Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
LEBIH TAMPAN


Fairel mengerjap-ngerjap kedua matanya saat pria itu mendapati pemandangan serba putih di sebuah langit-langit yang kini berada di atasnya.


"Sudah bangun?" Terdengar suara Mom Yumi, disusul dengan gelak tawa dari beberapa orang yang rupanya sudah berada di sekeliling Fairel. Apa yang terjadi?


"Iel dimana, Mom?" Tanya Fairel yang akhirnya bangun dan duduk. Rupanya Fairel berada di dalam kamar perawatan rumah sakit yang sudah penuh dengan keluarga Halley dan keluarga Atmadja.


"Sudah yang pingsan? Cutimu berarti satu hari saja!" Ucap Dad Liam seraya menghampiri Fairel.


"Pingsan? Siapa yang pingsan, Dad? Iel tadi hanya tertidur karena mengantuk," tukas Fairel beralasan yang langsung menbuat Dad Liam geleng-geleng kepala. Dad Liam lalu menunjukkan sebuab rekaman video di ponselnya yang menunjukkan Fairel yang ambruk ke lantai, lalu digotong oleh beberapa perawat dan dibawa keluar dari ruang bersalin.


"Masih bilang kalau itu bukan pingsan?" Cibir Dad Liam kemudian.


"Dad dulu juga pingsan saat Mom melahirkan! Kenapa sekarang mencibir Iel?" Fairel langsung membalikkan kata-kata sang Dad.


"Dad dulu hanya pingsan sebentar dan tak selama dirimu!" Kilah Dad Liam mencari alasan.


"Dan, cutimu berarti hanya satu hari, kan? Lusa kau sudah kembali ke kantor--"


"Dad! Jangan kejam!" Sergah Fairel yang langsung turun dari atas bed perawatan lalu menghampiri Dad Liam. Namun saat Fairel menoleh sekilas ke arah Beth, langkah pria itu seketika terhenti. Mata Fairel langsung membelalak, saat melihat Beth yang sedang memasang apron menyusui dan sepertinya hendak menyusui bayi mereka yang baru lahir.


Tapi bukankah bayi Beth dan Fairel laki-laki? Lalu kenapa Beth menyusuinya secara langsung?


"Beth, kau mau apa?" Fairel tak jadi menghampiri Dad Liam, dan kini pria itu malah menghampiri Beth yang duduk di sofa bersama Mama Tere.


"Menyusui Sky," jawab Beth yang langsung membuat Fairel mengernyit.


"Sky?"


"Skyler Bethiel Halley. Bukankah katamu itu nama putra kita? Jadi aku memanggilnya Sky," jelas Beth panjang lebar yang langsung membuat Fairel mengangguk. Namun kemudian Fairel ganti menggeleng.


"Bukan soal nama! Tapi soal kau menyusui Sky!" Faire menuding ke arah apron yang menutupi dada Beth.


"ASI-nya Beth langsung keluar dan sudah lancar, Iel! Jadi kata dokter Sky tak perlu tambahan sufor dan langsung ASI eksklusif saja," ujar mama Tere ikut memberikan pengertian pada Fairel.


"Bukan itu!" Fairel memaksa untuk duduk di samping Beth, lalu mengintip ke dalam apron. Mama Tere sendiri langsung beranjak dan memberikan ruang untuk Fairel dan Beth.


"Iel, kau sedang apa?" Beth serta merta langsung menampik kepala Fairel agar keluar dari apron.


"Kenapa kau membiarkan laki-laki lain menghisap pay*daramu?" Bisik Fairel dengan nada geregetan pada Beth.


"Laki-laki lain?" Beth langsung mengernyit bingung pada Fairel.


"Sky!"


"Dia anakmu! Apa kau cemburu pada anakmu?" Cecar Beth yang benar-benar tak paham dengan jalan pikiran Fairel.


"Ya! Aku cemburu dan seharusnya dia tak menghisap-hisap pay*daramu begitu!!" Fairel kembali geregetan pada Beth.


"Kecuali dia perempuan, maka dia boleh melakukannya!" Imbuh Fairel lagi.


"Konyol!" Desis Beth seraya menatap tak percaya pada Fairel.


"Dia anakmu! Anak kita!"


"Dan dia masih bayi, Iel! Ini haknya!" Ujar Beth lagi mengingatksn Fairel.


"Haknya? Ini milikku dan hanya aku yang berhak menyentuhnya!" Ucap Fairel berapi-api.


"Dia minum pake botol saja!" Tegas Fairel yang langsung membuat Beth memutar bola matanya. Beth akhirnya tetap lanjut menyusui Sky dan mengabaikan tatapan marah Fairel.


"Beth!"


"Aku tak dengar!"


"Iel, kau kenapa sebenarnya?" Tanya Mom Yumi bingung karena sejak tadi Fairel dan Beth seperti sedang berdebat namun keduanya hanya berbisik-bisik.


