
"Jangan memeluk Kak Yvone!" Bisik Fairel saat melihat Abang Timmy dan juga Kak Yvone berjalan ke arah Fairel dan Beth. Saat ini, pasangan suami istri yang sudah menikah sah beberapa minggu yang lalu tersebut memang sedang berada di atas panggung pelaminan, di tengah-tengah acara resepsi pernikahan keduanya.
Tentu saja pesta resepsi Fairel dan Beth malam ini amat sangat mewah, sesuai dengan keinginan Fairel.
"Kenapa memang? Kan kami sama-sama--"
"Beth! Kau cantik sekali!" Beth bahkan belum menyelesaikan kalimatnya saat tiba-tiba Kak Yvone sudah memeluk Beth dengan erat dan hangat.
"Beth!!" Fairel langsung menghentakkan satu kakinya karena kesal pada Beth yang tak mendengarkan ucapannya.
"Ada apa? Kau kenapa, Iel?" Tanya Abang Timmy bingung. Kak Yvone juga sudah melepaskan pelukannya pada Beth, dan Fairel langsung serta merta menarik tangan Beth agar menjauh dari Kak Yvone.
"Sudah jangan berpelukan lagi, dan Abang bawa pergi istri abang itu jauh-jauh!" Usir Fairel kemudian sembari menunjuk-nunjuk ke arah Kak Yvone.
"Ada apa, sih?" Gantian Kak Yvone yang bertanya bingung.
"Iel cemburu dan mengira kalau kita menjalin hubungan spesial, Kak!" Beth yang akhirnya buka suara untuk menjawab kebingungan Abang Timmy dan kak Yvone. Terang saja, abang dan kakak ipar Beth itu langsung ternganga dan membelalak tak percaya.
"Hubungan spesial maksudnya?"
"Kita pacaran sesama jenis," ungkap Beth blak-blakan yang langsung membuat Fairel menghentakkan satu kakinya. Sementara Kak Yvone dan Abang Timmy langsung tergelak bersama.
"Kedekatan kalian berdua itu benar-benar mencurigakan!" Tukas Fairel sembari menuding bergantian ke arah Beth dan Kak Yvone yang malam ini bajunya senada dengan yang dikenakan Abang Timmy.
"Mencurigakan bagaimana? Beth tak akan jadi istrimu kalau dia punya perilaku menyimpang, Iel!" Ujar abang Timmy yang kini menatap heran pada Fairel.
"Iya Beth memang tak menyimpang, Bang! Tapi istri abang itu!" Fairel ganti mengendikkan dagunya ke arah Kak Yvone.
"Aku?" Kak Yvone langsung menunjuk ke arah dirinya sendiri.
"Ya! Kak Yvone kan sering memeluk Beth dengan lebay, lalu tidur disamping Beth saat di kamar, lalu suka rangkul-rangkulan juga." Penjelasan panjang lebar Fairel sukses membuat Abang Timmy terkekeh.
"Aku normal!" Sergah Kak Yvone menyangkal segala tuduhan yang dilayangkan oleh Fairel.
"Dan lagi, selama ini aku selalu menganggap Beth itu sebagai adikku--"
"Beth kan memang sudah jadi adiknya Kak Yvone!" Ujar Beth menyela.
"Iya itu benar! Dan adik kakak sesama perempuan sepertinya wajar melakukan srmua hal yang kau katakan barusan!" Sergah Kak Yvone lagi sembari mebatap tajam ke arah Fairel.
"Wajar bagi semua orang kecuali Fairel sepertinya, Yv!" Seloroh abang Timmy kemudian.
"Ayo pergi saja dari sini!" Ajak Kak Yvone kemudian yang langsung membuat Abang Timmy mengangguk.
"Iya! Pergi sana!" Ujar Fairel seraya mencibir - cibir tak jelas.
"Dan jangan mengganggu Beth lagi!" Tukas Fairel kemudian sembari merangkul pundak Beth yang kini malah mencubit pinggang Fairel.
"Aduh! Kenapa kau mencubitku, Beth?" Protes Fairel cepat.
"Sikapmu itu! Lebay dan berlebihan!" Desis Beth dengan ekspresi wajah yang sudah geregetan.
