Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
HAMIL?


"Apa Beth hamil, Eth?" Tanya Fairel tiba-tiba pada Dokter Ethan yang kinj sedang memeriksa Beth.


Mom Yumi dan Dad Liam yang juga berada di kamar Fairel, langsung saling bertukar pandang setelah mendengar pertanyaan horor Fairel barusan.


"Jangan bilang kau sudah mencicil sebelum sah!" Dad Liam refleks menjewer telinga Fairel.


"Dad!!" Pekik Fairel yang langsung meringis.


"Ngaku!" Bentak Dad Liam galak.


"Ngaku apa? Mencicil apa? Iel saja baru tadi malam unboxing dan Beth malah pingsan sekarang," ujar Fairel blak-blakan yang langsung membuat Dad Liam berdecak.


"Jadi, kau mengajak Beth unboxing sejak semalam tanpa jeda?" Tanya Dokter Ethan kemudian pada Fairel.


"Ya! Kami kan pengantin baru! Kau sendiri sudah menikah juga, kan? Pasti paham, dong!" Jawab Fairel seraya bercerocos yang tentu saja langsung membuat dokter Ethan terkekeh. Pria berkacamata yang juga merupakan keponakan dari Aunty Audrey itu kemudian geleng-geleng kepala.


"Kenapa malah tertawa? Jadinya Beth hamil atau tidak?" Cecar Fairel lagi.


"Katamu baru semalam unboxing. Hebat sekali kalau langsung jadi dan langsung positif," gumam Dokter Ethan yang masih geleng-geleng kepala.


"Mirip seperti kau dulu," bisik nanti Mom Yumi pada Dad Liam yang langsung berdecak.


"Aku tak seperti itu!" Sanggah Dad Liam kemudian dan Mom Yumi hanya mencibir.


"Jadinya Beth sakit apa, Ethan? Cepat katakan dan jangan bertele-tele!" Perintah Fairel kemudian dengan nada galak.


"Kau tadi sudah mengajak istrimu sarapan?" Bukannya menjawab pertanyaan Fairel, Ethan malah balik bertanya atau lebih tepatnya menginterogasi Fairel.


Fairel langsung terdiam sejenak. Dan saat Fairel hendak menjawab, Beth rupanya sudah bangun.


"Iel, aku boleh sarapan sekarang?" Tanya Beth lirih yang langsung membuat Mom Yumi dan Dad Liam mendelik berbarengan pada Fairel.


"Hehe, Iel tadinya mau mengajak Beth sarapan, Mom!"


"Tapi Beth malah pingsan duluan," ujar Fairel beralasan, sembari pria itu menggaruk kepalanya sendiri. Dad Liam sontak kembali menjewer tekinga putra sulungnya tersebut.


"Keterlaluan kamu, Iel!" Geram Dad Liam pada Fairel yang kini meringis lebay.


"Beth, tolong aku!" Rengek Fairel sembari meraih tangan Beth.


"Beth hanya butuh sarapan, Aunty," ujar Dokter Ethan kemudian seraya membereskan peralatannya.


"Kau yakin kalau Beth belum hamil, Eth?" Tanya Fairel sekali lagi yang telinganya masih dijewer oleh Dad Liam.


"Hamil?" Beth langsung ternganga dan menatap tak percaya pada Fairel.


Hamil darimananya?


Baru semalam melakukannya, masa iya sudah langsung hamil!


"Kau bisa beli testpack saja dan memeriksanya sendiri, Iel!" Saran Dokter Ethan seraya membenarkan kacamatanya.


"Dan jangan lupa untuk mengajak Beth makan, jika ingin lembur semalaman," imbuh Dokter Ethan sembari berbisik di telinga Fairel yang langsung berdecak.


"Iya, aku tahu!" Jawab Fairel galak.


"Saya pamit dulu, Uncle!" Pamit Dokter Ethan kemudian pada Dad Liam.


Tak berselang lama, maid sudah masuk ke kamar dan membawa sarapan untuk Beth.


"Kau sarapan dulu, ya! Biar Mom suapi," ujar Mom Yumi kemudian yang langsung membuat Beth menggeleng.


"Beth makan sendiri saja, Mom!" Jawab Beth merasa sungkan.


"Tidak apa-apa, Beth!" Tukas Mom Yumi memaksa.


"Dad, inj mau dijewer sampai kapan telinga Iel?" Protes Fairel yang kembali meringis tak jelas.


"Sampai Beth selesai sarapan," jawab Dad Liam yang langsung membuat Mom Yumi dan Beth tertawa kecil.


"Kejam sekali! Iel juga mau menyuapi Beth, Dad!" Rengut Fairel beralasan.


"Nanti kalau kau yang menyuapi Beth, yang ada amlah kau habiskan sendiri makanannya dan membuat Beth kelaparan lagi."


"Pingsan lagi!" Omel Mom Yumi pada sang putra.


"Tidak, Mom!"


"Tolong bantu Iel, Mom! Lepaskan jeweran Dad yang menyakitkan ini!" Rengek Fairel lagi dengan ekspresi wajah lebay.


"Liam, lepaskan Fairel pergilah ke kantor! Kau ada meeting, kan?" Ujar Mom Yumi mengingatkan sang suami. Dad Liam langsung berdecak dan akhirnya melepaskan jewerannya pada telinga Fairel.


"Beth!" Fairel langsung menghampiri dan mendekap Beth dengan lebay.


"Jangan mengganggu Beth sarapan!" Tegur Mom Yumi seraya menyuruh Fairel untuk melepaskan dekapannya pada Beth.


"Tapi Iel juga lapar, Mom! Suapi sekalian!" Fairel yang masih merangkul Beth, langsung ikut-ikutan membuka mulut lebar - lebar.


"Makan saja sendiri! Mom mau menemani Dad sarapan!" Dengkus Dad Liam yang langsung memindahkan piring di tangan Mom Yumi ke tangan Fairel yang masih membuka mulut.


"Kau tadi sudah sarapan," desis Mom Yumi pada sang suami.


"Temani aku bersiap kalau begitu! Ayo!" Dad Liam sudah meraih tangan Mom Yumi dan mengajaknya keluar dari kamar Fairel.


"Suapi Beth sampai kenyang, Iel!" Seru Mom Yumi berpesan pada Fairel, sebelum wanita paruh baya itu benar-benar keluar dari kamar.


"Siap, Mom!"


"Atas bawah nanti Iel suapi semua," imbuh Fairel lagi sembari terkekeh.


"Apa yang atas bawah?" Tanya Beth sembari mengernyit.


"Bibir atas dan bawah!" Fairel sudah mengerling nakal lagi pada Beth yang langsung merengut. Beth lalu mengambil alih piring berisi makanan dari pangkuan Fairel dan mulai melahap sendiri sarapannya.


"Suapi aku juga, Istriku!" Rayu Fairel manja yang hanya membuat Beth berdecak. Namun tentu saja Beth tetap menyuapi Fairel sambil menyuapi dirinya sendiri, hingga akhirnya makanan satj piring penuh tadi habis tanpa sisa.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.