Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
KAU LAGI!


"Mom!" Sapa Fairel setelah teleponnya diangkat oleh Mom Yumi.


"Ada apa, Iel? Kau sudah makan siang tadi?"


"Sudah, Mom!" Jawab Fairel cepat.


"Mom sibuk?" Tanya Fairel selanjutnya sedikit berbasa-basi.


"Tidak! Mom sedang santai. Tadi habis bertemu Aunty Audrey."


"Oh! Jadinya sudah ditentukan kapan Reina dan Angga akan bertunangan?" Tanya Fairel sembari membenarkan letak Mom Yumi dan Dad Liam di atas meja kerjanya. Mungkin sebentar lagi foto itu akan berganti menjadi foto Fairel dan Rossie yang mengenakan baju pernikahan.


Oh, Fairel sudah tak sabar!


"Ya! Dua minggu dari sekarang acara pertunangannya."


"Kau sudah ikhlas dilangkahi oleh Reina, kan?"


"Dilangkahi?" Fairel langsung tertawa terbahak-bahak mendengar kalimat Mom Yumi.


"Kenapa malah tertawa?"


"Iel tak akan dilangkahi oleh Reina, Mom! Dua minggu lagi Iel juga akan bertunangan dengan Rossie, lalu nanti Iel dan Rossie akan menikah duluan sebelum Angga dan Reina menikah!" Beber Fairel penuh keyakinan dan percaya diri.


Ugh!


Fairel dan Rossie menikah!


Akhirnya salah satu impian terbesar Fairel akan segera terwujud!


"Iel, Mom sudah bilang untuk--"


"Ssshhhh!!" Fairel memotong kalimat peringatan dari Mom Yumi.


"Iel akan melamar Rossie besok malam, Mom! Sekalian memberikan kejutan ulang tahun!" Cerita Fairel sangat antusias.


"Tapi ini rahasia, Mom! Mom jangan bocorkan kemana-mana dulu, ya!" Ujar Fairel lagi berpesan pada Mom Yumi.


"Terserah saja!"


"Ngomong-ngomong, kau tadi menelepon Mom mau bicara apa?"


"Oh, iya sampai lupa!" Fairel menepuk keningnya sendiri karena mendadak lupa pada tujuan awalnya menelepon Mom Yumi tadi.


"Mom tahu toko kue yang bagus tidak? Yang kuenya enak dan bentuk kuenya unik serta cantik gitu."


"Yang bisa custom juga kalau perlu," ujar Fairel panjang lebar yang mungkin langsung membuat Mon Yumi sedikit pusing sekarang. Ah, tapi Mom kandung Fairel itu selalu punya solusi terbaik mengenai segala hal.


"Toko kue?"


"Iya, Mom! Yang bisa membuat kue ulang tahun custom," ujar Fairel sekali lagi.


"Mom biasanya pesan di Sweety Cake. Itu dulu juga dapat rekomendasi dari Aunty Sita."


"Tapi kuenya memang enak dan ownernya juga ramah."


"Rekomendasi dari Aunty Sita? Berarti keluarganya Aunty Sita termasuk Rossie sering pesan disana juga?" Tanya Fairel semakin antusias. Kalau benar, Fairel akan memesan juga di Sweety Cake agar nanti Rossie semakin jatuh cinta pada Fairel!


"Kata Aunty Sita begitu. Kuenya enak dan banyak macam juga."


"Benarkah? Dimana alamatnya, Mom? Kirimkan ke ponsel Iel, ya!" Pinta Fairel cepat dan penuh semangat.


"Alamatnya di Jalan Seroja. Nanti Mom kirim detail alamatnya."


"Oke, Mom! Iel tunggu!"


"Bye!" Pungkas Fairel kemudian seraya menutup teleponnya pada Mom Yumi. Fairel lalu bersorak sejenak, sebelum lanjut menghela nafas karena melihat tumpukan pekerjaan di atas mejanya.


Huh!


Tak berselang lama, sebuah pesan masuk ke ponsel Fairel yang rupanya dari Mom Yumi. Pesan berisi alamat lengkap sebuah toko kue.


[Tokonya sedikit kecil dan tersembunyi. Nanti tanya saja ke orang sekitar kalau bingung] -Mom Yumi-


"Hhh! Aku mana mungkin bingung!" Gumam Fairel sombong. Fairel lalu melihat arlojinya yang sudah menunjukkan pukul tiga sore.


"Cepat juga, ya! Sudah jam tiga sore," gumam Fairel kemudian serata mengambil satu map berisi berkas dan memeriksanya.


Fairel akan ke toko Sweety Cake nanti jam empat saja, karena sekarang Fairel harus menyelesaikan dulu pekerjaannya agar Dad Liam tidak mencak-mencak.


