Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 148


"Eh btw Shel kau tidak ada niatan untuk nikah lagi?" tanya Bella saat ini ia sedang berada di ruangan Kayra.


Saat ini mereka sedang menikmati makan siang di ruangan Kayra.


"Tidak."


"Kenapa?" Bella yang penasaran


"Menikah itu sekali seumur hidup dan bagiku cinta ku sudah habis di suamiku, biarlah aku merawat Kaeran sendiri tanpa sosok ayah sambung karna hanya suamiku ayahnya dan meskipun dia telah pergi tapi dia tetap selalu berada di hati ku selama nya" ucap Shelli.


"Ahh so sweet" kata Bella


"Sifat kepo mu tidak pernah hilang" Lea berkata


"Terserah aku lah" ketus Bella


Kayra tidak memperdulikan teman-temannya dia sibuk makan dan aktivitas nya itu terhenti kala melihat notifikasi dari hpnya.


"Aku akan menghancurkan keluarga mu!" isi pesan dari nomor yang tak di kenal


Kayra bingung melihat pesan itu dan wajah nya berubah serius di otaknya ia terus berfikir siapa pengirim pesan ini?.


Kayra berusaha untuk tetap tenang dan menganggap ini suatu hal pesan yang salah kirim saja.


"Hey, ada apa?" tanya Bella menyadarkan lamunan Kayra


"Ah tidak ada, kalian lanjutkan makan aku mau ke toilet" Kayra berdiri dan masuk ke kamar pribadinya lalu menuju kamar mandi.


Dia mencuci tangan dan wajah nya lalu memandang dirinya di cermin.


"Apalagi kali ini?" gumam kayra


"Tiada habisnya". lanjutnya lagi bergumam.


Lama Kayra termenung di depan cermin sampai ia sadar ketika pintu kamar mandi di gedor dari luar.


"Kayra! Kayra!" suara Bella menggedor pintu


Kayra segera merapikan penampilan nya dan tak lupa ia memoles lipstik berwarna pink muda nya agar tak terlihat pucat.


Cklek Kayra membuka pintu nya dan mengerutkan keningnya kala melihat teman-temannya berada tepat di depan pintu dengan wajah cemas. "Ada apa?"


"Kau kenapa? kenapa lama sekali?" cerocos Bella


"Benarkah, perlu di panggil kan dokter? tanya Bella


"Tidak usah" ucap Kayra meninggalkan para temannya di sana yang masih diam mematung.


"Dia agak aneh" ucap Lea


"Benar" timbal Shelli


"Kau tidak ada niatan untuk kerja di kantor saja?" tanya Lea


"Tidak aku sudah terlalu nyaman kerja di restoran Kayra apalagi dekat dengan rumah sakit keluarga Zeinard" ucap Bella tersenyum malu


"Jangan bilang kau naksir satpam yang ada disana" tebak Lea yang akhirnya kepalanya di pukul Bella


"Sembarangan kalau bicara, ya memang sih satpamnya tampan tapi bukan satpam yang aku taksir" ketus Bella


"Siapa tau kan" cuek Lea


"Tapi benar sih rata-rata orang yang kerja dengan tuan Reyhan semuanya tampan apa jangan-jangan tukang rumput nya juga tampan ya?" ucap Bella


"Mungkin" ucap Lea berfikir.


"Kayra benar tidak apa yang kami ucapkan" tidak ada jawaban dari kayra "Hey Kayra!" ucap Bella sedikit berteriak.


Kayra yang sedang melamun di meja kerjanya tersentak kaget mendengar teriakkan Bella


"Apa?"


"Perasaan seharian ini kau hanya melamun? ada apa? cerita ke kami?" ucap Bella


"Tidak ada hanya saja badan ku kurang enak" alasan Kayra lalu ia mengambil jas nya dan memakainya.


"Kau mau kemana?" tanya Bella


"Pulang. oh ya Lea tolong kau handle pekerjaan" ucap Kayra


"Baik nyonya, perlu saya antar?" tanya Lea


"Tidak perlu di bawah banyak bodyguard Reyhan" ucap Kayra melangkah pergi


"Aneh" ucap Bella lalu mereka bertiga saling pandang.