
Xia lu menatap manik mata Kaisar Zhang dengan perasaan yakin
"A..a..aku hanya ingin mengatakan bahwa aku seorang wayang..Yah aku suka menjadi wayang peran dalam opera diacara besar-besar seperti diundang Langsung oleh seorang Kaisar"Jawab Xia lu tersenyum paksa
Gadis itu langsung mendorong bidang dada Kaisar Zhang yang berada diatasnya,dia berdiri lalu langsung mendekati ikan yang diselimuti daun pisang terbakar diatas perapian
Kaisar Zhang memperbaiki posisi dan wajah datarnya
apa yang mereka katakan sungguh aneh!,apa jangan-jangan Junyi kekasih sungguhan Tuan Zhu,mereka sungguh diluar dugaan bukannya mencari batu giok malah bermesraan disini(batin Kaisar Ying berwajah serius mengintip dari balik pohon)
aku hanya berasumsi aneh,mengapa aku jadi beranggapan seperti itu?,Zhang apa yang kau katakan tadi,mengapa jika gay,aishh sungguh terdengar menggila(Batin Zhang)
"Maaf junyi dengan ucapan anehku tadi"Ucap Zhang berduduk mendekati perapian tanpa melirik Xia lu yang asiknya berduduk membalikan ikan yang dibakar
Tanpa menoleh pada Kaisar Zhang,Xia lu membuka suara
"tidak masalah,biasa saja mendengar pertanyaanmu"Ucapnya tersenyum
Karena bagiku itu bukan pertanyaan yang aneh,itu layak kau ragu dan curigai..Aku memang wanita dan akulah yang membuatmu merasa aneh(batin Xia lu)
"baiklah,apa ikannya sudah matang?"Tanya Zhang memandang ikan yang dibolak-balikan Xia lu
"sedikit lagi"jawab Xia lu tersenyum
Wajah gadis itu nampak berkeringat karena begitu dekat dengan api didepannya
"Hati-hati..aku ingin pergi sebentar"Ucap Kaisar Zhang beranjak dari dudukannya
"hmm"dehem Xia lu tanpa menoleh kebelakang melirik Kaisar Zhang
Kaisar Zhang berbalik dan berjalan pergi
Dibalik pohon
Kaisar Ying menajamkan penglihatannya melirik Xia lu dari jauh
"apa sebaiknya aku mengampiri dia?"gumam Kaisar Ying memutar bola matanya berpikir sejenak
"tidak..untuk apa aku menghampiri..nanti dia mengira aku mengikutinya sedari tadi"ucapnya lagi
Kaisar Ying memutuskan pergi dari situ dan mencari teman seperjalanannya kembali
*****
tidak lama kemudian..
Kaisar Zhang kembali membawa tiga buah apel ditelapak tangan sebelah kanannya lalu tangan kiri memegang seikat buah pisang berwarna kuning yang sudah matang
"Junyi"panggil Zhang memandang belakang punggung Xia lu
dia berjalan menghampiri Xia lu yang berduduk silang sedikit menjauh dari perapian
"kau sudah kembali?"Tanya Xia lu tanpa melirik kebelakang
"sudah tahu masih bertanya"jawab Zhang berwajah datar duduk disamping Xia lu
Xia lu menahan kesalnya,dia melirik kesamping dan matanya langsung menangkap dua macam buah yang dibawa Kaisar Zhang
"wah..dimana kau?.."Tanya Xia lu terpotong
"aku mengambilnya disekitaran sini"jawab Kaisar Zhang memotong pertanyaan Xia lu
Kaisar Zhang melirik kearah dua ikan yang berada ditangan Xia lu
Xia lu melirik arah tatapan Zhang yang menatap ikan ditangannya berada diatas daun pisang yang digunakan sebagai piring
"Mari kita makan setelah itu melanjutkan perjalanan"Ucap Xia lu menatap wajah Zhang
Zhang mengangguk setuju,mereka berdua pun makan secara bersama memakan makanan yang ada
***
Dilain tempat
"RUOLI?..."Teriak Kaisar Ying yang berlari kesana kemari disekitaran pepohonan rimbun
Kaisar Ying terus berteriak mencari empat orang yang jadi teman seperjalannya
kini terdengar suara teriakan lain
"KAISAR YING DIMANA KAU?"Teriak Ruoli yang terdengar ditelinga Kaisar Ying
"AKU DISINI"jawab Kaisar Ying berteriak
