Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
MENIKAH?


"Oke, sudah sampai! Terima kasih sudah mengantar," ucap Beth yang sudah melepaskan sabuk pengamannya seperti orang tergesa-gesa. Gadis itu juga langsung membuka lintu mobil Fairel dan hendak keluar saat tiba-tiba tangannya sudah ditahan oleh Fairel.


Lagi!


"Hei! Apa begitu cara berpamitan pada calon suamimu, Beth?" Tegur Fairel dengan nada tak senang.


"Iya!"


"Memang harus bagaimana?" Beth akhirnya tak jadi keluar dan gadis itu kembali duduk lagi di dalam mobil.


"Pamit yang bagus, lalu tawari aku untuk mampir!" Ujar Fairel memaparkan hal yang harus dilakukan oleh Beth.


"Harus?" Tanya Beth seraya menatap aneh pada Fairel.


"Tentu saja! Aku kan calon suamimu!" Jawab Fairel berapi-api.


"Tapi ini kan sudah malam. Kenapa mampirnya tidak besok saja?" Tukas Beth yang langsung membuag Fairel berdecak.


"Hanay menawari, Beth! Belum tentu juga aku akan mampir. Aku juga tahu adab kapan-kapan aku harus bertamu dengan bertemu calon mertua."


"Basa-basi begitu! Kau paham, kan?" Cerocos Fairel dengan wajah yang mulai terlihat kesal.


"Oh, basa-basi?" Beth langsung mengangguk-angguk mengerti.


"Sudah paham, kan? Cepat lakukan!" Perintah Fairel lagi.


"Terima kasih karena sudah mengantarku--"


"Senyum!" Fairel menyela kalimat Beth sembari tangannya menarik kedua sudut Beth agar melengkungkan senyum.


"Ish!" Decak Beth yang akhirnya tersenyum dengan absurd dan mengulangi lagi kalimatnya tadi.


"Terima kasih karena sudah mengantarku pulang, Iel--"


"Calon suamiku!" Koreksi Fairel lagi.


Astaga! Kapan ini semua akan selesai?


Padahal cuma pamit tapi direvisi terus berulang kali!


"Terima kasih karena sudah mengantarku pulang, Calon suamiku!" Ulang Beth akhirnya sambil tak lupa menyunggingkan senyuman absurd.


"Sama-sama!" Jawab Fairel yang balik tersenyum absurd pada Beth.


"Oke! Aku sudah bisa turun," gumam Beth seraya membuka lagi pintu mobil, saat lagi-lagi tangannya ditahan oleh Fairel.


"Apa lagi?" Beth mulai geregetan sekarang.


"Basa-basinya mana?" Tagih Fairel yang langsung membuat Beth membulatkan kedua matanya.


"Tawari aku mampir, Beth!" Geram Fairel yang akhirnya membuat Beth paham dan menepuk keningnya sendiri.


"Ulangi dari awal!" Perintah Fairel sekali lagi dengan nada galak.


Astaga! Beth benar-benar akan menua di mobil Fairel kalau seperti ini terus!


Beth akhirnya menghela nafas panjang sejenak, sebelum kembali berpamitan pada Fairel sekaligus berbasa-basi yang pastinya sudah sangat-sangat basi.


"Terima kasih karena sudah mengantarku pulang I--"


"Calon suamiku!" Beth mengusap-usap lengan Fairel yang sudah hampir menyalak karena Beth salah sebut. Fairel langsung manggut-manggut dan balik tersenyum pada Beth.


"Kau mau mampir dulu?" Tanya Beth kemudian berbasa-basi.


"Ya! Tentu saja aku akan mampir!" Jawab Fairel penuh semangat seraya membuka sabuk pengamannya. Beth sontak saja langsung ternganga dengan jawaban Fairel yabg benar-benar diluar kesepakatan mereka tadi.


Bukankah tadi kata Fairel Beth hanya perlu berbasa-basi dan Fairel juga tak akan mampir?


"Ayo turun!" Ajak Fairel kemudian yang ternyata sudah membukakan pintu mobil di sisi Beth duduk.


Lah! Cepat sekali pria ini bergerak!


"Tapi--"


"Tapi tadi katanya kau tidak akan mampir, Iel?" Protes Beth yang masih belum turun dan sekarang menatap linglung pada Fairel.


"Tapi kan kau sudah menawarkan. Jadi sekarang aku akan mampir dan bertemu orang tuamu," ucap Fairel yang tentu saja kembali membuat Beth ternganga.


"Tapi ini sudah malam! Mama dan papa--"


"Fairel!" Panggil Abang Timmy yang mendadak sudah membuka pagar depan dan tampak keluar menghampiri Fairel.


"Sedang--" Pertanyaan Abang Timmy belum selesai saat kemudian abang Beth itu tampak terkejut karena mendapati Beth yang masih duduk di dalam mobil Fairel.


"Beth!" Abang Timmy ganti menyapa Beth yang langsung meringis.


"Belum tidur, Bang?" Ucap Beth yang akhirnya bergegas turun dari Mobil Fairel dan hendak menghampiri sang Abang. Namun Fairel tiba-tiba malah sudah meraih tangan Beth lagi dan menggenggamnya seperti tadi sebelum Beth pulang dari kediaman Halley.


Ya ampun!


