Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
KECEWA?


"Iel tidak datang malam ini karena dia masih di luar kota," ujar Mom Yumi membuka obrolan.


Sekaligus menjawab pertanyaan yang sejak tadi bercokol di kepala Beth tentang Fairel yang belum terlihat.


"Sedang mengunjungi saudara, ya, Tante? Atau mengunjungi pacarnya?" Celetuk Beth kemudian beserta tawa sumbang yang langsung membuat Mom Yumi menatap penuh tanya ke arah gadis.


"Eh!" Beth buru-buru menutupi bibirnya dengan tangan seraya tak berhenti merutuk dalam hati.


Bibir bodoh yang selalu asal ceplos!


"Maaf, Tante! Beth hanya--"


"Tadinya Tante pikir pacar Iel itu adalah kamu, Beth," tukas Mom Yumi tiba-tiba yang langsung membuat Beth batuk-batuk akibat tersedak ludahnya sendiri.


"Kau adalah pacarku, Beth Bethany! Jadi jangan menyangkal lagi" Klaim sepihak dari Fairel tentang hubungan mereka berdua, mendadak terngiang lagi di benak Bethany. Apa Fairel juga sudah cerita pada Mom Yumi kalau mereka pacaran?


"Beth, minum dulu!" Mom Yumi tiba-tiba sudah menyodorkan segelas minuman untuk Beth.


"Iya, Tante! Terima kasih!" Ucap Beth seraya mengambil gelas minuman yang disodorkan oleh Mom Yumi. Beth lalu meneguk isinya hingga hanya tersisa setengah.


"Jadi, sebenarnya kau dan Fairel itu sudah berpacaran atau bagaimana?" Tanya Mom Yumi lagi saat Beth sudah berhenti batuk-batuk.


"Maaf, jika pertanyaan Tante inu lancang, Beth!"


"Tapi Tante hanya mau mencari tahu saja. Karena beberapa hari yang lalu sebelum Fairel pergi ke luar kota."


"Karena pekerjaan!" Mom Yumi sedikit menekankan kalimatnya seolah sedang memberitahu Beth kalau tebakan ngawur Beth tadi tentang tujuan Fairel ke luar kota adalah salah besar.


Ya, Beth tadi memang hanya menebak secara ngawur dan ternyata tebakan Beth memang benar-benar ngawur!


Fairel bekerja, Beth!


Kenapa kau bisa berpikir kalau Fairel keluar kota untuk menemui pacarnya, atau calon istrinya?


Kau cemburu? Kau cemburu?


Baiklah, lupakan saja!


"Fairel sempat marah-marah tak jelas, sebelum tiba-tiba ia minta pergi ke luar kota untuk menggantikan sepupunya. Dan kata Dad-nya, Iel juga sempat mengamuk di kantor saat Dad-nya melarang Iel pergi," cerita Mom Yumi lagi panjang lebar yang langsung membuat Beth tertegun. Ingatan Beth kembali tertuju pada Fairel yang menendang-nendang rolling door toko seperti orang kesurupan.


Semarah itukah Fairel atas pengakuan Beth kemarin?


"Jadi, Tante disini hanya mau bertanya sudah sejauh mana sebenarnya hubungan kalian dan apa belakangan ini kalian memang sedang ada masalah?" Tanya Mom Yumi kemudian pada Beth yang langsung menggeleng.


"Kalian tidak berpacaran?" Tanya Mom Yumi sekali lagi. Beth diam sebentar dan tak langsung menjawab. Gadis itu lalu memainkan pinggiran gelasnya sebelum akhirnya ia menggeleng samar.


"Iel terlalu galak, ya?" Seloroh Mom Yumi kemudian seraya tertawa kecil yang langsung membuat Beth menatap ke arah mom kandung Fairel tersebut.


"Atau Tante yang terlalu berekspetasi, karena beberapa minggu kemarin...."


"Atau lebih tepatnya setelah Iel patah hati akibat...."


