Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
MENGUPING


"Malam ini aku boleh menginap di rumah Mama?" Tanya Beth sembari memasang sabuk pengaman. Fairel yabg baru saja masuk ke mobil tak langsung menjawab, dan pria itu memilih untuk memasang terlebih dahulu sabuk pengamannya.


Beth dan Fairel memang baru saja keluar dari butik, setelah tadi mereka melakukan fitting baju untuk resepsi ditemani oleh Aunty Audrey.


Dan juga Uncle Kyle!


Perasaan suami Aunty Audrey itu sedikit lebay belakangan ini karena selalu saja mengekor, setiap kali Aunty Audrey perhi ke kediaman Halley atau ada agenda yang berhubungan dengan pernikahan Fairel dan Beth. Fairel jadi semakin penasaran tentang hubungan Aunty Audrey dan Papa Will di masa lalu. Apa benar hanya mantan pacar atau jangan-jangan malah mantan suami istri...


"Iel!" Beth mengibaskan tangannya di depan wajah sang suami yang melamun.


"Iel--"


"Apa?" Fairel langsung menangkap tangan Beth dan menciuminya dengan lebay. Dasar!


"Aku boleh menginap di rumah Mama malam ini?" Beth mengulangi pertanyaannya sekali lagi.


"Tidak boleh!" Jawab Fairel tegas yang langsung membuat Beth merengut.


"Kenapa tak boleh?" Beth meminta alasan.


"Karena kau menginapnya sendiri dan tak bersamaku! Kalau kau menginapnya bersamaku, pasti aku ijinkan!" Tukas Fairel yang langsung membuat Beth garuk-garuk kepala.


"Aku tadi bertanya bagaimana memang?" Gumam Beth kemudian sedikit bingung.


"Kau kan tadi bertanya, apa aku boleh menginap di rumah Mama? Makanya aku bilang tidak boleh--"


"Jadi yang benar aku minta izinnya harus bagaimana?" Tanya Beth kemudian.


"Harusnya begini, apa kita bisa menginap di rumah Mama dan Papa malam ini, Suamiku sayang?"


"Lalu kau juga harus mengatakannya dengan nada yang sedikit merayu, dengan usapan lembut di wajahku juga." Fairel sudah meletakkan tangan Beth yang tadi ia genggam ke wajahnya.


"Oooh!" Beth langsung membulatkan bibirnya.


"Tak sekalian menyuruhku mencium bibirmu, lalu membuka baju sekalian, dan kita bercinta sekalian di dalam mobil--"


"Ide bagus!" Cetus Fairel tiba-tiba yang langsung membuat Beth membelalak.


Stupid Beth!


Seharusnya Beth tadi tak asal nyeplos dan memberikan ide konyol yang mungkin sebentar lagi akan dipraktekkan oleh Fairel.


"Iel--" Pekikan Beth langsung dibungkam oleh bibir Fairel dan tentu saja hal tersebut membuat Beth tak kuasa untuk menolak. Beth langsung membalas cecapan bibir Fairel dan membuat suasana di dalam mobil menjadi panas.


"Iel--"


"Jangan disini!" Beth sudah menggeliat sembari menjambak rambut Fairel, saat suaminya itu melancarkan kecupan bertubi-tubi di leher serta dadanya. Tangan Fairel juga sudah bergerak untuk membuka satu persatu kancing blouse yang dikenakan oleh Beth.


"Kita masih di parkiran, Iel!" Beth memperingatkan Fairel sekali lagi, saat pria itu sudah merebahkann kursi yang diduduki oleh Beth.


"Kapan lagi kita bisa bercinta di dalam mobil, hah?" Fairel sudah mengerling nakal pada Beth dan pria itu lanjut membuka kancing blouse Beth.


"Bagaimana kalau nanti ada yang mengintip?" Tanya Beth cemas.


"Tidak akan ada! Percaya padaku!" Fairel baru selesai berucap, saat tiba-tiba ponsel pria itu berdering nyaring.


"Brengsek! Siapa juga yang mengganggu moment langka ini!" Umpat Fairel sembari berusaha meraih ponselnya dari atas dashboard. Beth hanya terkikik melihat wajah kesal Fairel yang akhirnya berhasil menggapai ponselnya. Fairel kemudian mengumpat sekalo lagi setelah membaca nama yang tertera di layar ponselnya.


"Dad!"


Fairel lalu melihat arloji yang melingkar di tangannya dan mengumpat lagi.


"Ada apa, Iel?" Tanya Beth yang sudah langsung bangun.


"Aku ada meeting tiga puluh menit lagi!"


