAN,SALING MENJAGA KERHORMATAN DAN TINGGAL BERSAMA SAMPAI MENUJU PERNIKAHAN"Ucap Kasim itu membaca perjanjiannya
Semua orang hanya berdiam mendengar perjanjian itu yang sudah biasa didengar saat pertunangan
"Apa tinggal bersama?"kaget Xia lu melirik kesamping menatap wajah Zhang yang tampak biasa saja
"itu sudah perjanjian Xia lu"ucap Zhang tanpa melirik gadis disampingnya
Ketua Kasim membaca kembali titah ditangannya
"Acara akan segera dimulai, pertama-tama adalah tradisi pencarian cincin tunangan, kedua adalah pemasangan cincin dan terakhir penutup acara ucapan selamat"Ucapnya dengan keras
"Prajurit ambilkan baskom besar dan meja pendek selutut beserta dudukannya, letakan didepanku saat ini"Perintah Pangeran Lu Zheng dengan berucap keras penuh semangat
Zhang dan Xia lu saling melempar senyum melihat wajah semangat Lu zheng
Ketua Kasim tadi menggulung titah dan kembali berdiri di tempatnya Para Kasim berdiri
hentakan kaki banyak terdengar, para prajurit yang bertugas membawa meja maupun dudukan secepat kilat meletakannya didepan Pangeran Lu zheng yang duduk dikursi roda
adapun lima Prajurit membawa Baskom besar alumunium yang bercampur dengan emas menuju meja tengah
Keadaan hening para hadirin hanya menyaksikan kejadian didepan mata
Zhang dan Xia lu turun dari atas sana secara bersamaan menuju dudukan yang disiapkan untuk mereka berdua
Baskom besar diletakan atas meja besar yang berada ditengah karpet merah tepat dihadapan Pangeran Lu Zheng
tidak jauh didepan perkumpulan, Han shu menyenggol tubuh Ceh yi dengan senyuman nakal
"mulai saat ini kita akan sering bertemu, jadi kita berteman kau sungguh beruntung selalu bertemu denganku nantinya"Ucapnya yang membuat Ceh yi kesal
"cih, kau pikir dirimu sangat tampan untuk apa aku berteman denganmu dan beruntung selalu bertemu"ketus Ceh yi melipat kedua tangannya didepan dada
"kau berani berkata seperti itu, apa kau ingin aku bilang pada Kaisar Zhang dan Kaisar Zhang akan memberitahunya pada Putri Xia lu tentang penolakanmu menjadi temanku?"Ancam Han shu tersenyum nakal
"ck, kekanakan sekali, dasar pengadu tapi baiklah"Ucap Ceh yi tanpa melirik Han shu yang berdiri disampingnya
**Ditengah karpet**
Zhang dan Xia lu duduk secara berlawanan, didepan mereka terdapat Baskom besar yang dalamnya berisi air susu dicampuri kelopak bunga mawar yang mengapung di atasnya
Suara alunan musik dimainkan oleh Para musikal yang berada disamping panggung, keadaan seketika jadi damai dan tenang
Pangeran Lu Zheng yang duduk ditengah antara kedua orang yang akan bertunangan itu mengambil sesuatu dalam selipan jubahnya
"ini adalah dua Cincin warisan dari ayah dan ibu Zhang, saat ayah dan ibu masih hidup mereka diam-diam memberikan pasangan cincin ini"Ucap Lu Zheng tersenyum lembut memperlihatkan dua cincin yang berada dalam peti kecil
Mata Zhang dan Xia lu termasuk semua orang memperhatikan cincin itu
Cincin emas yang berbentuk sebelah hati diantara keduanya, jika cincin itu didekatkan bentuk hati akan tersambung menjadi satu sangat cantik
"Han shu dan Li chen"panggil Lu Zheng
Han shu berjalan mendekati Pangeran Lu Zheng dan sosok gadis juga berjalan mendekati Pangeran Lu zheng keluar dari kerumunan
"Kasim mana kain penutup matanya"Perintah Lu Zheng
Satu Kasim maju dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat Dua kain merah untuk penutup mata
"Han shu kau ikat kain itu menutup mata Zhang dan Li chen kau lakukan pada Putri Xia lu"Suruh Lu Zheng menujuk Han shu dan Li chen yang menuju situ
