
Beth masih berbincang dengan Rossie, saat pandangannya tak sengaja tertumbuk pada Fairel yang sedang berjalan sendiri entah mau kemana.
"Aku pergi dulu, Rossie!" Pamit Beth kemudian pada Rossie, seraya gadis itu berlalu pergi. Beth mengikuti langkah Fairel yang sepertinya akan menuju ke halaman belakang kediaman Halley.
"Iel!" Panggil Beth yang langsung membuat Fairel menghentikan langkahnya, namun hanya sekejap sebelum kemudian pria itu kembali melangkah meninggalkan Beth.
"Iel!" panggil Beth lagi seraya mengejar Fairel yang sama sekali tak menggubrisnya.
"Iel, tunggu dulu!" Beth terus mengejar Fairel yang juga semakin jauh meninggalkannya.
Ck! Langkah Fairel benar-benar cepat sampai Beth harus berlari agar bisa mengejar pria itu.
"Iel--" Beth masih berlari ke arah Fairel, saat tiba-tiba Fairel malah berhenti mendadak, dan Beth yang tak siap refleks menabrak punggung pria itu.
"Aduh!" Beth mengaduh seraya mengerucutkan bibirnya saat Fairel kemudian berbalik.
"Apa?" Sahut Fairel galak.
"Bisa bicara sebentar?" Pinta Beth memohon.
"Tidak!" Jawab Fairel tegas seraya kembali meninggalkan Beth.
"Iel, aku minta maaf!" Ucap Beth yang kembali menyusul langkah Fairel, saat tiba-tiba pria itu kembali menghentikan langkahnya secara mendadak, dan Beth harus menabrak punggungnya lagi.
Ya ampun!
"Kau hobi sekali menabrakku! Sedang caper?" Cecar Fairel ketus.
"Kau itu yang berhenti mendadak sedari tadi," Beth balik menyalahkan Fairel yang langsung berdecak.
"Baiklah, aku tak memaafkanmu!" Ucap Fairel kemudian seraya meninggalkan Beth lagi.
Ya ampun!
Pria ini kenapa sebenarnya?
"Iel!" Beth mengejar Fairel sekali lagi dan kini mereka sudah sampai di kolam renang di halaman belakang kediaman Halley
"Iel!" Panggil Beth lagi yang langsung membuat Fairel mengangkat tangannya ke arah Beth.
"Jangan dekat-dekat! Kau akan membuatku tercebur ke kolam lagi nanti!" Gertak Fairel galak
"Aku tak sengaja waktu itu!" Sergah Beth membela diri.
"Dan aku juga sudah minta maaf serta bertanggung jawab--"
"Tapi kau sudah membuatku kehilangan cincin yang seharusnya aku pakai untuk melamar Rossie--" Fairel menuding geram pada Beth namun pria itu tak melanjutkan kalimatnya.
"Kau belum move on?" Tebak Beth kemudian yang langsung membuat Fairel mengedengus.
"Sudah!" Sanggah Fairel cepat.
"Hanya saja, aku selalu berubah sial sejak bertemu denganmu! Jadi mulai sekarang jangan dekat-dekat lagi dan jauh-jauh sana!"
"Hush! Hush!" Usir Fairel yang sudah mengitari kolam dan meninggalkan Beth yang masih mematung di tepi kolam.
"Kau tidak memaafkanku?" Tanya Beth sedikit berseru, namun tanpa berpindah dari posisinya.
"Tidak! Aku bahkan tidak tahu kenapa kau minta maaf!" Jawab Fairel sinis, seraya melangkah pergi dari halaman belakang.
Beth hanya menghela nafas, dan gadis itu melihat arlojinya.
"Sebaiknya aku pulang saja. Mungkin Abang Timmy juga sudah bangun," gumam Beth akhirnya seraya meninggalkan halaman belakang rumah Halley.
