
Ciiiittt!!
Fairel menginjak rem dengan kasar begitu mobilnya memasuki halaman B&D Resto yang terlihat sepi. Bahkan Fairel hanya menarkir mobilnya sembarangan tanpa memperhatikan garis batas parkir.
Siapa peduli!
Fairel sedang ingin menggrebek Keano yang melarikan gadis tengah malam begini.
Ya, tadi Fairel memang langsung meluncur ke kediaman Hadinata setelah ia membawa kue kejutan untuk Beth. Fairel hanya terlambat lima belas menit dan ternyata Rossie sydah dibawa kabur oleh Keano.
Setidaknya itulah yang tadi dikatakan Uncle Robert.
Menyebalkan sekali!
Hanya terlambat lima belas menit gara-gara Beth tadi lambat membungkus kue!
Atau gara-gara Fairel yang tadi tak langsung pergi dan malah berbasa-basi pada Beth lalu sok-sokan mengkhawatirkan gadis yang malam ini tidur di toko tersebut.
Apa di dalam toko Beth ada kasur? Kenapa tadi Fairel tak bertanya dan memastikan? Bagaimana kalau Beth ternyata hanya tidur beralaskan koran....
"Shhhh! Shuuh shuuh!" Fairel menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat karena pria itu yang entah mengapa malah mengkhawatirkan Beth.
"Aku tadi mau memberikan kejutan ulang tahun untuk Rossie! Kenapa sekarang aku malah memikirkan si tukang kue dari kegelapan itu!
Abaikan saja, Iel!
Beth pasti berkulit badak dan baik-baik saja meskipun tidur di atas lantai! Tak usah mengkhawatirkannya dengan berlebihan begitu!
Fairel akhirnya turun dari mobil lalu segera menggedor pintu depan B&D Resto seperti orang kesetanan.
"Keano!"
"Keano, keluar kau!"
"Berikan Rossie untukku dan berhenti jadi buaya, kadal, biawak!"
"Jangan serakah!"
"Keluar!!!" Fairel terus menggedor pintu depan B&D Resto yang terlihat sepi. Bahkan mobil atau motor Keano juga tak terlihat di halaman parkir.
Sebentar!
Kalau Keano dan Rossie masih di dalam, bukankah seharusnya mobil atau motor Keano juga ada di tempat parkir?
Lalu kalau kendaraan Keano tidak ada di tempat parkir itu artinya.....
"Tidak mungkin!" Fairel sudah mengepalkan tangannya dengan kuat.
Mustahil Keano sudah membawa Rossie ke hotel, lalu melakukan sesuatu....
"Sial, brengsek! Ini tidak bisa dibiarkan!"
Fairel baru saja akan kembali ke mobilnya, saat tiba-tiba sebuah lampu senter yang menyilaukan menyorot ke arahnya.
"Siapa disana!" Gertak sebuah suara dibarengi dengan derap langkah yang sepertinya berasal dari beberapa orang.
Oh, sial!
Apa Fairel dikira maling sekarang karena tadi menggedor-gedor pintu B&D Resto dengan penuh emosi?
Sebaiknya Fairel langsung kabur saja!
Fairel langsung berlari ke arah mobilnya dengan cepat, dan tangannya juga sudah meraih handle pintu mobil, saat tiba-tiba dua tangan besar sudah menahan pundaknya.
Oh, tidak!
Fairel tertangkap security!
Sial, sial, sial!
"Pak Fairel?" Ucap salah seorang security yang rupanya mengenali Fairel.
Jantung Fairel yangvtadu sudah berdegup kencang dan nyaris melompat keluar dari rongganya, seakan kembali terpasang ditempatnya dan mulai berdetak teratur.
Fairel baru ingat kalau dirinya cucunya Opa Dev dan restoran ini milik Opa Dev.
Lalu kenapa Fairel tadi harus gugup dan malah ingin kabur? Dasar bodoh!
Semua gara-gara Keano!
"Ya, aku Fairel!" Jawab Fairel akhirnya seraya merapikan kemejanya.
Huh!
Fairel masih berusaha mengatur nafasnya.
Pacar katanya!
Rossie itu kan pacarnya Fairel! Bukan Keano!
Asem memang Keano Halley Abian itu! Fairel tak akan membiarkan Keano menjadi pacar Rossie!
