Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 95


"Ck, orang seperti kalian ingin melawan diriku? oh tidak semudah itu" ucap Reyhan di sela ia bertarung dengan bodyguard


Kayra yang melihat semua aksi yang di lakukan Reyhan pun khawatir pasalnya suaminya itu hanya seorang diri dan para musuh itu berjumlah banyak walaupun sudah banyak yang tewas di tangan Reyhan itu semua masih membuat nya cemas.


Sekilas ia melihat seseorang mengarah kan pistol nya dari belakang untuk menembak Reyhan yang sedang bertarung


"Sial mereka bermain curang, oke sekarang waktunya menunjukkan hasil olahraga mu Kayra" ucap Kayra tersenyum miring lalu keluar dari mobil dengan membawa pistol yang selalu ada di tas nya.


Disaat pria itu ingin menembak Reyhan segera sebuah peluru dari arah berlawanan mengarah ke arah pistol musuh dan pistol itu terpental jauh siapa lagi yang melakukan itu semua kalau bukan Kayra fitaloka


"Ck sungguh sangat tidak jantan sekali kau menyerang dari belakang" dingin Kayra menatap tajam musuh di depan nya


"Kau" ucap bodyguard itu ingin memukul Kayra tapi tangan nya segera di tangkap oleh Kayra dan di lilitnya sehingga terdengar suara tulang yang patah akibat lilitan Kayra


Reyhan yang mendengar suara tembakan dari belakang pun menoleh alangkah terkejutnya ia melihat istri kecil nya sedang bertarung dengan sangat lihainya


"Kali ini aku akan membiarkan mu" batin Reyhan menatap Kayra yang tatapan matanya sangat tajam dan dingin di mata Reyhan


lalu mendekat ke arah Kayra dan ingin melindungi Kayra.


"Kay kau tak papa" tanya Reyhan


"Aku baik" ucap Kayra lalu mereka pun melanjutkan aksi bertarung


"Rey awas!!".teriak Kayra melihat seseorang yang hendak memukul Reyhan lalu tanpa aba-aba Kayra menembakkan pistolnya tepat di kepala bodyguard itu


Reyhan sedikit kaget melihat Kayra yang pandai memegang senjata lalu tatapan nya mengarah ke arah pistol Kayra seolah meminta penjelasan


"hehe, maafkan aku nanti akan aku jelaskan" ucap Kayra lalu kembali melawan para musuh di depan nya


tidak di ragukan lagi kemampuan Kayra dalam hal bela diri sekarang saja sudah banyak musuhnya tewas di tangan nya dengan ke adaan patah tulang dan bengkok.


di sisi lain di bandara


"Apa yang sedang kau lihat" tanya Arion pada Diki


"Aku sedang menunggu mobil ku" ucap Diki


"Memang nya di mana mobil mu dan aku lihat kau kesini menggunakan mobil Tuan muda". ucap Arion


"Tadi aku tukaran bersama Tuan dia memakai mobil ku dan mobil nya aku yang menggunakan nya" ucap Diki


"Tuan ingin berkencan bersama Nyonya dan kebetulan Tuan semalam menggunakan mobil Alphard dan Tuan bilang bahwa ia tidak cocok membawa mobil itu makanya kami bertukar" ucap Diki


"Tuan menyetir sendiri?tanya Arion


"Hmm"


"Tapi Dik kenapa perasaanku tidak enak ya" ucap Arion


"Aku heran Ar kenapa mobil yang di gunakan Tuan sangat Lama berhenti di sana setahu aku itu jalan yang sepi" ucap Diki memandang ke handphone nya


mobil Diki sudah ia pasang dengan alat GPS dan ia bisa memantau ke mana pergi mobil nya


"perasaan ku semakin tinggi enak Dik, ayo kita susul" ucap Arion


"Baiklah ayo" mereka pun segera berangkat menuju ke tempat Reyhan dan Kayra


sesampainya di sana alangkah terkejutnya mereka melihat Tuan dan Nyonya nya sudah berlumuran darah dengan para musuh yang sudah mati semua di tangan mereka berdua


tatapan mereka teralihkan ke arah puluhan musuh yang tewas di tangan Tuan dan Nyonya nya


"Dik apa yang sedang terjadi di sini" khawatir Arion


"Aku tidak tau" ucap Diki lalu mereka menghampiri Reyhan


"Tuan" panggil mereka berdua


"Kalian" kaget Reyhan


"Maafkan kami yang telat datang" ucap Diki


"Sudahlah sekarang kalian urus mereka buang saja jasad mereka ke laut" ucap Reyhan lalu menghampiri kayra yang terlihat sangat kelelahan


"Turun kan aku Rey aku bisa jalan sendiri" ucap Kayra di gendongan Reyhan


"kau sudah sangat kelelahan sayang jadi Menurut lah" lirih Reyhan


"Baiklah" ucap Kayra menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya


bersambung