
Fairel menghentikan motornya di alun-alun kota, lalu mengedarkan pandangannya sejenak ke sekeliling tempat ia memarkirkan motor. Pandangan pria itu kemudian terhenti pada dua sejoli yang tampak keluar dari toko yang terang benderang yang tak jauh dari alun-alun. Tampak jelas juga di depan toko tersebut beberapa banner bertuliskan "serba 35 ribu".
"Cih! Apa Keano sudah jatuh miskin, sampai dia membelikan Rossie baju di toko obral begitu?" Gumam Fairel menggerutu sendiri.
Fairel kemudian memutuskan untuk turun dari motor, dan masuk ke tenda angkringan berwarna biru yang dulu kerap ia sambangi bersama Beth.
Tapi Fairel kesini bukan untuk mengenang kebersamaannya dengan Beth! Fairel kesini karena lapar saja, dan kebetulan makanannya juga lengkap dan enak.
Jadi ketimbang Fairel pingsan di jalan, lebih baik dia mampir makan dulu sembari melupakan Beth menyebalkan yang sekarang sudah punya pacar baru itu.
"Memangnya aku peduli?" Fairel mengomel sendiri, sembari ia mengambil satu gorengan di depannya.
"Paling juga pacarnya yang sekarang tak jauh-jauh dari Reandra brengsek--"
"Uhuuk! Uhuuk!" Fairel yang menggigit gorengan sembari mengomel, sontak tersedak.
"Pak! Es jeruk satu!" Seru Fairel kemudian pada pemilik angkringan.
"Baik, Mas!"
"Kok tumben sendirian saja," ujar pemilik angkringan sedikit berbasa-basi.
"Iya suka-suka sayalah, Pak! Mau sendiri, mau rombongan, yang penting kan saya bayar!" Jawab Fairel ketus. Pemilik angkringan akhirnya hanya mengulas senyum dan tak bertanya apa-apa lagi.
Fairel lanjut mencomot satu gorengan lagi, lalu mengambil bungkusan nasi juga di depannya.
"Jangan langsung dibuka! Nanti nasinya jatuh!"
"Lalu harus bagaimana?"
"Tekan dulu sedikit, baru dibuka."
"Cih! Aku juga bisa membuka nasi bungkus sendiri!" Gerutu Fairel lagi saat tutorial dari Beth tentang tatacara membuka nasi bungkus kembali berkelebat di benaknya. Fairel lalu langsung membuka bungkusan nasi tanoa menerapkan tutorial yang pernah Beth ajarkan.
"Brengsek!" Umpat Fairel saat nasi dari bungkusan yang baru ia buka meluncur dengan cepat ke pangkuannya, lalu ke jatuh ke bawah kursi.
Mubazir sudah!
"Ck!" Fairel akhirnya hanya berdecak sembari merutuki dirinya sendiri. Pria itu kemudian mengambil bungkusan nasi yang baru, dan kali ini ia mempraktekkan tutorial membuka nasi dari Beth.
"Lihat! Aku bisa membuka nasi bungkus sendiri," ucap Fairel kemudian dengan nada pongah, saat nasi di bungkusan kedua ini berhasil ia buka tanpa terjatuh. Fairel lalu lanjut menyantap nasi bungkus tersebut.
****
"Yakin, kau tadi hanya kelilipan? Matamu terlihat sembab, Beth!" Tanya Abang Timmy sekali lagi pada Beth yang langsung mengangguk.
"Kelilipan dan flu, Bang! Makanya wajah Beth sembab," ujar Beth kemudian seraya mengusap hidungnya dengan tisu.
"Tapi tadi sebelum Abang pulang, sepertinya kau belum kena flu." Abang Timmy masih saja merasa sangsi dan Beth tentu saja hanya meringis.
Tak mudah memang membohongi abang Beth ini!
"Sudah, ayo turun!" Ajak Beth kemudian karena kini mereka berdua memang sudah sampai di angkringan di dekat alun-alun kota. Kakak beradik itu lalu berjalan beriringan dan masuk ke sebuah tenda angkringan berwarna biru. Namun baru saja menyibak tendanya, Beth sudah langsung dibuat terkejut karena keberadaan seseorang di dalam tenda.
"Iel! Lama tak bertemu," Sapa abang Timmy yang sudah ikut masuk ke dalam tenda.