"Kalian berdua dari mana?" Tanya abang Timmy akhirnya menatap bergantian pada Fairel dan Beth.


"Dari rumah calon mertua Beth, Bang!" Jawab Fairel mendahului jawaban Beth.


"Calon mertua?" Abang Timmy sontak mengernyit penuh tanya.


"Iel hanya bercanda, Bang!" Sergah Beth cepat yang hendak menghampiri Abang Timmy, namun lagi-lagi gagal karrna tangannya yang masih digenggam oleh Fairel.


"Apanya yang bercanda? Lamaranku tadi serius, Beth! Benar-benar serius!" Sergah Fairel merasa tak terima karena Beth yang masih saja tak mau mengakui tentang progress hubungannya bersama Fairel hari ini.


"Kau calon istriku sekarang dan Mom serta Dad itu calon mertuamu!" Sambung Fairel lagi blak-blakan yang langsung membuat Beth bungkam. Namun bibir gadis itu kini tampak mengerucut.


"Sebentar - sebentar! Lamaran apa maksud kamu, Iel?" Tanya abang Timmy mencoba menengahi sekaligus menatap serius pada Fairel.


"Lamaran Iel pada Beth, Bang!" Jawab Fairel cepat.


"Kapan?" Tanya Abang Timmy lagi penuh selidik.


"Sore tadi di rumah. Saat Beth menjenguk Iel," jawab Fairel lagi yang masih saja belum melepaskan genggaman tangannya pada Tangan Beth.


"Benar itu, Beth?" Abang Timmy ganti meminta konfirmasi dari Beth.


"Itu--"


"Benar! Jawab saja benar, Beth!" Sergah Fairel yang kini sudah ganti merangkul pundak Beth.


"Beth?" Abang Timmy masih menunggu jawaban dari Beth.


"Benar, Bang!" Jawab Beth akhirnya.


Abang Timmy lalu terlihat mengulum senyum dan geleng-geleng kepala.


"Ayo masuk!" Ajak abang Timmy kemudian.


"Mama dan papa memangnya belum tidur, Bang?" Tanya Beth yang kini mengekori sang abang masih dengan tangan Fairel yang berada di pundaknya.


"Belum. Mereka masih mengobrol tadi," jelas Abang Timmy yang kini sudah membuka lebar pintu depan.


"Siapa yang datang, Tim?" Tanya Papa Will yang tampak sudah mengenakan piyama.


"Beth, Pa!"


"Dan calon menantu Papa," jawab Timmy seraya terkekeh.


"Yvone?" Tebak Mama Tere yang sudah ikut mencari tahu. Namun kemudian kedua orang tua Beth dan Timmy itu tampak terkejut saat mendapti kalau yang datang adalah Fairel dan bukan Yvone.


"Iel!" Sapa Papa Will kemudian.


"Malam Om!"


"Malam, Tante!" ucap Fairel dengan nada sopan.


"Iel mengantar Beth pulang," ujar Fairel lagi.


"Dari toko? Padahal dekat," ledek Mama Tere.


"Bukan dari toko, Ma! Mereka dari rumah Fairel," ujar abang Timmy membuat laporan. Tak berselang lama, ponsel Abang Timmy tiba-tiba berdering dan pria itu langsung pindah ke ruangan lain sebelum mengangkat telepon.


"Dari rumah Iel? Kau ke rumah Iel, Beth?" Tanya Mama Tere penuh selidik.


"Mengantar rollcake, Ma!" Cicit Beth beralasan.


"Sekalian bertemu calon mertua Tante," celetuk Fairel yang langsung membuat Beth menyenggol pundak pria di sampingnya tersebut.


"Calon mertua?" Papa Will dan Mama Tere kompak terkejut.


"Jadi begini--"


"Jelaskan sambil duduk, Iel!" Saran Abang Timmy yang rupanya sudah selesai menelepon. Namun abang Beth itu sepertinya hendak pergi sekarang karena ia tampak memakai jaket dan topi.


"Timmy, kau mau kemana?" Tanya Mama Tere cepat.


"Mau keluar sebentar, Ma! Ada hal penting," jawab Timmy sedikit tergesa. Beth langsung menatap penuh curiga pada sang abang. Namun tentu saja tatapan Beth tersebut hanya diabaikan oleh abang Timmy.


Ck!


Semoga hal pentingnya bukan menemui Kath!


"Ayo duduk dulu, Iel! Kau tadi mau bicara apa?" Ujar Papa Will yang kemudian mempersilahkan Fairel untuk duduk di kursi ruang tamu, setelah Timmy pergi.


"Ayo duduk!" Fairel bergegas menarik tangan Beth lagi dan mengajak gadis itu untuk duduk, menyusul Papa Will dan Mama Tere yang sudah terlebih dahulu duduk.


"Jadi?" Tanya papa Will lagi.


"Jadi maksud kedatangan Fairel kesini adalah....." Fairel menjeda kalimatnya sejenak dan kini pria itu malah tersenyum absurd.


"Adalah?" Tanya Mama Tere penasaran.


"Adalah untuk menyampaikan pada Mama--"


"Maaf, maksud Iel pada Om dan Tante kalau kami berdua akan menikah," ujar Fairel kemudian yang langsung membuat Beth memejamkan mata dan Mama Tere serta Papa Will yang langsung kompak terkejut.


"Menikah?"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.