
Fairel yang sedang berdiri tak jauh dari meja penerima tamu, memilih untuk langsung pergi, saat melihat Rossie yang datang bersama Keano malam ini. Dua sejoli itu bahkan mengenakan gaun dan kemeja warna senada, dan sudah seperti pasangan suami istri saja.
Cih!
Fairel tak peduli dan Fairel sudah move on!
Fairel memilih untuk langsung pergi ke meja berisi gelas-geoas yang penuh dengan minuman. Pria itu lalu mengamb satu gelas dan meneguk isinya dengan tandas.
"Sedang frustasi?" Tanya Ryan yang lebih mirip sebuah sindirian. Rasanya ingin Fairel rem*s saja bibir sepupu menyebalkannya ini andai tak ada Nona di sebelahnya.
"Frustasi kenapa? Aku baik-baik saja!" Sergah Fairel seraya menunjukkan raut wajah pongahnya pada Ryan.
"Tapi aku tadi melihat Rossie datang bersama Keano--"
"Ya! Mereka memang sudah jadian dan sebentar lagi akan ada pengumuman kapan pernikahan mereka digelar!"
"Mungkin akan berbarengan dengan pernikahan Angga dan Reina!" Jawab Fairel dengan nada berapi-api.
"Poor Fairel!" Ryan pura-pura memasang wajah melas, yang langsung membuat Fairel berdecak.
"Aku tak selemah itu dan aku juga sudah lama move on!" Jawab Fairel tetap pongah.
Pembawa acara sudah menyapa para tamu undangan dan sepertinya acara memang sudah dimulai.
"Bagus kalau begitu!" Ryan langsung menepuk punggung Fairel.
"Wanita di dunia ini tak hanya Rossie! Masih ada si tukang kue bercelana kodok--" Ryan tak melanjutkan kalimatnya karena Fairel sudah mendelik horor ke arahnya.
"Kau serasi dengan...."
"Siapa namanya?" Tanya Ryan yang masih tak gentar dengan delikan tajam dari Fairel.
"Beth!" Jawab Fairel ketus.
"Lagipula, kenapa kau tanya-tanya? Kau naksir pada Beth dan hendak selingkuh?" Fairel balik bertanya pada Ryan sembari memancing emosi Nona yang sedari tadi masih berdiri di samping Ryan.
Sesekali, sepupu Fairel yang menyebalkan ini juga butuh diberi pelajaran.
"Beth siapa, Ryan?" Tanya Nona yang sudah ganti mendelik pada Ryan.
"Si tukang kue pacarnya Fairel! Aku tak mungkin selingkuh, Sayang!" Jawab Ryan seraya menenamgkan Nona yang mulai tersulut emosinya.
"Dia bukan pacarku! Sembarangan saja!" Sergah Fairel yang merasa tak terima karena Ryan yang asal menyebut Beth sebagai pacarnya.
Fairel saja kerap kesal pada tukang kue menyebalkan itu! Jadi bagaimana ceritanya, Fairel bisa pacaran dengan Beth?
Mustahil!
Fairel sudah tak terlalu menggubris Ryan yang masih sibuk menenangkan dan menjelaskan pada Nona perihal siapa itu Beth. Oria itu ganti mengedarkan pandangannya ke panggung acara dimana Rossie sudah naik ke atas panggung untuk membawakan cincin pertunangan Reina dan Angga.
Lalu Fairel ganti menatap ke arah pria yang sesang fokus menatap Rossie dari kejauhan. Siapa lagi kalau bukan Keano menyebalkan!
Fairel langsung menghampiri sepupu yang secara silsilah adalah adiknya namun usianya lebih tua dari Fairel tersebut.
"Senyum-senyum sendiri seperti orang gila!" Cibir Fairel pada Keano yangvtampak terkejut dengan kehadiran Fairel di sebelahnya. Sudah seperti melihat hantu saja!
"Apa?" Fairel mendelik pada Keano yang tampak salah tingkah.
"Bang, soal siang ta--"
"Ssshhhh!" Fairel langsung memotong sekaligus membungkam kasar mulut Keano. Fairel lalu lanjut mengibaskan tangannya di depan wajah sepupunya tersebut.
"Aku sedang tak mau bicara padamu!" Ucap Fairel sambil kembali mendelik pada Keano.
"Berikan tepuk tangan untuk pasangan romantis kita malam ini, Angga dan Reina!"
Seruan dari pembawa acara, membuat Fairel dan Keano sama-sama menoleh ke arah dua sejoli yang sebentar lagi akan bertukar cincin. Namun kemudian ada sedikit kesalahan, saat Angga yang malah menyodorkan tangan kirinya alih-alih tangan kanannya pada Reina.
