
"Ini ruangan mu? lumayan" ucap Diki menatap ruangan kerja Lea
Lea tidak menggubris ucapan Diki dan lebih memilih duduk di meja kerjanya dan mulai bekerja tanpa memperhatikan Diki sedikitpun Lea sudah mulai fokus terhadap pekerjaan nya.
Diki langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu dan memainkan ponselnya dan sesekali mengecek aplikasi chat untuk berjaga-jaga siapa tau Tuan nya membutuhkan dirinya
Sebelum datang ke perusahaan Kayra bersama Lea tadi Diki sudah meminta izin dari Tuannya.
"Halo manager kau bawa laporan keuangan bulan ini" ucap Lea di telpon dengan wajah serius nya
"Baik Nona" Ucap sang manager keuangan
Diki hanya melihat sekilas ke arah Lea sejenak ia terpesona dengan kecantikan Lea tapi itu semua ia tepis dan kembali menatap ponselnya.
"Masuk" ucap Lea karna ada seseorang mengetuk pintu yang ia yakini sang Manager yang ia suruh datang ke ruangan nya
"Nona" ucap Manager tercekat
Lea yang mengerti arti tatapan Manager pun berbicara "Dia temanku" ucap Lea karna Manager menatap Diki dengan tatapan bingung
"Ohh, Ini berkasnya" ucap manager
"Hmm, kau boleh kembali bekerja nanti aku yang akan memberikan nya kepada Nona muda" ucap Lea
"Baik, saya permisi nona" ujar sang manager dengan sedikit membungkukkan badannya berlalu pergi
Drt Drt suara handphone Diki
"Ada apa?" ucap Diki pada Arion di telpon
"Ada masalah bisakah kau kemari?" ucap Arion dengan nada rendah
"Baiklah kau Sherlock sekarang juga" ucap Diki mematikan panggilan dan beranjak dari sofa dan pergi tanpa mengucapkan satu kata pun pada Lea.
Lea hanya memperhatikan gerak-gerik Diki yang menurutnya agak sedikit aneh pasalnya wajah nya berubah sangat serius. "Ada apa dengan nya?" bingung Lea ia pun tak mau mengambil pusing dan melanjutkan pekerjaannya
"Tubuh ku rasanya sakit semua" ucap Kayra bangun di tatap nya wajah pria yang sedang tidur disampingnya dengan memeluk erat pinggangnya seakan tidak mau kayra pergi jauh dari nya.
tidak mau mengganggu tidur Reyhan Kayra pun perlahan melepaskan tangan Reyhan yang memeluk pinggang nya dan beranjak dari kasur dan memunguti pakaian nya yang berserakan di lantai.
Dengan menggunakan selimut untuk menutupi tubuh polos nya Kayra berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Eughh" lenguh Reyhan tanpa mau membuka matanya tangan nya sibuk mencari keberadaan Kayra tapi tidak ada sontak ia langsung membuka mata dan mencari Kayra
"Sayang kau di mana?" ucap Reyhan
tidak ada sahutan dari Kayra Reyhan pun berjalan menuju balkon tapi Kayra tidak ada disana di carinya di ruangan ganti tapi Kayra juga tidak ada. Reyhan sudah panik dan pikiran negatif pun merasuki otak nya tapi samar-samar ia mendengar suara percikan air yang ia tau kalau Kayra sedang mandi lalu segera ia masuk ke kamar mandi.
Ditatap nya tubuh polos Kayra yang sedang berendam sambil memejamkan mata perlahan ia pun ikut bergabung bersama Kayra dengan posisi ia di belakang kayra.
Kayra pun sedikit terusik dengan pergerakan Kayra dan betapa kagetnya ia melihat Reyhan yang sudah berada di belakang nya dengan memeluk erat pinggangnya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya kayra. "Mandi" singkat Reyhan
"Rey ayolah aku mau berendam kau bisa mandi di sana" tunjuk Kayra ke arah tempat mandi yang menggunakan Shower
"Tubuh ku juga lelah sayang jadi biar kan aku mandi bersama mu aku janji tidak akan melakukan hal yang lebih" ucap Reyhan
"Salah siapa bermain terlalu lama hingga membuat tubuh lemah" Sindir Kayra
"Kau meremehkan ku?"seringai Reyhan
"Aku bahkan sanggup menggempur dirimu sekarang juga sayang" bisik Reyhan dengan nada sensual nya
Mendengar itu kayra bergidik ngeri bisa hancur tubuhnya jika di gempur lagi oleh Reyhan
"Hey kau jangan macam-macam" Ucap Kayra berjaga-jaga
"Hahaha" Reyhan hanya tertawa menyahuti ucapan kayra