Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
SUDAH!


"Matikan alarm-nya, Beth! Kenapa kau memasang alarm?" Cerocos Fairel saat suara alarm dari ponsel Beth mengganggu tidurnya yang baru sebentar.


"Aku harus membuat rollcake pagi ini--"


"Aaarrggh! Iel!" Pekik Beth saat Fairel tiba-tiba sudah mendekapnya dengan erat.


"Tidak usah membuat rollcake! Aku sekarang tak lagi kecanduan rollcake-mu!"


"Aku kecanduan bercinta denganmu!" Fairel ganti membalik tubuh Beth hingga menghadap ke arahnya. Lalu pria itu segera menciumi Beth dengan bertubi-tubi.


"Hoaaaaam!" Fairel kemudian menguap di depan wajah Beth, yang tentu saja hal tersebut membuat Beth langsung menarik mundur wajahnya agar tak tersedot oleh mulut Fairel yang menganga lebar.


Hahahaha konyol!


"Aku ngantuk sekali, Beth!" Keluy Fairel kemudian yang masih mendekap Beth dengan erat bak guling.


"Tidur!" Ucap Beth cepat sembari menatap wajah Fairel yang amat sangat dekat dengannya.


"Kau tidur juga, ya!" Fairel mencium kening Beth.


"Aku mau mandi, Iel! Badanku lengket semua karena sejak semalam kau tak mau melepaskanku!" Keluh Beth seraya merengut.


"Tidak usah mandi! Aku suka aromamu, kok!" Tukas Fairel dengan mata yang terpejam. Fairel bahkan sudah mengangkat lengan Beth dan mencium ketiak Beth tanpa ragu.


Sedikit absurd!


Tapi sudahlah!


Namanya juga Fairel! Sukanya melakukan hal-hal absurd yang kadang diluar nalar. Oven panas saja dia peluk-peluk!


"Lalu kapan aku boleh mandi? Aku juga lapar sekarang," keluh Beth selanjutnya.


"Lima menit lagi. Aku akan tidur sebentar dan nanti aku mandikan."


"Kita kan belum pernah mandi bareng," ujar Fairel yang langsung membuat Beth berdecak.


"Aku masih bisa mandi sendiri--"


"Ssssshhhh!! Diamlah dan biarkan aku tidur lima menit. Atau kau tak akan kunjung mandi nanti." Fairel sudah membungkam mulut Beth memakai telapak tangannya. Beth lalu kembali merengut seraya mengusap perutnya yang sudah sangat keroncongan.


Fairel benar-benar keterlaluan!


"Iel!" Panggil Beth setelah lima menit Fairel diam dan memejamkan mata.


"Iel, sudah lima menit. Aku boleh mandi sekarang?" Tanya Beth sambil berusaha melepaskan dekapan Fairel. Namun entah jurus apa yang dipakai Fairel untuk mendekapnya, Beth benar-benar tak bisa lolos sekarang.


"Ck! Iel!" Beth yang sudah sangat-sangat kesal akhirnya menggigit pipi Fairel dan membuay suaminya itu menjerit.


"Aaarrgghhh!!"


"Makanya bangun! Aku mau mandi!" Ucap Beth dengan nada galak pada Fairel yang masih meringis lebay seraya memegangi pipinya.


"Kenapa kau menggigit pipiku, Beth?" Tanya Fairel tak terima.


"Kau tak kunjung bangun dan tak mau melepaskan dekapanmu! Aku kan mau mandi!" Jawab Beth tetap dengan nada galak.


"Satu ronde lagi lalu kau boleh mandi!" Faire tiba-tiba sudah berguling dan menindih Beth.


Lagi!


"Iel, aku sudah tak bisa melakukannya," ujar Beth beralasan.


"Hanya tinggal berbaring dan aku yang akan melakukannya." Fairel langsung melahap dada Beth, lalu sedikit menggigit ujungnya.


"Aaaarrggh!" Beth refleks menjerit sembari menjambak dan menarik rambut Fairel.


"Kenapa kamu gigit ujungnya? Nanti kalau putus bagaimana?" Protes Beth berapi-api dan Fairel malah terkekeh sekarang.


