Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
PERGI SENDIRI


"Padahal sudah habis empat slices rollcake, kenapa masih lapar, ya?" Gumam Fairel yang sudah memarkirkan mobilnya di garasi kediaman Halley.


Ya, seharusnya Fairel tadi langsung mencari hadiah saja untuk Rossie, tapi Fairel mendadak bingung ingin membeli hadiah apa untuk Rossie selain buket bunga dan cincin tentu saja. Fairel ingin memberikan satu hadiah tambahan yang berkesan untuk Rossie. Tapi apa?


Pikiran Fairel mendadak blank karena kejadian pelabrakan yang tadi Fairel saksikan di toko kue Beth.


"Haishh! Aku tak perlu memikirkan yang itu! Beth juga tak percaya dengan perkataanku tentang Reandra--" Fairel menjeda kalimatnya sejenak.


"Kenapa playboy itu namanya harus Reandra, sih? Seperti tak ada nama lain saja!" Gerutu Fairel kemudian.


"Dan kenapa juga Dad memberiku nama Reandra? Sepertinya aku perlu menanyakannya pada Dad!" Gumam Fairel lagi seraya manggut-manggut.


Fairel lalu segera turun dari mobil dan masuk ke kediaman Halley sembari bersiul ringan. Namun baru saja masuk, Fairel sudah melihat Mom Yumi yang sepertinya sedang menggerutu. Tapi Mom menggerutu pada siapa? Tak ada siapa-siapa?


"Sedang bicara pada siapa, Mom?" Tegur Fairel akhirnya seraya merengkuh kedua pundak Mom Yumi dari belakang. Kalau Dad Liam melihat adegan ini, sangat bisa dipastikan kalau Dad kandung Fairel itu akan langsung mencak-mencak tak karuan. Hahaha!


Tapi Dad Liam sedang tidak ada!


"Iel! Mengagetkan Mom saja!" Gerutu Mom Yumi yang tadi memang langsung terlonjak saat Fairel merengkuh kedua pundaknya.


"Habisnya, Mom bicara sendiri tadi," kekeh Fairel yang malah tergelak tanpa dosa.


"Ada apa, sih?" Tanya Fairel selanjutnya merasa kepo.


"Reina. Pulang dari kantor wajahnya ditekuk, tidak menjawab sapaan Mom dan malah langsung lari naik tangga," cerita Mom Yumi yang sepertinya sedikit khawatir.


"Oh, Reina sudah pulang juga, ya!"


"Baguslah, bisa bantuin Iel cari hadiah untuk Rossie," gumam Fairel yang malah punya ide cemerlang. Secara Reina dan Rossie kan lumayan akrab juga, jadi mungkin nanti Reina bisa membantu Fairel memilih cincin untuk melamar Rossie.


"Iel, kau tahu Reina kenapa?" Tanya Mom Yumi pada Fairel yang sudah menaiki tangga. Fairel menghentikan langkahnya sejenak sebelum menjawab pertanyaan sang Mom.


"Mungkin kangen pada Angga, Mom! Angga kan sedang di luar kota!" Tukas Fairel menerka-nerka. Lagipula, biasanya yang membuat galau seorang gadis itu kan karena kangen pada kekasihnya.


Rossie kira-kira suka galau juga tidak ya, kalau kangen pada Fairel.


Hahaha!


Semoga saja!


Fairel lalu melanjutkan langkahnya dan naik ke lantai dua. Pria itu langsung menuju ke kamar Reina tanpa berganti baju terlebih dahulu.


"Rei!" Panggil Fairel yang langsung mendorong pintu kamar Reina hingga menjeblak terbuka.


"Ish! Berisik!" Gerutu Reina yang entah mengapa malah membenamkan kepalanya di bawah bantal.


Mau cosplay jadi burung unta?


"Kau kenapa?" Tanya Fairel sembari memaksa untuk menyingkirkan bantal yang menutupi kepala Reina. Namun gadis itu keukeuh menolak.


Dasar Reina! Kangen pada Angga saja sampai segitunya!


"Ayo bangun dan cari hadiah untuk Rossie! Kau datang ke acara ulang tahun Rossie hari ini, kan?" Ajak Fairel seraya bercerocos panjang lebar.


"Tidak!" Jawab Reina singkat,padat, dan jelas.


