Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 128


"Dan aku juga bertemu dengan mama papa ku mereka yang merawat Bian Rey" ucap Kayra


Reyhan tetap mendengar kan ucapan kayra tanpa memotong nya


"Wajah nya persis mirip seperti mu Rey" ucap Kayra terisak


Reyhan terisak mendengar nya di elus nya kepala sang istri untuk menenangkan


"Kami menghabiskan waktu bersama disana Rey dan aku awalnya tidak ingin pulang tapi kau memaksa ku untuk pulang, begitu juga dengan papa mama ku untuk menyuruh ku pulang padahal aku ingin bersama dengan mereka"ucap Kayra


Hati Reyhan terasa sesak mendengar ucapan sang istri ia terus mencoba menahan air mata nya yang hendak keluar.


"Hiks hiks hiks" Isak tangis Kayra yang berada di pelukan Reyhan


"Sudah" ucap Reyhan mengelus punggung Kayra


Karna lelah menangis akhirnya Kayra tertidur dalam dekapan Reyhan


Reyhan dengan gerakan pelan membaringkan tubuh Kayra dan dia pun ikut berbaring sambil memeluk tubuh itu.


keesokan harinya Kayra dan Reyhan mengunjungi pemakaman sang buah hati


Tak lama mereka mengunjungi lalu mereka pergi dari sana


"Sayang" panggil Reyhan dengan mengelus rambut panjang Kayra yang berwarna coklat


"Hmm" jawab Kayra dengan menoleh ke arah Reyhan


"Kamu ingin jalan-jalan" tawar Reyhan


"No, aku hanya ingin pulang dan beristirahat tubuh ku sangat lelah" lirih Kayra


"Oke. aku akan menemanimu" ucap Reyhan


Sesampainya di mansion Kayra langsung masuk ke kamar melihat itu Reyhan cemas pasalnya Kayra belum makan dari pagi.


"Bawakan makanan ke atas" perintah nya pada pak lan


"Baik tuan"


Reyhan membuka pintu kamar dengan perlahan dan di lihatnya Kayra sedang duduk di sofa yang ada di balkon.


Tatapan nya kosong memandang ke depan Reyhan menghembuskan nafasnya dan menghampiri sang istri


Dia tidak menyingkirkan tangan itu karna sudah tau bahwa orang yang sedang memeluknya tak lain adalah Reyhan


"Are you oke?" bisik Reyhan di telinga Kayra


Kayra mengelus pelan tangan yang memeluk tubuhnya dari belakang


"Hmm, always oke" ucap Kayra dengan sambil mengelus tangan Reyhan


"Really?" Tanya Reyhan


"Ya" jawab Kayra


"Jangan memendam nya sendiri. aku akan menjadi pendengar yang baik" ucap Reyhan dengan mengecup pipi Kayra dari samping


Kini kepalanya berada di pundak Kayra yang memudahkan nya untuk mencium pipi itu


"Manis sekali suami ku ini" ucap Kayra menoleh kan sedikit wajahnya ke samping dengan senyuman di wajah nya


Reyhan tersenyum tipis mendengar nya dan kembali mengeratkan pelukannya pada Kayra dan menciumi leher Kayra


Saat sedang asik mencari kenyamanan di tubuh istri nya tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar nya


Reyhan terpaksa melepaskan pelukan dari Kayra dan membuka pintu


"Tuan makanan nya" ucap pak lan dengan mendorong troli yang berisi beberapa makanan


"Biar saya saja pak" ucap Reyhan mengambil alih troli itu


"Baik tuan Saya permisi" ucap pak lan


"Sayang ayo kita makan" ucap Reyhan


Kayra tersenyum "Baiklah tapi makan di sini saja ya pemandangan dari sini sangat indah" ucap Kayra


"Baiklah" ucap Reyhan mendekat kan troli itu kearah Kayra


lalu mereka pun menikmati makan siang mereka dengan berbincang ringan


Hari ini mereka tidak kemana-mana selain berada di mansion bahkan Reyhan pun tidak pergi ke kantor.