Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
COCOK


Fairel mengerjapkan mata saat samar-samar mendebgar suara Mom Yumi di dekatnya.


Mom Yumi?


Kok Mom Yumi? Bukannya tadi yang bersama Fairel adalah Beth?


Sebentar!


Fairel buru-buru membuka mata untuk memastikan, saat kemudian tatapan matanya langsung tertumbuk pada....


"Mom? Sedang apa?" Tanya Fairel yang lebih mirip orang linglung.


"Sedang duduk," jawab Mom Yumi.


"Kau sendiri kenapa tidur disini, hah? Tidak punya kamar?" Sekarang ganti siara Dad Liam yang baru muncul entah dari mana. Fairel kemudian mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru ruang tengah.


Beth kemana? Kok tidak ada?


"Sekarang jam berapa, Mom?" Tanya Fairel kemudian seraya melohat arloji di tangannya. Sudah pukul tiga sore


Apa? Perasaan Fairel baru tidur sebentar.


"Perban di tanganmu sudah diganti belum? Sini Mom periksa," tukas Mom Yumi kemudian yang langsung membuat Fairel melihat perban yang membalut tangannya. Bentuknya sedikit aneh dan berbeda dari balutan sebelum Fairel tidur tadi.


Apa Beth sudah mengganti perban Fairel? Tapi kapan? Kok Fairel bisa tidak tahu?


"Iel! Kok malah bengong?" Tegur Dad Liam kemudian menyentak lamunan Fairel.


"Mom dan Dad sudah lama datang?" Bukannya menjawab pertanyaan Mom Yumi, Fairel malah balik bertanya pada Mom kandungnya tersebut.


"Sudah sekitar satu jam yang lalu," jawab Mom Yumi.


"Kau tidur dari jam berapa, memang?" Mom Yumi ganti bertanya pada Fairel.


"Jam sepuluh atau mungkin jam sebelas." Fairel bergumam seraya mengingat-ingat.


"Beth masih disini saat Mom datang, kan?" Tanya Fairel kemudian yang langsung berhadiah tatapan aneh dari Mom Yumi serta Dad Liam.


"Memangnya Beth kesini?" Tanya Dad Liam penuh selidik.


"Iya...." Fairel langsung bangkit dari duduknya.


"Ck! Pasti dia labur gara-gara aku tertidur dan lari dari tanggung jawab!" Geram Fairel kemudian seraya hendak pergi.


"Iel, kau mau kemana?" Tanya Mom Yumi berseru pada sang putra yang sudah melesat dengan cepat ke pintu depan.


"Mau menuntut pertanggungjawaban seseorang, Mom!" Jawab Fairel yang suaranya nyaris tak terdengar. Tak berselang lama, suara motor Fairel yang berisik terdengar dari halaman depan, sebelum kemudian suaranya semakin mengecil dan hilang sama sekali, menandakan kalau Fairel sudah pergi.


"Fairel kenapa sebenarnya?" Tanya Mom Yumi merasa bingung.


"Mbak!" Dad Liam akhirnya memanggil maid untuk mengkonfirmasi.


"Iya, Pak!" Jawab Maid yang tergopoh-gopoh datang.


"Tadi pagi apa ada tamu? Temannya Fairel barangkali," tanya Dad Liam to the point.


"Ada, Pak! Seorang gadis dan Pak Liam memanggilnya Beth kalau tudak salah." Jawaban maid langsung membuat Mom Yumi dan Dad Liam saling bertukar pandang.


"Dia lama disini?" Sekarang gantian Mom Yumi yang bertanya.


"Hanya sekitar tiga puluh menit, Bu!"


"Karena Pak Fairel juga langsung tidur, dan Nona Beth hanya mengganti serta membersihkan tangan Pak Fairel," cerita maid pada Mom Yumi dan Dad Liam.


"Oh, iya! Non Beth juga minta selimut untuk menyelimuti Pak Fairel tadi," imbuh Maid lagi.


Mom Yumi dan Dad Liam kembali bertukar oandang, sebelum kemudian pasangan paruh baya tersebut mengucapkan terima lasoh atas semua cerita detail dari maid.


