Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
AKU YANG MENCURINYA


"Shan! Rollcake-nya sudah kamu angkat?" Tanya Beth setelah Rossie dan Tante Sita pamit pulang. Semua hal mengenai wedding cake Rossie sudah mencapai kata sepakat dan Beth akan mulai mengerjakannya di H-2 nanti.


"Sudah, Kak!" Jawab Shanty cepat.


"Lalu Fairel masih di dalam?" Tanya Beth lagi.


"Iya, Kak! Dan sepertinya tertidur juga. Aku tak berani membangunkan," ujar Shanty yang langsung membuat Beth terkejut.


Fairel tertidur di dapur?


Yang benar saja! Apa pria itu tidur sambil memeluk oven agar ada alasan baginya untuk meminta Beth menjadi perawat lagi?


Beth akhirnya langsung masuk ke dapur, dan benar saja! Fairel memang sedang tertidur di dapur dengan posisi duduk sembari kepalanya bersandar di meja dapur.


Astaga!


"Iel! Kenapa tidur di dapur?" Tanya Beth seraya mengguncang tubuh Fairel yang langsung menggeliat.


"Hmmm! Apa?" Racau Fairel yang kini ganti menggosok-gosok kedua matanya.


"Kau kenapa tidur di dapur? Tidak kembali ke kantor?" Cecar Beth yang lang membuat Fairel mengerjap-ngerjapkan matanya seolah baru mengumpulkan nyawa.


"Sekarang jam berapa?" Tanya Fairel kemudian.


Beth menunjukkan arloji di tangan Fairel pada sang empunya.


"Jam setengah dua!" Ujar Beth bersamaan dengan ponsel Fairel yang sudah berdering.


"Itu! Daddy-mu sudah menelepon!" Ujar Beth lagi yang langsung membuat Fairel merengut dan memeriksa ponselnya.


"Sok tahu!" Cibir Fairel sebelum kemudian pria itu memeriksa siapa yang menelepon. Ternyata memang benar adalah Dad Liam.


"Halo, Dad! Iel masih makan siang!" Ucap Fairel yang langsung memberikan laporan sebelun Dad Liam melontarkan interogasi-nya.


"Makan siang dimana? Di bulan? Atau di planet Mars? Kenapa lama sekali?"


"Kata Ryan kau tadi sudah pergi dari jam sebelas."


"Iya, kan antri, Dad!" Tukas Fairel beralasan.


"Seberapa panjang antriannya? Ada meeting jam dua siang!"


"Bukankah ada Ryan yang siap menggantikan, Dad! Jangan menyuruhnya makan gaji buta terus!" Ujar Fairel yang masih saja tak kehabisan alasan.


"Tapi Dad mau kau juga hadir, Iel! Semuanya harus hadir siang ini karena ini adalah meeting penting!"


"Iya! Iya! Iel ke kantor sekarang!" Pungkas Fairel akhirnya seraya menggerutu dalam hati. Fairel kemudian mematikan telepon dan menatap ke arah Beth yang kini sedang sibuk menggulung rollcake.


"Aku sejak tadi lapar dan kau malah mengabaikanku! Pacar macam apa kau ini sebenarnya!" Omel Fairel selanjutnya pada Beth yang langsung menghela nafas.


"Lapar ya tinggal makan! Memangnya aku melarang kau membeli makanan?"


"Aku kan sedang sibuk di depan tadi bersama Rossie dan Tante Sita, membahas wedding cake--"


"Memangnya wedding cake itu lebih penting ketimbang perutku yang sudah sangat-sangat kelaparan ini? Kenapa kau selalu saja mengabaikanku, Beth? Setidaknya, lakukan peranmu sebagai pacar yang baik!" Cerocos Fairel panjang lebar yang entah mengapa semakin lama malah membuat Beth semakin merasa geram saja.


"Peran apa maksudmu? Kau mau aku membelikan makananmu, lalu menyuapkannya ke dalam mulutmu, mengunyahkannya sekalian kalau perlu?"


"Jadi sebenarnya aku ini pacar atau baby sitter-mu?" Cecar Beth yang mulai hilang kesabaran.


"Atau hanya sekedar pelarian dari perasaanmu yang tak terbalas pada Rossie!" Sergah Beth lagi yang langsung membuat Fairel melempar tatapan tajam pada Beth.


"Kau masih belum move on dari Rossie dan sekarang kau menjadikanku pelarian, kan?" Tuduh Beth sekali lagi yang langsung membuat Fairel merengkuh kedua pundak Beth, lalu mengunci gadis itu ke dinding.