Li chen mengangguk saat berdiri dibelakang Xia lu sama halnya juga dengan Han shu
Mereka berdua mengambil secara bergantian kain yang dibawa Kasim lalu mengikatnya di belakang kepala Xia lu maupun Zhang menutupi mata kedua orang yang akan melakukan tradisi pencarian cincin
"Li chen jangan terlalu erat yah"pinta Xia lu dengan senyuman hangatnya memegang kain yang menutupi matanya
"baik Putri Xia lu"angguk Li chen tersenyum juga
"meski gelap aku bisa merasakan kehadiran Xia lu berada didepanku"ucap Zhang yang membuat semua orang seketika tersenyum
"hahaha"tawa pelan Pangeran Lu Zheng
Dari kejauhan seorang gadis mengepalkan tangannya melihat Sosok Pria yang membuatnya merasakan sesak
*mengapa Lu zheng bisa sesenang itu tanpaku, itu pasti karena Putri itu, siapa namanya?, Xia lu dasar sok cantik*(batin Putri Mu xi)
sesudah kain penutup mata terikat, Pangeran Lu zheng bersiap meletakan dua cincin yang dipegangnya kedalam Baskom
*Cincin itu mendiang Permaisuri Lu xian pernah memakaikannya padaku saat berumur 12 tahun tapi waktu itu kelonggaran*(batin Li chen)
"Ku hitung satu sampai tiga, kalian berdua siap-siap memasukan tangan dan mencari cincin di dalam baskom depan kalian"Ucap Lu zheng dengan keras
Semua orang jadi serius melihat acara pencarian cincin akan dimulai, wajah orang-orang nampak tidak sabar menunggunnya
Zhang dan Xia lu menggulung keatas baju dibagian lengan mereka lalu memasukan sebelah tangannya dalam baskom itu
"byur"
"satu..dua..tiga..ting"
Cincin dijatuhkan secara bersamaan dalam baskom itu
Tangan Xia lu dan Zhang langsung mencari dalam baskom itu cincin yang dijatuhkan
"siapa yang duluan menemukan salah satu cincin maka dia berhak mendapat ciuman dari lawan tunangannya"Ucap Lu zheng yang menambah suasana semakin ramai
"ayo, ayo, ayo"sorak Han shu diiringi orang- orang
"Ayo Kaisar Zhang dapatkan cincinnya dan akan dicium oleh Putri Xia lu"sorak Zi rui dari jauh
"guru muda semangat dapatkan cincinnya dan akan dicium oleh Kaisar Zhang , yuhuuuuuuu"sorak para pemuda yang berada disekitar Zi rui mendukung Xia lu karena anak murid Xia lu
"sialan suara Zi rui mengapa dia malah mendukung Zhang bukan aku"Kesal Xia lu yang sempat-sempatnya mengumpat dalam keadaan genting mencari cincin
"ayo..ayo.."semua orang bersorak penuh semangat dan senyum bahagia
Dalam baskom, jari tangan xia lu terus menjelajah alas datar baskom itu untuk menemukan cincin
Zhang tersenyum diam-diam menemukan dua cincin yang sudah berada di genggaman tangannya begitu cepat
"dimana cincinnya mengapa tidak terasa"gumam Xia lu yang terdengar ditelinga Zhang
Dengan sengajanya, Zhang meraih tangan Xia lu meski dia tidak dapat melihatnya karena terhalang kain penutup
Xia lu tersentak merasakan sentuhan hangat yang menyentuh tangannya
Zhang mengenggam erat tangan Xia lu dan mengusap-ngusap punggung tangan xia lu dengan seringaian nakal
Xia lu langsung menarik tangannya dari pegangan Zhang namun tidak bisa karena Pria itu semakin mengenggam tangannya dengan kuat
Zhang sedikit mendekatkan wajahnya kedepan Xia lu
"aku sudah menemukan dua cincinnya, jadi kau harus menciumku didepan semua orang Xia lu"Bisik Zhang dengan pelan hanya terdengar oleh Xia lu
*Zhang menyebalkan*(batin Xia lu)
"eeee"geram Xia lu berusaha menarik tangannya agar terlepas
*andai aku bisa melihat raut wajah kesalnya sekarang pasti sangat lucu*(batin Zhang)