
Beth mengendus aroma tubuh Abang Timmy yang tampak berkeringat seperti orang habis olahraga.
"Abang kok bau asem? Tadi darimana?" Cecar Beth pada sang abang.
"Tadi habis mencoba treadmill di lantai atas," jawab Abang Timmy.
"Olahraga? Siang-siang begini?" Tanya Beth lagi terheran-heran. Timmy tak menjawab dan hanya mengendikkan bahu.
Beth lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling tangga di kediaman Hadinata, seolah sedang mencari sesuatu.
Ya, Beth memang sedang mencari sepupu Rossie yang sempat membuat Abang Timmy tergila-gila itu. Tapi sepertinya memang tak ada! Semoga nanti malam juga tak ada, meskipun kemungkinannya kecil.
Secara dia kan sepupu Rossie, jadi pasti datang.
"Sedang mencari apa? Ayo pulang kalau kau sudah selesai mendekor kuenya!" Ajak Abang Timmy menyentak lamunan Beth.
"Eh, iya!"
"Beth juga harus ke salon sebelum datang ke acara pernikahan Rossie malam nanti," seloroh Beth yang langsung membuat Abang Timmy terkekeh. Kakak beradik itu lalu segera meninggalkan kediaman Hadinata.
****
"Beth, sudah siap belum?" Tanya Mama Tere yang sudah masuk ke dalam kamar Beth.
"Sedikit lagi, Ma!" Jawab Beth seraya memoleskan lipstik ke bibirnya.
"Abang Timmy sudah siap, Ma?" Beth ganti bertanya pada sang Mama.
Meskipun sebenarnya dalam hati Beth berharap agar abang Timmy tak usah datang saja.
Agar Abang Timmy tak perlu bertemu Kath juga.
"Mama periksa sebentar. Tadi sepertinya baru mandi," ujar Mama Tere yang sudah keluar lagi dari kamar Beth.
Beth yang sudah selesai berdandan, segera menyusul Mama Tere, saat kemudian terdengar suara Mama Tere yang seperti sedang menceramahi Abang Timmy.
"Tim, kenapa pakai baju seperti itu?" Tanya Mama Tere yang langsung membuat Beth buru-buru melihat penampilan sang abang.
Benar saja! Abang Timmy saat ini malah memakai celana jeans, kaus, jaket serta topi di kepalanya alih-alih memakai kemeja atau jas untuk pergi ke acara pernikahan. Ada apa dengan abang Beth itu?
"Timmy mau ke tempat kerja, Ma!" Jawab abang Timmy kemudian.
"Tapi kan Abang sudah janji mau datang. Kemarin saja pas Abang Angga menikah Abang tak datang," tukas Beth yang sontak langsung membuat Mama Tere menatap tajam ke arahnya.
Sial! Beth keceplosan! Bagaimana ini?
"Maksudnya tidak datang bagaimana, Beth? Bukannya malam itu Timmy datang bersamamu?" Cecar Mama Tere kemudian yang langsung membuat Beth meringis dan bingung untuk menjelaskannya. Beruntung Abang Timmy langsung peka dan membantu menjelaskan pada Mama Tere sekaligus menyelamatkan Beth yang tadi keceplosan.
Huh!
Selamat, selamat!
"Timmy pergi dulu, Ma! Pa!" Pamit abang Timmy akhirnya, seraya mencium punggung tangan Mama Tere dan Papa Will secara bergantian.
"Serius Abang tidak datang ke acara pernikahan Rossie?" Tanya Beth sekali lagi memastikan. Jangan sampai nanti Banag Timmy tiba-tiba datang lalu membuat skandal dengan melamar Kath misalnya.
Oh, tidak!
Sebaiknya abang Beth ini memang tak usah datang dan dia pergi bekerja saja agar cepat kaya!
"Iya serius!"
"Abang mau kerja!" Jawab abang Timmy yang wajahnya memang terlihat serius. Abang Timmy lalu mengangkat tangannya dan hendak mengacak rambut Beth. Namun tentu saja Beth langsung menghindar dengan sigap!
"No!" Teriak Beth sembari mendelik pada sang abang.
"Iya, iya!" Cibir abang Timmy sebelum akhirnya pria itu benar-benar pergi.
****
Beth berjalan ke area kolam renang dan masih tak berhenti mencari keberadaan Fairel yang mungkin saja sedang bersembunyi di salah satu sudut rumah Rossie.
Tatapan Beth sejenak terhenti di kolam yang airnya tampak beriak kecil.
"Siapa yang tadi menabrakku?"
"Kau!"
Delikan serta raut murka Fairel malam itu bahkan masih melekat jelas di benak Beth.
"Kau terlambat tadi! wajar kalau aku marah!" Obrolan dari dua sejoli yang berdiri tak jauh dari kolam renang langsung menyentak lamunan Beth.
Beth langsung menoleh ke arah dia sejoli tadi yang ternyata adalah....
Kath!
Dan pacarnya sepertinya!
Syukurlah tadi Abang Timmy tidak datang. Jadi abang Beth itu tak perlu bertemu dengan wanita yang sudah membuat Abang Timmy melakukan hal-hal nekat.
Beth akhirnya memilih untuk langsung berbalik sebelum Kath menyadari keberadaannya. Beth juga malas bertatap muka apalagi jika harus berbasa-basi pada wanita itu!
Beth akan lanjut mencari Fairel yang mungkin memang.....
Tidak datang!
"Aku sudah lama move on!"
Kalimat Fairel kembali berkelebat di benak Beth, sebelum kemudian gadis itu menggerutu dalam hati.
"Apanya yang move on! Datang ke acara pernikahan Rossie dan Keano saja tak berani," gerutu Beth yang mendadak merasa kesal. Jelas sudah kalau Fairel sebenarnya memang belum sepenuhnya move on dari Rossie. Berarti Beth memang hanya pelarian dari perasaan Fairel selama ini!
Sebaiknya Beth memang melupakan Fairel dan tak usah memikirkannya lagi!
"Bethany!"
Beth langsung menoleh saat merasa namanya yang baru saja dipanggil oleh....
Tante Yumi!
Hah?
Ada apa Mommy-nya Fairel itu memanggil Beth?
"Bisa bicara sebentar?" Tanya Mom Yumi kemudian yang langsung membuat Beth sedikit tergagap.
"B--bisa, Tante," jawab Beth akhirnya seraya mengikuti Mom Yumi yang entah akan mengajaknya bicara dimana.
Baru juga Beth mau melupakan semua perasaannya pada Fairel, sekarang Mommy kandung Fairel ini malah mengajaknya bicara empat mata.
Semoga bukan membahas tentang Fairel!
.
.
.
Beberapa adegan nyambung ke babnya Timmy "Sebatas Teman Ranjang" bab 49-50
Terima kasih yang sudah mampir.