"Dimana lebay-nya dan dimana berlebihannya? Sikapku amat sangat wajar sebagai suami yang sangat mencintaimu!" Fairel tiba-tiba sudah menarik pinggang Beth, lalu mencium sekilas bibir istrinya tersebut.
"Kau cantik sekali malam ini, Bethany Istriku!" Puji Fairel kemudian sambil kembali mencium bibir Beth.
"Sudah!" Beth mendelik pada Fairel.
"Kenapa? Tak ada yang akan protes karena kita adalah pasangan yang sah!" Fairel mencium sekali lagi.
"I love you, Beth!" Ucap Fairel kemudian seraya memasang wajah manis nan lebay seperti yang sudah-sudah. Kenapa sikap lebay Fairel ini selalu muncul di saat tak tepat?
"Jawab, Beth! Kenapa kau malah diam dan melamun? Kau tidak mencintaiku?" Cecar Fairel dengan raut tak senang.
"Tentu saja aku mencintaimu!"
"Balas ucapanku tadi kalau begitu!" Pinta Fairel kemudian.
"I love you, Fairel lebay!" Ucap Beth akhirnya yang langsung membuat Fairel berdecak.
"Hanya bercanda!"
"I love you, Suamiku sayang!" Ulang Beth sembari mencium pipi Fairel.
"Salah!" Sergah Fairel cepat.
"Apanya yang salah? Ciumannya?" Tanya Beth bingung.
"Bukan! Tapi ucapanmu!" Uajr Fairel yang tentu saja langsung membuat Beth membulatkan kedua matanya.
"Ucapanku?"
"I..."
"Love..."
"You..." Beth menggumamkan satu persatu kata dari rangkaian kalimat yang tadi ia katakan sembari menelisik bagian mana yang salah. Tapi sepertinya tidak ada.
"Benar i love you, kan? Aku mencintaimu." Beth menatap bingung sekaligus penuh tanya ke arah Fairel.
"Iya I love you artinya memang aku mencintaimu. Tapi kalimatmu tadi salah!" Tegas Fairel sekali lagi.
"Bagian mana yang salah? Bisa kau jelaskan saja to the point karena aku bingung, Iel!" Cecar Beth akhirnya dengan nada bicara yang sudah bersungut.
"Tadi kan aku sudah mengatakan I love you! Jadi seharusnya kau menjawab I love you too," terang Fairel akhirnya yang tentu saja langsung membuat Beth geregetan lagi anatra ingin menjambak saja rambut Fairel atau menendang langsung bokong suaminya ini.
Kenapa juga hal seperti itu harus dibesar-besarkan oleh Fairel? Seperti tak ada hal lain saja!
"Kenapa? Kenapa ekspresimu malah jadi aneh begitu? Apa penjelasanku masih kurang jelas?" Cecar Fairel kemudian pada Beth yang langsung mengubah ekspresi wajahnya.
"Penjelasanmu jelas!"
"Jelas sekali malahan!" Desis Beth berusaha menahan emosinya yang mendadak ingin menendang bokong Fairel.
"Ulang kalau memang sudah jelas, Istriku yang paling cantik!" Titah Fairel kemudian seraya mengusap wajah Beth.
"Kau duluan, Suamiku yang tampan, imut, dan menggemaskan!" Beth balas menangkup wajah Fairel juga.
"I love you, Beth istriku!" Ucap Fairel kemudian yang langsung membuat bibir Beth melengkungkan senyuman lebar.
"I love you too, Suamiku sayang!" Balas Beth kemudian bersamaan dengan Fairel yang tiba-tiba sudah menarik pinggang istrinya itu kembali, lalu mel*mat bibir Beth dengan cepat dan dalam.
"I love you! I love you! I love you!" Ucal Fairel berulang-ulang diselingi dengan cecapan serta ciuman berulang juga di bibir Beth. Namun tanpa diduga, Beth yang mendapatkan ciuman bertubi-tubi dari Fairel mulai hilang keseimbangan dan akhirnya.
"Iel!!"
Bruuuk!
"Aaauwww! Ieeelll!!" Geram Beth yang kini sudah jatuh telentang di atas panggung pelaminan, bonus ditindih oleh Fairel juga yang malah tersenyum ke arahnya.
Kenapa suami Beth harus segila ini?
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.