
"Aaaaarrrggghhh! Wedding Cake!!" Jerit Beth pada wedding cake Abang Timmy yang sekarang setengah hancur di atas lantai akibat kecerobohan Beth.
Bukan sepenuhnya!
Karena Fairel yang membuat Beth tadi meronta-ronta hingga tak sengaja menyikut kue tersebut.
"Ieeell!" Beth akhirnya langsung menyerang Fairel dan berulang kali memukul-mukul dada pria itu.
"Bukan aku yang menyenggolnya," ujar Fairel yabg berusaha untuk membela diri sekaligus menangkis serangan Beth yang membabi buta.
"Tapi aku jadi menyenggolnya gara-gara kau!" Omel Beth yang masih terus memukuli Fairel.
"Beth!"
"Beth! Tenang dulu!" Fairel akhirnya mampu menahan kedua tangan Beth setelah berusaha dengan keras. Barbar juga istri Fairel ini saat marah. Apa kabar nanti kalau diatas ranjang....
Eh!
"Sekarang bagaimana? Wedding cake-nya rusak padahal acaranya besok!" Beth tiba-tiba sudah menangis sesenggukan.
"Besok acaranya sore, kan? Dan sekarang baru jam tujuh." Fairel memeriksa arloji di tangannya.
"Kau bisa membuat ulang kuenya dan aku akan membantu--"
"Tidak usah!" Beth langsung menyalak pada Fairel.
"Yang ada kau akan menghambat pekerjaanku," ujar Beth lagi seraya bersimpuh dan memungut cake yang tadi jatuh. Tingkat kedua dan ketiga rupanya masih aman dan kokoh. Hanya cake paling bawah yang hancur dan tak lagi berbentuk.
"Ini kau habiskan!" Beth menyodorkan bagian bawah cake yang tak berbentuk tadi oada Fairel. Cake memang tak jatuh langsung ke lantai karena ada alas yang lumayan lebar yang menopang cake tersebut. Jadi setidaknya Beth tak perlu membuangnya.
"Semuanya? Kau mau membuatku diabetes?" Protes Fairel seraya mencomot cake tadi. Fairel kemudian manggut-manggut setelah memakannya, dan lanjut mencomot lagi.
Sementara Beth sudah mulai menimbang bahan lagi untuk membuat cake pengganti.
"Aku benar-benar tak akan tidur malam ini," gumam Beth yang kini shdah ganti memecahkan telur dan memasukkannya ke wadah mixer.
"Nanti aku temani, ya!" Hibur Fairel sembari menghampiri Beth, dan menyodorkan sepotong cake ke depan mulut gadis itu. Beth yang awalnya merengut, akhirnya tetap melahap cake yang disuapkan oleh Fairel.
"Enak, kan?" Ujar Fairel kemudian.
"Iyalah enak! Kan yang membuat aku!" Jawab Beth dengan nada sombong. Fairel sontak tertawa dan langsung mencium pipi Beth.
"Iel!!" Geram Beth yang langsung merengut lagi.
"Mau aku cium lagi?" Fairel sudah memonyong-monyongkan bibirnya.
"Ck! Tidak mau!" Tolak Beth seraya menangkup bibir Fairel dengan telapak tangan. Jadilah sekarang Fairel malah menciumi telapak tangan Beth.
Dasar!
"Sudah! Aku mau lanjut membuat cake." Tukas Beth kemudian seraya menarik tangannya yang masih saja diciumi oleh Fairel. Beth lalu segera mencuci tangan sebelum lanjut memproses wedding cake Abang Timmy.
"Kau pulang saja sana!" Titah Beth pada Fairel yang masih sibuk memakan cake yang tadi rusak.
"Tidak!" Tolak Fairel keras kepala.
"Aku sudah bilang kalau aku akan menemanimu lembur," tukas Fairel lagi yang akhirnya hanya membuat Beth diam dan tak berkomentar lagi. Beth memilih untuk lanjut dan fokus mencampur adonan, sekalian menyalakan oven.
Semoga besok bisa selesai sebelum acara!
****
Beth mengerjapkan mata, saat ia mendengar suara alarm dari ponselnya.
"Matikan alarm-nya, Beth! Berisik!" Gumam Fairel yang suaranya begitu dekat di telinga Beth.
Beth kemudian segera meraih ponselnya saat gadis itu akhirnya mehyadari kalau ada tangan hulk yang melingkar di pinggangnya.
Ini tangan siapa?
Beth lalu meraba-raba tangan tersebut dan dekapan langsung mengerat.
"Iel!" Panggil Beth seraya berusaha menoleh ke belakang. Sedikit sulit karena Fairel yang begitu erat mendekapnya dari belakang.
