
"Maaf Mommy tidak bisa melahirkan mu ke dunia ini dengan selamat" kata Kayra terisak
"Sekali lagi maaf kan mommy" lirih nya
"Sudah hm, jangan terus menangis baby kita akan sedih jika mommy nya nangis" ucap Reyhan dengan memeluk tubuh Kayra
"Sudah cukup untuk hari ini, lain kali kita akan berkunjung lagi hmm" ucap Reyhan dan di anggukan oleh Kayra
"Ayo" Ucap Reyhan membantu Kayra berdiri
"kamu menginginkan sesuatu?" tanya Reyhan sambil memasang kan seatbelt di tubuh Kayra
"Tidak" jawab lemahnya
Cup kecupan di bibir "Jangan sedih aku tidak mau melihat kamu sedih lagi" ucap Reyhan memandang Kayra dalam
Sebuah senyuman terbentuk di bibir Kayra lalu dia mengangguk kan kepala
"Kita berangkat?" tanya Reyhan
"Hm, ya" jawab Kayra
"Kita mau kemana ini bukan jalan pulang" ucap Kayra merasa ada yang aneh
"Aku akan membawa mu ke suatu tempat yang pastinya akan sangat kamu sukai" ucap Reyhan tersenyum
"Sejak kapan kamu sekarang suka tersenyum dan berbicara banyak" tanya kayra sambil tersenyum jahil
"Entahlah aku tidak tahu" jawab Reyhan seadanya
"Aku menyukai nya, tapi kamu tidak boleh tebar pesona dengan senyuman di luar sana hanya aku yang boleh melihat nya!" ucap Kayra dengan menekankan di setiap kata-katanya
"Hm, apakah istriku ini cemburu?" Jahilnya
"Menurut mu? ya jelas aku cemburu" ketus kayra
"Kenapa sepi?" tanya kayra setelah mereka sampai di sebuah pantai
"Aku menyewa nya" santai Reyhan
"Seperti biasa kamu boros!" ketus kayra
"Uang ku tidak akan habis hanya gara-gara menyewa pantai ini"
"Ya ya aku harus sadar diri bahwa aku sedang berbicara dengan seorang big bos" ucap Kayra
"Ayo" ajak Reyhan mengandeng tangan Kayra
Mereka berjalan menelusuri pantai itu dengan bergandengan tangan sambil mengobrol
Drt Drt suara ponsel Reyhan dan dia pun segera mengangkat panggilan itu
Terbesit pikiran jahil di otak nya untuk menjahili Reyhan lalu dia pun membuat sebuah bulatan kecil dari pasir dan ketika Reyhan berbalik badan dia pun melempari Reyhan dengan pasir yang ia buat
"Hahahaha" Tawa Kayra pecah setelah berhasil mengerjai suaminya
"Sayang, kamu yang memulainya" ucap Reyhan mengejar Kayra
Kayra terus berlari menghindari Reyhan yang hendak menangkap nya
"Ahkk" teriak Kayra yang berhasil di tangkap oleh Reyhan
Dengan gerakan cepat Reyhan menggelitik perut Kayra
"Hahahaha" gelak tawa mereka
"Sudah aku lelah" ucap Kayra terengah-engah menahan geli di tubuhnya
Reyhan pun berhenti menggelitik Kayra dan memeluk tubuh itu
Dengan nafas yang terengah-engah dia berada dalam peluk Reyhan
"Kamu lelah?" tanya Reyhan
"Hm"
"Baiklah kita kembali ke sana" ucap Reyhan mengendong Kayra ke pondok
"Hahhh segar sekali" ucap Kayra setelah meminum es teh nya
"Mau makan?"
"Memang ada restoran?" ucap Kayra menengok-nengok ke kiri kanan
"Ada" ucap Reyhan
"Dimana?"
"Di dalam villa itu sayang! kamu tunggu disini, aku pesan makanan dulu" ucap Reyhan
"iya" ucap Kayra
"Sudah?" tanya kayra
"Hm, sebentar lagi mereka mengantarkan makanan kita" ucap Reyhan
"Pemandangan yang indah" ucap Kayra menatap ke arah pantai
"Tapi yang di samping ku ini lebih indah" ucap Reyhan
"Hahaha, gombalan mu ketinggalan jaman" ejek Kayra
"Darimana kamu belajar gombal?" tanya kayra menahan tawa
"Kamu" ucap Reyhan