Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
Bab 96


"Bagaimana keadaan nya? tanya Reyhan pada Dokter Daniel


"Dia baik-baik saja, sekarang kita obati dulu luka mu itu" ucap Daniel


Reyhan hanya menurut tanpa membantah sedikitpun sambil ia terus menatap Kayra yang sedang mencoba memejamkan matanya


"Tuan anda tidak apa-apa? tanya cemas Diki


"Aku baik bagaimana?" ucap Reyhan


"Saya sudah menyelidiki nya Tuan" ucap Arion


"Baiklah nanti kita bicarakan ini semua" ucap Reyhan menatap ke arah Kayra


"Baik Tuan" jawab serentak mereka berdua


"Sayang" panggil Reyhan duduk di samping kayra


"Hmm, ada apa" ucap Kayra membuka matanya


"Aku ingin bertanya sesuatu" ucap Reyhan


"Apa?" Kayra menyandarkan tubuhnya pada dinding kasur


"Dari mana kau mendapatkan ini?" Tanya Reyhan menunjukkan pistol Kayra


Daniel serta Diki dan Arion terkejut melihat Nyonya lembut nya memiliki sebuah senjata api


"Itu sudah dari dulu aku menyimpan nya dan ini pertama kalinya aku menggunakan nya untuk melawan musuh, selama ini aku hanya membawa nya bersama ku dan menyimpan nya agar tetap aman" ucap Santai Kayra


"Siapa yang memberi kan mu ini? Tanya Reyhan


"Daddy Robert, untuk berjaga-jaga ketika di keadaan yang mendesak seperti tadi" jujur Kayra


"Aku akan menahan senjata mu" ucap tegas Reyhan


Mendengar Reyhan yang ingin menahan senjata nya Kayra membulat kan matanya "Oh ayolah Rey itu sangat penting bagi ku itu di berikan khusus oleh Daddy" ucap Kayra tak terima


"Tapi kau tidak membutuhkan ini! bukankah kau bisa bela diri" ucap Reyhan


"Ya walaupun aku pandai bela diri tapi itu ahhh sudahlah kau simpan saja lagian aku bisa mengalahkan mereka tanpa menggunakan senjata" ucap Kayra


"Good girl" ucap Reyhan menepuk kepala Kayra. "Istirahat lah kau pasti lelah" ucap Reyhan dan membantu Kayra membaringkan diri dan menyelimuti sebelum pergi Reyhan sempat mengecup singkat kening Kayra dan kayra hanya menunduk malu


"Ayo" ajak Reyhan pada mereka bertiga dan mereka pun mengikuti langkah Reyhan


"Aku jadi penasaran dengan Nyonya muda kita" ucap Daniel


"Dia sebelas dua belas seperti Tuan sama-sama jago bela diri bahkan aku pernah melihat nya bertarung dengan sangat liar nya aku saja sampai takut melihat tatapan mata nya dia seperti seorang psycopath ah tidak Dewi kematian" ucap Diki


"Benarkah itu" Daniel penasaran


"Benar yang dikatakan Diki benar aku bahkan sempat menyamar menjadi asisten pribadi Nyonya dan aku sudah pernah melihat ia bertarung tanpa mau minta di bantu" ucap Arion


"Hey apa kalian hanya akan terus menggosip" teriak Reyhan


"Ah ya Tuan kami datang" ucap Diki


"Apa yang kalian dapatkan?" Tanya Reyhan setelah mereka berada di ruangan kerjanya


"Ini Tuan" ucap Arion memberikan sebuah berkas dengan hati-hati


Sambil Reyhan mengecek isi berkas itu Diki berbicara. "Dia kembali Tuan". pelannya


"Biarkan saja dulu kita lihat dia akan melakukan apa lagi setelah ini?" smirk Reyhan


"Baik Tuan" Ucap ke 2 asisten nya


"Aku rasa nya ingin bertarung dengan Nyonya Muda" celetuk Daniel


"Apa kau bilang!" Tanya Reyhan tajam


"Eh tidak Tuan saya hanya- gugup Daniel lalu menyenggol lengan Arion guna meminta bantuan


"Apa" pelan Arion


"Bantuin aku" pelan Daniel panik


"Ishh itu urusan mu" cuek Arion masih dengan nada pelannya


Diki hanya bisa menahan tawa nya melihat Daniel yang panik