
Owek owek owek
Tangisan Kaeran terdengar sangat nyaring di ruang tamu itu
"Shel sepertinya Kaeran ingin asi mu" ucap Kayra memberikan Kaeran ke tangan shel
"Sayang mama lapar ya nak" ucap Shelli menyusui Kaeran
Entah kenapa tiba-tiba air mata Kayra mengalir. Dia tersenyum melihat Shelli yang menyusui Kaeran tatapan nya tidak teralihkan pada Kaeran yang menyusu dengan sangat lahap
Ailee yang sadar mengelus punggung Kayra
Kayra menoleh ke samping dan Ailee tersenyum ke arah kakak iparnya
"Nyonya kenapa anda menangis" Spontan Shelli
"Ah tidak, mataku sepertinya di masuki debu" ucap Kayra tersenyum dan menghapus air mata nya
Shelli bingung dengan jawaban Kayra tapi dia tidak berani lagi bersuara.
Ailee menghela nafas nya berat tak sanggup melihat wajah kakak ipar nya yang terlihat sendu.
"Ck, kalau sudah kau bawa anak mu itu ke kamar. Banyak pelayan laki-laki disini" ketus Ailee
"B-baik nona" ucap Shelli
"Pak lan antar dia ke kamarnya" panggil Kayra
"Baik Nyonya"ucap pak lan
Drt Drt suara ponsel Kayra
Diambilnya ponsel di dalam tas nya dan ternyata Reyhan sedang menelpon nya
"Rey ada apa" ucap Kayra
"Siapa yang kamu bawa?" tanya Reyhan
"Dia Shelli" ucap Kayra
"Sayang come on kamu tau kan bahwa tidak sembarangan orang bisa masuk ke mansion" ucap Reyhan mencoba sabar
"I know honey, dia disini hanya semalam besok aku mengantar nya ke apartemen ku dia tidak mempunyai tempat tinggal" ucap Kayra
"Apa orang-orang di luar sana yang tidak mempunyai tempat tinggal kamu tampung semua?" tanya Reyhan
"No, aku menolong nya karna kasihan dia membawa seorang bayi yang usia nya sama seperti Bian" kata Kayra terhenti dada nya tiba-tiba sesak
Reyhan terdiam di seberang sana dan dia bisa merasakan perasaan Kayra saat ini.
"Sayang are you oke?" tanya Reyhan
Terdengar Isak tangis walau hanya lirih "Okey, i'm okay" ucap Kayra
"Baiklah dia boleh tinggal bersama kita untuk malam ini" ucap Reyhan
"Really?" terdengar suara kebahagiaan dari Kayra dan itu membuat Reyhan senang
"Yes honey" ucap Reyhan
"Thank you, i love you" ucap Kayra
"I love you too" ucap Reyhan lalu panggilan itu pun berakhir
"Kakak" panggil Ailee
"Ya ada apa?" tanya kayra menyimpan kembali ponselnya
"Tidak ada hanya ingin memanggil mu saja" ucap Ailee
"Kau memang aneh Ai" ucap Kayra menggelengkan kepalanya
"EVERYBODY I'M BACK!!!" teriak Arsy memenuhi seluruh ruang tamu
Dia berjalan dengan gaya anggun nya dan menenteng banyak nya barang belanjaan
Di belakangnya ada Rosa yang juga membawa barang belanjaan nya tapi bukan dia yang membawa nya melainkan asisten nya
"Kakak ipar, Kakak tidak ke kantor" tanya Arsy duduk di samping kayra
"Aku baru kembali" ucap Kayra
"Enak ya kalau jadi CEO bebas kapan pun ia mau bekerja. bekerja dan tidak bekerja uang nya tetap ngalir" ucap Arsy
Kayra tersenyum mendengar nya
"Bisa tidak kau jangan teriak ini bukan hutan Arsy!!" kesal Ailee
"Kenapa? suka-suka ku" cuek Arsy
"Pusing aku, kalian berdua berantem terus" ucap Rosa
"Ailee geser" ucap Rosa
"Mom itu masih ada sofa kenapa harus disini" ucap Ailee
"Ayolah" ucap Rosa
"Huftt" hela nafas Ailee lalu pindah ke sofa lainnya
"Sayang lihat ini" ucap Rosa pada Kayra
"Waw indah" kagum Kayra
Rosa tersenyum "kemarilah" ucap Rosa dan Kayra hanya menurut
Kayra memajukan sedikit tubuhnya
"Mom ini" ucap Kayra kaget
"Menantu perempuan keluarga Zeinard masing-masing berhak mendapatkan kalung seperti yang kamu pakai sebagai simbol keluarga" ucap Rosa
"Dan ini bisa di bilang tradisi keluarga Zeinard dari jaman dulu menantu keluarga Zeinard pasti memakai kalung dengan desain yang berbeda-beda tapi ciri khasnya adalah warna berlian yang berwarna biru yang artinya melambangkan simbol keluarga" ucap Rosa
"Lihatlah mommy juga warnanya biru yang membedakan nya desain kalung nya yang berbeda" ucap Rosa
Kayra tersenyum dan melihat kalung yang telah melingkar di lehernya
"Aku lebih suka dengan desain kakak ipar simple tapi elegan" ucap Arsy
"Kalau punya mommy ribet!" ucap Arsy
"Hobi sekali kau mengatai orang. ini pemberian grandma mu" ketus Rosa
"Hehe aku bercanda mom" ucap Arsy terkekeh