Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 219


"Sayang" panggil Kayra


"Ya??" ujar Reyhan


"Aku mau pergi bersama twins mereka ada kegiatan dari sekolah piknik sehari semalam sayang bolehkan??" ucap Kayra


"No kau dan Twins tidak boleh pergi!" tegas Reyhan


"Why?? Apa alasannya" ucap Kayra bingung.


"Tidak ya tidak kayra!" ucap Reyhan


"Kau kenapa sih Rey? Aku bertanya yang baik-baik dengan mu ya, tapi kau malah membentak ku??" ucap Kayra


"Aku tidak mengerti dengan mu??" ucap Kayra kecewa lalu keluar dari kamar.


"Ahkkkk sialll!!" teriak Reyhan merasa bersalah karna telah membentak sang istri.


Cklek


"Mom" panggil Atley


"Aley belum tidur sayang??" ucap Kayra


"Aley sudah tidur mom tapi tadi Aley kebelet pipis jadi bangun dehh" ucap Atley


"Mommy tidur di kamar kalian ya malam ini??" ucap Kayra


"Bagaimana dengan Daddy??" tanya Atley


"Daddy mu lagi sibuk bekerja di kamar dan Aley tahu kalau mommy tidak bisa tidur dalam ke adaan terang makanya mommy kesini agar tak mengganggu Daddy kalian'' ucap Kayra dan Atley mengangguk mengerti


Ucapan Kayra tadi sayangnya membuat Atley tidak percaya.sebenarnya Atley tahu kalau mommy nya sedang ada masalah dengan Daddy nya tapi ia pura-pura tidak tahu.


"Sudah kita tidur ya, lihat Alger sudah lelap tidurnya" ucap Kayra


"Iya mom" ujar Atley naik ke atas kasur.


"Aku harus bertanya pada Daddy berani-beraninya dia memarahi mommy ku" kesal Atley sambil memandangi wajah kayra.


Reyhan memandang jam yang sudah pukul 2 pagi tapi Kayra tidak kembali ke kamar, dia sedikit cemas jadi ia pergi ke kamar si kembar karna ia yakin kalau sang istri berada disana.


"Maafkan aku" lirih Reyhan dengan mengelus kening Kayra


Setelah puas ia kembali ke kamar untuk tidur, dia membiarkan Kayra untuk tidur bersama Sikembar karna ia tidak mau wanita itu semakin marah padanya.


Keesokan harinya


Tok tok tok


"Masuk" jawab Reyhan dari dalam


"Atley ada apa sayang??" tanya Reyhan dia sedikit kaget kala sang putra datang ke kantornya sendirian tanpa kembarannya.


"Aku ingin berbicara Dad" nada suaranya terkesan dingin sama seperti sang Daddy bahkan ia lebih dingin di bandingkan Reyhan.


"Kemarilah" ucap Reyhan


Atley duduk di kursi tepat di depan meja kerja seorang big bos.


"Kau tidak sekolah son??" tanya Reyhan


"Tidak, kami di libur kan dan aku yakin alasan kenapa kami di liburkan sekolah pasti Daddy sudah tahu dari mommy kan??" ucap Atley


"Kau sebenarnya ingin mengatakan apa sayang?? Katakan dengan jelas?" ucap Reyhan karna anak nya yang satu ini sangat susah untuk di tebak.


"Aku kesini ingin menanyakan beberapa hal dan aku harap Daddy dapat menjawab nya dengan jujur!" tegas Atley


Reyhan mulai serius pada Atley.


"Pertanyaan pertama? mengapa dan apa alasannya sehingga Daddy membuat mommy ku sedih?" ucap Atley


"5 menit, seharusnya cukup untuk Daddy menjawab pertanyaan ku ini"ucap Atley dalam mode Intel nya.


Dia mengatur waktu 5 menit di jam yang sedang ia kenakan.


"Apa yang kau katakan Atley...


Belum selesai Reyhan berbicara.."4 menit lagi" ucap Atley


"Kau akan menjadi pria pengecut Dad?? yang tidak mau mengakui kesalahannya??" tanya Atley santai ia seperti tidak ada takutnya dengan sang Daddy