"Why?" Tanya Fairel tak paham. Secara Reina dan Rossie kan bestie, masa iya Reian tidak datang ke ulang tahun Rossie. Reina juga akan melewatkan momen penting malam ini jika ia tidak datang.


Momen penting saat Fairel melamar Rossie maksudnya!


"Sedang malas saja!" Jawab Reina beralasan.


"Apa karena Angga sedang di luar kota?" Terka Fairel sok tahu. Namun bukannya menjawab, malah hanya mendengus.


"Keluar sana!" Usir Reina kemudian pada sang Abang.


"Apa kau sedang PMS?" Tebak Fairel lagi yang kali ini langsung membuat Reina memutar bola matanya.


Biasanya Reina memang berubah galak saat sedang PMS. Apa Rossie juga demikian? Semoga saja tidak!


"Anggap saja begitu!" Jawab Reina ketus.


"Hush! Hush!" Usir Reina sekali lagi yang sudah mirip mengusir ayam.


"Kau pikir aku ayam?" Sungut Fairel seraya keluar dari kamar Reina.


"Tutup pintunya sekalian!" Perintah Reina galak sembari membenamkan lagi kepalanya di bawah bantal.


"Malas!" Jawab Fairel yang memilih untuk langsung ngacir. Sekarang Fairel harus berpikir sendiri tentang hadiah untuk Rossie.


Bagusnya apa, ya?


Tanah, rumah, atau mobil keluaran terbaru?


****


"Abang Timmy datang bersama Beth, kan?" Tanya Beth memastikan. Saat ini, Beth memang sedang video call bersama abang kesayangannya itu sembari bersiap pergi ke acara ulang tahun Rossie.


"Abang tidak bisa datang, Beth! Abang titip salam saja untuk Rossie, Tante Sita, dan Om Robert."


"Oh, iya! Untuk Angga juga. Katanya Angga mau menikah, ya?"


"Baru bertunangan kata Tante Sita," koreksi Beth cepat.


"Oh!"


"Abang sendiri kapan menikah? Abang punya pacar, kan?" Tanya Beth mengalihkan pembicaraan. Saat itulah ponsel Timmy tak sengaja terjatuh dan Beth tak sengaja melihat sekilas bayangan seseorang di dalam kamar Timmy.


"Abang sedang bersama seseorang?" Tanya Beth kemudian seraya memicing curiga.


"Hanya ada temanku."


"Laki-laki atau perempuan? Coba arahkan kameranya ke teman Abang!" Cecar Beth yang stdah benar-benar curiga. Karena dilihat dari bayangan yang sekilas tadi, seseorang yang berada di kamar Abang Timmy lebih mirip seorang perempuan. Rambutnya panjang dan ada tonjolan juga di dadanya.


"Dia tidak mau!" Jawab Timmy cepat.


"Beth curiga! Jangan-jangan Abang menyembunyikan seorang gadis--"


"Uhuuk! Uhuuk!" Terdengar suara batuk di kamar Timmy.


"Tu kan! Itu batuknya cewek, Bang!" Sergah Beth cepat yang langsung membuat Timmy berdecak.


"Sok tahu kamu!"


"Abang punya pacar?" Cecar Beth lagi penasaran.


"Beth akan mencari tahu!" Beth langsung menuding pada sang Abang.


"Coba saja!"


"Bye!"


Video call terputus dan Beth benar-benar penasaran sekarang.


"Benar, kan Abang Timmy punya pacar!"


"Aku akan ke kost-an Abang Timmy besok untuk mencari tahu!" Tekad Beth seraya menyelesaikan riasannya. Sekarang Beth sudah siap pergi ke acara ulang tahu Rossie!


****


Fairel sudah bersiap pergi ke pesta ulang tahun Rossie. Pria itu kini berdiri di bawah tangga, saat terdengar derap langkah seseorang yang menuruni tangga.


Huh! Akhirnya Reina akan pergi juga ke acara ulang tahun Rossie!


Namun harapan Fairel mendadak langsung menguap pergi, saat pria itu melihat penampilan Reina yang baru turun. Alih-alih mengenakan gaun, Reina malah terlihat mengenakan celana pendek dan sebuah kaos longgar. Te tu saja hal itu langsing membuat Fairel bersedekap, sembari mendelik pada sang adik.


"Ada apa?" Tanya Reina dengan raut tanpa dosanya.


