Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
ADA APA?


"Astaga!" Pekik Beth saat tiba-tiba loyang kue berisi adonan yang hendak ia masukkan ke dalam oven, lolos dari pegangannya dan langsung jatuh ke lantai. Terang saja, adonan rollcake yang tadi berada di atas loyang langsung terhambur dan mengotori lantai dapur.


"Kak Beth, ada apa?" Tanya Shanty yang langsung menghampiri Beth ke dapur.


"Tidak tahu!"


"Sepertinya tanganku sedikit tremor," gumam Beth yang akhirnya bersimpuh, lalu membersihkan adonan yang berceceran di lantai. Shanty juga segera turun tangan untuk membantu Beth.


Namun Beth masih bertanya-tanya, kenapa ia tadi bisa menjatuhkan loyang, padahal perasaan Beth sudah memegangnya dengan erat. Dan ini benar-benar kejadian langka yang tak pernah terjadi sebelumnya.


Perasaan Beth kok mendadak tak enak, ya!


Apa Fairel baik-baik saja?


Beth bahkan belum melihat pria itu lagi beberapa hari terakhir.


****


"Beth, aku minta maaf...." Fairel tak berhenti mengigau sejak pria itu dilarikan ke UGD karena kecelakaan yang menimpanya kemarin sore.


Berdasarkan penyelidikan, Fairel memacu motor Keano terlampau kencang hingga akhirnya ia hilang kendali dan mengalami kecelakaan. Beruntung Fairel terpental ke sisi kiri jalan dan tak ada luka dalam yang serius. Hanya tangan dan kaki Fairel saja yang lumayan babak belur karena mencium trotoar jalan.


"Beth...."


"Beth, maafkan aku...." Fairel masih tak berhenti mengigau, membuat Mom Yumi dan Dad Liam yang sejak kemarin menemani Fairel saling bertukar pandang.


"Apa tidak sebaiknya kita minta Beth untuk datang?" Usul Dad Liam sekali lagi.


"Toh undangan yang dibicarakan Keano kemarin itu kan undangan pernikahan abangnya Beth. Jadi pasti--"


"Tapi Beth sudah punya kekasih, Liam!" Sergah Mom Yumi yang langsung membuat Dad Liam terkejut.


"Tahu darimana?" Tanya Dad Liam kemudian.


"Aku bertanya langsung pada Beth kemarin, saat acara pernikahan Keano!" Ujar Mom Yumi bersama dengan igauan Fairel yang kembali terdengar.


"Beth...."


"Beth... aku minta maaf!"


"Lalu sekarang bagaimana? Kenapa Fairel terus saja merana dalam kisah percintaannya seolah putraku ini adalah pria tak laku yang ditolak semua gadis--"


"Apa Dad sedang membicarakan Iel?" Tanya Fairel tiba-tiba yang tentu saja langsung membuat Dad Liam dan Mom Yumi terkejut.


Sejak kapan juga putra sulung mereka itu sudah bangun?


Bukannya tadi masih mengigau?


"Kau sudah bangun, Iel?" Tanya Mom Yumi kemudian yang bergegas meneriksa kondisi sang putra.


"Ya, dan Iel mau pulang--"


"Aduuhhh!" Fairel langsung meringis saat ia merasakan nyeri luar biasa di tangannya yang kini diperban.


"Dad akan memanggil dokter!" Inisiatif Dad Liam kemudian seraya keluar dari kamar perawatan.


"Kapan Iel bisa pulang, Mom? Bisa tolong lepaskan infusnya?" Tanya Fairel kemudian yang langsung membuat Mom Yumi menggeleng.


"Kau masih harus dirawat, setidaknya sampai luka-lukamu mengering, Iel!"


Fairel langsung merengut, dan Mom Yumi segera mengusap kepala putra sulungnya tersebut.


"Iel, mengenai Beth--"


"Tidak usah dibahas!" Sergah Fairel yang langsung membalik tubuhnya dan memunggungi Mom Yumi. Meskipun kemudian pria itu harus berteriak kencang karena luka-luka di tangan dan kakinya yang langsung terasa nyeri.


"Pelan-pelan, Iel!"


"Sakit sekali!" Ringis Fairel kemudian dengan bibir mencebik.


"Kenapa kau mau menikah dengan pria lain, Beth?"


"Apa itu alasanmu memutuskan hubungan kita kemarin?" Gumam Fairel kemudian yang ganti curhat ke dinding kamar perawatan.


"Iel, bukan Beth yang akan menikah," ujar Mom Yumi akhirnya memberitahu Fairel yang masih saja mengira Beth akan menikah.