"Baguslah, kalau Iel akhirnya move on," Celetuk Dad Liam kemudian yang wajahnya menyiratkan kelegaan.


Tak bisa dipungkiri, jika drama cinta segitiga antara Fairel, Keano, dan Rossie kemarin memang lumayan menguras emosi. Terlebih saat Rossie yang ternyata menjatuhkan pilihan pada Keano, membuat Dad Liam dan Mom Yumi sempat merasa khawatir sekaligus takut kalau-kalau Fairel akan depresi karena cintanya pada Rossie harus bertepuk sebelah tangan.


Pasangan paruh baya tersebut juga takut kalau Fairel tak akan bisa move on. Namun kejadian siang ini sepertinya sudah menjadi jawaban atas semua kekhawatiran mereka.


"Kita hanya perlu mendukung hubungan mereka berdua ke depannya, Liam!"


"Beth juga gadus yang baik dan sia sepertinya cocok dengan Fairel," sambung Mom Yumi lagi saat mendadak sudah ada sepasang tangan yang merengkuh pundak wanita paruh baya itu dari belakang.


"Astaga!" Pekik Mom Yumi yang langsung terkejut. Pun dengan Dad Liam yang ikut terkejut karena pekikan sang istri.


"Siapa yang cocok dengan Abang Fairel, Mom?" Tanya Reina yang rupanya tadi membuat Mom Yumi kaget.


"Reina! Kau benar-benar membuat Mom nyaris jantungan!" Gerutu Mom Yumi yang langsung membuat Reina mendekap Mommy-nya tersebut.


"Janganlah, Mom! Kan Mom belum menimang cucu," ucao Reina dengan nada manja. Tak berselang lama, Angga sudah ikut masuk ke rumah.


"Memang sudah positif?" Tanya Dad Liam penuh selidik.


"Belum, Dad! Doakan saja agar secepatnya," jawab Reina seraya mengulas senyum. Putri bungsu di keluarga Halley tersebut lalu duduk di samping Mom Yumi.


"Jadi, tadi sedang membahas apa? Reina sempat mendengar kalau Mom mengatakan sesuatu tentang Abang Fairel."


"Abangmu akhirnya jatuh cinta pada seirang gadis," cerita Mom Yumi dengan wajah berbinar.


"Oh, ya? Siapa, Mom?" Tanya Reina penasaran.


"Bethany. Owner-nya Sweety Cake yang kemarin membuat kue untuk pernikahanmu." Ujar Mom Yumi yang langsung membuat Reina terdiam.


"Jadi Abang Iel dan Beth sydah kadian, Mom? Wah! Labar bagus ini!" Sahut Angga yang ikut-ikutan bersemangat dan sepertinya mendukung juga hubungan Fairel dan Beth.


"Kenapa tidak Mom cegah, sih?" Tukas Reina tiba-tiba.


"Iya dicegah agar Abang Iel itu tak perlu menjalin hubungan dengan Beth, Mom!"


"Seperti tak ada gadis lain saja!"


"Beth itu tak cocok untuk Abang Iel!" Cerocos Reina berapi-api yang langsung membuat Mom Yumi dan Dad Liam bertukar pandang dan sama-sama bingung.


"Rei, kalau Abang Iel jatuh cintanya pada Beth, bagaimana mau dicegah?" Angga yang akhirnya buka suara.


"Lagipula, kamu kenapa masih saja tak suka pada Beth? Memang Beth pernah berbuat salah sama kamu?" Cecar Angga lagi tak paham.


"Ya! Dia pernah menjadi selingkuhan kamu!" Jawab Reina seraya bersedekap dan merengut.


Mom Yumi dan Dad Liam saling bertukar pandang lagi, sebelum kemudian pasangan paruh baya itu kompak bersuara,


"Benar itu, Angga?"


"Tidak benar, Mom, Dad!" Sanggah Angga cepat.


"Itu hanya kesalahpahaman semata! Angga tak pernah berselingkuh dengan Beth!"


