
"Kalian mau menikah sekarang?"
"Tidak!"
"Ya!"
Fairel dan Beth menjawab serempak, namun dengan jawaban yang berbeda.
"Kenapa bilang tidak? Kau tidak mau menikah denganku, hah? Tidak mau?" Fairel langsung mencecar Beth sembari mendelik-delikpada gadis di sampingnya tersebut.
"Bukan tidak mau, tapi tidak sekarang!" Sergah Beth mencoba menjelaskan.
"Tadi kan Papa tanyanya apa kita mau menikah sekarang---"
"Ya! Kita akan menikah sekarang dan malam ini!" Jawab Fairel cepat dan to the point.
"Tapi, bukannya bulan depan--"
"Itu resepsinya! Menikahnya malam ini saja, jadi kau malam ini bisa tidur disini dan tak perlu pulang bersama Mama dan papa kamu," ujar Fairel panjang lebar seraya menatap genit pada Beth.
"Pa!" Beth langsung menatap serta mengadu pada Papa Will.
"Kenapa lagi? Bukankah kau sendiri yang sudah menerima lamaran Fairel dan bersedia menjadi istrinya. Jadi mau menikahnya malam ini atau bulan depan Papa rasa sama saja," ujar Papa Will sembari mengusap kepala Beth.
"Tapi ini mendadak sekali! Beth bahkan hanya memakai baju ala kadarnya," tukas Beth lagi beralasan yang langsung membuat semua orang terkekeh.
"Kau bisa pinjam bajunya Reina dulu, Beth! Sepertinya beberapa gaun pesta Reina masih ada yang ditinggal disini." Ujar Mom Yumi msmberikan solusi.
"Jadi bagaimana? Kita nikahkan saja mereka malam ini?" Tanya Dad Liam sekali lagi sembari menatap pada semua orang.
"Setuju!" Uncle Kyle menjawab paling pertama. Sedangkan Papa Will dan Mama Tere hanya mengangguk.
"Kyle, kau punya koneksi nikah dadakan? Asistenmu--"
"Hubungi saja Abang Zayn!" Ujar Aunty Audrey yang langsung memberikan saran.
"Ah, iya! Abang Zayn! Dia pakarnya menikah dadakan berdasarkan pengalaman pribadi," kekeh Dad Liam yang langsung membuat raut wajah Papa Willmendadak berubah. Sementara Uncle Kyle sudah meletakkan ponselnya di telinga dan sepertinya tengah mencoba menelepon Uncle Zayn.
"Kau terlihat tegang, Will?" Celetuk Uncle Kyke yang langsung membuat Papa Will sedikit salah tingkah.
"Hanya--" Papa Will menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan mendadak bingung untuk merangkai kalimat.
"Tidak usah khawatir, Will! Abang Zayn tak akan mengamuk disini hanya karena melihatmu," ujar Aunty Audrey yang langsung menenangkan Papa Will.
"Eheem!" Uncle Kyle langsung berdehem dan merangkul Aunty Audrey lagi, sembari berbicara di telepon karena sepertinya panggilannya tadi sudah diangkat oleh Uncle Zayn.
"Mom akan mencarikan baju untuk Beth," ucap Mom Yumi memecah kebisuan, sembari bangkit dari duduknya. Wanita paruh baya itu juga memberikan kode pada Mama Tere agar ikut bersamanya. Aunty Audrey juga sudah ikut beranjak dan menyusul Mama Tere serta Mom Yumi.
"Sudah!" Lapor Uncle Kyle kemudian setelah selesai menelepon.
"Bisa, Uncle?" Tanya Fairel tak sabar.
"Bisa! Uncle-mu akan kesini sebentar lagi," tukas Uncle Kyle yang langsung membuat Fairel bersorak lebay.
"Yess!"
"Kita akan menikah malam ini!" Fairel langsung merengkuh kedua pundak Beth yang masih sedikit linglung.
Bukankah tadi Beth datang ke rumah Fairel untuk membahas acara pernikahan yang akan digelar bulan depan? Lalu kenapa sekarang Beth malah sudah mau menikah dengan Fairel.
Ya ampun! Ya ampun! Apa Beth sedang bermimpi sekarang?
"Hei! Kenapa bengong?" Tegur Fairel pada Beth yang langsung menoleh dan ganti menatap bingung pada Fairel.
"Kita akan menikah malam ini?" Tanya Beth yang masih setengah percaya.
"Iya! Kenapa? Kaget? Tidak percaya? Atau merasa kalau ini adalah mimpi?" Cecar Fairel yang kini sudah ganti menangkup wajah Beth.
"Kau akan jadi suamiku?" Tanya Beth lagi yang benar-benar masih tak percaya.
"Tentu saja!" Jawab Fairel penuh semangat.
"Beth!" Panggil Mama Tere dari arah tangga yang langsung membuat Beth menoleh.