"Nanti aku sambung lagi kalau putus!" Jawab Fairel enteng.


Fairel lalu bersiap melahap gunung kembar Beth lagi. Namun dengan cepat ditampik oleh Beth.


"Ish! Aku mau foreplay dulu!" Decak Fairel yang kembali berusaha untuk meraih gundukan kenyal di dada Beth memakai mulutnya.


"Tidak mau! Aku masih menginginkannya!" Sergah Fairel keras kepala.


"Rasanya menyenangkan, Beth! Dan membuag candu!" Imbuh Fairel lagi.


"Tapi tak harus kamu kebut juga! Nanti malam kan masih bisa dilanjut!"


"Dan pagi ini memangnya kau tidak ke kantor?" Tanya Beth kemudian mengingatkan Fairel, mengingat ini masih hari Jum'at dan belum weekend.


"Aku bolos saja! Ada Ryan yang bisa menggantikanku," jawab Fairel yang langsung membuat Beth berdecak.


"Dad juga pasti maklum. Kan baru semalam kita menikah," imbuh Fairel lagi.


"Tapi aku lapar dan mau makan!" Keluh Beth selanjutnya


"Kita lakukan satu ronde lagi--"


"Biarkan aku makan dulu, lalu setelah itu kau boleh melakukannya seharian!" Beth berusaha melakukan negosiasi.


"Benar seharian? Kau tak akan menolak jika aku minta melakukan seperti yang semalam?" Fairel memastikan sekali lagi.


"Yang semalam yang mana?" Beth langsung mengernyit bingung.


"Makan kaktus." Fairel menaik turunkan alisnya dan Beth seketika langsung tersipu.


Ternyata mimpi Beth semalam itu bukan mimli biasa, melainkan luar biasa karena Beth mengjgau juga. Ya ampun! Benar-benar di luar dugaan.


"Tidak menolak, kan?" Fairel memastikan sekali lagi.


"Tidak! Posisi enam sembilan juga bo--" Beth langsung membungkam mulutnya sendiri yang malah keceplosan.


Etdah! Gagal sudah Beth cosplay menjadi Beth yang polos!


"Apa katamu tadi? Posisi enam sembilan?" Fairel sontak tergelak.


"Nonton dimana, hayo!" Tanya Fairel kemudian seolah sedang menginterogasi Beth.


"Ck! Ada dimana-mana! Kenapa harus tanya?" Jawab Beth dengan nada malas.


"Tapi tadi malam bilang masih polos dan belum pengalaman--"


"Memang belum ada pengalaman secara langsung! Kalau lihat lewat video atau film ya pernah! Usia sudah seperempat abad, masa iya nonton begituan tidak pernah!" Beth akhirnya membuat pengakuan blak-blakan yang semakin membuat Fairel tergelak.


"Baiklah kalau begitu! Kita coba posisi enam sembilan malam ini!" Tekad Fairel kemudian penuh semangat.


"Sekarang aku boleh makan?" Tanya Beth nyaris tak bertenaga. Tangan dan kaki Beth juga sedikit gemetaran.


"Mandi dulu, Istriku!" Jawab Fairel sembari mencium pipi Beth. Fairel lalu segera membantu Beth untuk bangun dan duduk.


"Aku mandikan, ya!" Ujar Fairel kemudian sedikit memaksa.


"Aku mandi sendiri saja, Iel!" Tolak Beth srmabri menurunkan kedua kakinya dari ranjang. Beth lalu mengedarkan pandangannya yang sedikit mengabur untuk mencari bajunya.


Kenapa pandangan Beth jadi kabur begini?


"Yakin tak mau aku mandkan, Beth?" Tawar Fairel lagi yang kini sudah menyandarkan dagunya di pundak Beth.


"Tidak--" Beth bangkit berdiri dengan cepat, saat mendadak dunianya terasa berputar.


Beth diam sejenak, lalu sedetik kemudian, tubuh wanita itu sudah ambruk lagi ke atas ranjang dan ke atas pangkuan Fairel.


"Beth!!"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.