"Kau tahu sendiri pasti, tentang cinta Iel pada Rossie yang bertepuk sebelah tangan." Mom Yumi sudah ganti menatap ke arah panggung pelaminan dimana Rossie dan Keano terlihat sedang tertawa bahagia sembari berpose untuk foto pernikahan.


"Setelah patah hatinya Iel itu, Iel mendadak jadi tergila-gila pada rollcake buatanmu dan dia kerap ke tokomu--"


"Dia ke toko hanya untuk membeli rollcake, Tante!" Sergah Beth menyela.


"Hanya membeli rollcake?" Mom Yumi menatap Beth seolah tak percaya.


"Sambil sesekali mengerjakan pekerjaannya juga," ujar Beth kemudian membuat pengakuan. Mom Yumi langsung mengulas senyum.


"Dan menemanimu di toko juga sepertinya, ya?" Terka Mom Yumi yang langsung membuat Beth salah tingkah.


"Kau yang sudah membuat Fairel bisa bangkit dari patah hatinya kemarin, Beth. Jadi tadinya Tante pikir kau dan Fairel mungkin bisa menjalin sebuah hubungan yang serius dan--"


"Beth belum berpikir sejauh itu, Tante!" Sergah Beth menyela.


"Kau sungguh tak ada perasaan apapun pada Fairel? Atau karena kau mungkin sudah punya pacar?"


"Maaf, jika pertanyaan Tante lancang," cecar Mom Yumi lagi yang langsung membuat Beth terdiam dan hatinya terasa mencelos.


Beth memang sudah punya pacar....


Dan itu adalah Fairel!


"Kau adalah pacarku, Beth Bethany!"


"Apa kau tak rindu padaku? Kita sudah hampir sepekan tak bertemu!"


"Lakukan peranmu sebagai pacar yang baik, oke! Rawat lukaku dan jangan coba-coba untuk kabur!"


"Aku adalah pacarmu! Jadi wajar jika aku merasa cemburu!"


Beth menatap cukup lama pada Mom Yumi, sebelum kemudian bibirnya menggumamkan kalimat,


"Beth sudah punya pacar, Tante."


Mom Yumi langsung mengulas senyum meskipun sorot matanya menunjukkan raut kekecewaan.


Apa maksudnya?


"Baiklah! Itu memang sepenuhnya adalah hak kamu untuk memilih dan menentukan." Mom Yumi menepuk-nepuk pundak Beth dengan lembut.


"Sekali lagi, tante minta maaf karena sudah lancang bertanya mengenai beberapa hal pribadi padamu, Beth! Semoga kau bahagia dengan pacarmu," ujar Mom Yumi sekali lagi sebelum kemudian wanita paruh baya itu berpamitan, lalu meninggalkan Beth yang tetap mematung.


"Tapi pacar Beth adalah Iel, Tante...." gumam Beth lirih yang sama sekali tak didengar oleh Mom Yumi.


"Beth, sendirian?" Teguran dari Abang Angga langsung membuay Beth tersentak kaget dan menatap sedikit linglung pada adik ipar Fairel tersebut.


Bayangkan kalau Beth dan Fairel menikaj, lalu Abang Angga yang sejak dulu selalu Beth panggil Abang, mendadak jadi adiknya Beth.


Hahaha! Lucu sekali!


Tapi sepertinya itu hanyalah imajinasi konyol Beth yang tak akan pernah terealisasi.


"Sendirian saja?" Tanya Abang Angga lagi seraya duduk di kursi yang tadi diduduki oleh Mom Yumi. Abang Angga rupanya tak sendiri karena dia juga mengajak Reina yang sudah ikut duduk di sebelahnya. Pasangan itu tampak bergandengan tangan juga.


"Iya, Beth sendirian, Bang!" Jawab Beth kemudian.


"Timmy--"


"Sedang ada pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan," ujar Beth cepat. Angga langsung membulatkan bibirnya.


"Ngomong-ngomong, Reina mau bicara sesuatu--"


"Kau saja!" Sela Reina yang tiba-tiba sudah menyentak tangan Angga.


