Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
Bab 97


2 bulan kemudian


"Huek Huek"


"Nyonya anda tidak papa" Tanya pak lan


"Entahlah pak saya mungkin hanya kelelahan" pucat kayra


"Saya panggilkan Dokter ya Nyonya" ucap pak lan


"Enggak usah pak saya hanya ingin istirahat" ucap Kayra


"Baiklah Nyonya" Ucap pak lan lalu mengantar Kayra ke kamar


Di dalam kamar


"Ada apa dengan aku kenapa rasanya tubuh ku sangat lelah" gumam Kayra berbaring di ranjangnya


......................


"Reyhan" panggil manja Ellie


Reyhan yang sedang fokus pada berkas di tangannya mendengar suara yang memanggil nya membuat ia emosi di pejam kannya mata nya guna untuk meredam kan emosi.


"Hei kau mengabaikan ku sayang" Ucap Ellie menoel dagu Reyhan


"Tuan" panggil panik Arion


"Oh ayolah Ellie apa kau ingin hari ini kau hanya tinggal nama" batin panik Arion melihat aksi Ellie yang tidak ada takutnya kepada Tuannya


Reyhan sudah terbakar api kemarahan rasanya ia ingin mematahkan jari yang ada di wajahnya ini ia benar-benar muak dengan sikap Ellie


"Jaga batasan mu!" Tekan Reyhan mencengkram tangan Ellie dengan kuat


"Aw, sakit Rey" ucap Ellie ke sakittan


"Pergi sekarang juga dari kantor ku" tajam Reyhan melepaskan cengkraman dari tangan Ellie yang memerah


"Hiks kau jahat" ucap Ellie


Reyhan yang sudah habis ke sabaran pun menyuruh Arion membawa Ellie ke luar dari ruangan nya


pikiran nya sekarang kacau ketika ke datangan Ellie tadi ia tidak fokus dalam bekerja wanita itu benar-benar memuakkan menurut nya


di ambil nya ponsel di samping laptop nya dan menelpon Kayra. iya, jika pikiran nya sedang kacau ia pasti menelpon Kayra karena hanya wanita itu yang bisa mengobati nya


"Aku sedang membaca" ucap Kayra


"Tunggu kenapa bibir mu pucat sekali kau sakit?" khawatir Reyhan karna Reyhan menelpon Kayra dengan Video Call


"Ah ini aku hanya tidak enak badan" ucap Kayra


"Aku panggil kan Daniel ya?" panik Reyhan


"Enggak usah Rey aku sekarang sedang istirahat setelah minum obat" ucap Kayra pelan


"Baiklah kalau begitu aku pulang saja"


"Kamu bekerja saja Rey lagian aku hanya lelah" larang Kayra


"Tuan" panggil Diki


"Ada apa" jawab Reyhan tanpa mengalihkan pandangannya pada Kayra di ponselnya


"20 menit lagi anda ada meeting dengan client dari luar negeri" terang Diki


"Batalkan saja" santai Reyhan


"Tapi Tuan meeting ini sudah kita undur terus" ucap Diki


"Sayang aku sungguh tidak papa kau bekerja saja dan selesai kan meeting mu itu okay?" ucap Kayra


"Tapi-


"Sayang sudah kamu lanjut kan dulu pekerjaan mu mengerti?" ucap Kayra


"Selamat bekerja My Husband" semangat Kayra lalu mematikan panggilan sepihak


sedikit senyum terbit di bibir Reyhan ada perasaan lega di hati nya ketika menelpon Kayra tapi ada juga perasaan khawatir ketika mendengar istri nya sedang sakit.


setelah menutup ponselnya Reyhan menatap tajam ke arah asisten nya itu.


Diki yang di tatap tajam pun ke gugupan melanda dirinya di telannya kasar air liur nya melihat tatapan mematikan dari Tuan nya


"Apa salah ku" batin Diki peluh keringat membasahi keningnya akibat gugup


"Maju kan meeting nya sekarang juga" perintah Reyhan


"Huhh begini kalau bos seenaknya saja memajukan jam" batin Diki