Kalimat penjelasan Keano kemarin memang sedikit rancu hingga membuat Fairel salah paham. Seharusnya Keano langsung to the point mengatakan kalau undangan itu adalah undangan pernikahan Abangnya Beth. Atau mungkin Fairel saja yang terburu-buru menyimpulkan hingga pria itu salah tangkap?


"Iel," Mom Yumi masih mengusap punggung Fairel.


"Kenapa kau tak mau memaafkanku dan malah ingin menikah dengan pria lain, Beth?"


"Kenapa juga kau sampai mengarang cerita bohong agar hubungan kita berakhir?"


"Kenapa, Beth?"


Mom Yumi lalu segera memeriksa Fairel yang rupanya sudah memejamkan matanya lagi.


"Beth...."


"Aku minta maaf..." Fairel mengigau sekali lagi saat Mom Yumi mengusap punggungnya dengan lembut.


Ya ampun!


"Bagaimana, Yum?" Tanya Dad Liam yang sudah masuk lagi ke dalam kamar perawatan bersama dokter.


"Dia sudah tidur lagi--"


"Beth!"


"Aku minta maaf!"


Kalimat Mom Yumi bahkan belum selesai tapi Fairel sudah mengigau lagi.


Ya ampun!


"Sepertinya Fairel sedang mengalami tekanan batin," ujar dokter menyimpulkan.


"Beth itu siapa?" Tanya Dokter lagi.


"Seorang gadis," jawab Dad Liam seraya menatap pada Mom Yumi.


"Pacar Fairel?" Tanya dokter lagi


"Mereka belum sempat pacaran sepertinya, Dok!" Jawab Dad Liam sedikit bingung.


Bagaimana tak bingung kalau Fairel saja tak pernah mengungkap hubungan seperti apa yang sebelumnya ia jalin bersama Beth. Selama ini kan Dad Liam dan Mom Yumi hanya meraba-raba hubungan apa yang sebenarnya terjadi diantara Fairel dan Beth. Lalu kebucinan Fairel pada rollcake Beth juga sedikit menjadi petunjuk. Sebelum kemudian Fairel menjadi kerap uring-uringan belakangan ini saat ada yang menyebut nama Beth.


Ah, entahlah!


Sepertinya hubungan Beth dan Fairel ini memang sedikit rumit.


"Sepertinya memang hanya kehadiran Beth yang bisa menghentikan igauan Fairel ini," ujar dokter kemudian.


"Mungkin ada baiknya untuk memanggil Beth kesini, agar kondisiFaireljuga lebih membaik," saran dokter selanjutnya yang langsung membuay Mom Yumi dan Dad Liam saling bertukar pandang.


"Untuk luka-luka di tangan dan kaki, sebenarnya tak terlalu parah dan akan cepat mengering asal rajin dibersihkan dan dioles salep," ujar dokter lagi.


"Apa itu artinya saya bisa pulang dan rawat jalan saja, Dok?" Tanya Fairel tiba-tiba yang sepertinya sudah bangun lagi.


Lah!


Bukannya tadi tidur dan mengigau tak jelas.


"Kau sudah bangun, Iel?" Tanya Mom Yumi bingung.


"Sudah, Mom! Dan Iel mau telentang."


"Bisa tolong bantu Iel?" Pinta Fairel kemudian yang langsung membuat dokter dan Dad Liam bergerak cepat untuk membantu Fairel.


"Saya boleh rawat jalan, Dok?" Tanya Fairel sekali lagi pada Dokter yang tampak berpikir.


"Tolong katakan boleh sebelum saya jadi gila disini, Dok!" Sergah Fairel kemudian dengan nada memaksa yang tentu saja langsung membuat dokter tertawa kecil.


"Iya, boleh! Asal kau bisa kooperatif merawat lukamu dan rajin datang kontrol," ujar dokter kemudian yang langsung membuat Fairel mengangguk.


"Saya mengerti, Dokter!"


****


"Kak Beth," panggil Shanty saat Beth sedang membuat beberapa hiasan bunga untuk wedding cake Abang Timmy yang rencananya akan digelar lusa.


"Ada apa?" Tanya Beth tanpa menoleh ke arah Shanty.


"Ada yang mencari Kak Beth di depan," ujar Shanty yang langsung membuat Beth menghentikan aktivitasnya. Beth lalu bergegas mencuci tangan dan keluar dari dapur menyusul Shanty.


"Siapa yang--" Beth tak jadi melanjutkan kalimatnya, saat gadis itu mendapati Mom Yumi dan Dad Liam yang ternyata sudah ada di dalam tokonya.


Ada apa ini?


Kenapa memdadak orang tua Fairel ini datang ke toko dan mencari Beth?


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.