Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
PENGAKUAN BETH


Beth masih mematung di depan pintu dapur saat melihat kehadiran Mom Yumi dan Dad Liam di tokonya.


Kenapa mendadak orang tua Fairel ini datang ke toko Beth?


"Itu, Kak!" Bisik Shanty yang langsung membuyarkan lamunan Bethh. Karyawan Beth itu lali kembali berjaga di belakang kasir.


Meskipun ragu dan sedikit canggung, Beth akhirnya tetap menghampiri Mom Yumi yang tersenyum ke arahnya serta Dad Liam yang sudah sibuk menikmati rollcake Beth.


"Rollcake-mu memang enak, Beth!" Puji Dad Liam yang langsung membuat Beth mengangguk dan memaksa untuk tersenyum.


"Bagaimana kabarmu?" Gantian Mom Yumi yang bertanya.


"Baik, Tante," jawab Beth seraya meraih tangan Mom Yumi lalu menciumnya. Pun pada Dad Liam, Beth juga melakukan hal yang sama. Beth kemudian duduk di depan Mom Yumi dan Dad Liam yang akhirnya selesai makan kue.


"Ngomong-ngomong, ada keperluan apa Tante Yumi dan Om Liam datang kesini?" Tanya Beth kemudian membuka obrolan.


Mom Yumi dan Dad Liam saling bertukar pandang sejenak, sebelum kemudian salah satu dari mereka buka suara.


"Kami datang kesini untuk meminta kesediaanmu, Beth--"


"Kesediaan?" Beth bergumam dan sedikit mengernyit.


"Jadi kemarin dan kemarinnya lagi Fairel mengalami kecelakaan--"


"Kecelakaan, Tante? Apa lukanya parah? Lalu bagaimana kondisi Iel sekarang?" Cecar Betah yang raut wajahnya sudah terlihat sangat cemas. Bahkan gadis itu sudah bangkit dari duduknya dan menatap bergantian pada Mom Yum serta Dad Liam.


"Iel baik-baik saja, kan, Tante?" Tanya Beth sekali lagi yang bahkan kedua matanya sudah berkaca.


"Secara garis besar, kondisi Iel baik, Beth!" Mom Yumi sudah bangkit dari duduknya, lalu menghampiri dan merangkul lembut pundak Beth.


"Iel juga sudah pulang dari rumah sakit dan sekarang dia sudah istirahat di rumah," imbul Dad Liam.


Beth seketika langsung bernafas lega. Mom Yumi juga sudah membimbing Beth agar kembali duduk


"Tapi masih ada sedikit hal yang membuat kami cemas, Beth," tukas Mom Yumi kemudian.


"Hal apa, Tante?"


"Iel masih terus mengigau setiap kali ia tidur. Dan dia selalu mengatakan maaf Beth, aku minta maaf, Beth,"


"Seperti itu," cerita Mom Yumi yang tentu saja cukup membuat Beth terkejut.


"Apa sebelumnya kau dan Fairel terlibat satu pertengkaran, Beth?" Tanya Dad Liam kemudian.


"Hanya pertengkaran kecil, Om!" Jawab Beth sedikit ragu.


"Dan di pertemuan terakhir kami, Iel memang marah-marah ke Beth," ujar Beth lagi.


"Pantas saja," gumam Dad Liam kemudian.


"Tante dan Om minta maaf atas nama Fairel, jika memang ada kata-kata Fairel yang menyakitimu, ya!" Ucap Mom Yumi kemudian yang langsung membuat Beth menggeleng.


"Tidak ada, kok, Tante!" Cicit Beth cepat.


"Kau memaafkan Fairel?" Tanya Mom Yumi lagi.


"Beth sudah melupakan apa-apa saja yang pernah dikatakan Fairel, Tante!" Tukas Beth cepat.


"Lalu sekarang, misalnya Tante meminta kau ke rumah untuk menjenguk Fairel sebentar saja."


"Apa kau merasa keberatan?" Tanya Mom Yumi lagi yang langsung membuat Beth terdiam.


"Kami tahu, kalau kau sudah punya pacar dan mungkin juga Fairel sudah tak punya kesempatan--"


"Om, soal itu sebenarnya..." Beth menatap bergantian ke arah Mom Yumi dan Dad Liam dan mendadak sedikit ragu untuk mengatakannya.