Apa gadis ini amnesia karena rindu pada Angga?


"Kau akan ke pesta ulang tahun Rossie memakai kaos longgar dan celana pendek begitu?"


"Luar biasa! Antimainstream!" Fairel ganti bertepuk tangan dengan lebay.


"Aku tidak enak badan. Jadi aku tidak akan datang malam ini," ucap Reina seraya melipat tangannya di depan dada.


Tumben!


Apa Reina tidak mau cari muka di depan keluarga calon mertuanya?


"Tapi Rossie sahabat dan calon kakak iparmu, Rei!" Sergah Fairel yang mendadak merasa geregetan pada sang adik.


"Calon kakak ipar?" Reina terlihat mengernyit bingung.


"Baiklah, calon adik ipar merangkap calon kakak ipar. Kedepannya Rossie akan jadi istriku," koreksi Fairel akhirnya tapi masih dengan penuh percaya diri.


Reina terlihat menahan tawa.


"Apa! Tinggal bilang amin saja! Kenapa malah tertawa?" Sungut Fairel tak terima. Padahal malam ini Fairel mau membuktikan pada Reina dan semua orang, kalau dirinya hendak melamar Rossie. Tapi Reina malah katanya tidak mau datang ke acara ulang tahun Rossie.


Payah!


"Baiklah, Amin!" Ucap Reina akhirnya yang langsung membuat Fairel manggut-manggut.


Akhirnya Reina pengertian juga!


"Cepat ganti baju kalau begitu! Aku tunggu di mobil!" Perintah Fairel selanjutnya pada sang adik.


"Tidak mau!" Tolak Reina tegas.


"Aku akan menggantikan kau baju kalau begitu!" Ancam Fairel sembari mendelik yang malah membuat Reina tergelak. Dasar sinting!


"Aku sungguh-sungguh!" Fairel tiba-tiba sudah melakukan satu gerakan cepat untuk mengangkat tubuh Reina dan meletakkannya di pundak. Fairel kuat juga, ya!


Hari ini mengangkat Reina dulu, besok baru mengangkat Rossie ala bridal!


"Abaang!" Teriak Reina keras yang hanya diabaikan oleh Fairel.


Fairel langsung bergerak menaiki tangga masih sambil menggendong Reina di pundaknya.


"Gila! Kau berat juga, Rei!" Gumam Fairel dengan nafas ngos-ngosan yang sontak langsung membuat Reina memukul punggung Abangnya tersebut.


"Lepaskan makanya!" Ronta Reina yang tak berhenti memukul-mukul punggung Fairel.


"Abang! Turunkan Reina!"


"Iiihhhh!" Reina masih tak berhenti berontak dan memukul-mukul punggung Fairel.


"Diam!" Gertak Fairel yang tak mampu lagi berkata-kata karena nafasnya yang nyaris putus karena naik tangga sembari menggendong Reina.


"Iiihhh!" Reina mulai geregetan sekarang.


"Sudah-"


"Sampai!" Lapor Fairel dengan nafas yang sudah ngos-ngosan tak karuan. Akhirnya Fairel berhasil juga menggendong Reina sampai ke depan kamar gadis itu.


Anggap saja latihan, Fairel! Jadi besok saat menggendong Rossie, Fairel tak akan lagi ngos-ngosan!


"Cepat-"


"Kau-"


Braaak!


Fairel belum menyelesaikan kalimatnya, saat Reina tiba-tiba sudah masuk ke kamarnya dan membanting pintu. Terdengar suara kunci yang diputar juga dari dalam kamar.


"Reina! Aku menyuruhmu ganti baju dan bukannya mengunci diri di kamar!"


"Buka pintunya, Rei!" Fairel terus menggedor pintu kamar sang adik, berharap Reina akan mau menuruti perkataannya.


"Reina!"


"Pergi saja sendiri!" Teriak Reina dari dalam kamar


"Ck! Dasar adik tak pengertian!" Gerutu Fairel yang masih sedikit ngos-ngosan.


Fairel akhir merapikan kembali kemejanya, sebelum balik kanan dan turun lagi ke lantai bawah.


Baiklah, Fairel akan datang sendiri ke acara ulang tahun Rossie, sekaligus melamar Rossie malam ini!


Reina pasti akan menyesal malam ini karena tidak mau datang dan menyaksikan acara lamaran Fairel yang super super romantis!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.