"Sumpah!" Ucap Angga sungguh seraya mengangkat tangannya, pertanda ia tak bohong.


"Rei!" Angga kini ganti merengkuh kedua pundak Reina yang merengut.


"Kesalahpahaman itu kan sudah lama! Mama dan Beth juga sudah meluruskan semuanya!"


"Tolong jangan kau bawa-bawa lagi untuk menghalangi hubungan Abang Iel dan Beth!"


"Memangnya kau mau melihat abang Iel merana lagi?"


"Jika sekarang dia sudah menemukan bahagianya bersama Beth, seharusnya kita mendukung!" Tutur Angga panjang lebar yang hanya membuat Reina terdiam.


"Jadi, sebenarnya hal apa yang membuat kau tidak menyukai Beth, Rei?" Tanya Dad Liam yang ganti menginterogasi Reina.


"Memang harus ada alasan kita tak menyukai seseorang, Dad?" Reina balik bertanya pada sang Dad.


"Tentu saja harus ada! Tidak mungkin tiba-tiba kau tidak menyukai Beth padahal Beth tak pernah membuat masalah denganmu," tukas Dad Liam lagi.


"Kata siapa tidak pernah? Dia pernah menjadi selingkuhan Angga!" Sahut Reina masih bersikeras.


"Astaga, Rei! Aku tak pernah berselingkuh dengan Beth! Kenapa kau masih saja tak percaya dan menuduhku begitu?" Angga mulai menyugar rambutnya dengan frustasi.


"Seumur hidup aku hanya mencintaimu, Rei! Hanya mencintaimu! Jadi mana mungkin aku berselingkuh dengan Beth!" Tukas Angga lagi yang sekarang benar-benar frustasi.


"Sudahlah, Rei! Berhenti berspekulasi tak helas begini!"


"Jika kau tak suka pada Beth hanya karena kau iri--"


"Reina tak iri pada Beth, Mom!" Sanggah Reina cepat.


"Kalau begitu, tak perlu membenci Beth sampai segitunya!" Cibir Mom Yumi yang langsung membuat Reina kembali cemberut.


"Angga!" Ucap Dad Liam yang akhirnya buka suara lagi.


"Iya, Dad!"


"Kau bawa Reina honeymoon ke luar negeri atau kemana sana! Nanti urusan di kantor, biar Dad yang menghandle bersama papa kamu!"


"Sepertinya istrimu itu butuh asupan liburan agar dia tak membenci orang tanpa sebab!" Ujar Dad Liam panjang lebar yang langsung membuat Angga menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Liburan, Dad?"


"Pasti tidak mau? Merasa keberatan karena harus berjauhan dari Beth!" Gerutu Reina yang langsung membuat Angga mendekap istrinya tersebut.


"Sudah cemburunya!


"Besok kita naik kapal pesiar, ya!" Ucap Angga kemudian yang langsung membuat Reina menatap ke dalam wajah suaminya tersebut.


"Benar?"


"Iya, benar! Hanya kita berdua!" Ucap Angga bersungguh-sungguh seraya mencium kening Reina.


Diluar dugaan, Reina malah justru langsung mencecap bibir Angga sebelum kemudian terdengar deheman keras dan berulang dari Dad Liam.


"Eheem! Eheem!"


"Masuk kamar sama, Rei!" Nasehat Mom Yumi yang langsung membuat Reina mengalungkan tangannya ke keher Angga.


"Gendong!" Pinta Reina manja.


"Iya! Iya!" Jawab angga yang akhirnya menggebding Reina seperti kangguru, lalu pasutri muda itu segera naik ke kamar mereka di lantai dua.


"Kau tidak minta gendong juga, Yum?" Tanya Dad Liam seraya menaikturunkan alisnya ke arah Mom Yumi.


"Pengennya, sih!"


"Tapi sepertinya tulangmu sydah banyak yang rapuh. Jadi ketimbang aku harus memanggil Sakta nanti--"


"Ck! Aku belum setua itu, Yum!" Geram Dad Liam yang langsung memeluk Mom Yumi dengan gemas.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.