Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
BESOK


Beth baru saja menyalakan ponselnya, saat benda itu langsung berdering nyaring, dengan deretan nomor asing yang tertera di layar.


Siapa yang menelepon?


Beth tak berpikir terlalu lama, dan gadis itu segera mengangkat telepon karena ia pikir itu mungkin saja customer toko kue....


"Ha--"


"Beth! Kau masih mau liburan sampai kapan?"


Beth benar-benar harus menjauhkan ponselnya dari telinga, saat suara Fairel langsung menggema sebelum Beth sempat menyelesaikan sapaannya.


Dasar sinting!


"Beth!"


"Iya, aku dengar! Tak perlu berteriak lebay begitu!" Sungut Beth sedikit kesal. Langsung terdengar decakan Fairel dari ujung telepon.


"Jadi, kapan liburanmu selesai? Kau memangnya tak butuh uang? Tokomu lama sekali tutupnya kalau kau tak kunjung pulang dari berlibur!"


"Nanti customermu akan kabur semua!"


"Toko baru tutup hari ini!" Tukas Beth yang langsung membuat suasana di ujung telepon mendadak jadi sunyi.


Kriik kriik!


Kriik kriik!


"Ck! Tidak usah banyak alasan lagi! Kau cepatlah pulang dan buka toko kuemu!"


"Kenapa jadi kau yang mengatur-ngatur? Kau siapa memangnya?" Cecar Beth kembali dengan nada bersungut.


"Aku Fairel Halley! Apa kau masih belum menyimpan kontakku, hah? Kemarin aku sudah menyuruhmu untuk menyimpannya!"


"Iya, aku lupa," jawab Beth jujur dan kembali terdengar decakan Fairel dari ujung telepon.


"Beth!"


Tiba-tiba terdengar ketukan serta panggilan Papa Will dari luar kamar.


"Iya, Pa!" Jawab Beth yang bergegas membuka pintu kamarnya.


"Mama dan Papa mau keluar. Kau mau titip sesuatu?" Tanya Papa Will yang langsung membuat Beth bersiul kecil.


"Mau kemana? Kencan?" Beth menaikturunkan alisnya ke arah sang papa yang langsung terkekeh.


"Jadi, mau titip apa?" Tawar Papa Will sekali lagi.


"Apa saja, Pa!" Jawab Beth akhirnya karena bingung.


"Apa saja! Pesanan yang membingungkan!" Gumam Papa Will seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. Pria paruh baya tersebut lalu keluar dari kamar Beth dan kembali menutup pintu.


Saat itulah, Beth baru sadar kalau ia tadi masih tersambung bersama Fairel via telepon.


"Beth!" Panggil Fairel keras saat Beth hendak menutup telepon.


Sial!


"Beth, kau mendengarku, kan? Jangan pura-pura tuli, hah!"


"Iya, aku dengar! Tak perlu berteriak begitu!" Beth balik menggerutu pada Fairel.


"Jadi, kau sudah pulang dan kau tidak mengatakannya padaku?"


"Ck! Memangnya kau siapa dan sejak kapan aku harus melapor padamu tentang semua kegiatanku?" Cecar Beth yang benar-benar geregetan sekaligus kesal pada Fairel.


"Masih bertanya aku siapa! Aku Fairel!"


"Iya, aku tahu!" Geram Beth yang sekarang ingin membanting ponselnya saja.


Oh, jangan!


Ini ponsel kesayangan Beth dan ia akan kerepotan sendiri nanti jika ponselnya hilang.


"Lalu kenapa masih bertanya jika sudah tahu, hah?"


"Tidak kenapa-kenapa!" Jawab Beth malas.


"Jadi, kau sudah pulang sekarang?"


"Iya!" Beth masih malas menjawab panjang kali lebar.


"Kau sudah di rumah kedua orang tuamu malam ini?"


"Iya!" Beth mulai kesal sekarang dengan cecaran pertanyaan konyol dari Fairel yang mirip pertanyaan dari detektif.


"Bagus! Aku akan kesana, menjemputmu, lalu kita ke toko untuk mengambil rollcake!"


Dia mau menjemput Beth demi rollcake?


"Beth! Kau dengar aku, kan?"