"Mom, apa ada cara lain agar Sky bisa minum ASI tanpa menyusu langsung pada Beth?" Fairel akhirnya meminta solusi pada Mom Yumi.


"ASI-nya bisa dipompa. Tapi yang paling baik kan kalau Sky menyusu langsung. Memang kenapa? Beth ada masalah dalam menyusui Sky?"


"Iya, ada!"


"Tidak ada!" Fairel dan Beth menjawab bersamaan namun dengan jawaban berbeda.


"Auuw!" Beth tiba-tiba meringis karena merasakan perih pada ujung payu*aranya.


"Lihat! Kau kesakitan, kan! Sudah menyusuinya pakai botol saja!"


"Iel, tidak usah! Aku baik-baik saja dan kata konselor laktasi ini normal!" Beth mencegah Fairel yang sudah melesat keluar dari kamar. Namun tak berselang lama, Fairel sudah kembali lagi.


"Mom!"


"Ada apa?" Tanya Mom Yumi pada Fairel yang sudah menghampirinya dan hendak membisikkan sesuatu.


"Anak Iel dan Beth satu saja atau kembar? Tadi sepertinya ada satu lagi yang keluar setelah Sky tapi dia tidak punya wajah dan hanya mirip--"


"Itu plasenta!" Jawab Mom Yumi keras, yang langsung membuat Dad Liam tergelak.


Pun dengan Beth yang juga ikut menahan tawa.


"Oh, plasenta! Kenapa dokter tak bilang?" Decak Fairel kemudian seraya menahan malu.


"Bagaimana dokter mau bilang, jika kau sudah pingsan duluan, Iel?"


"Payah!" Cibir Dad Liam kemudian yang sepertinya puas sekali.


"Dad juga payah!" Fairel balik mencibir dan Dad Liam ganti melengos.


"Cuti Iel tetap satu bulan, kan, Dad?" Fairel lanjut bernegosiasi.


"Satu hari!" Jawab Dad Liam tegas.


"Kejam sekali!" Protes Fairel tak terima.


"Beth, aku hanya diberi cuti satu hari oleh Dad! Cepat ajukan protes!" Fairel ganti mengadu pada Beth.


"Kenapa harus protes?" Tanya Beth heran.


"Iya, kau kan butuh aku! Kau baru melahirkan jadi--"


"Sudah ada Mom dan Mama yang akan menjagaku," jawab Beth cepat dan enteng.


"Tapi katamu aku harus lebih sering menggendong Sky ketimbang kau!" Fairel kembali mencari alasan.


"Oh, iya! Tapi dari tadi kau bahkan belum menggendong atau memangkunya. Kau malah sibuk melarangnya menyusu padaku. Dad macam apa sebenarnya kau itu?" Cerocos Beth bertubi-tubi yang langsung membuat Fairel merengut.


"Aku akan menggendongnya sekarang!" Fairel kemudian menggosok-gosokkan kedua tangannya dan mengambil Sky dari pangkuan Beth.


"Awas hati-hati!" Ucap Beth yang sedikit tak yakin. Mama Tere akhirnya turun tangan dan sedikit membenarkan posisi Sky di gendongan Fairel.


"Lihat, aku bisa, kan?" Pamer Fairel kemudian yang langsung fasih menimang Sky.


"Hai, Skyler Bethiel Halley!" Fairel menyapa sang putra ssmbari menatap lekat wajah mungilnya yang kini tertidur pulas.


"Kenapa wajahmu--"


"Dia tampan, kan? Bahkan lebih tampan dari kau!" Sahut Beth cepat yng langsung membuat Fairel merengut.


"Aku masih yang paling tampan bagimu!" Sergah Fairel kekanakan.


"Skyler yang paling tampan sekarang!" Sahut Beth lagi yang langsung membuat Fairel menghentakkan satu kakinya.


"Pantas saja tadi kau semangat sekali menyusuinya!" Cibir Fairel kemudian yang langsung membuat Beth menghela nafas.


Sepertinya sekarang yang membuat Fairel cemburu dan mencak-mencak bukan lagi Reandra, bukan lagi Kak Yvone, tapi sudah ganti Sky yang notabene adalah anak Fairel sendiri.


Benar-benar sulit dimengerti!


"Hai, Jagoan! Dad masih lebih tampan darimu, dan kau jangan genit ke Mom, oke!"


"Jangan genit pokoknya!" Bisik Fairel gemas, sebelum kemudian pria itu mencium wajah putranya. Fairel lalu lanjut menimang-nimang Sky lagi sdmbari melakukan negosiasi pada Dad Liam untuk memperpanjang masa cutinya.


Lagipula, kenapa Fairel tadi bisa pingsan hanya karena melihat plasenta-nya Sky?


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.