Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 114


Dalam waktu 2 Minggu ini Reyhan di sibukkan dengan tumpukan berkas dan ia bisa menemui Kayra saat larut malam saja


Di saat ia sedang fokus mengerjakan pekerjaannya ponselnya berdering dan tanpa melihat nama yang menelpon Reyhan langsung mengangkat nya


"Rey Kayra sudah sadar" Ucap Rosa lesu


"Apa! Kayra sudah sadar?" Ucap Reyhan senang saking senangnya ia berdiri dari tempat duduknya


"Hmm, iya tapi Kayra sedang mengamuk sekarang jadi datang lah kesini" Lesu Rosa


"Tidak!!" Teriakan yang ia dengar dan ia yakin itu teriakan dari Kayra


"Baiklah aku akan kesana" Ucap Reyhan lalu bergegas meninggalkan perusahaan nya dan menuju Rumah sakit


Reyhan berlari dengan tergesa-gesa dan ketika ia sampai di ruangan istrinya pandangannya melihat ke arah Kayra yang sedang menangis dan memberontak


"Sayang" Panggil Reyhan dengan memeluk tubuh sang istri yang memberontak


"Rey anakku masih hidup kan?" Ucap Kayra


"Sayang" Ucap Reyhan


"Tidak itu tidak mungkin!!" Teriak Kayra sejadi-jadinya


"Aku ibu yang buruk aku ibu yang jahat!!" Teriak nya lagi


"Sayang" Panggil Reyhan dengan air mata yang menetes


Disaat Kayra sedang memberontak di pelukan Reyhan Para dokter pun mengambil tindakan dengan menyuntikkan obat penenang


"Sayang maafkan aku" Lirih Reyhan dan sedetik kemudian Kayra pingsan dan tak sadarkan diri


"Inilah yang aku takutkan" Lirih Reyhan menatap Kayra yang tertidur akibat obat bius


Larut malam Kayra terbangun dan melihat Reyhan yang tidur di samping nya dengan posisi duduk dan di lihatnya ibu mertua nya serta adik iparnya yang tidur di sofa


Perlahan air mata Kayra mengalir tatapan nya kosong seperti tidak ada tujuan hidup


Reyhan terbangun karna merasa Kayra tidak ada dan ternyata Kayra sedang duduk dengan keadaan melamun


"Sayang" Panggil Reyhan


Kayra hanya diam dan terus menatap ke depan tanpa mau memandang Reyhan sedikit pun


"Kay kita tidur ya ini sudah larut" bujuk Reyhan


"Sayang jawab ucapan ku, Kayra" ucap Reyhan dengan sedikit mengguncang tubuh Kayra


"Sayang ada apa dengan mu? panik Reyhan memeluk tubuh Kayra


Kayra hanya menurut dan tak membalas pelukan Reyhan


"Kay sekidak nya kamu berbicara lah walau hanya satu kalimat"...


hening Kayra sama sekali tidak membuka mulutnya untuk berbicara matanya memancarkan kesedihan yang mendalam.


"Karin aku tidak akan pernah mengampuni mu!" Geram Reyhan


"Kita tidur ya" Ucap Reyhan lalu membaringkan tubuh Kayra dan di peluknya tubuh itu yang tampak mengurus


Air mata Reyhan jatuh tanpa izin melihat keadaan Kayra. "Tuhan seberat itu kah engkau menguji keluarga ku" batin nya


Pagi harinya


"Dok kenapa dengan istri ku dari semalam ia tidak mau membuka mulut sedikit pun" Ucap Reyhan


"Tuan keadaan nyonya sudah membaik cuma nyonya mengalaminya depresi berat tuan sehingga nyonya tidak mau membuka mulutnya dan pikirannya kosong" Terang Daniel


"Bagaimana cara nya agar dia kembali normal lagi?" Tanyanya


"Tidak ada obatnya tuan yang mampu membuat keadaan nyonya normal hanya dirinya sendiri dan atas kemauannya sendiri'' Terang Daniel


"Lakukan apapun untuk menyembuhkan istriku akan aku bayar berapa pun itu"..


"nyonya tidak akan bisa sembuh dengan peralatan medis tuan" Ucap Daniel takut


"Apa maksud mu! kau bilang istri ku tidak lagi normal!" Tekan Reyhan mencengkram kerah baju Daniel


"Bukan begitu tuan! solusinya cuma pertama nyonya akan kembali normal atas kemauannya sendiri dan kedua..


ucap Daniel tidak melanjutkan ucapanya


"Kedua?" Tanya Reyhan memandang tajam ke arah Daniel


"Rumah sakit jiwa!" Ucap Daniel


"Cari mati Dokter ini" Batin Diki


"Bodoh atau apa Daniel ini?" batin Arion


mereka memandang wajah tuan nya yang nampak sangat seram..