"Bicara sendiri! Kenapa aku?" Sergah Angga seraya tertawa kecil.


"Kak Reina mau bicara apa?" Ujar Beth akhirnya yang langsung membuat Angga tertawa kecil lagi.


"Kak? Tidak terbalik?" Angga berbisik-bisik pada Reina yang langsung membuat wanita itu memukul lengan sang suami.


Beth hanya mengernyit dan sedikit tak paham dengan sikap pasutri di depannya tersebut.


"Ehemm!" Reina berdehem sebentar sebelum kemudian wanita itu menatap ke arah Beth yang masih sabar menyimak.


"Jadi begini, Beth!" Reina tampak menghela nafas lagi sebelum melanjutkan kalimatnya. Wanita itu juga mencari-cari tangan Angga untuk ia genggam, seolah sedang mencari dukungan dan kekuatan.


"Sebelumnya aku mau minta maaf atas semua sikap ketusku yang lalu-lalu padamu," ucap Reina lagi sambil menatap wajah Beth.


"Aku sudah melupakannya, Kak!" Ucap Beth cepat yang langsung membuat Reina mengulas senyum.


"Lalu aku juga mau mengoreksi tentang perkataanku waktu itu yang pernah mencela kue buatanmu..."


"Kue kamu enak, kok! Terutama rollcake-nya," tukas Reina lagi yang langsung membuat Beth tertawa kecil.


"Yang sering pesan antar ke kantor itu! Dia semua yang makan," timpal Angga kemudian yang langsung membuat Reina kembali memukul lengan suaminya tersebut.


"Kau juga ikut makan!" Desus Reina kemudian.


"Iya! Tapi kau yang paling banyak!" Kekeh Angga yang turut membuat Beth tertawa juga.


"Jadi, iya itu tadi!"


"Aku minta maaf sekali lagi, Beth--"


"Aku maafkan!" Sahut Beth cepat.


"Dan rollcake kamu juga enak! Pantas kalau Bang Iel sampai tergila-gila dan melarang siapapun mengambil stok rollcake-nya di kulkas," ujar Reina lagi yang sedikit membuat Beth tertegun.


Benarkah sikap Iel sampai segitunya pada rollcake Beth?


"Dan sekarang Reina juga sudah mendukung hubunganmu bersama Bang Iel!" Timpal Angga yang langsung membuat kedua mata Beth melebar.


"Tapi--"


"Tidak apa! Tak perlu sungkan atau backstreet lagi!"


"Reina dan aku mendukung penuh!" Ujar Angga lagi sebelum kemudian pria itu bangkit berdiri dan menarik tangan Reina.


"Mom dan Dad juga sudah setuju! Jadi tak perlu khawatir lagi!" Tukas Reina sekali lagi sebelum kemudian wanita itu berlalu pergi bersama sang suami dan tak menggubris elakan dari Beth.


"Tapi masalahnya hubunganku bersama abangmu sedang kacau, Rei!" Gumam Beth kemudian entah pada siapa.


"Beth! Ayo ikut acara lempar bunga!" Mama Tere tiba-tiba sudah menepuk pundak Beth dan memaksa sang putri untuk bangkit dari duduknya.


"Hah? Acara apa, Ma?" Beth masih bertanya linglung saat tiba-tiba ia sudah didorong je dalam kerumunan para gadis yang sedang bersiap untuk menangkap bunga yang akan dilemparkan oleh Rossie dan Keano.


Apa-apaan ini?


"Bersiap, Beth!" Seru Mama Tere dari luar kerumunan yang hanya membuat Beth mengernyit. Beth yang sama sekali tak berminat untuk menangkap bunga yang dilemparkan oleh Rossie, akhirnya memilih untuk keluar dari kerumunan saja.


Namun diluar dugaan, saat Beth hendak meninggalkan kerumunan, sebuah buket bunga mendadak mengenai kepalanya lalu jatuh tepat di tangan Beth.


Hah?


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.