"Iel--"
"Hmmmmm! Aku masih ngantuk," jawab Fairel yang tangannya masih mendekap Beth.
"Aku mau lanjut mengerjakan cake, Iel!" Ujar Beth sembari berusaha melepaskan dekapan hangat Fairel.....
Eh!
"Kenapa tidak nanti saja?" Tanya Fairel dengan mata yang masih terpejam.
"Nanti tidak selesai tepat waktu!"
"Awas!" Beth yang akhirnya berhasil meloloskan diri, langsung bangun dan duduk. Beth kemudian memindai dirinya sendiri yang masih berpakaian lengkap. Pun dengan Fairel yang juga masih memakai bajunya semalam dan hanya menanggalkan jaket saja.
Baiklah!
Berarti tidak terjadi apa-apa semalam!
"Aku masih boleh tidur?" Tanya Fairel tetap tanpa membuka mata. Fairel lalu menarik selimut yang semalam ia pakai berdua dengan Beth.
Ya, Beth memang menyimpan bantal, selimut serta karpet kecil di toko untuk berjaga-jaga kalau ia harus menginap seperti malam ini. Meskipun sebenarnya itu jarang terjadi!
"Tidur saja sampai sore atau sampai malam lagi juga boleh!" Jawab Beth yang sudah bangkit berdiri. Beth lalu meregangkan sedikit otot-otot tubuhnya, sebelum lanjut pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Semoga wedding cake Abang Timmy bisa selesai tepat waktu nanti!
****
Jam sudah menunjukkan pukul empat sore, saat mobil Fairel tiba di hotel Ossa untuk mengantar wedding cake Abang Timmy.
"Ini lokasi acaranya?" Tanya Fairel denagn raut wajah tak senang dan nada bicara sedikit ketus.
"Kau kenapa ketus begitu? Tadi juga aku tak memaksamu untuk mengantar. Kau sendiri yang tadi memaksa dan keras kepala--"
"Lalu jika aku tak mengantarmu, kau akan mengantar kuenya sendiri, begitu? Agar nanti jika ada Reandra di sana kalian bisa bernostalgia dan reuni lagi!"
"CLBK!" Cerocos Fairel panjang lebar yang langsung membuat Beth memutar bola matanya.
"Kenapa jadi membawa-bawa Reandra lagi?" Sergah Beth tak paham.
"Iya karena dia kan mantanmu!" jawab Fairel berapi-api.
"Ck! Sudahlah!" Beth yang akhirnya mersa malas untuk berdebat lagi dengan Fairel, memilih turun dan langsung ke dalam saja mengantar wedding cake. Beth juga harus segera pulang untuk bersiap-siap ke pernikahan Abang Timmy.
"Beth!" Seru Fairel yang juga buru-buru turun untuk menyusul Beth.
"Kenapa kau meninggalkan aku, hah?" Omel Fairel yang sudah dengan cepat menggantikan Beth yang gadi hendak menurunkan sendiri wedding cake Abamg Timmy dari mobil.
"Awas hati-hati!" Beth memperingatkan Fairel. Beth tidak mau ada insiden caje jatuh lagi karena sudah tak ada waktu jika harus membuat ulang.
Fairel langsung dengan cepat memindahkan wedding cake tadi ke troli yang sudah disiapkan oleh kru WO.
"Mau kemana?" Fairel sudah dengan cepat menahan tangan Beth yang tadi hebdak mengikuti kru WO.
"Ke dalam dan memastikan cake-nya tiba dengan aman dan selamat!" Jawab Beth yang malah membuat Fairel berdecak.
"Lalu tidak mengajakku? Sengaja?" Cecar Fairel yang ganti membaut Beth berdecak.
"Kan tinggal ikut saja! Kenapa kamu lebay sekali--" Beth baru menyelesaikan kalimatnya saat terlihat Reandra yang keluar dari lobi hotel. Fairel buru-buru menutup kedua mata Beth memakai tangannya.
"Iel, apa, sih--"
"Tidak usah dilihat? Lihat saja aku! Lihat aku!" Fairel sudah memutar tubuh Beth hingga menghadap ke arahnya, lalu pria itu juga menangkup wajah Beth denagn gemas.
"Lebay! Dari kemarin juga sudah melihatmu terus," cibir Beth kemudian.
Reandra sudah tak terlihat lagi dan Beth segera menarik tangan Fairel dan mengajaknya menuju ke ballroom hotel. Untuk kali ini Fairel sudah tak protes lagi karena Reandra juga sudah pergi.
Hhhh! Entah sampai kapan kecemburuan Fairel pada Reandra akan berakhir!
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.