Beth lalu menuju ke lokasi utama pesta di teras dan halaman depan. Reina dan Angga sudah berdansa dengan mesra. Pun dengan Rossie yang kini berdansa bersama seorang pria....
Itu sepertinya bukan Keano! Rossie berdansa dengan siapa?
Ah, bukan urusan Beth juga!
Beth terus melanjutkan langkahnya sembari mengedarkan pandangan demi mencari Tante Sita atau Tante Yumi mungkin. Beth hanya ingin berpamitan.
"Hai, Cantik! Mengantuk, ya?"
Beth masih mencari-cari keberadaan Tante Sita dan Tante Yumi, saat mendadak gadis itu malah mendengar suara Fairel yang sepertinya sedang menyapa seseorang...
Siapa itu?
Sepupu Fairel? Atau saudara Fairel?
"Hai! Tos!" Fairel yang sudah bersimpuh di depan gadis dengan kursi roda itu mengajak tos, lalu mereka tampak tertawa bersama.
Fairel lalu juga berbincang dengan pria yang sejak tadi berdiri di belakang kursi roda gadis yang tadi disapa oleh Fairel
Mereka sebenarnya siapa?
Beth masih belum mengalihkan tatapannya, saat kemudian Fairel kembali bersimpuh dan tersenyum pada gadis berkursi roda tadi.
"Bye, Bidadari cantik!"
"Kau benar-benar cantik, ya?"
Bisa Beth dengar pujian Fairel pada gadis tadi. Bahkan Fairel juga tampak mengusap kepala gadis yang Beth akui memang cantik tersebut.
Oh, ya ampun!
Kenapa hati Beth rasanya....
Sedikit panas!
Beth tidak sedang cemburu, kan?
Tentu saja tidak!
Konyol sekali kalau Beth merasa cemburu.
Beth bahkan tak punya perasaan apapun pada pria galak bernama Fairel itu!
"Baiklah. Bye, Bidadari cantik!" Pamit Fairel sekali lagi sebelum kemudian pria itu melirik sekilas ke arah Beth. Sepertinya sejak tadi Fairel sudah sadar kalau Beth sedang memang mengawasinya.
"Bye, Bidadari cantik!" Ucao Fairel sekali lagi sebelum pria itu berlalu meninggalkan si gadis berkursi roda.
Sementara Beth yang masih mematung di tempatnya semula, susah payah menelan ludahnya yang mendadak terasa pahit.
"Aku akan pulang saja," gumam Beth lagi seolah sedang mengingatkan dirinya sendiri yang sejak tadi sudah berniat pulang.
Lalu kenapa Beth malah tak kunjung pulang dan sibuk memperhatikan Fairel yang sedang mengusap-usap kepala seorang gadis remaja? Dasar aneh!
Beth terus melangkahkan kakinya ke area parkir yang memang berada di luar kediaman Halley. Jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Beth masih harus menempuh perjalan ke kost-an Abang Timmy. Tapi semoga jalanan masih ramai karena Beth mendadak sedikit takut pulang sendiri.
"Bodoh! Kenapa tidak pulang sejak tadi." Beth terus menggerutu sembari menyalakan mesin motornya.
"Kenapa juga tadi tidak naik taksi saja atau menyewa mobil." Gerutu Beth lagi merutuki kebodohannya sendiri.
Mesin motor yang awalnya sudah menyala, mendadak mati lagi entah sebabnya apa.
"Ya ampun!" Beth kembali menekan tombol starter namun mesin motor tak kunjung menyala.
"Ish!"
"Kamu kenapa, sih? Ayo menyala!" Beth mulai panik sekarang, dan gadus itu terus berusaha menekan tombol starter di motornya.
Disaat bersamaan, seseorang mendadak muncul dari kegelapan dan membuat jantung Beth nyaris melompat keluar.
"Kenapa tidak menyuruh Reandra menjemput, hah?"
.
.
.
Yang disapa Fairel siapa?
Cek "Segitiga Cinta Reina" bab 51
Terima kasih yang sudah mampir.