
"Jadi nanti konsep prewedding-nya ala orang kantoran saja, Rei!"
Fairel baru tiba di rumah, saat telinganya sudah mendengar suara Alicia tapi tanpa ada wujud orangnya.
Loh!
"Iya, aku mengerti!" Ucap Reina yang saat ini sudah di sofa ruang tengah bersama Mom Yumi dan Aunty Audrey. Rupanya tiga wanita itu sedang video call juga dengan Alicia untuk membahas konsep prewedding Reina dan Angga.
Oh, ya! Alicia tadinya adalah putri bungsu Aunty Audrey dan Uncle Kyle. Namun setelah kelahiran si bontot Riley Arthur yang tak disangka-sangka, Alicia tak lagi jadi anak bungsu dan sekarang statusnya adalah anak tengah.
"Lalu nanti prewedding-nya di kantor Hadinata?" Tanya Reina selanjutnya pada Alice.
"Lebih bagus di Halley Development!" Celetuk Fairel yang langsung membuat tiga wanita tadi menoleh ke arah Fairel.
"Hehe! Sore, Aunty!" Fairel langsung menyapa Aunty Audrey sebelum lanjut menyapa Mom Yumi dan juga Reina yang masih terlihat murung.
Apa tadi pagi Angga belum datang? Padahal Fairel sudah menghubungi calon adik iparnya itu, setelah drama pingsannya Reina tadi pagi.
"Duduk disini, Iel! Biar sekalian bisa ikut rapat tentang prewedding-nya Reina," titah Aunty Audrey seraya menepuk sofa kosong di sebelahnya.
Yah! Padahal Fairel sedang buru-buru karena ingin membuntuti Beth dan memastikan kalau gadis itu benar-benar pergi bersama Mamanya dan bukan bersama Reandra brengsek menyebalkan!
"Kenapa malah melamun, Iel? Duduk!" Sekarang gantian Mom Yumi yang menyuruh Fairel.
"Iya, Mom!" Jawab Fairel yang akhirnya ikut duduk di samping Aunty Audrey.
Semoga Uncle Kyle tidak marah atau cemburu! Bapak tiga anak itu kan sejenis dengan Dad Liam yang bucin akut juga!
"Angga belum datang?" Tanya Fairel seraya menatap bergantian pada Mom Yumi dan Reina yang sepertinya malas menjawab.
"Tadi pagi sudah datang. Lalu dia pamit ke kantor--"
"Dia memang selalu sibuk dan mengutamakan pekerjaannya!" Sahut Reina yang bibirnya sudah mengerucut tak jelas.
Mirip Beth tadi!
Tapi sepertinya Beth lebih imut dan lucu saat merengut ketimbang Reina.
Eh!
Fairel mabuk apa, ya? Bisa-bisanya Fairel memuji gadis menyebalkan yang hobi memakai celana kodok dan mencepol rambutnya itu!
"Mungkin Angga sibuk sekarang agar nanti bisa mengambil cuti lebih lama menjelang hari H, Rei!"
"Jangan berprasangka buruk!" Tukas Aunty Audrey menghibur dan menenangkan Reina.
"Jadi bagaimana tadi? Prewedding-nya mau di Halley Development saja?" Tanya Alice yang masih tersambung di video call.
"Iya!" Jawab Fairel cepat.
Reina langsung menatap aneh pada Fairel.
"Kantor Halley Development lebih aesthetic ketimbang kantornya Angga!" Tukas Fairel mengungkapkan alasannya pada Reina yang bahkan belum melontarkan pertanyaan.
Tapi tatapan aneh Reina, bagi Fairel adalah sebuah pertanyaan! Anggap saja begitu!
"Ada benarnya juga, sih!" Pendapat Aunty Audrey yang langsung setuju dengan ide Fairel.
Akhirnya!
"Pasti mau cari-cari kesempatan!" Gumam Reina kemudian yang benar-benar membuat Fairel tak paham.
Kesempatan apa maksudnya?
Kesempatan agar Fairel bisa ikut difoto saat Reina dan Angga prewedding? Konyol!
"Berarti sudah fix di Halley Development lokasi fotonya?" Tanya Alice sekali lagi memastikan.
"Bagaimana, Rei?" Tanya Aunty Audrey meminta pendapat Reina.
"Reina ikut saja, Aunty!" Jawab Reina seperti tak bersemangat.
Dasar aneh! Mau menikah tapi malah seperti orang baru putus cinta!
"Baiklah! Berarti di Halley Development saja, Alice! Nanti kamu siapkan semuanya, ya!" Putus Aunty Audrey akhirnya seraya berpesan pada sang putri.
"Baik, Ma!"
