
"Jadi, kapan pernikahan kalian di laksanakan?" tanya Rosa
"Minggu depan Nyonya"ucap Elfano
"Baguslah. lebih cepat lebih baik" ucap Rosa
................
Setelah selesai acara pernikahan Arsy Reyhan dan Kayra langsung pulang.
"Ada apa? hmm?" tanya Reyhan dia memilih untuk mengemudi sendiri.
"Ah, tidak aku sedikit mengantuk" ucap Kayra
''Tidurlah nanti aku bangun kan" ucap Reyhan mengelus kepala Kayra.
"Terimakasih" ucap Kayra padahal nyatanya ia bukan mengantuk melainkan sedang memikirkan sesuatu hal.
Keesokan harinya...
Kayra beraktivitas seperti biasa nya di kantor.
"Nyonya ada paket untuk anda" ucap Lea
"Paket? paket apa?" ucap Kayra dengan menaikkan satu alisnya.
Dia merasa kalau dia tidak pernah memesan barang.
"Coba aku lihat" ucap Kayra mengambil paket
Dan ketika ia membukanya alangkah kagetnya dia melihat isi paket itu
"Ahkkkk!!" teriak Kayra
Paket itu pun terbuang ke lantai.
Lea di buat kaget dengan Kayra sehingga ia cepat-cepat melihat paket itu.
"Akhhhh!! apa ini!!" teriak Lea
Bagaimana tidak kaget isi dari paket itu bangkai tikus serta darah berceceran di dalamnya.
Dengan berani Kayra mengambil kembali paket itu dan melihat-lihat nya.
Dia menemukan surat di dalamnya!.
"Tunggu aku!!" isi surat itu dengan sedikit coretan dari darah di sisi kertas nya.
"Siapa orang ini?" batin Kayra
"Nyonya lebih baik kita buang itu" ucap Lea
"Tunggu" ucap Kayra lalu mengambil ponselnya untuk memfoto paket itu
"Ini tidak bisa di selesaikan hanya dengan pihak ke polisian mereka bukan orang biasa" ucap Kayra serius
"Maksudnya?" tanya Lea
"Mafia" singkat kayra
"M...afia? jika mafia maka polisi akan sulit menyelesaikannya kecuali sesama mafia, apa kita perlu meminta bantuan dari mafia? nyonya" ucap Lea
"Tidak mereka sangat berbahaya!" ucap Kayra
"Sayang" panggil Reyhan dengan membuka ruangan Kayra
"Rey" ucap Kayra gugup karna paket tadi belum di buang.
"Tuan Reyhan, kebetulan sekali anda disini" ucap Lea
"Lea" tegur Kayra
"Maaf nyonya sudah cukup saya melihat anda selama ini di kirimi hal seperti ini!" ucap Lea
"Apa maksudnya?" tanya Reyhan menoleh ke arah Kayra
"Tuan lihatlah paket itu, mereka memang sering mengganggu nyonya" ucap Lea
"Lea!" tegur Kayra
Reyhan melihat nya sekilas dan mendekat ke arah Kayra.
"Are you oke?" ucap Reyhan memegang kedua lengan Kayra
"Oke" ucap Kayra tersenyum lalu memeluk tubuh Reyhan.
"Pasangan aneh bukannya panik di keadaan seperti ini malah terlihat santai saja" gerutu Lea dalam hati.
Dia memilih keluar dari ruangan itu dan menelpon sang kekasih.
''Yes, honey?" ucap Arion dia sedang mengemudi menuju markas.
"Tuan mu itu benar-benar ya!" ucap Lea
"Tuan Reyhan maksud mu, hmm? kenapa dengan nya?" tanya Arion lembut
"Bisa-bisanya dia tetap santai disaat nyonya selalu mendapatkan pesan atau paket negatif oleh seseorang, aku saja hampir tidak bisa tidur memikirkan ini semua. dan kau tahu tadi nyonya baru mendapatkan paket yang berisi bangkai tikus dan darah." kesal Lea
"Sayang, mengerti lah tuan memang terlihat santai di luar namun nyatanya dia lah yang paling banyak bekerja dalam hal ini" ucap Arion
"Jadi, maksud mu tuan sudah mengetahui masalah ini" ucap Lea
"Yap, tuan sedang menyelidiki hal ini" ucap Arion