Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
(MASIH) URING-URINGAN


Triiing!


Beth yang sejak tadi hanya diam memandangi rollcake di dalam showcase, langsung mengangkat wajah saat mendengar suara nyaring di pintu masuk toko. Namun sayangnya, yang datang bukanlah seseorang yang Beth tunggu sejak tadi. Gadis itu akhirnya hanya menghela nafas.


"Kak, mau lihatin rollcake-nya sampai kapan?" Tegur Shanty seraya tertawa kecil, seolah karyawan Beth itu sedang mengajak Beth berkelakar. Namun Beth sama sekali tak tertawa karena memang Beth sedang tidak ingin tertawa.


Beth hanya berekspresi datar, lalu segera pergi ke dapur untuk melanjutkan lamuannya.


"Tumben Fairel tak datang."


"Kemarin-kemarin saat dia marah, dia masih kesini membeli kue," Beth bergumam sendiri di dalam dapur, seraya memandangi kue pernikahan Angga dan Reina yang masih setengah jadi. Rencananya besok siang memang Beth baru akan menyelesaikannya, sebelum cake diantar ke rumah Reina.


Atau rumah Fairel lebih tepatnya!


Reina kan adiknya Fairel!


"Kak Beth!" Panggil Shanty yang langsung membuat Beth menoleh.


"Ada apa?" Jawab Beth lirih.


"Sudah jam lima," ucap Shanty seraya meringis yang langsung membuat Beth mengernyit bingung.


"Tadi pagi kan...."


"Itu..." Shanty terlihat ragu untuk mengatakannya.


"Tadi pagi kenapa?" Beth masih terlihat bingung.


"Shanty izin pulang cepat," tukas Shanty akhirnya yang langsung membuat Beth menepuk keningnya sendiri.


"Astaga! Maaf, aku benar-benar lupa, Shan!" Ucap Beth yang langsung beranjak dari duduknya.


"Iya, tidak apa-apa, Kak!"


"Shanty siap-siap pulang dulu," izin Shanty kemudian yang hanya membuat Beth mengangguk. Beth lalu segera keluar dari dapur, dan berjaga di depan karena masih ada beberapa tamu juga yang duduk dan makan kue.


Tak berselang lama, Shanty sudah keluar lagi.


"Itu kue penggantinya belum selesai, Kak?" Tanya Shanty sedikit berbasa-basi.


"Besok baru aku kerjakan finishingnya karena acaranya sore," terang Beth yang langsung membuat Shanty mengangguk.


"Tapi toko--"


"Toko tutup besok dan kau bisa libur," tukas Beth cepat yang langsung membuat Shanty tersenyum senang.


"Nanti hari Senin masuk seperti biasa, ya!" Pesan Beth lagi.


"Siap, Kak Beth! Aku pulang dulu," pamit Shanty kemudian yang hanya membuat Beth mengangguk.


Setelah Shanty pergi, tatapan Beth kembali tertuju ke arah rollcake aneka rasa di dalam showcase. Gadus itu lalu merapikan lagi susunan kue-kue tersebut, meskipun sebenarnya susunannya masih rapi.


"Apa aku harus datang ke kantor atau ke rumahmu untuk mengantar rollcake ini dan minta maaf?"


"Tapi salahku apa?" Beth bertanya ada dirinya sendiri dan tentu saja tak ada jawaban yang ia temukan. Gadis itu hanya menghela nafas dan bibirnya langsung mengerucut.


Baru kali ini hati Beth terasa galau karena seorang pria galak yang gemar menyindir bernama Fairel.


****


Fairel membuka kulkas empat pintu di depannya, dan kedua mata pria itu langsung memindai seluruh isi kulkas untuk mencari sesuatu.


Tidak ada!


Kenapa bisa tidak ada? Apa Mom Yumi lupa membelinya?


"Pak Iel cari apa?" Tanya seorang maid yang sepertinya hendak mengambil sesuatu dari kulkas.