"Sebenarnya kenapa, Beth? Kau waktu itu kan memang mengatakan kalau kau sudah punya pacar-"


"Atau jangan-jangan kau sudah putus dengan pacarmu?" Celetuk Dad Liam menyela, yang langsung berhadiah pukulan di tangan dari Mom Yumi.


"Liam!"


"Aku kan hanya mengira-ngira, Yum! Kalo benar Beth dan pacarnya sudah putus berarti Iel punya kesempatan lagi dan putra kita tak perlu merasakan patah hati lagi," bisik Dad Liam lumayan keras yang tentu saja bisa didengar dengan jelas oleh Beth.


"Tapi tak perlu se blak-blakan itu bertanyanya!" Desis Mom Yumi menatap geram pada sang suami.


"Iya, sebenarnya memang sudah putus, Om!" Jawab Beth akhirnya seraya meringis.


Tapi memang Fairel kan kemarin yang mengatakan kalau diantara dirinya dan Beth tak ada hubungan apa-apa lagi. Lagipula, sejak awal Beth mengatakan pada Mom Yumi kalau ia punya pacar itu kan yang Beth maksud, ya, Fairel!


"Kan! Iel berarti sudah punya kesempatan lagi!"


"Sudah! Kau menikah saja dengan Iel!" Ucap Dad Liam kemudian berapi-api yang langsung berhadiah keplakan lagi dari Mom Yumi.


"Apalagi?" Geram Dad Liam seraya menatap bingung pada sang istri yang hanya memutar bola mata.


Jelas sudah sekarang sikap lebay Fairel itu menurun dari siapa!


Dari Dad Liam ternyata!


"Jadi, kau akhirnya putus dengan pacarmu, Beth? Apa ini semua karena Iel?" Tanya Mom Yumi kemudian yang tak berapi-api seperti Dad Liam tadi.


Beth diam sebentar dan tak langsung menjawab. Gadis itu sedikit bingung menyusun kalimat untuk menjelaskan pada orang tua Fairel ini kalau waktu itu yang Beth maksud sebagai pacar itu ya Fairel. Lalu yang Beth maksud dengan putus adalah Fairel yang kemarin mengatakan kalau diantara mereka berdua, kini tak ada hubungan apa-apa lagi.


Entahlah ini benar-benar membingungkan!


"Beth!" Teguran Mom Yumi langsung menyentak lamunan Beth.


"Maaf, jika pertanyaan Tante lancang atau menyinggung hatimu," ucap Mom Yumi lagi penuh sesal, seraya mengusap lembut punggung Beth.


"Beth putus bukan karena Fairel, Tante," ucap Beth akhirnya seraya menundukkan kepala.


"Tidak usah dibahas!" Ucap Dad Liam memberikan kode tegas pada Mom Yumi yang masih mengusap-usap punggung Beth.


"Kau bisa menenangkan diri dulu, Beth! Dan nanti jika hatimu sudah lebih tenang, mungkin kau bisa meluangkan waktu untuk menjenguk Fairel," tukas Mom Yumi kemudian penuh harap.


"Nanti Beth akan datang dan menjenguk Fairel, Tante!" Ujar Beth cepat seolah sedang berjanji pada Mom Yumi.


"Atau mau bareng kami saja, Beth?" Tawar Dad Liam kemudian yang membuat Beth sedikit terkejut.


"Hah?"


"Dad-nya Iel hanya bercanda," tukas Mom Yumi cepat seraya mengusap-usap punggung Beth, kemudian memeluk gadis itu.


"Mom--"


"Maksudnya Tante tunggu kedatanganmu ke rumah untuk menjenguk Iel," Ujar Mom Yumi kemudian yang langsung membuat Beth mengangguk dan tersenyum.


"Sekaligus membuka hatimu untuk Iel juga!" Timpal Dad Liam yang langsung membuat Beth mengernyit dan sedikit bingung.


"Liam--"


"Apa? Beth kan sudah tak punya pacar sekarang! Jadi tak masalah jika kita bergerak cepat untuk menggaetnya menjadi menantu!"


"Toh Iel juga sepertinya sudah bucin akut tak hanya pada rollcake Beth saja tapi juga pada Beth!" Ungkap Dad Liam blak-blakan yang langsung membuat Beth batuk-batuk karena tersedak ludahnya sendiri.


Mom Yumi sontak mendelik pada sang suami yang ternyata masih tak mau diam.