"Dan KALIAN DIMANA?"tanya Kaisar Ying berlari keasal suara
Karena keadaan gelap dia tidak menyadari orang yang dicarinya telah berada dibelakangnya
"Kami dibelakangmu"jawab Pangeran Wu Wu wei
Sontak Kaisar Ying langsung berbalik dan menangkap empat orang yang sedang menatapnya dengan senyum tidak malu
"Kalian ini sudah meninggalkanku dan tidak berusaha mencariku!,dasar"Kesal Kaisar Ying pada empat orang itu
"yah seperti itulah"saut Tuan muda ruoli
***
Ditenda perkemahan
Dua pengawal sedang berjaga mondar-mandir didepan perkemahan takut ada perampok ataupun penjahat lainnya
"Kira-kira apa tahun ini ada yang mendapatkan batu itu?"Tanya Salah satu pengawal pada temannya berjaga
"aku tidak bisa menebak itu teman"Jawab temannya
asiknya berjalan mondar-mandir tiba-tiba terdengar hentakan kaki begitu banyak disekitaran tenda
Saat mata pengawal itu melirik asal suara,sontak matanya melotot dan dua orang itu langsung ambruk dihirupkan sesuatu dari komplotan orang misterius yang mengelilingi tubuh mereka
***
Disekitaran sungai
Xia lu dan Zhang yang sudah selesai dengan kegiatan makannya ingin melanjutkan perjalanan kembali
"Kita akan berjalan lurus..Kaka Zhu sepertinya gua itu berada dibawah tanah...diperut pegunungan paling bawah dan dalam"Ucap Xia lu membuka peta ditangannya
"Kau benar,keadaan disana pasti sangat panas,sesak dan gelap"ucap Zhang ikut menebak
"aku membawa dua batang kayu bisa jadi pengganti obor jika penglihatan tidak tapi jelas"ucap Zhang memperlihatkan dua batang kayu dikedua tangannya
"Kau memang berguna"ucap Xia lu tersenyum menatap wajah Kaisar Zhang
Asiknya berjalan,tiba-tiba terdengar suara langkah kaki ditelinga tajam Kaisar Zhang
Kaisar Zhang langsung menarik tangan Xia lu dan membawanya bersembunyi dibalik pohon terdekat yang penuh dengan kabut udara hingga mereka berdua tidak terlihat
"ada ap?,emm"Gumam Xia lu yang mulutnya langsung dibungkam Kaisar Zhang dengan tangannya
Xia lu melirik lelaki didepannya yang wajahnya terlihat serius sedang memantau sesuatu
Xia lu melirik arah pandang Zhang dan matanya menangkap Seorang pemuda yang sedang menggulung titah lalu mengikatnya
Dua orang dibalik pohon itu terkejut karena yang dilihatnya seseorang yang tidak asing dimata mereka
Pemuda itu mengikat titah dengan tali lalu memandang kesekitar dengan wajah waspada jika ada yang melihatnya
Saat sudah merasa keadaan aman,datang seekor burung merpati berwarna abu-abu campur biru tua terbang mendekati pemuda itu
Pemuda itu mengulurkan tangannya dan burung itupun berdiri diatas tangannya,dia mengambil tali kembali dalam selipan hanfunya
Dia memeluk burung itu dan mengikat titah ditangannya pada pergelang kaki burung merpati lalu setelah selesai dia melempar burung merpati itu keatas membantunya terbang namun tiba-tiba burung yang sudah terbang jadi ambruk jatuh ditanah karena tusukan anak panah
Pemuda itupun tiba-tiba ambruk ditanah karena pukulan orang mengenai belakang lehernya begitu keras
Xia lu dan Zhang saling menatap dari jauh
Xia lu yang memanah burung tadi dari balik pohon kini berlari mendekati burung yang jatuh ditanah tidak jauh darinya
gadis itu berjongkok dan mengangkat burung yang telah mati itu
"maafkan aku kau jadi mati"sedih Xia lu berwajah prihatin mencambut anak panah yang menancap dibagian tengah tubuh burung merpati itu
setelah mencabut anak panah Xia lu melepaskan ikatan tali dipergelangan kaki burung itu yang mengikat titah dari pemuda yang sudah terbaring ditanah