"Iya, Ma!"
"Ayo kesini!" Ajak Mama Tere kemudian. Beth langsung banngkit berduri dan hendak beranjak, saat Fairel kembali mebahan tangannya.
Dasar!
"Lepas!" Gumam Beth sembari menggoyangkan tangannya yang masih digenggam oleh Fairel.
"Mmmuuuaaah!!" Fairel mencium terlebuh dahulu tangan Beth sebelum melepaskannya. Beth pun segera menghampiri Mama Tere dan keduanya langsung naik ke lantai dua.
"Kau tidak mandi dan siap-siap, Iel?" Tanya Uncle Kyle yang langsung membuat Fairel mencium aroma tubuhnya sendiri.
"Iel masih wangi, Uncle!"
"Mandi sana dan ganti baju!" Perintah Dad Liam sedikit geram yang langsung membuat Fairel terkekeh. Fairel pun akhirnya beranjak menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap.
****
Tepat pukul delapan malam, semua orang sudah berkumpul di ruang tengah kediaman Halley. Bahkan Papa Will juga menelepon Abang Timmy dan Yvone untuk datang dan turut menyaksikan pernikahan Beth yang lumayan mendadak ini. Sedangkan Reina dan Angga yang masih berada di luar kota tadi hanya dikabari Mom Yumi via video call.
"Ini mas kawinnya," ujar Mom Yumi yang sudah membawa sekotak perhiasan dari kamar dan meletakkannya ke atas meja.
"Mom sudah mempersiapkannya?" Tanya Fairel yang nyaris tak percaya.
"Entahlah, kemarin mendadak Mom ingin membelinya terlebih dahulu. Ternyata feeling Mom benar, ya?" Tukas Mom Yumi yang langsung membuat Fairel memeluk Mom kesayangannya tersebut.
"Ehem! Iel!" Tegur Dad Liam yang langsung tersedak cicak hanya karena melohat Mom Yumi yang dipeluk oleh Fairel. Lebay!
"Jadi, yang akan menikah adalah Bethany Atmadja dan Fairel Reandra Halley."
"Benar?" Tanya petugas dari kantor agama.
"Benar, Pak!" Jawab Fairel cepat.
"Fairel Reandra Halley. Itu nama lengkapmu?" Bisik Beth yang langsung membuat Fairel berdecak.
"Iya!" Jawab Fairel kemudian sedikit kesal. Sebenarnya Fairel juga sudah ada niatan untuk merevisi namanya sejak kemarin-kemarin. Namun entah mengapa niat itu hingga sekarang tak pernah terlaksana. Nama Fairel tetap mengandung nama Reandra menyebalkan!
Kenapa nama Fairel dan mantan Beth yang buaya dan baj*ngan itu harus sama?
Beth kemudian tertawa kecil yang tentu saja langsung membuat Fairel menoleh dan menatap tak senang pada Beth.
"Kenapa--"
"Mari kita mulai acaranya," ucapan Pak penghulu membuat Fairel tak jadi mengomeli Beth.
"Konsentrasi dan jangan cengengesan atau pernikahanmu tak akan sah nanti," bisik Dad Liam memperingatkan Fairel yang langsung berdecak pongah.
"Iya, Dad!" Jawab Fairel yang kemudian melirik ke arah Beth yang duduk di sampingnya. Beth sepertinya gugup karena sejak tadi gadis itu terus saja mer*mas kedua tangannya.
"Pak Will, silahkan!" Ucap Pak penghulu kemudian pada Papa Will yang memang akan menikahkan Beth secara langsung.
Papa Will sudah menjabat tangan Fairel sekarang dan mengucapkan dengan lancar, apa yang diajarkan oleh pak penghulu. Pun dengan Fairel yang juga langsung mengucapkan dengan lantang dan lancar ikrar suci pernikahan di hadapan semua orang.
"Sah!" Dengungan kata sah dari semua yang hadir malam ini, langsung membuat Beth yang sejak tadi menahan nafas seketika menjadi bernafas lega.
"Sah!" Seru Fairel girang yang langsung memeluk Beth dan menciumi gadis tersebut dengan bertubi-tubi.
"Mmmuuuaaah! Mmmuuuaaah! Mmmmmuahh!" Fairel mengakhiri ciuman bertubi-tubinya dengan pagutan panjang di bibir Beth, hingga membuat Beth sedikit hilang keseimbangan dan...
"Hah!"
Bruuuk!
"Iel! Astaga!"
.
.
.
Gimana gimana?
Oh, ya sekedar mengingatkan saja. Untuk cerita Uncle Kyle dan Aunty Audrey ada di "Remember Me Please, Hubby!"
Kalau cerita lengkap Papa Will dan Mama Tere ada di "Bukan Perebut Suami Orang"
Terima Kasih yang sudah mampir.