"Sakit saja yang dipanggil Beth Beth terus!" Dad Liam masih tak berhenti bercerocos.


"Sebelum- sebelumnya kan Iel tak pernah sampai seperti ini, meskipun dia patah hati!" Ungkap Dad Liam lagi.


"Semua keputusan tetap menjadi hak kamu sepenuhnya, Beth!" Mom Yumi akhirnya buka suara dan masih mengusap lembut punggung Beth.


Ya ampun!


Kenapa mata Beth mendadak jadi memanas begini?


"Toh, jika tante lihat dari semua gelagat Fairel sejak dia mengenalmu, banyak sekali perubahan yang terjadi yang menunjukkan kalau sebenarnya Fairel itu ada rasa kepadamu, Beth!"


"Tapi mungkin Fairel saja yang tak menyadarinya atau entah bagaimana," ujar Mom Yumi lagi seraya tertawa kecil.


Beth memaksa untuk ikut tertawa juga meskipun dalam hati ia masih bertanya-tanya apa yang dikatakan oleh Dad Liam dan Mom Yumi ini benar adanya?


Apa Iel benar-benar mencintai Beth dan tak hanya sekedar menjadikan Beth sebuah pelarian?


Tapi jika melihat dari semua sikap Fairel yang begitu posesif dan pencemburu....


"Berapa kali harus kubilang, kalau aku itu sudah move on dari Rossie, Beth!"


"Aku sudah move on dari Rossie!"


"Beth, kami pamit dulu!" Ucapan Mom Yumi langsung menyentak lamunan Beth.


"Eh, iya, Tante! Hati-hati!" Jawab Beth sedikit tergagap.


Tante Yumi lalu memeluk Beth sekali lagi sebelum kemudian wanita paruh baya itu keluar dari toko bersama sang suami.


****


"Masuk saja! Fairel sedang istirahat tadi di dalam," ucap Mom Yumi pada Beth yang akhirnya benar-benar datang ke kediaman Halley sore ini.


"Iya, Tante," jawab Beth bersamaan dengan Mom Yumi yang langsung berlalu pergi.


Beth menghela nafas sejenak, sebelum kemudian meraih gagang pintu kamar Fairel, lalu membukanya perlahan.


"Beth...."


Beth baru melongokkan kepalanya ke dalam kamar Fairel, saat sudah terdengar racauan dari bibir Fairel yang menyebut nama Beth.


Apa Fairel sudah tahu kalau Beth datang? Atau pria itu hanya sedang mengigau saja seperti cerita Mom Yumi?


"Kenapa kau membohongiku, Beth?" Racauan Fairel kembali terdengar dan Beth akhirnya masuk ke kamar, lalu membiarkan pintu kamar Fairel setengah terbuka saja.


Beth tak ingin membuat skandal apapun!


Bukankah Beth datang hanya untuk menjenguk Fairel?


"Beth--"


"Uhuk-uhuk! Uhuk-uhuk!" Fairel tampak terbatuk-batuk dan mirip orang tersedak. Buru-buru Beth meraih gelas berisi air di atas nakas, lalu menyodorkannya pada Fairel yang sudah membuka mata.


Namun hanya beberapa saat karena kemudian kedua mata Fairel kembali terpejam dan pria itu batuk-batuk lagi.


"Bangun dan minum dulu, Iel," ucap Beth akhirnya seraya duduk di tepi ranjang Fairel.


Fairel lalu membuka kedua matanya lagi.


"Kau sedang apa disini? Mau mengantar undangan pernikahanmu?" Tanya Fairel tiba-tiba dengan nada ketus. Pria itu kemudian mengambil kasar gelas di tangan Beth, lalu meneguk isinya hingga tandas, dan meletakkan lagi gelas tadi di atas nakas dengan gerakan kasar


"Aaarrgghh! Luka sialan!" Umpat Fairel saat luka di tangannya yang terlihat sudah hampir mengering terkena sudut meja.


"Undangan pernikahan apa maksudmu?" Beth balik bertanya pada Fairel yang wajahnya tampak bersungut tak jelas.


Padahal tadi tidur mengigaukan nama Beth. Tapi saat bangun dan melihat Beth, bukannya senang malah bersungut-sungut tak jelas.


Dasar aneh!