"Berapa kali harus kubilang, kalau aku itu sudah move on dari Rossie, Beth!"


"Tapi kau masih enggan menyapanya!" Sergah Beth menyangkal pengakuan Fairel.


"Maaf karena sudah membuatmu gagal melamar Rossie malam itu--"


"Tidak usah dibahas lagi!" Teriak Fairel emosi masih sambil mencengkeram pundak Beth.


"Apa?"


"Aku yang mengambil cincin itu dari saku saat aku hendak mencuci celanamu!"


"Lalu aku menjual cincinnya," ujar Beth lagi yang langsung membuat tatapan terkejut Fairel tadi berubah menjadi tatapan penuh amarah.


"Aku mencuri dan menjual cincin lamaran yang seharusnya kau berikan pada Rossie!" Ujar Beth lagi yang semakin membuat Fairel menatap marah pada Beth.


"Kenapa kau melakukannya?"


"Kenapa?" Bentak Fairel penuh emosi yang langsung membuat Beth memejamkan mata.


"Keparat!" Fairel lalu meninju dinding tepat di samping Beth dan pria itu sepertinya benar-benar murka sekarang.


"Iel--"


"Jangan pernah memanggilku dengan nama itu lagi!" Bentak Fairel sebelum kemudian pria itu keluar dari dapur dan membanting pintu. Beth yang sejak tadi masih bersandar di dinding langsung meringis sembari memeriksa pundaknya yang tadi dicengkeram.oleh Fairel.


Langsung tampak lebam seperti biasa. Namun Beth tak terlalu menggubrisnya karena ada hal lain yang kini membuat hatinya lebih sakit.


"Kak Beth," panggil Shanty yang kini berdiri di ambang pintu dapur.


"Aku sedang ingin sendiri, Shan!" Cicit Beth yang hanya membuat Shanty mengangguk, lalu menutup kembali pintu dapur.


Beth sudah terduduk di lantai dan kini gadis itu membenamkan kepalanya diantara kedua lututnya.


"Setidaknya ini lebih baik...."


"Ketimbang aku menjadi pelarian perasaan Iel..." gumam Beth dalam hati sebelum kemudian gadis itu menangis terisak.


****


Fairel membuka kulkas di dapur Mom Yumi dengan penuh emosi, lalu tatapan pria itu langsung tertuju pada rollcake Beth yang memang selalu tersedia si dalam kulkas.


"Brengsek!" Fairel meninju roolcake Beth dengan penuh emosi hingga kue-kue tersebut hancur tak berbentuk. Tak cukup sampai disitu, Fairel juga menyambar tempat sampah, lalu memasukkan semua rollcake Beth yang sudah tak berbentuk tadi ke dalam tempat sampah.


"Aku tak akan pernah memakanmu lagi!" Maki Fairel pada rollcake yang tahu apa-apa tersebut.


"Iel! Kau sedang membuang apa?" Tanya Mom Yumi dari balik punggunh Fairel.


"Bukan apa-apa!" Jawab Fairel akhirnya seraya kembali menutup pintu kulkas. Fairel lalu pergi ke wastafel untuk mencuci tangan.


"Kau akan datang ke pernikahan Keano minggu depan kan? Bersama Beth?" Tanya Mom Yumi lagi yang langsung membuat amarah Fairel kembali membuncah.


"Iel tak akan datang!" Sergah Fairel cepat dan tegas.


"Tapi kenapa? Kata Aunty Anne, Beth yang membuat wedding cake untuk pernikahan Keano dan Rossie apa kau tak mau--"


"Bisakah Mom berhenti menyebut nama gadis menyebalkan itu?" Sergah Fairel tiba-tiba dengan suara meninggi yang langsung membuat Mom Yumi terkejut.


"Iel sudah tak ada urusan apalagi hubungan dengan gadis tukang kue menyebalkan itu dan Iel tak akan datang ke pernikahan Keano!" Tegas Fairel sekali lagi sebelum kemudian pria itu meninggalkan Mom Yumi yang masih merasa bingung dengan perubahan sikap Fairel.


Bukankah kemarin Fairel masih tergila-gila pada Beth hingga tak boleh ada yang mengambil stok rollcake miliknya di kulkas.


Lalu hari ini?


Kenapa sikap Fairel mendadak berubah aneh begini?


Ada apa sebenarnya debgan hubungan Beth dan Fairel?


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.