Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 227


Daniel langsung mengoperasi lengan Kayra yang terkena tembakan.


Reyhan bisa melihat sendiri Daniel yang sedang berusaha mengeluarkan peluru yang berada dalam lengan Kayra.


Sakit hatinya kala sang istri yang ia sayangi dan jaga kini merasakan sakit akibat tembakan.


Reyhan benar-benar murka terhadap orang-orang yang menyerang Kayra.


1 jam lamanya Daniel mengoperasi Kayra dan akhirnya selesai dan tak lupa Daniel memasangkan infus di tangan Kayra.


"Keadaan nya sudah kembali normal, aku memasang kan infus vitamin agar tubuh Nyonya kembali fit" ucap Daniel


"Hmm" dingin Reyhan dengan masih memeluk tubuh Kayra.


Wajar lah kan di helikopter bukan di pesawat jadi mana ada kamar atau sofa di helikopter 😁


"Tuan semuanya sudah tiada, kami membawa 3 musuh yang masih hidup ke markas" ucap Arion di earphone yang menyambung di telinga Reyhan


"Hmm, cincang tubuh mereka dan buang jasadnya ke kandang glori. Sudah lama ia tidak memakan daging manusia." ucap Reyhan sambil tersenyum miring


Glori adalah anjing peliharaan Reyhan yang berada di markas.


"Baik tuan "ucap Arion sedikit ngeri


"Tuan memang sudah kembali" ucap Arion


Setelah menempuh waktu saju jam setengah mereka akhirnya sampai di mansion


Reyhan langsung mengendong kayra dan dengan pak lan yang memegang tiang infus Kayra.


"Kalian bersihkan tubuh anak-anak ku" perintah Reyhan pada baby sitter.


"Baik tuan" jawab mereka serempak


Reyhan langsung membaringkan tubuh kayra di ranjang dan ia juga mengantikan baju Kayra.


"Good night sweetie" ucap Reyhan sambil mengecup kening Kayra


Reyhan meminta Mira untuk menjaga Kayra di dalam sedangkan dirinya berada di ruangan kerjanya.


"Tuan semuanya sudah beres" ucap Arion


"Baik tuan" ucap Arion lalu menelpon Selena pengawal Kayra


"Siap menghadap tuan" ucap Selena sambil menundukkan kepalanya


"Kemana saja kalian hah! Sehingga istri ku bisa terluka seperti itu!!" bentak Reyhan


"Tuan sebenarnya...." ucap Selena lalu menceritakan segalanya kepada Reyhan


"Kami tidak mau meninggalkan nyonya jadi kami tetap mengikuti nyonya tapi aneh nya, kami bisa ketinggalan dari bus Nyonya dan pada saat di persimpangan ada yang memutarkan tulisan arah sehingga kami beda arah dari nyonya tuan. Dan saya menyadari ada hal yang aneh di jalan tersebut pasalnya di ujung jalan itu jurang dan kami mulai menyadari kalau ini salah satu rencana musuh." ucap Selena


"Kau boleh pergi" dingin Reyhan


"Baik tuan" ucap Selena lalu membungkuk kan sedikit badannya dan pergi dari ruangan itu.


"Tuan, musuh sedang menghadapi hukuman yang di berikan oleh para bodyguard" ucap Mark


"Siksa terus Meraka, tapi ingat jangan bunuh mereka sebelum aku sendiri yang membunuhnya!" ucap Reyhan


"Panggilkan kedua putra ku sekarang" ucap Reyhan


"Baik tuan" ucap Mark lalu memanggil Twins A


Mark mencari-cari di mana keberadaan twins A karna mereka tidak ada di kamar dan ternyata meraka ada di kamar Kayra.


"Maaf menganggu tuan kecil, tuan memanggil kalian ke ruangan nya" ucap Mark


"Baik uncle" jawab Alger dan Atley


"Mom kami tinggal sebentar ya, cepat sembuh" ucap Alger lalu mengecup kening Kayra


Mereka pun berjalan menuju ruangan Reyhan, di ruangan itu mereka langsung duduk di sofa.


Atley dan Alger tanpa takut nya mereka menatap mata sang Daddy disaat seluruh orang takut menatap mata Reyhan justru kedua bocah ini tidak takut menatap mata bengis itu.


"Kalian laki-laki bukan?" tanya Reyhan dingin


"