"Pernikahanmu dengan pacarmu yang mungkin kelakuannya sebelas dua belas juga dengan Reandra buaya!" Jawab Fairel lagi tetap dengan nada ketus.


"Tahu darimana kalau kelakuannya sebelas dua belas dengan Re--"


"Jangan menyebut nama pria buaya itu di kamarku!" Sergah Fairel menyalak tiba-tiba yang langsung membuat Beth lumayan kaget.


"Aku benar-benar tak menyangka kalau kau sampai mengarang cerita bohong hanya--"


"Hanya agar aku memutuskanmu, lalu kau bisa pergi bersama pria lain!"


"Cerita bohong yang mana lagi maksudmu? Kau sejak tadi terus saja menuduhkan ini dan itu padaku--"


"Cerita tentang cincin untuk Rossie!" Sergah Fairel yang langsung membuat Beth terdiam.


"Kau tak pernah mengambil cincin itu, kan? Kau bahkan tak pernah menemukannya di saku celanaku! Jadi kenapa kau harus berbohong dan mengatakan kalau kau mencuri dan menjual cincin itu, hah?"


"Jelas-jelas cincin itu jatuh ke dasar kolam saat aku tercebur, lalu ditemukan oleh pak tukang kebun!" Cerocos Fairel panjang lebar yang masih membuat Beth bungkam.


"Kenapa kau melakukannya, Beth? Apa kau sudah bosan dengan hubungan kita kemarin? Atau karena apa?"


"Karena kau belum move on dari Rossie!" Sergah Beth yang langsung berhadiah tatapan tajam dari Fairel.


"Aku tak mau menjadi pelarian perasaanmu...."


"Yang tak kesampaian pada Rossie," suara Beth sedikit memelan dan tatapan Fairel malah kian menajam ke arahnya sekarang.


Beth buru-buru bangkit dari tepi ranjang Fairel dan hendak beringsut mundur saat mendadak tangannya sudah ditahan oleh Fairel yang masih menatapnya dengan tajam tanpa sedikitpun buka suara.


Benar-benar membuat Beth menjadi takut!


"Kalau memang aku tak pernah mencintaimu dan hanya menjadikan kau sebuah pelarian, kenapa aku harus memacu motor seperti orang gila kemarin saat Keano mengatakan kalau kau mengantar undangan ke rumahnya--"


"Itu undangan pernikahan Abang Timmy!" Sergah Beth menyela.


"Iya! Dan aku sudah panik, kalang kabut tak karuan karena mengira kalau kau yang akan menikah dengan pacarmu yang entah siapa--"


"Masih mau mengatakan kalau aku belum move on dan hanya menjadikanmu pelarian?"


"Aku tak akan segila itu jika memang aku tak benar-benar mencintaimu, Beth!"


"Kenapa kau masih saja tak percaya?" Fairel berteriak geram pada Beth yang langsung menundukkan wajahnya.


"Dan sekarang dengan entengnya kau malah berpacaran dengan pria lain!" Teriak Fairel lagi penuh kekecewaan.


"Apa kau sengaja mau membuatku gila, hah?" Cecar Fairel lagi yang masih menggenggam erat tangan Beth.


"Tahu darimana aku berpacaran dengan pria lain?" Cicit Beth kemudian sembari menatap pada Fairel namun masih dengan bibir yang mengerucut.


"Kau sendiri yang mengatakannya pada Mom, kan? Kenapa sekarang pura-pura amnesia?" Cecar Fairel emosi.


"Waktu Mom kamu bertanya memang status kita kan masih pacaran. Makanya aku bilang kalau aku punya pacar waktu itu," ungkap Beth kemudian yang seketika langsung membuat Fairel menganga tak percaya.


"Tapi kemudian kau memutuskanku dan mengakhiri hubungan ki--" Beth meringis dan tak jadi melanjutkan kalimatnya karena delikan Fairel benar-benar terlihat horor sekarang.


"Benar-benar kamu, Beth!!" Geram Fairel yang langsung menarik kuat tangan Beth, hingga membuat Beth yang tak siap langsung jatuh tepat ke atas pangkuan Fairel.


"Iel--" Pekikan Beth langsung dibungkam oleh ciuman Fairel yang tiba-tiba.


"Menikahlah denganku, Bethany Atmadja!" pinta Fairel tiba-tiba yang langsung membuat kedua mata Beth membulat sempurna.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.