Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 180


Kayra mengerutkan keningnya kala melihat ke selisihan jumlah di berkas dan di laptopnya.


"Apa-apaan ini" ucap Kayra


"Ada apa Nyonya" ucap Mira


"Aku harus ke kantor" ucap Kayra


"Tidak nyonya tuan tidak mengizinkan anda untuk keluar" ucap Mira


"Ini mendadak Mira, aku yang akan menangani Reyhan nanti" ucap Kayra


"Tidak nyonya tolong bekerjasama lah" ucap Mira


"Kau membuat ku kesal Mira" ucap Kayra kesal


"Maaf nyonya saya hanya mematuhi perintah tuan Reyhan" ucap Mira


"Reyhan aku ingin pergi kekantor sekarang juga" teriak Kayra di telpon


Reyhan yang di seberang sana menjauhkan sedikit ponsel dari telinga nya


Diki mengerutkan keningnya melihat itu karna dia berada di samping tuan nya sedang menjelaskan sesuatu pada Reyhan.


"Ada apa sayang?" lembut Reyhan menjawab


"Aku ingin ke perusahaan ku sekarang. kau harus mengizinkan ku untuk pergi!" ucap Kayra terkesan marah


"Kenapa? ada masalah?" tanya Reyhan


"Ayolah jangan banyak bertanya. cepat suruh para anak buah mu itu untuk mengizinkan ku pergi atau aku akan melompat dari pagar ini!" ancam Kayra


"Oke, kau boleh pergi" ucap Reyhan


Tanpa berlama-lama lagi Kayra langsung mematikan panggilan itu.


''Kau tidak usah ikut" dingin Kayra pada Mira ia masih kesal dengan wanita itu


Mira berhenti di tempat nya.


Kayra menaiki mobil tanpa Menganti pakaian nya ia hanya mengenakan dress selutut.


Kayra tak memberi tahu Lea kalau ia ke kantor


Ekspresi wajah kayra sudah sangat masam tak seperti biasanya yang selalu tersenyum.


Sesampainya di kantor nya semua orang sudah berbaris dengan rapi di sana


kayra mengerutkan keningnya kala melihat mobil yang tak asing menurut nya terparkir di depan mobilnya.


Kayra tak menghiraukan mobil itu dan melangkah masuk dengan wajah masam nya.


Semua orang menatap Kayra aneh karna Kayra tak pernah memakai pakaian santai seperti itu untuk ke kantor selain pakaian kerjanya apalagi rambut Kayra terurai tak di ikat.


Kayra masuk ke ruangan kerjanya dengan membenturkan pintu dengan kuat.


Tak ia sangka ternyata di dalam sudah ada Reyhan yang tengah duduk di sofa nya sambil melipat kakinya dan membaca koran.


Reyhan meletakkan koran nya dan menatap wajah kayra


"Ada apa hm?" ucap Reyhan mendekati Kayra tapi Kayra langsung berjalan menuju tempat duduk nya.


"Tidak usah menganganggu ku Reyhan!" kesal kayra


"PANGGIL KAN LEA SEKARANG JUGA!!" Teriak Kayra yang dapat di dengar oleh security yang berada di depan pintu nya.


Lea berlari dengan cepat kala mendapatkan panggilan dari Kayra


"N..nyonya" lirih Lea takut dengan menundukkan kepalanya.


"Kumpulkan para petinggi perusahaan sekarang juga!" kesal kayra di sertai emosinya.


"Baik nyonya" cepat Lea


"Sayang tenanglah" ucap Reyhan menyerahkan sebotol air minum.


Diki yang berada di samping tuannya bergidik ngeri kala melihat kemarahan Kayra.


"Ternyata jika diamanti kemarahan nyonya lah lebih mengerikan di bandingkan tuan" ucap Diki dalam hati


"Reyhan aku tidak ingin minum" ucap Kayra kesal


Dia segera pergi keruang rapat dan ajaib nya semua para petinggi perusahaan sudah berkumpul disana.


Kemarahan Kayra kian memuncak kala melihat direktur keuangan tapi sebisa mungkin ia menahannya.


Reyhan ikut serta dalam meeting itu ya walaupun sebenarnya ia tidak di perbolehkan untuk ikut karena dia bukan bagian dari perusahaan tapi berhubung dia suami Kayra ya boleh-boleh saja, dan juga orang ini bukan orang sembarangan.


Bersambung


Hay guys jadi author mau memberi tahu kalau kisah Kayra akan diisi dengan keromantisan kedepannya jadi dengan kata lain tidak ada lagi yang namanya pertumpahan darah 🥳


Sudah cukup ya penderitaan Kayra dan Reyhan selama ini jadi kita isi yang manis dan romantis seterusnya hehehe.


Dan juga nantinya di kisah ini author bakal ngisahin tentang para 3 asisten Reyhan dalam kisah cinta mereka.


Dan satu lagi nanti author akan menuliskan sedikit di sekitaran ending kisah tentang anak-anak Kayra. Rencana nya author mau buat cerita khusus anak-anak Reyhan.


Setuju enggak nihh?


Apa author buatin novel Arsy dulu ya? Kira-kira gimana guys pendapat kalian?


Di coment ya