"Apa kau sedang ngidam?" Tanya Beth tak percaya.


"Aku tidak sedang hamil! Kenapa aku harus ngidam?"


"Lalu kenapa kau ingin makan rollcake malam-malam begini? Apa tak bisa menunggu sampai besok?" Cecar Beth kembali geregetan.


"Besok jam berapa? Aku sudah tiga hari tak makan rollcake!"


"Tergantung mood-ku mau membuka toko jam berapa."


"Aku masih harus pergi ke suatu tempat besok pagi," tukas Beth yang langsung membuat Fairel menyalak di ujung telepon.


"Mau menemui siapa lagi besok pagi? Pria buaya cap kadal bernama Reandra itu lagi? Apa kau masih buta dan bodoh--"


Beth langsung mematikan telepon dari Fairel tanpa berpamitan.


Yang benar saja! Masa iya Fairel menuduh Beth masih berhubungan dengan Reandra! Beth saja sudah memblokir nomor pria sialan yang nyaris membuat Beth.....


"Aku punya cara agar Mami merestui hubungan kita, Beth!"


"Ayo kita lakukan di atas."


"Hhhhh! Reandra brengsek!" Maki Beth kesal saat bayangan kalimat Reandra yang nyaris mengajaknya check in dj hotel kembali berkelebat di benak Beth.


Menyebalkan!


Ponsel Beth kembali berdering dan deretan nomor Fairel yang masih belum Beth beri nama kembali tertera di layar.


Ya, Beth memang menghapus kontak Fairel kemarin setelah pria itu secara tiba-tiba muncul di depan kost-an Abang Timmy lalu secara membabi buta menuduh Beth menjual diri.


Sejak kapan juga Beth menjual diri pada abang Timmy? Fairel benar-benar sudah sinting!


Ponsel Beth terus bergetar dan berdering di atas meja, dan membuat Beth menutupi kedua telinganya memakai telapak tangan.


"Bodoamat! Aku tak akan mengangkat teleponmu!" Gerutu Beth yang akhirnya mematikan nada dering ponselnya, lalu gadis itu memasukkan ponselnya ke dalam laci meja rias.


"Aku akan tidur!" Sungut Beth lagi seraya bangkit berdiri, lalu membanting tubuhnya yang lelah ke atas ranjang.


Beth akan tidur!


****


"Angkat!!" Geram Fairel yang terus mencoba menelepon Beth.


Telepon tersambung tapi Beth tak kunjung mengangkatnya. Beth seolah niat sekali mengabaikan telepon dari Fairel!


"Baiklah! Aku akan mendatangi rumahmu!" Ucap Fairel kemudian yang sudah sangat-sangat geregetan.


"Aku akan mendobrak pintu rumah dan pintu tokomu nanti kalau kau tak kunjung keluar!!"


"Kau benar-benar menyebalkan, Beth!" Fairel terus menggerutu sembari pria itu menuruni tangga.


"Iel, kau mau kemana lagi?" Tegur Mom Yumi yang sudah memakai baju tidur dan tadi sepertinya hendak masuk ke kamar.


Memangnya Mom Yumi tadi dari mana?


"Iel ada urusan, Mom!" Jawab Fairel seraya mengacak rambutnya sendiri.


"Urusan apa lagi? Apa tidak bjsa diselesaikan besok pagi? Ini sudah malam!" Cecar Mom Yumi yang langsung membuat Fairel mengarahkan pandangannya ke jam dinding besar di ruang tengah.


Sudah pukul sepuluh lewat lima belas menit!


Fairel akhirnya hanya merengut.


"Istirahatlah dulu, Iel! Kau juga baru pulang dari luar kota hari ini," Nasehat Mom Yumi yang akhirnya membuat Fairel balik kanan dan hendak naik ke lantai dua lagi.


"Besok bangunkan Iel pagi-pagi, ya, Mom!" Pesan Fairel yang sudah kembali menoleh ke arah Mom Yumi.


"Iya!"


"Mau kemana memangnya?" Tanya Mom Yumi yang sama sekali tak dijawab oleh Fairel. Pria itu sudah langsung naik ke atas dan menuju ke kamarnya.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.