
Sorenya..
Reyhan memasuki Mansion dengan keadaan marah dia bahkan tak mempedulikan pak lan yang menyapa nya
Diki setia di belakang tuannya dengan menenteng tas tuannya. Dia khawatir serta cemas dengan Kayra dan Arsy.
Dia menaiki tangga dengan penuh emosi disela jalan nya Reyhan melonggarkan dasinya yang seakan mencekik.
Kebetulan Kayra yang baru pulang setengah jam yang lalu dan kini sedang bersantai sambil menonton televisi.
Dia dibuat kaget dengan gebrakan pintu yang dibuka dengan keras.
Kayra kaget dan dia melihat wajah Reyhan penuh dengan api kemarahan. Dia sedikit takut melihat Reyhan yang seperti itu karena ia baru pertama kali melihat Reyhan semarah ini.
Kayra mendekat ke arah Reyhan yang sedang melepasi dasi dan jas nya.
"Rey ada apa?" tanya pelan Kayra menyentuh pundak Reyhan
Diki yang merasa keberadaan tidak aman langsung meletakkan tas tuannya di atas meja lalu pergi dari kamar tuannya dengan menutup pintu itu dengan pelan.
Reyhan tak memperdulikan Kayra dia masih sibuk dengan aktivitas nya dia melempar dasi dan jas nya di sofa.
"Rey.. Reyhan" panggil Kayra lagi
"Ada apa dengan mu!" bingung Kayra.
Reyhan tak mengatakan sepatah katapun dia masih terus mencoba memendam emosinya supaya Kayra tak kena imbasnya.
"Reyhan kenapa kau marah sekali...
Ucapan kayra terhenti ketika jari Reyhan terangkat pertanda dirinya harus diam.
Kayra susah payah meneguk salivanya melihat Reyhan yang sangat menyeramkan.
Reyhan keluar dari kamar dengan membanting pintu dengan kuat. sehingga terdengar nyaring di mansion ini para pelayan sudah was was takut menjadi pelampiasan kemarahan Reyhan.
Kayra terlonjak kaget dia mengelus dadanya lalu mengejar Reyhan keluar.
"Panggil Arsy ke ruangan ku!" datar Reyhan pada Diki yang sedang berdiri di depan kamar nya
Dan ucapan nya terdengar di telinga Kayra
"Jangan-jangan Reyhan.." ucap Kayra lalu mengejar Reyhan.
"Reyhan" panggil Kayra lagi
Diki pun mengejar langkah tuan dan nyonya nya dia takut kalau Kayra kena imbasnya.
Dia melupakan perintah tuannya. kini dia menghawatirkan keadaan Kayra yang nanti akan menjadi pelampiasan kemarahan tuannya.
Diruang nya Reyhan masih berdiri dengan tangan terkepal.
"Reyhan dengar kan aku" ucap Kayra
"Keluar!" datar Reyhan
Deg hati Kayra sakit setelah sekian lama Reyhan tidak berbicara dingin kepada nya sekarang Reyhan seperti kembali ke Reyhan yang dingin dulu.
"Aku tidak mau" ucap Kayra dengan datar dan terkesan tidak ada takutnya.
Dia mencoba menguatkan diri nya agar tak menangis mendengar ucapan dingin Reyhan.
"KU BILANG KELUAR!!" teriak Reyhan
Untuk kesekian kalinya Kayra kaget
"Bisa lepas jantung ku ini" batin Kayra
"Rey kau kenapa pulang-pulang dalam keadaan marah seperti ini" ucap Kayra
"T..tuan nyonya.." ucap Diki gagap mencoba untuk membantu Kayra dari amukan Reyhan.
"DIAM!!" TERIAK REYHAN
"Aku tidak akan diam sebelum aku tau penyebab ke marahan mu" ucap Kayra
"Nyonya diam lah" batin Diki memucat.
"Tuan nyonya tidak bersalah" ucap Diki mencoba melindungi Kayra
"Di mana Arsy?" tanya Reyhan dengan tajam ke Diki
Diki meneguk salivanya dengan susah
"Ma..af tuan akan saya laksanakan" ucap Diki cepat
Sebelum pergi Diki membisikkan sesuatu di telinga Kayra "Nyonya lebih baik sekarang anda pergi, tuan sedang sangat emosi" bisik Diki
Reyhan tidak dapat melihat nya karena dia dalam posisi membelakangi Kayra dan Diki