
Sorenya...
Arion meregangkan badannya di sela ia berjalan bersama Diki dan Mark.
"Lelah sekali. eh kita sudah lama bukan tidak ke club? bagaimana jika malam ini kita pergi?" tawar Arion
"Ide yang bagus" ucap Mark
"Aku tidak. kalian saja urusan ku masih banyak" ucap Diki
"Kenapa" jawab keduanya
"Kalian tau kan kalau tuan Elfano mau menyerahkan tanah milik perusahaan nya ke perusahaan kita tentu itu membuat pekerjaan ku banyak untuk mengurus berkas pemindahan kekuasaan nya. kurasa berapa hari ke depan aku akan lembur" ucap Diki dengan wajah lesu nya.
"Ck ck ck, kasihan sekali nasib mu kawan" ucap Arion yang di anggukan oleh Mark yang merangkul pundak Arion
Ya inilah resikonya jika ia menjadi asisten utama Reyhan, pekerjaan nya lebih banyak di bandingkan Arion.
Tapi Arion juga tidak bisa dianggap ringan pekerjaan nya ya memang untuk masalah perusahaan ia tidak terlalu banyak pekerjaan seperti Diki. Tapi dia merupakan ketua dari para bodyguard yang bekerja pada Reyhan dan dia bertugas untuk mengatur dan mengawasi orang-orang yang berniat jahat pada keluarga Zeinard. Bisa dibilang Arion lebih sering berada di markas di bandingkan perusahan. jadi jangan salah jika kemampuan bela diri Arion lebih hebat di bandingkan Diki.
Satu-satunya yang bisa mengalahkan Arion dalam bela diri adalah Reyhan!
"Cuti saja kau malam ini kita bersenang-senang" ucap Mark
"Nanti aku pikirkan" ucap Diki.
"Oke nanti aku jemput" ucap Arion
......................
Setelah makan malam seluruh keluarga berkumpul di ruang tamu hanya sekedar untuk bercerita.
Cuman Arsy yang tidak ada.
"Arsy belum kembali mom" Tanya Kayra
"Belum. katanya tugas kuliah nya lagi numpuk" ucap Rosa
"Tapi ini sudah malam mom" ucap Kayra dengan raut cemas
"Tunggu saja kak sebentar lagi pasti dia pulang" ucap Ailee
Benar yang di ucapkan Ailee Arsy pun pulang.
Langkah sepatu heels yang ia gunakan terdengar nyaring seiring pijakan kakinya.
"Mom" panggil Arsy
"Ya, kau butuh sesuatu?" ucap Rosa
"Aku mau menikah!" ucap Arsy to the poin
"Uhuk" Ailee terbatuk-batuk kala mendengar ucapan spontan Arsy kebetulan ia juga sedang minum jus nya.
"What!!" ucap Rosa
"Ya, aku mau menikah" ucap Arsy
"Arsy jangan kau macam-macam! apa yang kau ucapkan? kau sadar tidak?" ucap Rosa
"Aku serius mom" ucap Arsy
"Tidak, tidak boleh kuliah mu bagaimana? karir mu bagaimana?" ucap Rosa
"Tidak" ucap Reyhan
"Mommy setuju dengan ucapan kakak mu Arsy" ucap Rosa
"Reyhan!" ucap Kayra sedikit menekan dan menatap tajam suaminya itu.
"Jika kau tak setuju maka jangan harap ada **** sebulan lamanya" bisik Kayra tepat di telinga Reyhan
"Itu tidak adil sayang!" ucap Reyhan
"Yes or no?" tanya kayra
"Oke iya" ucap Reyhan pasrah.
"Lihat, mom kakak setuju" ucap Arsy
"Tapi mommy tidak setuju. aku tidak percaya dengan pilihan mu" ucap Rosa
"Aku hamil mom" ucap Arsy
"Apa!!" ucap Rosa dan Ailee
sedangkan Kayra dan Reyhan tetap tenang karna mereka sudah tahu kalau Arsy tengah mengandung.
"Kau mau membunuh ku Arsy!" ucap Rosa
"Are you crazy?" ucap Ailee
"Tapi inilah kenyataan nya mom aku hamil" ucap Arsy memberikan laporan kehamilan nya
"Arsy kau memang membunuh ku!" ucap Rosa
"Dimana otak mu Arsy! sampai-sampai kau bisa hamil!!" teriak Rosa
"Mom bisa tidak jangan teriak-teriak"ucap Arsy
"Mommy harus setuju aku menikah" ucap Arsy
"Sekali tidak tetap tidak" ucap Rosa kehabisan akal
"Mom lalu bagaimana dengan nasib anak ku" ucap Arsy
"Kita rawat sendiri" ucap Rosa
"Tidak bisa mom anakku harus tumbuh dengan sosok ayah di sampingnya" ucap Arsy
"Tidak!" ucap Rosa setengah berteriak
"Mom calon suami ku itu CEO dari perusahaan WILSON GRUP, ELFANO WILSON. Mommy pasti mengenal nya bukan?" ucap Arsy
"Wilson?" tanya Rosa
"Yes mom" ucap Arsy
"Elfano?"
"Yap benar sekali, seperti keinginan mommy kalau aku harus menikah dengan pria Kaya" ucap Arsy
"Baiklah aku setuju, suruh dia datang kemari bersama keluarganya untuk membahas pernikahan kalian" ucap Rosa semangat.