
tok tok tok
"Tuan mereka sudah sampai" ucap Diki
"Suruh mereka masuk"..
"Selamat pagi tuan dan nyonya zeinard" ucap 2 orang psikologi perempuan
"lakukan apapun itu untuk membuat istri ku kembali normal" dingin Reyhan
"Baik tuan tapi maaf jika perkataan saya sedikit menyinggung anda, selama pengobatan dari kami berlangsung tuan tidak boleh menemani nyonya" Ucap psikologi
"Apa maksud mu!" tak terima Reyhan
"Tuan demi nyonya tuan dan pengobatan ini tidak lama hanya memakai waktu 2 jam kita bisa melihat nya dari luar tuan" bujuk Diki
Dia menghela nafasnya dan kemudian berbicara
"Baiklah, sayang aku berada diluar hm, berjuang lah agar cepat sembuh" bisik Reyhan
Dengan langkah berat ia bersama Diki pergi keluar dari kamarnya
Dilihatnya dari luar Kayra yang sedang di obati lalu ia teringat kalau Diki ingin membicarakan sesuatu
"Apa yang ingin kau bicarakan" tanya Reyhan serius
lalu Diki menceritakan semuanya mendengar nya Reyhan tersenyum miring
"Ikuti permainan nya" Katanya tersenyum miring
"Baik Tuan" Patuh Diki
"Tuan pengobatan untuk hari ini sudah selesai kami permisi" ucap psikologi pergi
"Mari saya antar ke depan" tawar Diki.
"Bagaimana dengan kakak ipar" Ucap Arsy masuk ke kamar sang kakak
Hanya terdengar helaan nafas dan Arsy mengerti lalu mendekat pada kakak nya
"Kak bagaimana jika kita menyuruh teman kakak ipar untuk datang? siapa tahu kakak ipar mau berbicara pada temannya" Tawar Arsy
Reyhan berfikir sejenak lalu menyetujui rencana adiknya itu
"Dik kau suruh teman Kayra untuk datang kemari" Ucap Reyhan menelpon
"Baik tuan" ucap Diki
dia berada di ruang tamu dengan menikmati kopinya tapi sang tuan menelponnya dan memberinya tugas
setelah menghabiskan kopinya ia bergegas melaksanakan tugas nya
"Aku akan pergi ke kantor Nyonya" Ucapnya
"Aku ikut, aku ingin melihat perusahaan yang menciptakan hotel-hotel nya terbaik di dunia" ucap Arion
"Terserah" santainya lalu memasuki mobilnya
.
.
.
"Ini perusahaan nya" tanya Arion
"hmm" Singkat nya dan berjalan masuk
semua pegawai menatap aneh ke arah Diki dan Arion dan mulai berbisik-bisik siapa mereka?
"Maaf tuan kalau boleh saya tahu anda mencari siapa?" Ucap sang resepsionis sopan
"Saya ingin bertemu dengan nona Lea bisa?" kata Diki
"Baiklah tunggu sebentar tuan" Ucapnya lalu menelpon Lea
"Nona Lea akan segera kemari jika tuan-tuan tidak keberatan bisakah menunggu sebentar" Ucap sopan sang resepsionis
"Oke" kata Diki lalu duduk di sofa yang tersedia di sana
Selagi menunggu Lea samar-samar mereka mendengar pegawai berbicara
"Nona muda dimana ya sekarang? jujur aku sangat sedih mendengar berita itu"
"Hm, kau benar kau tahu aku selalu berdoa untuk kesehatan nona dia sangat baik kepada ku, karna dia lah ayahku yang hampir tiada karna tidak mempunyai biaya berobat bisa selamat karna nona muda"
mendengar itu Arion dan Diki tersenyum kecil
"nona memang malaikat yang berwujud manusia, tapi sayang nya tuhan sedang menguji nya dengan begitu keras" batin Arion
Setelah itu turunlah Lea bersama Bella di samping nya
"Ada apa ya tuan Diki?" ucap Lea duduk di depan Diki
sebelum menjawab ucapan Lea Diki melihat ke arah Bella yang matanya terlihat lesu dan bengkak
"Dia Bella teman..
Belum sempat melanjutkan ucapan nya sudah di potong terlebih dahulu
"Aku tahu" ucap Diki