"Kau ikut aku ke kantor--"


"Aku akan ke rumah Mama naik taksi saja!" Sela Beth cepat.


"Tidak! Jangan naik taksi!" Fairel langsung mendelik pada Beth dan pria itu juga menarik lepas ikatan rambut Beth.


"Lehermu penuh dengan gigitan vampire, jadi jangan naik taksi!" Tegas Fairel lagi yang langsung membuay Beth tergelak.


"Kau vampire-nya?"


"Ya!" Jawab Fairel sembari membuka kasar blouse Beth, lalu melahap gundukan kenyal milik istrinya itu yang sebelah kanan. Beth tentu saja langsung kaget namun sedetik kemudian wanita itu sudah melenguh saat merasakan hangatnya mulut Fairel di dadanya.


"Kau akan terlambat meeting, Iel--" Beth melenguh sekali lagi.


"Aku benar-benar menginginkannya!" Fairel menatap Beth dengan tatapan yang tak lagi bisa dijelaskan dengan kata-kata. Beth akhirnya langsung mel*mat bibjr suaminya tersebut.


"Kau harus ke kantor sekarang, lalu nanti setelah pulang dari kantor--"


"Kau akan menyambutku di kamar dan memakai lingerie seksi." Fairel melanjutkan kalimat Beth.


"Mesum!" Beth langsung mengusap wajah suaminya tersebut.


"Lakukan nanti, oke!"


"Bethany-ku yang manis!" Rayu Fairel dengan ekspresi genit yang langsung membuat Beth mengul*m senyum.


"Ya!" Bujuk Fairel lagi.


"Mmmmmm, tapi lingerie-ku di rumah Mom semua," tukas Beth beralasan.


"Ck! Kita beli lingerie dulu kalau begitu!" Putus Fairel akhirnya seraya pria itu kembali duduk di belakang kemudi.


"Kau akan terlambat ke kantor, Iel!"


"Aku tak peduli!" Sergah Fairel yang sudah dengan cepat memasang sabuk pengaman.


Hhhh! Kenapa juga Dad tak memberikan Fairel cuti panjang, padahal Fairel baru saja menikah!


****


Mobil Fairel sudah tiba di depan rumah kedua orang tua Beth.


"Kau sudah benar-benar--" Beth belum selesai bicara saat bibirnya sudah dilum*t dengan cepat oleh Fairel.


"Jangan lupa pesanku tadi! Nanti aku kabari kalau aku sudah mau pulang," ujar Fairel yang langsung membuat Beth mengangguk.


"Hati-hati mengemudi!" Pesan Beth sebelum wanita itu turun dari mobil. Beth lalu menunggu hingga mobil Fairel melaju pergi, sebelum lanjut masuk ke rumah kedua orang tuanya yang tampak sepi. Apa Mama Tere dan Papa Will sedang pergi?


Beth memilih untuk langsung masuk ke teras saja. Toh misalnya Mama Tere dan Papa Will pergi, Beth sangat tahu dimana Mama Tere biasa menyimpan kunci cadangan. Namun rupanya saat Beth tiba di teras, pintu depan sudah setengah terbuka. Berarti Mama Tere memang ada di rumah.


"Mama tak ikut ke butik tadi?"


Beth baru saja akan masuk ke rumah, saat wanita itu tak sengaja mendengar suara Papa Will yang sepertinya sedang bicara dengan Mama Tere.


"Tidak enak pada Audrey, Pa!" Suara Mama Tere terdengar sedih.


"Itu semua hanya masa lalu, Ma!"


"Tapi tetap saja, Mama merasa malu sekaligus tak pantas berkumpul bersama mereka semua!"


Beth mengurungkan sejenak niatnya untuk masuk ke rumah, dan wanita itu memilih menguping pembicara Mama Tere dan Papa Will.


"Mereka tak pernah mengungkit atau membahasnya, Ma! Toh sekarang Audrey juga sudah memiliki keluarga yang bahagia."


"Tetap saja di masa lalu, Mama yang sudah membuat pernikahan Papa dan Audrey dulu kandas--"


"Ma! Kita sudah sama-sama janji untuk tak membahasnya!" Suara Papa Will terdengar meninggi dan Beth langsung terdiam tak percaya mendengar kalimat Mama Tere barusan.


Pernikahan Papa Will dan Aunty Audrey?


Apa itu artinya Papa Will adalah mantan suami Aunty Audrey?


Tapi kenapa Mama mengatakan kalau ia lenyebab hancurnya rumah tangga Papa dan Aunty Audrey?