"Sepertinya sudah ada yang kebelet dan ingin langsung menikah!" Celetuk Fairel pada dua sejoli yang tampak gugup di depan sana. Tentu saja suara Fairel tidak bisa dibilang pelan karena beberapa tamu undangan langsung menoleh ke arah Abang kandung Reina tersebut.
"Bang!" Panggil Keano lagi pada Fairel yang masih melemparkan tatapannya ke arah Reina dan Angga.
"Ya!" Jawab Fairel tanpa sedikitpun menatap pada Keano. Fairel terus saja mengarahkan pandangannya ke depan, dimana acara tukar cincin sudah selesai dilaksanakan dan Reina serta Angga mungkin akan berciuman tak lama lagi. Sama seperti apa yang dilakukan Keano dan Rossie siang tadi di B&D Resto!
Huh! Menyebalkan!
"Bang!" Tegur Keano sekali lagi, dan kali ini Fairel akhirnya nenoleh pada sepupunya tersebut.
"Aku punya satu saran menarik untukmu, Keano Halley Abian yang menyebalkan!" Ucap Fairel dengan nada sinis sembari menatap Keano dengan tajam.
"Saran apa?" Tanya Keano yang raut wajahnya langsung berubah bingung.
"Jika memang kau dan Rossie sudah menjalin hubungan sekian tahun lamanya, kenapa kalian tidak segera membawanya ke jenjang yang lebih serius saja dan bukan malah melakukan hal mesum di ruanganmu-"
"Kami baru melakukannya satu kali!" Sergah Keano yang malah langsung membuat pengakuan.
Fairel langsung berdecih dan kembali menatap sinis pada sepupunya tersebut, sebelum kemudian pria itu berlalu pergi dan meninggalkan Keano.
Fairel langsung pergi ke panggung di depan, atau lebih tepatnya ke dekat Angga dan Reina yang saling bersikap canggung sekarang.
Kenapa lagi dua sejoli itu? Sudah tak sabar untuk segera menikah? Baiklah, Fairel tak akan lagi menghalangi langkah mereka sekarang!
"Tes!"
"Maaf menyela."
Fairel sudah mengambil alih mikrofone dan menyapa semua tamu yang hadir dengan sesikit basa-basi. Sekalian saja Fairel umumkan malam ini agar Reina dan Angga tak perlu lagi mencetak undangan!
Hemat kertas, hemat waktu dan tenaga!
"Pertama, saya sebagai abang dari Reina Faranisa Halley-"
"Faranisa Reina Halley!" Desis Reina mengoreksi karena Fairel terbalik menyebut nama panjang Reina. Padahal memang sengaja!
"Sama saja, kan?" Ujar Fairel enteng sembari mencibir ke arah Reina.
"Eheem!" Terdengar deheman dari Dad Liam yang seolah memberikan kode agar Fairel cepat-cepat menyampaiakn apapun yang hendak ia sampaikan. Huh! Selalu saja begitu!
"Baiklah, saya lanjutkan!" Fairel ikut berdehem seperti Dad Liam
"Pertama, saya ingin memberikan selamat untuk pasangan Reina dan Angga!" Fairel menatap ke arah Reina yang terlihat menjaga jarak dari Angga.
Gimmick!
Padahal biasanya juga nempel terus seperti perangko!
"Kenapa kalian berdua berjauhan begitu?" Komentar Fairel yang langsung membuat Angga dan Reina buru-buru mendekat lalu berpegangan tangan.
"Bagus!"
"Karena aku mau menyampaikan sebuah kabar gembira untuk semuanya!" Ucap Fairel lagi melanjutkan pidatonya.
"Jadi, setelah malam ini Angga dan Reina bertunangan, mereka selanjutnya akan menikah minggu depan!"
"Tepatnya di hari Minggu, dan di lokasi yang sama juga. Di kediaman Halley sesuai impian Reina!" Ujar Fairel dengan nada lantang yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari semua tamu undangan.
"Minggu depan?" Gumam Reina yang sepertinya begitu shock dengan pengumuman yang disampaikan oleh Fairel tadi.
Ya, Fairel sebenarnya memang belum.mengajak siapapun berdiskusi mengenai keputusan penting ini, karena Fairel memang mumutuskannya secara sepihak!
Toh, memang sudah sejak lama Angga dan Reina ngebet ingin segera menikah! Jadi Fairel tak akan menghalangi lagi dengan alasan Fairel tak mau dilangkahi.
Sekarang Fairel sudah ikhlas dilangkahi oleh Reina dan Fairel juga akan move on dari kegilaannya dalam mengejar-ngejar Rossie.
Bukan akan! Tapi sudah!
Fairel sudah move on!