Dengan cepat gadis itu mengambil titah itu dan menyimpannya dalam selipan ikat pinggangnya
Dia langsung berbalik dan berjalan mendekati Zhang yang berdiri ditempat
"Ayo kita pergi..dia tidak akan sadar jika sebenarnya burung itu tidak jadi terbang"Ucap Zhang melirik pemuda yang terbaring ditanah
"emm"angguk Xia lu berjalan lebih dulu dengan cepat diikuti Kaisar Zhang menjauh dari tempat itu
Xia lu membawa burung merpati itu bersamanya membuat Zhang jadi heran
"Mengapa kau membawanya?"Tanya Zhang akhirnya membuka suara
"aku ingin menguburnya"jawab Xia lu menatap wajah Kaisar Zhang
"ohh"angguk Zhang
***
Dilain tempat
Lima pemuda yang asiknya berjalan masih disekitaran hutan meng karena tersesat tidak tahu arah jalan tiba-tiba dari arah belakang ada yang memukul kepala mereka
Mereka secara bersamaan ambruk,komplotan berpuluhan orang memakai jubah biru tua memukul mereka dan langsung membawa kesuatu tempat
Ditempat lain sekitaran hutan maupun dekat dengan gunung weimeng terjadi kesamaan
Masing-masing sekitar sepuluh orang menangkap setiap pemuda yang melakukan perjalanan dengan gerakan cepat dan tersembunyinya
***
Dilain tempat
Kaisar Zhang dan Xia lu berjalan berdampingan sudah begitu dekat dengan besarnya bawah Pegunungan weimeng
"Kak zhu aku merasakan hal aneh"Ucap Xia lu menghentikan langkah kakinya memandang pemandangan tidak jauh didepan matanya berupa dinding gunung weimeng
"aku juga"Ucap Zhang ikut menghentikan langkah kakinya disamping Xia lu
Zhang melihat kesekitar lalu mendongakan kepalanya keatas memandang Gunung weimeng yang menjulang sangat tinggi mencakar langit atas sana
"seingatku dalam peta tanah yang kita injak saat in..."ucap Xia lu terpotong
Tiba-tiba tanah yang mereka injak merongsot kebawah,Betapa terkejutnya dua orang yang ikut terongsot oleh tanah itu
Tanah itu merongsot begitu dalam menunjukan sebuah lubang,Xia lu dan Zhang jadi terjatuh dalam lubang itu dengan tubuh berguling menuju depan sebuah pintu rahasia
Xia lu terguling cepat sampai kepalanya terhantup mengenai benda keras
"akhh"ringis Xia lu memegang kepala bagian belakangnya
"Dimana ini?"Gumam gadis itu
Xia lu memperbaiki posisinya dan berduduk melihat kesekitar tempat yang begitu gelap gulita tidak tampak apapun
"Junyi"lirih Zhang yang terbaring didekat dinding bebatuan tidak jauh dari belakang Xia lu
"Kau baik-baik saja?"Tanyanya tanpa melirik orang yang memanggilnya
Zhang berduduk dari baringannya,tangannya meraba lantai mencari sesuatu
"Aku baik-baik saja..dan kau?"Tanyanya tidak bisa melihat dengan jelas juga
"iya,sepertinya kita masuk dalam lubang namun anehnya disini aku rasa tempat ini dikelilingi bebatuan banyak"jawab Xia lu ditempatnya
Xia lu pun merungkuk kesekitar seraya tangannya meraba lantai mencari sesuatu
"Apa ini?"gumam Xia lu meraba sesuatu yang terasa agak keras dan sedikit kenyal
Xia lu meremas sesuatu yang disentuhnya,karena tidak terlihat jelas dia jadi penasaran hingga meremas lebih dalam genggamannya
"si..siapa yang berani menyentuhnya!"Bentak Kaisar Zhang tergagap karena begitu terkejut bukan main,matanya melotot langsung memegang pergelangan tangan Xia lu
Xia lu melototkan mata beserta mulutnya yang terbuka lebar mendengar suara yang begitu jelas tepat didepannya
"Kaka zhu"Ucap Xia lu langsung menjauhkan tubuhnya dari Kaisar Zhang
gadis itu berduduk menjauh dengan wajah nampak sangat terkejut
"apa yang kusentuh tadi?,apa itu.."