
"Apa Kayra tidak pulang?" teriak Reyhan di telpon
"Iya Tuan" jawab pak lan takut
"shitt di mana dia" umpat Reyhan
"lacak lokasi Kayra" perintah Reyhan pada Diki lalu pergi setelah mematikan panggilan
"Tuan menurut alat pelacak yang terpasang di perhiasan nyonya dia ada di apartemen" ucap Diki
"Kita pergi ke sana" dingin Reyhan
"Kau pinta kunci cadangan apartemen ini" perintah Reyhan setelah sampai di depan apartemen Kayra
"Baik Tuan".
Setelah beberapa saat Diki pun kembali bersama dua orang pelayan yang membantu membukakan Apartemen
"Terimakasih atas bantuannya" ucap Diki lalu memberikan beberapa lembar uang
"Sama-sama Tuan dan Terimakasih" ucap dua pelayan itu
setelah para pelayan pergi Diki pun menyusul Reyhan yang sudah masuk lebih dulu
tidak ada cahaya di apartemen itu hanya ada kegelapan dan hanya cahaya bulan yang menerangi ruangan itu walau tidak terlalu terang
Perlahan Reyhan naik ke lantai dua tempat di mana Kayra sedang tidur di kamarnya.
apartemen Kayra adalah apartemen mahal yang ia beli dulu ketika masih bekerja dengan Yuna
pelan-pelan Reyhan membuka pintu agar tidak membangun kan sang empu yang lagi tidur.
"Ck, berani sekali kau tidur dengan nyenyak disini sedang kan aku beberapa hari ini seperti orang gila yang tidak bisa tidur" batin Reyhan duduk di samping kayra
"Kau tau alasan ku tidak mau menemui mu? karna aku tidak mau menyakiti mu Kay! jujur saja aku masih marah pada mu" batin Reyhan mengelus kepala Kayra
Lalu ia pun membaringkan dirinya disamping istri nya dan tidur sambil memeluk Kayra dengan erat bahkan kini wajahnya tepat di samping leher Kayra
"Heh MALING!! " Teriak Lea yang membuat Diki terkejut segera ia menghampiri Lea dan membungkam mulut gadis itu dengan tangan nya
"Hei diam lah ini aku Diki" ucap Diki takut membangun kan Tuan nya
disaat Lea ke luar kamar nya dan berniat mengambil minum karna di kamar nya habis tiba-tiba ia di kaget kan dengan sosok orang tinggi dan bertubuh kekar sedang membuka kulkas sontak Lea pun berteriak
"Ck, ku kira kau maling'' kesal Lea
"Eh, bentar dari mana kau bisa masuk ke apartemen Nyona Kayra? jangan-jangan Tuan Reyhan juga ada disini?" kaget Lea
"Tuan Reyhan ada disini lebih tepatnya di kamar Nyonya" ucap Diki santai lalu berjalan menuju sofa diikuti Lea
"Hey aku belum selesai bertanya?" ucap Lea
"Apa lagi??" ucap Diki
"Dari mana kau tau bahwa Nyonya ada di apartemen ini?" tanya Lea
"Hal apa yang tidak bisa di lakukan oleh ku? sombong nya
"hidihh sombong banget" ucap Lea lalu kembali ke kamar nya meninggal kan Diki sendirian tak lupa ia ke dapur dulu untuk mengambil minum
pagi hari...
"Eughh" Kayra membuka matanya perlahan dan melihat mentari sudah masuk ke dalam kamarnya
"Selamat pagi World" ucap Kayra
"Pagi my wife" ucap Reyhan membuat Kayra terkejut dan membalikkan badannya ke belakang dan betapa terkejutnya ia melihat Reyhan yang berada disampingnya dengan posisi memeluk pinggang Kayra erat
"Kau sejak kapan kau disini" dingin Kayra melepaskan diri dari Reyhan tapi tidak bisa pelukan itu terlalu erat
"Kenapa apa aku tidak boleh berada disini istriku? Apa kau lebih nyaman berada disini di bandingkan Mansion yang mewah" tekan Reyhan