"Ya!" Jawab Fairel yang hanya melirik sejenak ke arah abang dari Beth tersebut, sebelum kemudian Fairel terlihat meneguk es jeruknya hingga tandas.
"Sendirian?" Tanya abang Timmy lagi berbasa-basi.
"Ya! Aku kan jomblo yang tak hobi gonta-ganti pacar!"
"Baru juga putus belum ada satu minggu, sudah punya gandengan baru!" Cerocos Fairel yang sepertinya sedang menyindir Beth.
"Berapa semuanya, Pak?" Tanya Fairel kemudian pada pemilik angkringan seraya pria itu mengeluarkan dompet dari sakunya.
"Ambil saja kembaliannya, Pak!" Tukas Fairel kemudian seraya berlalu dan keluar dari angkringan tanpa sedikitpun menyapa Beth.
"Dia kenapa?" Tahya Abang Timmy yang hanya membuat Beth mengendikkan kedua bahunya.
"Tapi yang dimaksud Iel tadi bukan kamu, kan, Beth?" Tanya Abang Timmy lagi.
"Bukanlah!" Sergah Beth cepat.
"Beth saja sedang tak berpacaran dengan siapa-siapa," ungkap Beth lagi sedikit emosi.
"Kita tak ada hubungan apa-apa lagi mulai sekarang!"
"Titik!" Kalimat Fairel kembali bercokol di benak Beth.
Sial!
"Abang kan hanya tanya, Beth!"
"Tak usah bersungut begitu!" Kekeh Abang Timmy kemudian seraya mengacak rambut Beth.
Beth masih saja merengut dan hati gadis itu juga masih merasa dongkol.
****
Tok tok tok!
"Masuk!" Perintah Fairel sedikit galak. Tak berselang lama, OB kantor sudah masuk ke ruang kerja Fairel seraya membawa satu box kue yang sudah sangat familiar bagi Fairel.
"Kenapa lama sekali?" Omel Fairel pada OB tersebut.
"Macet, Pak! Tadi juga pas sampai disana rollcake-nya masih proses," jelas OB yang langsung membuat Fairel berdecak.
"Pasti sibuk pacaran! Dasar bucin akut!" Gerutu Fairel kemudian yang langsung membuat OB mengernyit bingung.
"Saya tidak pacaran, Pak! Orang saya sudah menikah dan punya satu anak--"
"Bukan kamu!!" Fairel langsung menyalak pada sang OB yang langsung terkejut.
"Keluar sana!" Usir Fairel kemudian dengan nada galak yang langsung membuat OB tadi keluar dari ruangannya seraya garuk-garuk kepala.
"Saya sudah menikah dan punya satu anak."
"Apa dia sedang pamer dan menyindir statusku?" Gerutu Fairel lagi seraya pria itu membuka box rollcake yang tadi dibawa oleh OB. Fairel lalu mencomot satu potong rollcake dan langsung melahapnya.
"Aku juga pasti sudah menikah kalau Beth menyebalkan itu tak mencuri cincin lamaranku pada Rossie!" Gerutu Fairel lagi.
"Tapi Rossie juga lebih memilih Keano sampai rela hidup miskin bersama pria itu!" Gumam Fairel lagi.
"Aku akan mencari gadis lain saja yang pintar membuat rollcake!"
"Yang lebih cantik dari Rossie!"
"Cih! Istri Keano itu juga tak cantik!" Fairel masih tak berhenti menggerutu.
"Masih cantikan rollcake ini!" Fairel kembali mencomot satu rollcake dari dalam box.
"Tapi pembuatnya tidak! Dia menyebalkan!"
"Atau aku berpacaran, lalu menikah dengan rollcake ini saja, ya?" Cetus Fairel tiba-tiba seraya menatap pada rollcake di tangannya.
Sepertinya Fairel sudah mulai gila sekarang!
"Aku akan ke resto saja dan bicara pada Keano mengenai kemiskinannya," gumam Fairel akhirnya seraya menutup box rollcake yang isinya hanya tinggal setengah. Fairel lalu membawa box tadi keluar dari ruangannya dan lanjut pergi ke B&D Resto untuk menemui sang sepupu yang sekarang jatuh miskin, Keano!
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.