Alice lalu sedikit berbasa-basi sebelum kemudian pamit mengakhiri video call.
"Kenapa Alice tidak ikut kesini saja, Aunty?" Tanya Fairel setelah video call Alice terputus.
"Silahkan dimakan dulu kuenya, Audrey! Tadi Iel yang membelinya di--" Titah Mom Yumi kemudian serelah maid menyajikan kue yang tadi dibawa oleh Fairel.
"Sweety cake!" Jawab Fairel melanjutkan kalimat Mom Yumi seraya tangannya mencomot satu potong rollcake dari atas piring.
"Sweety Cake? Dimana itu?" Tanya Aunty Audrey penasaran. Wanita paruh baya itu sudah ikut mengambil satu potong kue dan mencicipinya.
"Yang di Jalan Seroja. Kemarin kue di pertunangan Reina juga dari sana," cerita Mom Yumi yang langsung membuat Aunty Audrey mengangguk.
"Enak kuenya!" Puji Aunty Audrey kemudian.
"Kenapa harus mengambil kue di Sweety Cake terus, sih, Mom? Seperti tidak ada toko kue yang lain saja!" Protes Reina yang sepertinya tidak suka dengan kue-kue dari Sweety cake.
Atau mungkin Reina tidak suka pada Beth?
Fairel sebenarnya juga tidak suka pada Beth! Hanya saja, rollcake buatan Beth rasanya enak sekali dan membuat ketagihan. Makanya Fairel sering bolak-balik ke toko kue Beth untuk membeli rollcake. Bukan untuk bertemu Beth!
"Kue di Sweety Cake kan enak, Rei! Itu juga rekomendasi dari calon mertua kamu," ujar Mom Yumi menjawab pertanyaan Reina tadi.
"Iya, meskipun rekomendasi dari Aunty Sita, tapi kan tidak harus kesana terus beli kuenya!"
"Bisa juga beli kue ke toko lain! Misalnya toko kue langganan Aunty Audrey," pendapat Reina yang bibirnya tetap saja merengut.
"Tapi ini memang enak sekali rollcake-nya!"
"Di Lily's Cake, toko kue langganan Aunty tidak ada rollcake berbagai varian begini," tukas Aunty Audrey yang ternyata juga menyukai rollcake buatan Beth.
Apa Fairel bilang!
Rollcake-nya Beth memang juara! Tapi bukan orangnya, ya!
"Nanti aku pesankan agar diantar ke rumahmu kalau kamu menyukainya, Audrey!" Cetus Mom Yumi memberikan sebuah ide yang langsung disetujui oleh Aunty Audrey.
"Dad kok belum pulang, Mom?" Tanya Reina selanjutnya mengganti topik pembicaraan.
"Tadi katanya Dad mau bertemu klien penting dan mungkin nanti pulang sedikit malam." Bukan Mom Yumi, melainkan Fairel yang menjawab sembari pria itu melirik arlojinya.
"Oh, iya! Aku tadi kan mau--"
"Mau kemana, Iel? Bertemu klien penting juga?" Tanya Aunty Audrey yang ternyata mendengar gumaman Fairel barusan.
"Kau mau pergi lagi, Iel?" Mom Yumi ikut-ikutan melontarkan pertanyaan.
"I---iya, Mom!"
"Tapi Iel akan mandi dulu!" Tukas Fairel seraya bangkit dari sofa, lalu naik ke lantai dua, meninggalkan tiga wanita yang masih mengobrol di ruang tengah tersebut.
Tepat saat Fairel baru menutup pintu kamar, ponselnya mendadak berdering.
"Dad?" Fairel membelalak tak percaya.
"Halo, Dad!" Sambut Fairel akhirnya yang sudah feeling kalau Dad Liam pasti akan menyuruhnya melakukan sesuatu.
Hhh! Baru juga Fairel mau melakukan misi pengintaian pada Beth!
"Kau dimana? Sudah pulang?"
"Sudah dari tadi, Dad! Ini baru mau mandi!" Jawab Fairel seraya garuk-garuk kepala.
"Ya sudah, mandi dulu cepat! Lalu kau kesini! Dad butuh bantuanmu sedikit."
Kan kan kan!
Apa Fairel bilang!
"Iya, Dad!" Jawab Fairel yang tak pernah punya opsi lain selain patuh pada titah Dad Liam yang sekarang memegang kendali penuh atas Halley Development.
Huh, gagal sudah misi Fairel untuk mengintai Beth malam ini!
.
.
.
Audrey belum tahu saja pemilik Sweety Cake itu anaknya siapa 🤣🤣
Oh, ya. Ini sambungan "Segitiga Cinta Reina" bab 43
Terima kasih yang sudah mampir.