
"Wajahmu kenapa? Ohhh kau tak bersungguh-sungguh untuk menuruti keinginan ku... Ini hanya hal kecil Reyhan aku hanya meminta mu untuk berfoto" ucap Kayra
"Reyhan" rengek Kayra
Reyhan tak memperdulikan nya dan dia segera menekan klakson agar Diki segera kembali
"Apa Kayra! Kesal Reyhan
"Kau marah?" ucap Kayra cemberut
Reyhan menghela nafasnya dan menatap Kayra ",Tidak sayang" ucap Reyhan memeluk tubuh Kayra
"Terimakasih" ucap Kayra
......................
"Hey Diki" teriak Arion masuk ke ruangan Diki tanpa mengetuk pintunya.
Setelah mengantar Kayra pulang mereka kembali keperusahaan dan melanjutkan pekerjaan di ruangan masing-masing
"Kalian berdua tidak mempunyai pekerjaan sehingga berada disini!" kesal Diki
"Oh, ayolah kami hanya ingin bergosip dengan mu" ucap Mark
"Aku akan menyuruh staff payroll untuk memotong gaji kalian" ancaman Diki
"Memang sebelas dua belas kau dengan tuan" ucap Arion
"Pergilah Arion pekerjaan ku masih banyak dan lakukan tugasmu aku ingin berkas tadi selesai hari ini juga" ucap Diki
"Aman itu nanti saja" ucap Arion
"Aku ingin bertanya" ucap Arion duduk di depan Diki
Diki mengerutkan keningnya
"Kenapa kau tak memberi tahu kami gosip tuan berfoto dengan penjual kaki lima" ucap Arion
"Ya benar kau tak setia kawan" ucap Mark
"Nyonya ngidam" ucap Diki dan melanjutkan kegiatan mengetiknya.
"Hah?ngidam? Hahaha" tawa mereka berdua
"Seperti nya tuan akan selalu kalah dari twins di perut nyonya" ucap Mark
"Benar, dan kurasa kali ini mereka akan menyusahkan tuan berbeda dengan tuan kecil Bian dulu nyonya tidak ada mengidam yang aneh-aneh" ucap Arion
"Yap kau benar, tapi ngomong-ngomong jika sekarang tuan kecil masih ada pasti dia sudah seumuran dengan Kaeran kan" ucap Mark
"Kaeran?" ucap Diki
"Ya, anak Shelli karyawan Nyonya" ucap Mark
"Oh janda anak satu itu" ucap Arion
"Ya" ucap Mark
"Eh jangan-jangan kau menyukai janda itu yah" ledek Arion
"Jika kalian ingin merusuh maka keluar lah" usir Diki dengan memandang tajam
"Santai bro ini kami mau keluar" ucap Mark lalu Menarik kerah baju Arion
"Kau takut dengan Diki" ucap Arion dengan menarik paksa tangan Mark yang menarik kerah bajunya.
"Kau tak lihat tatapan nya tadi" ucap Mark
"Tidak, aku tak takut padanya" ucap Arion
"Terserah kau lah" ucap Mark
Malam harinya
"Reyhan!!" teriak Kayra
"Apa sayang?" panik Reyhan dengan tergesa-gesa keluar dari ruangan ganti
"Lihat ini" ucap Kayra menunjukkan ponselnya
"Dokter Daniel pacaran dengan Bella" ucap Kayra
"Ya aku tau" santai Reyhan
"Hah! kenapa kau tak memberi tahuku"
"Kita tak perlu ikut campur urusan orang lain sayang"ucap Reyhan
"Ya juga sihh, tapi aku kan sahabatnya dan dia tak memberi tahu ku, awas kau Bella" kesal kayra
Reyhan menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan Kayra
Pagi harinya Kayra sedang bertatapan dengan Bella dengan sangat tajam
Mereka bertatapan lama.
Bella berkunjung ke mansion atas perintah Kayra
Reyhan dan Daniel hanya menatap sang wanita masing-masing dengan pasrah.
"Jelaskan" ketus kayra
"Apa Kayra" jawab Bella
"Bella!!"
"Kayra!!"
"Bella" kesal kayra
"Oke, oke aku sudah lama mengincarnya yang sering ku beri tahu kalau aku mempunyai seorang incaran di rumah sakit milik tuan Reyhan ya orang itu adalah dia" ucap Bella
"Kau jahat tak memberi tahuku" kesal kayra
"Ohh honey ayolah aku tak sempat memberi tahu salah kan saja suami mu itu tak pernah mengizinkan ku untuk menemui mu" ucap Bella tanpa ada takutnya