Apa yang dilakukan Mama Tere? Merebut Papa Will dari Aunty Audrey?


"Beth sekarang sydah bahagia berada di tengah-tengah keluarga Fairel. Mereka juga sudah menerima Beth dengan baik dan menyayanginya. Jadi biarkan Beth menikmati semua hal itu dan Mama tak mau mengacaukan kebahagiaan Beth dengan masa lalu mama yang memalukan--"


"Tak ada yang salah dengan masa lalu Mama! Setiap orang pernah berbuat salah dan Mama juga sudah menyesali semuanya sejak dulu. Audrey juga sudah memaafkan Mama sejak dulu." Papa Will tampak memeluk Mama Tere sekarang.


"Tetap saja, gunungan rasa bersalah itu selalu hadir saat Mama berhadapan dengan Audrey," ucap Mama Tere lirih namun masih bisa didengar oleh Beth.


"Tapi Audrey yang mengurus acara pernikahan Beth dan Fairel--"


"Mama sudah bicara pada Bu Yumi dan menyerahkan semuanya pada mommy-nya Fairel itu. Kita hanya akan datang saat acara utama nanti, Pa!" Utukas Mama Tere cepat yang langsung membuat Papa Will mengangguk.


"Mama sudah bucara pada Beth juga?" Tanya Paoa Will kemudian.


"Beth tak akan terlalu menggubris karena--"


Suara nyaring dari ponsel Beth yang berdering langsung membuat Beth terlonjak. Pun dengan Mama Tere dan Papa Will yang langsung mengarahkan tatapannya ke pintu utama, dimana Beth tadi menguping. Mama Tere juga tak jadi melanjutkan kalimatnya barusan.


"Beth! Kaukah itu?" Tanya Papa Will yang sudah melepaskan pelukannya pada Mama Tere dan kini ganti menghampiri pintu depan.


Beth langsung mundur beberapa langkah, dan berpura-pura seolah ia baru tiba. Beth juga bergegas memerikan ponselnya yang masih berdering. Mom Yumi menelepon!


"Halo, Mom!" Jawab Beth akhirnya seraya mebatao pada Papa Will yang sudah kekuar dari pintu depan.


"Kalian masih di butik? Kok belum sampai rumah?"


"Mmmm, Beth mampir ke rumah Mama, Mom! Dan mungkin malam ini akan menginap disini," tukas Beth seraya mencium punggung tangan apa Will. Mama Tere juga sudah ikut keluar dan langsung memeluk Beth.


"Oh, begitu! Baiklah tidak masalah! Mom tadi hanya khawatir."


"Iya, Mom! Seharusnya Beth langsung mengabari--"


"Tidak apa-apa, Beth! Sampaikan salam Mom pada Mama kamu, ya!"


"Iya, Mom! Nanti Beth sampaikan." Jawab Beth cepat.


"Bye!"


"Bye, Mom!" Pungkas Bety bersamaan dengan telepon yang terputus.


Beth lalu segera memeluk Mama Tere lagi.


"Sendiri? Iel tak ikut?" Cecar Mama Tere.


"Iel sedang ada meeting penting, Ma! Nanti menyusul," tukas Beth yang langsung membuat Mama Tere mengangguk.


"Nanti malam Beth dan Iel mau menginap, Ma!" Ujar Beth lagi yang langsung membuat Mama Tere mengulas senyum.


"Boleh sekali! Ini juga kan masih rumah kamu!" Tukas Mama Tere sembari mengusap kepala Beth. Ibh dan anak itu lalh masuk ke rumah dan lanjut mengobrol, namun tanpa menyinggung pembicara Mama Tere dan Papa Will tadi.


Beth tidak tahu tentang masa lalu apa yang lernah terjadi di antara Mama Tere, Papa Will, dan Aunty Audrey. Tapi apapun itu, Beth juga tak mau menghakimi salah satu diantara mereka. Benar kata Papa Will tadi kalau semua orang pasti punya masa lalu. Dan sekarang Aunty Audrey maupun Papa Will sudah sama-sama berkeluarga. Aunty Audrey juga sepertinya tak menaruh dendam apapun pada Mama dan Papa. Bahkan sikap Aunty Audrey pada Beth juga begitu baik dan ramah.


Jadi apapun masa lalu Mama Tere. Seburuk apapun kelakuan Mama kandung Beth itu di masa lalu, Beth yakin kalau mama Tere padsilah sudah menyesalinya dan berusaha keras untuk memperbaiki semuanya. Beth taka kan menghakimi Mama kandungnya tersebut.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.