"Rollcake?" Maid langsung mengernyit bingung.


"Ck! Bolu gulung yang biasanya ada di kulkas yang dari Sweety cake!"


"Kenapa tak ada yang membeli dan menyetok untukku!" Cecar Fairel merasa geram pada maid di depannya tersebut.


"Biasanya Pak Fairel kan beli sendiri," jawab maid yang langsung membuat wajah Fairel berubah merah padam.


"Lalu apa fungsi kalian semua di rumah, kalau kue saja aku harus membeli sendiri? Kalian mau makan gaji buta, hah?"


"M--ma--maaf, Pak Iel!"


"Akan saya belikan," ucap maid tersebut dengan ekspresi ketakutan, seraya undur diri dari hadapan Fairel. Maid tadi juga hampir menabrak Mom Yumi yang baru datang ke dapur mungkin karena mendengar teriakan penuh emosi dari Fairel tadi.


"Ada apa, Mbak? Kok gemetar?" Tanya Mom Yumi penuh selidik.


"Tak ada yang berguna! Semua orang masih saja menyebalkan!"


Maid belum menjawab pertanyaan Mom Yumi, saat Fairel sudah mengomel seraya keluar dari dapur.


"Iel, kau kenapa? Baru pulang dan sudah marah-marah." Pertanyaan Mom Yumi hanya terbang tertiup angin karena Fairel yang sama sekali ram menghiraukan.


Entahlah, Fairel memang berubah jadi uring-uringan belakangan ini. Tak tahu apa sebabnya.


Mungkinkah masih ada hubungannya dengan Rossie?


"Tadi Fairel kenapa, Mbak?" Mom Yumi kembali bertanya pada maid.


"Pak Fairel mencari rollcake yang dari Sweety cake, Bu. Tapi tidak ada di kulkas," ujar maid yang langsung membuat Mom Yumi diam sebentar.


"Hanya karena itu Fairel marah?" Tanya Mom Yumi heran.


"Sepertinya, Bu. Saya juga kurang tahu," jawab maid masih gemetar.


"Apa perlu saya belikan kuenya, Bu?" Tanya maid lagi.


"Tidak usah, Mbak! Nanti biar sopir yang beli sekalian ambil cake untuk acara," tukas Mom Yumi yang hanya membuat maid mengangguk mengerti. Maid di keluarga Halley itu lalu segera undur diri dari hadapan Mom Yumi.


"Perkara rollcake saja sampai seperti itu," gumam Mom Yumi heran.


****


Fairel yang hendak pergi ke kamarnya, tak sengaja mendapati pinti kamar Reina yang setengah terbuka. Terdengar juga suara tawa dari kamar Reina. Sepertinya adik Fairel itu tak sendirian di kamar.


Fairel akhirnya sedikit mendorong pintu kamar Reina untuk memeriksa dan memastikan.


"Abang! Sudah pulang?" Sapa Reina yang rupanya baru saja akan mulai dirias. Gadis itu sudah berdiri lalu menghambur ke pelukan Fairel yang hanya berekspresi datar.


"Kok bau, sih? Abang belum mandi?" Tanya Reina kemudian seraya melepaskan pelukannya pada Fairel dan ganti memencet hidungnya sendiri.


Alice serta perias yang ada di kamar Reina sontak menahan tawa dengan tingkah Reina tersebut.


"Memangnya aku tadi menyuruhmu untuk memelukku? Kau saja yang asal nyelonong," cibir Fairel yang langsung membuat Reina berdecak.


"Mandi sana!" Usir Reina kemudian seraya mendorong Fairel agar keluar dari kamarnya.


"Aku akan mengawasimu nanti!" Ucap Fairel seraya menuding pada Reina yang kini memutar bola mata. Fairel kemudian segera berlalu dari hadapan Reina dan masuk ke dalam kamarnya.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.