Fairel yang sudah selesai menyampaikan pengumuman waktu pernikahan Angga dan Reina, segera turun dari atas panggung. Tentu saja tatapan tajam serta berondongan pertanyaan langsung menyambut Fairel yang baru turun.
"Iel! Kenapa mendadak kau menyampaikan pengumuman tadi?" Tanya Dad Liam diikuti cecaran pertanyaan dari Dad Liam, Mom Yumi, Aunty Sita, dan Uncle Robert yang kini sudah mengerubungi Fairel dan sepertinya mereka semua sedang menunggu penjelasan dari Fairel.
Bahkan Reina dan Angga juga sudah turun dari atas panggung dan ikut mengerubungi Fairel yang raut wajahnya tetap santai.
"Kau bahkan belum berdiskusi dengan kami, Iel!" Gantian Mom Yumi yang mencecar Fairel
"Iel hanya mewujudkan impian mereka berdua, Mom, Dad!" Jawab Fairel akhirnya, setelah ia punya kesempatan untuk bicara. Tak lupa Fairel juga menunjuk ke arah Reina dan Angga yang kini berdiri berdampingan.
Dua sejoli yang selalu romantis!
"Impian apa?" Tanya Angga dan Reina serempak.
"Impian kalian yang sudah kebelet dan ingin cepat menikah!" Jawab Fairel cepat. Sepertinya dua sejoli yang Fairel sebut selalu romantis itu sedang sama-sama terkena amnesia!
"Tapi bukankah Abang Fairel sendiri yang menyuruh kami menunda pernikahan karena abang tidak mau dilangkahi?" Tanya Reina yang entahmengapa raut wajahnya terlihat tak senang atas pengumuman yang tadi disampaikan oleh Fairel. Apa pada akhirnya Reina sudah berubah haluan dan tak ingin lagi menjadi istri Angga?
Patut diselidiki!
"Aku berubah pikiran!" Jawab Fairel kemudian seraya menatap tegas pada Reina dan semuabyang mengerubunginya.
"Lagipula, kata Mom kelakuan kalian berdua saat sedang berduaan juga sudah sangat mengkhawatirkan. Jadi ketimbang nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bukankah lebih baik kalau pernikahan kalian dipercepat saja?" Sambung Fairel lagi membeberkan alasan yang mendadak melintas di kepalanya.
Ya, Fairel mendadak ingat pada curhatan Mom Yumi tempo hari tentang Reina dan Angga yang kerap berduaan di apartemen Angga setelah pulang dari kantor.
Hmmmm.... Jangan-jangan!
Angga dan Reina seketika langsung diam dan tak protes lagi.
Hahaha! Baru saja kena skakmat sepertinya!
"Tapi apa ini tidak terlalu mendadak, Yum?" Tanya Aunty Sita yang akhirnya buka suara meskipun wajah mantan calon mama mertua Fairel itu masih terlihat bingung.
Sayang sekali!
Padahal Fairel dulu sudah mati-matian mengambil hati Aunty Sita hingga dirinya kerap mendapat omelan dari Uncle Robert.
"Tenang saja, Aunty! Dad dan Mom adalah pakar dari acara pernikahan yang mendadak karena mereka sudah punya pengalaman pribadi," ujar Fairel akhirnya menenangkan Aunty Sita. Langsung terdengar decakan dari Dad Liam.
"Nanti Iel akan minta bantuan Omi dan Opi juga, jika memang Dad merasa tak sanggup," bisik Fairel selanjutnya pada Dad Liam yang langsung memelototinya dengan horor.
"Dad, Aunty Anne, Aunty Thalita, Aunty Thalia, semuanya menikah dadakan juga, kan! Jadi Omi dan Opi adalah pakar dari segala pakar," seloroh Fairel lagi tetap sambil bisik-bisik.
"Sok tahu kamu!" Geram Dad Liam yang langsung menoyor kepala sang putra.
"Liam, Iel, sudah!" Desis Mom Yumi yang buru-buru menghentikan tingkah kekanakan sang anak dan juga sang suami. Sebelas dua belas memang anak dan bapak itu!
Fairel lalu menghampiri Angga dan Reina yang sejak tadi hanya diam.
"Selamat, Calon pengantin! Besok kalian sudah bisa memulai foto prewed!" Ucap Fairel, sebelum kemudian pria itu berlalu pergi menuju ke meja minuman lagi.
Fairel butuh banyak air sekarang!
.
.
.
Ini sambungan dari "Segitiga Cinta Reina" Bab 40 dan "Pilihan Hati Rossie" bab 54
Jadi tiga judul cerita ini memang timming-nya bersambungan, ya!
Bisa dibaca tiga-tiganya agar paham dan tak bingung.
Terima kasih yang sudah mampir.