Rossie hanya boleh menjadi pacar dan milik Fairel selamanya!
"Keano sudah lama yang pergi?" Tanya Fairel akhirnya pada security.
"Sudah sekitar sepuluh menit yang lalu, Pak!" Jawab security yang langsung membuat Fairel berdecak.
Tadi ke rumah Rossie terlambat!
Sekarang menyusul ke Resto terlambat juga!
Kenapa Fairel selalu terlambat begini?
Keano pasti bermain curang!
"Baiklah! Aku akan pulang saja!" Ucap Fairel akhirnya dengan nada kesal dan hati yang sangat-sangat jengkel!
Fairel lalu masuk ke dalam mobil dan pria itu memukul-mukul stir mobil demi meluapkan kekesalannya. Setelah puas meluapkan rasa kesalnya, Fairel lanjut melajukan mobilnya kembali ke rumah Rossie.
Fairel benar-benar sudah seperti orang sinting malam ini!
****
Fairel yang sudah sampai lagi di rumah Rossie, mumutuskan untuk tidak membunyikan klakson. Rumah Rossie terlihat sudah sepi dan pintu pagarnya juga sudah tertutup rapat. Fairel lalu melihat arloji di tangannya yang sudah menunjukkan hampir pukul dua dinihari.
"Kira-kira Rossie diantar pulang oleh Keano atau diajak pergi ke hotel, ya?" Tanya Fairel pada dirinya sendiri. Hati Fairel rasanya benar-benar sudah tak karuan sekaranh dan Fairel hanya ingin mengamuk pada Keano menyebalkan yang sudah menghancurkan rencana indahnya malam ini untuk memberikan kejutan pada Rossie.
Hhh!
Keano menyebalkan dan Reina juga menyebalkan karena adik Fairel itu yang sydah membuat Fairel terlambat datang ke rumah Rossie dan didahului oleh Keano!
Semua orangnya benar-benar menyebalkan!
Setelah menimbang beberapa saat, Fairel akhirnya memutuskan untuk turun dan menyapa security di rumah Rossie, sekalian menanyakan apa Rossie sudah pulang atau belum.
"Selamat malam, Pak Fairel!" Sapa security yang lumayan kenal pada Fairel tersebut.
"Malam! Apa Rossie sudah pulang?" Tanya Fairel to the point.
"Sudah, Pak! Sudah diantar tadi oleh Pak Keano sekitar sepuluh menit yang lalu," jawab security seraya melihat arloji di tangannya.
"Sepuluh menit yang lalu! Kenapa aku selalu terlambat sepuluh menit, lima belas menit!" Fairel menggeram dalam hati dan tak berhenti merutuki kesialannya malam ini.
Mungkin seharusnya Fairel tadi tak perlu menyusul Keano ke B&D Resto dan tetap menunggu di rumah Uncle Robert saja. Lalu Fairel bisa melabrak Keano saat pria itu mengantar pulang Rossie!
Hhhh!
Stupid Fairel!
Fairel lalu mengintip ke dalam kediaman Hadinata yang sudah sunyi senyap. Ingin rasanya Fairel masuk dan mencecar Rossie tentang apa saja yang yadi dilakukan oleh Keano. Tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat!
Baiklah!
Besok saja!
Setelah sedikit berbasa-basi pada security, Fairel akhirnya pamit pulang bersama kuenya yang tak jadi ia berikan pada Rossie.
Fairel menatap sejenak pada kue yang masih terbungkus box tersebut. Pria itu lalu mengeluarkan kotak cincin yang sebenarnya tadi ingin ia pakai untuk melamar Rossie.
Tapi gagal karena Keano sialan!
Baiklah, Fairel akan melamar Rossie di acara ulang tahun Rossie nanti di depan semua keluarga dan juga teman-teman Rossie. Fairel akan sekalian membuat Keano tak berkutik dan mati langkah.
"Awas kau Keano!" Gumam Fairel geram sebelum kemudian pria itu melajukan mobilnya menembus malam yang sunyi menuju ke kediaman Halley.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Oh, iya bab yang tadi malam aku up belum selesai sebenarnya tapi karena udah ngantuk berat jadi nggak sengaja kepencet tombol kirim 🙈
Udah aku benerin dan selesaikan bab-nya. Bisa dibaca ulang jika berkenan.
Mohon maaf lahir batin untuk semuanya, ya!