
"beres"ucap Arion
"lihat ngakk nyampai 2 jam semuanya sudah habis, itu semua berkat ketampanan ku"ucap Arion menyombongkan diri
Diki hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat temannya ini penuh dengan kepercayaan diri tingkat tinggi
......................
"Kay kamu ngak makan? tanya Reyhan pada Kayra
"tidak aku sudah makan tadi sebelum kesini"ucap Kayra yang masih memperhatikan Reyhan yang terus makan
"oh ya tuan" ucap Kayra terhenti melihat tatapan tajam Reyhan dan iapun sadar apa yang membuat Reyhan menatap nya dengan tajam. "Rey boleh aku meminta sesuatu dari mu?"tanya kayra ragu
"apa? katakan"ucap Reyhan menyelesaikan acara makan nya
"emm, kalau kamu mengizinkan aku ingin mengecek bisnis yang baru aku bangun karna sudah lama aku tidak mengeceknya langsung"ucap Kayra
Reyhan tampak berfikir sejenak lalu berkata
"pergilah dan jika urusan mu sudah selesai segera kembali lah"ucap Reyhan yang membuat senyuman lebar terbit di wajah kayra
"tapi ada syaratnya"ucap Reyhan tersenyum licik
"apa?"bingung Kayra
lalu Reyhan pun mengetuk-ngetuk bibirnya Kayra yang mengerti pun langsung mendekatkan wajah nya ke wajah Reyhan dan hitungan detik pun Kayra secara cepat mengecup singkat bibir Reyhan yang mana membuat empunya tersenyum puas
jangan ditanya lagi sekarang wajah kayra sudah seperti apa bahkan wajahnya memerah seperti tomat karna malu
"bukan kayak gitu ciuman tapi seperti ini"ucap Reyhan lalu menarik tengkuk Kayra dan **********. Kayra tidak membalas ataupun menolak apa yang sedang Reyhan lakukan pada dirinya dan hanya bisa pasrah. ya, itulah kata-kata yang pas untuk saat ini.
setelah merasa kehabisan nafas Kayra pun menepuk bahu suaminya pertanda untuk berhenti. Reyhan pun yang mengerti segera melepaskan tautan mereka dan menatap wajah kayra yang sangat cantik itu dengan lekat.
Kayra yang ditatap pun segera memalingkan wajahnya karna menahan malu
"Rey apa aku sekarang sudah boleh pergi?"tanya kayra
"emm pergilah nanti akan ada beberapa bodyguard yang menjagamu"ucap Reyhan
"baiklah aku pergi dulu. semangat kerjanya"ucap Kayra menyemangati Reyhan yang membuat empunya tersenyum
"nyonya"panggil Diki melihat Kayra yang keluar dari ruangan Reyhan
"kami sedang di hu- ucap Arion dipotong oleh Diki
"kami sedang melakukan sebuah pekerjaan yang di berikan tuan nyonya"ucap Diki
"dia tidak mengerjai kalian kan?"tanya kayra yang teringat dengan senyum licik suaminya tadi ketika dirinya menanyakan keberadaan mereka.
"ah tidak nyonya tuan tidak seperti itu pada kami"ungkap cepat Diki karna ia melihat lagi-lagi Arion akan bicara
"baguslah kalau begitu. aku pergi dulu. selamat bekerja"ucap Kayra lalu pergi dan menaiki lift khusus CEO.
Diki dan Arion menunduk hormat pada Kayra yang di balas senyuman dari kayra dan mereka memastikan nyonya nya masuk ke dalam lift dengan selamat
"kenapa sih dari tadi kau motong ucapan ku terus? kesal Arion
"jika tidak aku potong maka mulutmu itu akan membawa masalah besar bagi kita"ucap Diki lalu berjalan menuju ruangan Reyhan
"ck! decak kesal Arion lalu mengikuti Diki
tok tok tok
"masuk"sahut Reyhan
"tuan"panggil mereka berdua
"oh kalian, apa sudah kalian kerjakan apa yang aku suruh?ucap Reyhan tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya
"sudah tuan dan semua produk habis terjual"jawab semangat Arion
"jangan coba-coba bermain licik dengan ku"ucap Reyhan lalu mengambil ponselnya dan menelpon bodyguard yang ia tugaskan untuk mengawasi dua rubah ini
"iya tuan produk yang di bawa tadi terjual habis"jawab bodyguard itu
mendengar hal itu Reyhan langsung mematikan sambungan nya
"baguslah jika kalian mengerjakan nya dengan cepat"ucap Reyhan
"tuan apakah hukuman kami sudah selesai?"tanya Arion
"Hm, kembali lah bekerja"ucap Reyhan yang membuat dua rubah tersenyum
"kalau begitu kami permisi tuan"ucap Diki lalu mereka pun pergi dari ruangan Reyhan