"Yv, kau sibuk?" Tanya Beth to the point setelah Yvone mengangkat teleponnya. Beth menatap pada jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul empat sore lebih dua puluh menit.


"Tidak. Ada apa?"


"Mmmm, kau punya gaun hitam? Yang sekiranya cocok untuk pergi ke acara," tanya Beth sedikit menerangkan pada Yvone. Setelah ajakan dari Reandra untuk ke acara besok malam dengan dresscode hitam, Beth memutuskan untuk menelepon Yvone. Beth baru ingat kalau ia tak punya dress hitam yang "layak" untuk menghadiri acara pesta. Beth berpikir mungkin Yvone punya karena waktu itu Beth melihat Yvone mengenakan dress glamour di acara pernikahan anak dari customer Beth.


"Acara apa?" Pertanyaan Yvone segera membuyarkan lamunan Beth.


"Acara pesta!"


"Gaun hitam yang kemarin kamu pakai itu apa boleh aku pinjam?" Beth langsung menyampaikan maksudnya.


"Kau akan langsung tenggelam."


Beth nyaris mengumpat dengan kalimat blak-blakan Yvone.


Ya, secara tinggi badan, Beth memang hanya sepundaknya Yvone. Dan gaun itu saja sudah menyapu lantai saat Yvone memakainya. Apa kabar jika Beth yang memakai?


"Jujur sekali!" Gumam Beth seraya merengut.


"Kau mau menghadiri acara apa dan acaranya kapan memangnya?"


"Acara...." Beth berpikir sejenak namun tak menemukan jawaban.


"Entahlah! Reandra tak mengatakan acara apa. Katanya aku hanya harus mengenakan gaun hitam--"


"Reandra?"


"Iya, dia yang mengajakku. Kenapa? Kau cemburu?" Cecar Beth akhirnya sedikit kesal. Perasaan Beth saja atau nada bicara Yvone memang selalu langsung betubah sinis setiap Yvone membahas tentang Reandra.


"Cemburu? Yang benar saja! Aku tak tertarik pada pria itu--"


"Dia kan memang sepupumu! Masa iya kamu jatuh cinta pada sepupumu sendiri!" sergah Beth memotong kalimat Yvone.


"Ya! Tapi sebaiknya kau tidak usah menjalin hubungan apa-apa dengan Reandra!"


"Kenapa memangnya? Reandra sudah mulai perhatian padaku sekarang dan dia juga mulai membalas perasaanku," cerita Beth pada Yvone yang malah terdengar berdecak.


"Kau kenapa sebenarnya, Yv? Kalau memang Reandra adalah sepupumu, bukankah sehari kau mendukung hubungan kami?" Cecar Beth selanjutnya karena sikap Yvone yang semakin menyebalkan.


"Tadinya aku memang mendukung! Tapi setelah aku pikir-pikir, kau itu tak pantas untuk Reandra karena kau--"


"Kau benar-benar menyebalkan, Yv!" Sergah Beth emosi yang langsung menutup teleponnya pada Yvone. Keinginan Beth untuk meminjam gaun Yvone juga sydah menguap pergi.


Nanti saja Beth akan membeli gaun hitam ke butik, meskipun Beth harus merogoh kocek lagi. Tapi demi Reandra, Beth akan melakukannya!


"Kak Beth!" Panggilan dari Shanty, lagi-lagi menyentak lamunan Beth yang sedang kesal pada Yvone. Beth menghela nafas panjang beberapa kali sebelum menjawab panggilan dari karyawannya tersebut.


"Ada apa, Shan?"


"Ada customer di depan yang mau memesan cake custom, Kak!" Jawab Shanty yang kembali membuat Beth menghrla nafas dan berusaha mengendalikan emosinya yang tadi meledak-lesak karena sikap menyebalkan Yvone.


"Aku akan ke depan," jawab Beth kemudian seraya membenarkan ikat rambutnya. Gadis itu lalu mencuci tangan di wastafel sebelum keluar untuk menemui customer yang tadi dimaksud Shanty.


Namun baru saja membuka pintu yang menghubungkan dapur toko dengan bagian depan toko, Beth sudah dibuat terkejut dengan kehadiran seseorang yang hampir dua tahun lamanya tak Beth lihat.


Surprize sekali!


Kenapa mendadak pria ini ada di toko kue Beth?


"Kau lagi!" Pria yang seingat Beth bernama Pak Ibel itu langsung berseru galak sekaligus menuding pada Beth.


"Hai, Pak! Lama tidak bertemu!" Jawab Beth sembari meringis tanpa dosa.


Emosi Beth malah mendadak menguap pergi setelah melihat wajah menggelikan Pak Ibel saat sedang emosi.


Konyol!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.